Ada apa di Cologne, Jerman? (Day 12 #EuropeDulu)

By August 21, 2013Europe
Sunset di Cologne

Selain kesulitan mendapatkan akomodasi di Amsterdam akibat weekend dan Gay Pride Festival, kami juga kesulitan mendapatkan transportasi keluar dari Amsterdam menuju tujuan berikutnya, yaitu Berlin. Semua tiket bus sudah habis terjual dan tiket kereta api sangat mahal hingga mencapai lebih dari 100 Euro. Saat mengantri untuk check-in di Best Western dekat bandara, seorang perempuan muda asal Irlandia yang sedang berlibur ke Amsterdam menyarankan kami untuk mencoba mengarah ke Cologne jika tidak ada jalur langsung ke Berlin. Katanya, “Cologne is a really nice place.

Pemandangan indah sunset dari atas jembatan Cologne

Pemandangan indah sunset dari atas jembatan Cologne

Setelah googling sana sini, akhirnya kami mendapatkan car sharing melalui website www.blablacar.com yang bisa memberikan tumpangan berbayar ke Cologne dari dekat airport. Singkat cerita, seorang ibu dan anak perempuan usia remaja menjemput kami dengan mobil vannya dari depan hotel tempat kami menginap. Dari sana menuju Cologne butuh waktu sekitar 2.5 jam.

Love locks di atas jembatan Hohenzollern, Cologne

Love locks di atas jembatan Hohenzollern, Cologne

Sampai di Cologne, kami ditunjukkan caranya menuju pusat kota, cuma naik tram seharga 1.5 Euro yang tiketnya berlaku selama 2 jam. Check in di A&O hostel di daerah Neumarkt, kami pun mulai jalan kaki untuk mengeksplor kota tersebut. Sempat update tweet melalui twitter, ternyata banyak juga orang Indonesia yang sudah pernah ke Cologne bahkan katanya Cologne merupakan kota favorit mereka. Wah, kami berdua takjub. Padahal sebelumnya kami belum pernah mendengar nama kota tersebut dan sama sekali tidak berencana mengunjungi kota itu. Benar-benar accidentally Cologne.

Cologne Cathedral (Kolner Dom)

Cologne Cathedral (Kolner Dom)

Karena waktu kami sampai sudah sore dan besoknya kami sudah harus berangkat ke Berlin, kami hanya punya waktu sebentar di Cologne. Overall, Cologne memang kota yang sangat menyenangkan, tenang namun tidak membosankan. Kami sempat melihat katedral Dom yang super megah yang sering kali menjadi ikon kota Cologne. Kemudian menikmati sunset sambil memandangi sungai Rhein dan jembatan yang mirip Sydney Harbour Bridge. Di sepanjang sisi jembatan dipenuhi dengan gembok-gembok cinta. Untuk makanan, karena sudah masuk Jerman, kami langsung ingin mencicipi salah satu makanan khasnya yakni currywurst (sosis yang disajikan dengan saos tomat dan bubuk kari). Yummy!

Sunset di Cologne

Sunset di Cologne

Ada yang sudah pernah ke Cologne atau ingin ke Cologne?

PS: dalam bahasa Jerman, Cologne ini ditulis dengan kata Kรถln dan dibaca dengan bunyi seperti ‘keuln’, 1 suku kata saja, bukan 2 suku kata seperti ‘kolon’ ๐Ÿ˜‰

Join the discussion 3 Comments

Leave a Reply