Tips berkomunikasi di Laos

Konon katanya bahasa Inggris menjadi jembatan untuk menghubungkan 2 bahasa asing. Memang benar, dengan syarat kedua belah pihak memiliki persepsi yang sama tentang kebutuhan akan adanya ‘jembatan’ tersebut. Kalau jembatannya cuma dibangun oleh sepihak, ya ga akan bisa dipake nyebrang alias ga nyambung kayak Prince Souphanouvong Bridge yang ada di Salavan. Eh tapi Prince Souphanouvong sih jembatannya cuma sebelah karena memang dibom waktu lagi perang karena merupakan bagian dari Ho Chi Minh trail. Lah, malah bahasa sejarah, bukannya ngasih tips berkomunikasi di Laos.

Prince Souphanouvong Bridge

Prince Souphanouvong Bridge

Anyway, pasti udah banyak yang ngerasain kan kalo traveling ke Asia atau negara-negara yang bahasa lidahnya bukan bahasa Inggris, komunikasinya sedikit lebih menantang dibandingkan negara-negara yang bahasa utama atau sekundernya bahasa Inggris. Berdasarkan pengalaman kami pribadi selama di Laos 4 bulan terakhir ini, kami coba bagi-bagi tips berkomunikasi di Laos yang mudah-mudahan bisa menghindari ‘miscommunication’:

1. Bahasa Laos memang mirip dengan bahasa Thailand (tapi tidak sama persis!). Jadi berbahagialah mereka yang sudah pernah mengecap pendidikan bahasa Thailand selama liburan di Thailand. Minimal nyebut angka sih bisa kan ya? ;)) Perbedaan utama dalam penyebutan angka di Laos adalah angka 20. Di Thailand 20 adalah ‘yi sip’ sedangkan di Laos ‘sao’.


Special deal!
Kalau mau travel ke Laos, kami rekomendasikan Lonely Planet Laos. Buku ini harganya kira-kira Rp.300,000 di Indonesia, tapi kami punya special deals dengan the Book Depositorylebih murah dan ongkos kirim gratis!
Cek Harga

2. Bahasa Laos cukup sederhana. Ga perlu pake tenses kayak bahasa Inggris dan ga ada awalan akhiran seperti me-kan, ter-, di-, dll. Jadi asal tau kata kuncinya, mudah-mudahan isi hatinya bisa tersampaikan. Contoh kasus: ‘Pai’ artinya pergi. Tergantung konteksnya, kalau ada yang bilang ‘Pai’ dengan tangan dikibas-kibas dan nada marah, artinya ‘Pergi kamu!’ alias kamu diusir. Kalo dengan nada ngajak ya artinya ngajak pergi (‘Ayo berangkat’). Kalo ditambah dengan kata ‘sai’ di belakangnya yang artinya ke mana, jadinya “Where are you going?” Tuh, keren kan, dari 2 kata aja udah bisa jadi kalimat.

3. Saat memesan makanan dengan menu bilingual (Lao huruf keriting – bahasa Inggris – Lao tulisan latin), tunjuk yang bahasa Laos huruf keriting. Karena tidak semua orang bisa baca huruf Latin. Jadi walaupun ada tulisan: Fried Rice (khao phat), belum tentu kalau ditunjuk tulisan khao phat mereka bisa ngerti kalo kamu maj nasi goreng. Jadi solusi amannya adalah, coba lafalkan saja tulisan bahasa Laos yang ada Latinnya. Nanti dia bakal ulang kata-katanya, kalo kira-kira itu bunyinya, anggukkan kepala dengan semangat!

4. Kalau pas ketemu orang yang menyapa dalam bahasa Inggris, jangan langsung senang berlebihan dan menyangka dia gape bahasa Inggris. Karena saat kamu cas cis cus bahasa Inggris dia pasti langsung bengong. Biasanya mereka ngerti kata-kata kuncinya saja. Jadi kalo mau berbahas Inggris sama mereka, gunakan bahasa yang sederhana saja. Ga usah sok-sokan pamerin skor TOEFL paper-based kamu yang mencapai 655 dengan bilang, “Excuse me, can I have a bowl of steamed rice with a plate of stir-fried veggie? But I don’t like ginger so please don’t use ginger in all those dishes.” Sebut saja kata-kata kuncinya, alhasil mereka bisa ngerti. Contoh kasus nyata, saya notice bahwa kata ‘been’ itu sulit dimengerti. Wong, terjemahan dalam bahasa Indonesianya juga ga ada toh? Jadi kalau mau tanya,”Have you been there?” Biasanya mereka bengong, apaan tuh tanya-tanya buncis di sana. Jadi tanya aja, “You ….go there….. already?” *berasa jadi Tarzan deh*

5. Sama seperti tips berkomunikasi di seluruh dunia, gunakanlah bahasa tubuh yang hampir pasti dimengerti oleh semua orang. Jangan bikin gerakan yang cuma kamu dan pasangan kamu yang ngerti. Kalau ga berhasil pake gerakan yang sederhana, tambah ekspresinya. Bayangkan kamu lagi ikutan kuis pas babak ‘miming’, peragakan dengan semangat sampe orangnya ngerti maksud kamu apa!

Berikut ini saya coba bagi beberapa frase sederhana namun penting dalam menunjang kelancaran traveling di Laos perihal komunikasi. Saya bikin trilingual sama bahasa Thailand biar bisa kebayang kemiripannya.

Bahasa Indonesia – Bahasa Laos – Bahasa Thailand
Berapa harganya? – Tau dai? – Tau rai?
Teh panas – sa hon – cha ron
Tidak mau – bo ao – mai ao
Tidak bisa – bo dai – mai dai
Terima kasih – khop jai – khop khun ka/krup
Toilet dimana? – hong nam yu sai? – hong nam yu nai?
Tidak pedas – bo phet – mai phet
Jam berapa? – gi mong – gi mong
Makan – gin khao – gin khao
Enak sekali – sep lai – aroy mak

Sekian tips berkomunikasi di Laos. Kalau ada yang mau nambahin silahkan jangan sungkan-sungkan tinggalkan di kolom komentar. Happy traveling in Laos!!

Join the discussion 6 Comments

Leave a Reply