Camino de Santiago de Compostela: Finale

camino backpack

Banyak yang bertanya-tanya bagaimana ending dari Camino de Santiago de Compostela yang kami jalani bulan Agustus 2013 yang lalu karena blog post yang terakhir berhenti di Camino Day 33, di mana saat itu kami mencapai katedral Santiago de Compostela. Sebetulnya memang kejadian nyatanya seperti itu, klimaks yang kami harapkan malah terasa sedikit anti klimaks.

Camino de Santiago de Compostela

Camino de Santiago de Compostela

Saat kami memasuki kota Santiago, masih ada sekitar 5 km sebelum tiba di depan katedral. Orang-orang yang sudah selesai Camino lalu lalang di sekitar pusat kota. Saya sempat hampir menitikkan air mata karena akhirnya kami sampai juga. Jerih payah dan letih lelah saat itu bertransformasi jadi semangat sekaligus perasaan haru. Kami bergandengan tangan bersama menuju titik akhir perjalanan kami.

Waktu itu hujan gerimis. Sebenarnya sudah dari 3 hari sebelumnya kami selalu jalan di bawah siraman hujan, mulai dari yang rintik-rintik sampai yang membuat basah kuyup hanya dalam 1 menit. Maklum, daerah Galicia memang terkenal sebagai ‘propinsi hujan’.Waktu kami tiba di depan katedral tidak banyak kerumunan orang yang juga baru tiba seperti kami. Sebagian besar sedang mengikuti misa yang memang diadakan setiap hari jam 12 siang untuk menyambut para pejalan (peregrino). Kebetulan kami tiba sekitar jam 12.30 sehingga kami memutuskan untuk ikut misa keesokan harinya saja.


Sempat bingung karena tidak melihat orang yang kami kenal, akhirnya kami minta tolong seseorang untuk mengambilkan kami foto di depan katedral. Sempat ada perasaan, “Is that all? What now?” Akhirnya kami menuju ke kantor Camino untuk mengambil sertifikat kami. Di sana puluhan orang sudah mengantri sampai ke luar pintu. Wajah-wajah yang dikenal terlihat di sana sini dan semua orang saling memberikan selamat. Setelah mendapatkan sertifikat berbahasa Latin, kami pun langsung check-in ke hotel untuk istirahat.

Perjalanan kami sudah berakhir sampai di sana. Bagi sebagian orang, mereka masih lanjut 90 km lagi menuju Finisterre yang sering disebut ‘edge of the world’. Buat kami, Santiago de Compostela adalah tujuan akhir. Jadi, apa kesan kami tentang perjalanan ini? Yang pasti ini jadi ‘one of a kind’ life experience. Kalau mau dibilang life changing mungkin tidak terlalu mutlak karena perjalanan ini adalah personal. Masing-masing menjalaninya dan masing-masing juga yang bisa merasakan esensinya.

Apakah kami merekomendasikan Camino ini? Sudah pasti! Kalau kalian punya waktu dan kesempatan, silahkan coba luangkan waktu untuk menikmati perjalanan ini. Berikut ini sedikit gambaran mengenai perjalanan kami melalui video yang kami buat (hanya bisa dilihat melalui PC).

Cerita perjalanan Camino kami juga sempat dimuat di kompas.com: http://travel.kompas.com/read/2014/02/04/1326116/Camino.de.Santiago.Rute.Ziarah.yang.Mendunia

Informasi lebih lanjut:

Apa saja yang harus dibawa saat Camino: http://www.sitdowndisco.com/pack-camino-de-santiago/ (bahasa Inggris)

Persiapan Perjalanan Camino de Santiago: http://www.pergidulu.com/persiapan-perjalanan-camino-de-santiago-de-compostela/

Jika tertarik untuk melakukan Camino de Santiago ini, silahkan hubungi kami. Sebisa mungkin kami bantu dengan informasi dan pengalaman kami. BUEN CAMINO!

UPDATE:

Kami berencana melakukan Camino de Santiago lagi tahun depan (2015) dengan rute dari bagian selatan Spanyol (Seville/Malaga/Granada) ke Santiago. Jika ada yang berminat, silahkan hubungi kami. Nanti kami juga akan tulis blog post untuk detail informasi lebih lanjut tentang rencana ini. Be prepared!! :)))

Join the discussion 18 Comments

  • Juliet says:

    Bisa info untuk tahun 2015 kira-kira berapa lama?
    Kalau waktunya pas saya mau ikut.

    • Susan Natalia Poskitt says:

      hehe….belum ada rencana yang fixed. rough-nya sih kira-kira 45 hari.

    • henny veronika s says:

      saya berencana berangkat tanggal 1 Apr 2015 dan jalan dari astorga ke santiago de compostela.
      mau bertanya dimanakah saya bisa mendapat credentialnya? dan untuk pengurusan visa spanyol sudah bisa dipastikan saya tidak apa2 ya kalo tidak booking hotel selama perjalanan? mohon advicenya. Terima kasih banyak.

  • alfin says:

    budgetnya sekitar berapa?

  • ivan saputra says:

    Hi, mohon informasinya ya tentang budged nya anggap paling murah nya lah atau yg range standart saya sangat ingin mengikuti ini siapa yau dapat merubah kehidupan saya lbh baik lagi, oya saya pertama kali membaca karangan paulo coelho the pilgrimage yg ziarah itu keren bgt oya apa benar yg di tulis di buku itu bisa terjadi juga dalam peziarahan kak?? Terimakasih atas respon nya bisa di balas via email jg makasih

    • Susan Natalia Poskitt says:

      wah….malah belum baca bukunya Paulo Coelho. Ini kami terinspirasi oleh temannya Adam yang sudah pernah menjalani sebelumnya dan dari film The Way (2010). Biaya total kurang lebih 25juta untuk 35 hari-an jalan kaki (sudah termasuk flight jkt-spanyol, akomodasi dan makan setiap hari). Bisa lebih murah tergantung jumlah harinya, kan tidak perlu selalu mulai dari Perancis.

      • ivan saputra says:

        Wahh lumayan ituh 25jt ya,itu nanti berangkat jkt spanyol pp nah mulainya dari mana biasanya kak? Apa ada pemandunya yah? Itu kita jalan aja atau ada doa atau apa gitu kak? Btw thanks ya infonya membantu sekali 🙂

        • Susan Natalia Poskitt says:

          iya…lumayan murah ya 25jt. Seharinya cuma 300-400rb an. Ga ada biasanya, semuanya tergantung rute yang dipilih. Kalau mau ngikutin Camino Frances mulai dari St Jean Pied de Port di Perancis. Kalo yang nanti Maret kami mulai dari Granada (Spanyol). Kami bukan menjalani sebagai aktivitas religius jadi kurang bisa sharing tentang pengalaman itu. Tapi setahu kami di sepanjang jalan banyak sekali aktivitas religius yang bisa diikuti (misalnya, di beberapa katedral atau gereja kecil kadang ada nyanyi2 dan sharing). Tidak pakai pemandu, jalan masing-masing saja, nanti juga banyak kenalan di jalan 🙂

  • ivan saputra says:

    Ahhh isee jadi bisa melalui banyak jalan yah, dan tidak selalu berlaitan dgn religi mungkin bisa dalam wisata dll gt ya, thanks ya kak susan atas infonya. Tapi sebelum kesana harus belajar bahasa dulu nih soalnya kaga bisa bahasa sana inggris little sih hahaha oya kak susan asli mana maksudnya tinggal di indo di jkt atau bandung btw??

    • Susan Natalia Poskitt says:

      bahasa sih ga wajib ya. kalo mau belajar ya lebih bagus karena akan memudahkan karena memang orang spanyol banyak yang tidak bisa bahasa inggris. tapi berdasarkan pengalaman sih tidak pernah sampai bermasalah akibat kendala bahasa. saya orang bandung 🙂

  • budiman says:

    Saya sedang mencari informasi tentang ziarah ini. Apakah orang Protestan dapat ikut ziarah ini? Bolehkah saya dapat informasi lebih lagi tentang pembiayaan dst? Terima kasih

  • Ajikoko says:

    Mbak Susan…kami (3 org) berencana melakukan camino yg 100 km terakhir pada awal bln Okt’16. Pilihannya dari Sarria, Ourense, Ferrol, Tui dan yg rute Camino primitivo (lupa kotanya). Kami ber-camino tanpa motif religius, jd ingin melihat view yg bagus.
    Mohon sarannya mbak, rute mana yg sebaiknya kami ambil…

    Terima kasih

    • Susan Natalia Poskitt says:

      wah..kayaknya kami ga bisa kasih rekomedasi karena untuk rute Camino Frances kami baru 1 kali yakni lewat Sarria, jadi ga bisa banding2in dengan rute lain. Yang pasti komentar dari kami sih di Sarria byk banget pejalan yang baru mulai dari sana, buat kami yang udah jalan dari 28 hari sebelumnya jadi terasa ‘terlalu ramai’. Kalau cari view mungkin bisa digoogle masing2 aja dari nama kotanya supaya bisa kebayang view-nya seperti apa. Good luck & buen camino! 🙂

  • Ajikoko says:

    Halo mbak Susan….mau lapor nih !
    Kami sdh melakukan camino, brkt dr jkt tgl 1 okt, mampir di madrid, lanjut ke Lugo untuk lht tembok Romawi dan start camino dari Sarria tgl 5 okt. berakhir tgl 9 okt (5 hari).

    Betul spt kata mbak Susan, yg mulai dari Sarria banyak dan bagi yg menyikapi camino sbg spiritual journey, mungkin terasa kurang sreg…tapi, seramai-ramainya kemarin ini, 10 – 15 menit jalan, kami baru nyalip atau disalip peregrino lain koq (atau krn skrg bukan summer ya ?).

    Secara keseluruhan, camino itu menyenangkan dan suasananya berbeda (hampir mirip dg kalo naik gunung papasan dengan pendaki lain yg turun, serasa akrab dan saling menyemangati meski tanpa perkenalan).

    Kalau lah ada umur dan rezeki, sy msh mau camino lg, tp mulai dari SJDP dan cukup sampai melintasi Pyrene.

    Hatur nuhun teh Susan…

    Salam

    • Susan Natalia Poskitt says:

      ahh…senang sekali denger cerita kalian yang sudah jalanin Camino walopun cuma 5 hari terakhir. Gpp kan jadi ada gambaran ya. Semoga kalau ada kesempatan bisa Camino full. Kami juga kalo ada kesempatan pengen jalan Camino lagi…hehe. Salam 🙂

Leave a Reply