Hari Galungan dan Kuningan

Membawa Persembahan di Motor

Tidak banyak yang familiar dengan hari raya ini bila Anda tidak berada di Bali. Namun bagi masyarakat Bali sendiri, hari Galungan dan Kuningan ini sama pentingnya dengan hari raya Nyepi. Walaupun hari ini bukan hari libur Nasional yang ditandai dengan warna merah di kalender, namun pada hari ini, toko atau pegawai orang Bali asli akan tutup atau diliburkan. Namun jangan khawatir, sebagian besar toko masih buka, tidak seperti pada saat Nyepi.

Setelah Berdoa di Pura pada Hari Galungan

Setelah Berdoa di Pura pada Hari Galungan

Hari Galungan dan Kuningan sendiri masih merupakan satu rangkaian dengan hari raya Nyepi, di mana kejahatan keluar dari tempatnya (dirayakan dengan arak-arakan ogoh-ogoh pada malam Nyepi), manusia berdoa dan berjaga pada hari Nyepi, dan kejahatan (ogoh-ogoh) dibakar setelah Nyepi. Hari Galungan dan Kuningan ini dihitung setiap 210 hari sekali, yang berarti selalu akan ada dua kali perayaan Hari Galungan dan Kuningan dalam satu tahun.

Bila pada saat Nyepi Anda melihat kesunyian dan kedamaian di Bali, terjadi sebaliknya pada Hari Galungan dan Kuningan ini. Kemeriahan terjadi di mana-mana, dengan persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari. Banyak penjor yang dipasang di pinggir jalan, hingga ke rumah-rumah.

Beberapa hari sebelum Galungan, seluruh anggota keluarga akan bekerja sama untuk mempersiapkan makanan, seperti ketan, jajanan, dan buah. Sehari sebelum Galungan adalah yang paling saya sukai, yaitu proses memotong dan memasak babi. Bermacam-macam masakan yang berbahan dasar babi akan dimasak dan dibagikan kepada saudara dan teman. Tidak hanya beberapa hari sebelumnya, namun sebenarnya persiapan-persiapan lainnya juga sudah dilakukan bahkan sejak satu bulan sebelumnya.

Pada hari Galungan ini, di mana selalu jatuh pada hari Rabu, adalah perayaan di mana kebaikan menang atas kejatahan dan mereka percaya bahwa hari ini leluhur mereka turun ke bumi dan adalah kewajiban dan tradisi mereka untuk mendoakan leluhur mereka di Pura, dan merayakan bersama-sama hari kemenangan itu. Mereka berdoa di Pura bersama keluarga, dengan membawa berbagai persembahan termasuk dupa dan buah-buahan.

Penjor untuk Galungan

Penjor untuk Galungan

Sepuluh hari kemudian, yaitu pada hari Kuningan, leluhur itu dipercaya kembali lagi ke alam baka, sekaligus merupakan penutup pada rangkaian hari besar ini. Hari Kuningan selalu jatuh di hari Sabtu, dan mereka juga merayakan dengan berdoa di Pura. Keesokan harinya, yaitu hari Minggu, biasanya mereka akan merayakan dengan bersenang-senang bersama keluarga atau teman, seperti bepergian ke Bedugul, piknik, atau kegiatan lainnya. Sehingga jangan heran, lalu lintas akan menjadi lebih padat pada satu hari setelah Kuningan ini.

Membawa Persembahan di Motor

Membawa Persembahan di Motor

Bila Anda tertarik untuk menyaksikan dan merasakan Hari Galungan dan Kuningan di pulau Bali ini, Anda dapat berkunjung pada perayaan berikutnya, yang akan jatuh pada tanggal 23 Oktober 2013 dan 2 November 2013.

Cari hotel murah di Bali lewat Agoda! Best price guarantee!

Diana adalah guest writer untuk Pergi Dulu. You can follow her on twitter @dianztravy and her blog dianzt.wordpress.com

Leave a Reply