Kuliner dan Komoditi Khas Pulau Alor

By January 18, 2013Indonesia

Alor, sebuah pulau kecil di selatan Indonesia ternyata menyimpan berjuta potensi wisata. Termasuk wisata kulinernya yang belum banyak terekspos dunia luar. Karakteristik bumbu rempah pada masakan dari Indonesia bagian timur memiliki ciri khas tersendiri. Maka tak heran jika ratusan tahun lalu, komoditas ini menjadi rebutan para penjajah dari Eropa.

Sayur Jantung Pisang

Sayur Jantung Pisang

Kuliner di pulau Alor

Tak lengkap rasanya berkunjung ke suatu daerah tanpa mencoba kuliner khas daerah tersebut. Apabila anda makan besar di kota Kalabahi, ibukota Kab Alor, silakan coba menu sayur jantung pisang bumbu pedas. Masakan ini terbuat dari cacahan jantung pisang bagian dalam, yang ditumis dengan bumbu pedas dan kuah santan, atau bisa juga hanya ditumis saja. Aromanya menggugah selera.

Masakan lain yang tak kalah sedap yaitu sup cakalang kuah kuning. Ikan cakalang segar, dipotong dadu kemudian dibuat sup dengan bumbu kuning. Kaldu ikan yang panas berpadu dengan bawang putih dan merica tentu sangat menyegarkan. Hmmmm. Lauk khas lainnya adalah perkedel ikan yang berprotein tinggi. Cocok untuk teman bersantap nasi putih panas dan sayur jantung pisang. *glek, mendadak lapar*.

Sup Ikan Cakalang Kuah Kuning

Sup Ikan Cakalang Kuah Kuning

Di Kalabahi memang agak jarang ditemukan warung makan, dan kalaupun ada, makanan-makanan ini relatif jarang dijual di restoran/warung makan karena cenderung merupakan masakan rumahan. Anda dapat menikmatinya apabila tinggal di homestay selama di Alor. Jadi bisa request menu masakan khas Alor ini kepada si pemilik homestay. Harga makanan disini masih terjangkau kok, walaupun Alor sudah berada di Indonesia bagian timur.

Komoditas hasil bumi dan Cemilan di pulau Alor


Kenari

Kenari

Apabila kita berkunjung ke pasar tradisonal di Alor, akan banyak ditemui pedagang yang menjual komoditas hasil bumi pulau ini. Jagung, kacang kenari, kopi, asam, madu, beras hitam, rumput laut dll. Masyarakat juga memanfaatkan hasil bumi yang melimpah tersebut menjadi cemilan khas. Diantarnya adalah kue kenari, jagung titi (jagung tumbuk) dan kue rambut. Harga 1 kg biji kenari antara Rp. 35.000 – Rp. 40.000,-. Jagung titi dimakan dengan biji kenari yang sudah dikupas kulitnya.

Untuk cemilan berupa kue rambut, tentu bukanlah kue yang terbuat dari rambut manusia, melainkan terbuat dari campuran adonan tepung dan gula lempeng (gula lontar), kemudian digoreng menggunakan alat dan teknik tertentu sehingga menghasilkan kue bertekstur suwir-suwir seperti rambut. Rasanya manis gurih, cocok dijadikan oleh-oleh dan teman minum teh.

Kue Rambut

Kue Rambut

Untuk penyuka rumput laut, satu ikat rumput laut segar dijual pedagang dengan harga Rp. 2.000,- saja. Disajikan dengan sirup dan es batu, maka jadilah es rumput laut kaya serat nan sehat. Apalagi kalau diminum di pinggir pantai di siang hari yang panas, pasti pas.

Oiya, satu lagi yang wajib dicoba, madu Alor yang terkenal legit. Harga satu botol tanggung madu Alor Rp. 25.000, s/d Rp. 30.000. Apabila berencana membawanya pulang, silakan siapkan jerigen agar tidak repot membawa ketika berada di pesawat.

Merasakan makanan khas daerah setempat ketika kita berkunjung ke suatu daerah akan menambah pengalaman dan wawasan kita. Jadi jangan sia siakan kesempatan merasakan aneka kuliner Indonesia yang kaya citarasa.

Cari hotel murah lewat Agoda. Best price guarantee!

Fahmi is a guest writer for Pergi Dulu. You can follow him on twitter @fahmianhar and read his blog at http://fahmianhar.wordpress.com/

Leave a Reply