The Larder at 55, Bandung

By October 1, 2016Wisata Kuliner Bandung
Bagian Luar The Larder At 55

Udah pada tahu Hummingbird Cafe yang ada di Jalan Progo dong? Nah dari dulu kami suka banget sama Hummingbird Cafe. Tapi seiring perkembangan cafe scene yang sangat pesat, banyak cafe-cafe yang dulunya favorit sekarang jadi sedikit old-fashioned. Hummingbird Cafe ini salah satunya yang atmosfer dan penampakannya mulai terlihat tidak modern.

Pintarnya, pemilik Hummingbird Cafe buka beberapa tempat baru dengan nuansa berbeda yang sangat meramaikan cafe scene di Bandung. Salah satu yang masih tergolong baru adalah The Larder at 55.Display Cake Di Lantai Satu The LarderBagi kami, The Larder at 55 terasa seperti versi modern dari Hummingbird Cafe yang tidak menggunakan hiasan gambar lucu atau dekorasi bernuansa country yang dulu populer. Menurut kami cafe yang baru ini punya atmosfer yang modern. Bangunannya cukup besar dan sebagian area makannya ada di lantai atas. Di lantai bawah ada beberapa meja di dalam, area makan semi outdoor, konter dan display pastries & cakes.Interior Design The LarderMenu makanan di sini juga agak mirip dengan Hummingbird. Ada light bites, makanan berat, salad & sandwiches serta rice & pasta. Minumannya beragam mulai dari kopi, teh, lemonade, healthy smoothies, shakes, juice, dll.

Kami ke sini waktu hari biasa dan cukup kaget ternyata tempat ini hampir tidak ada pengunjung sama sekali. Pemesanan makanan dilakukan di konter (ini yang kami kurang suka, karena konternya cuma 1 dan kadang ada orang yang belum bisa memutuskan mau pesan apa tapi sudah dilayani karena dia sudah  berdiri di depan konter sehingga yang mau pesan di belakangnya harus menunggu sampai dia selesai pesan).French ToastKami pesan French toasts (harusnya S-nya satu saja, di menu misspelt), crumbed chicken, cappuccino dan blueberry lemonade.

Cappuccino-nya enak banget, seenak coffee shop lainnya di Bandung. Sepertinya mereka memang punya orang-orang yang mengerti tentang kopi. French Toast-nya sangat enak dan cukup modern. Satu hal yang agak sering ditemukan dalam French Toast yang disajikan di Indonesia adalah moistness (tingkat basah/kering). Seringkali mereka berusaha menutupi kekeringan toast dengan menambahkan fake maple syrup. Kenapa tidak pakai cream? Atau vanilla sauce? Atau stewed berries yang menghasilkan saus sendiri saat dimasak? Entahlah. Yang pasti toast-nya ok, hanya saja bisa lebih baik dari itu.Crumbed Chicken

Crumbed chicken-nya enak, mirip chicken parmigiana tanpa ham. Saya sudah semangat begitu tahu kali menu ini pakai quinoa karena saya jarang banget nemu quinoa di menu Indonesia. Sayangnya quinoa di menu ini disajikan polos. Bayangkan pasta tanpa saus, kentang tanpa butter atau nasi putih tanpa sesuatu yang basah seperti saus/kuah. Quinoa sangat membosankan kalau disajikan polos begitu saja. Teksturnya sangat kering. Kalau saja dicampur dengan bahan lain pasti lebih enak. Tapi secara keseluruhan menu ini enak karena ayamnya sangat enak.


Jadi meskipun kami ada kritik di sana sini tapi kami masih suka koq dengan makanan yang disajikan di sini. Dan bisa jadi orang lain yang memakan makanan yang sama tidak berpendapat seperti kami.Lantai Atas The LarderOverall, kami merekomendasikan untuk mencoba tempat ini jika kamu suka minum kopi yang enak, makanan yang enak dan suasana cafe yang modern. The Larder at 55 punya semuanya itu.

The Larder at 55
Jalan Gandapura 55, Bandung
Jam buka: setiap hari 07.00-23.00
Harga: sekitar Rp 90.000 untuk 1 makanan + 1 minuman

Leave a Reply