Nana Jungle – Konsep Unik Jualan Roti di Chiang Mai

Antrian bayar roti di Nana Jungle

Pertama kali nemu informasi tentang Nana Jungle sebenernya dari rekomendasi foursquare yang suka random ngasih rekomendasi ini itu. Kebetulan liat ratingnya tinggi banget, tempat apaan tuh koq namanya ada hutan-hutannya gitu? Lihat dari foto-fotonya, ternyata jualan roti di area yang keliatan seperti hutan. Baca dari tips-tipsnya, ternyata harus mulai antri dari jam 7 pagi dan cuma ada setiap hari Sabtu. Wah, jadi makin penasaran kan?Banyak stand lain di Nana Jungle

Apa itu Nana Jungle?

Setelah masuk ke daftar list yang akan dikunjungi, akhirnya beberapa hari sebelum beneran jadi ke sana, saya sempet browsing dulu, apakah tempat ini beneran ada dan masih ada sampai sekarang. Karena beberapa kali lihat rekomendasi dari foursquare kadang pas disamperin ternyata tempatnya udah tutup entah dari kapan. Waktu browsing dengan keyword ‘nana jungle chiang mai’, beberapa artikel yang nongol di paling atas kebanyakan berbahasa Thai. Setelah nemu yang bahasa Inggris, intinya Nana Jungle ini adalah inisiatif pasangan Perancis yang bikin roti fresh from the oven setiap hari Sabtu pagi.


Entah dari mana berita menyebar, yang pasti keberadaan Nana Jungle ini menyebar cepat seperti gosip selebriti. Dan kurang tahu kenapa dipilih lokasinya di tengah hutan, bisa jadi rumahnya di daerah sana.Aneka pepes di Nana Jungle

Apa saja yang dijual di Nana Jungle?

Kemarin begitu tiba di lokasi sekitar jam 8, ratusan orang sudah memenuhi area dan sedang antri roti. Setidaknya kami harus menunggu sekitar 30 menit sebelum giliran kami memasuki area bakery yang diminati semua orang. Di luar area bakery ada banyak juga meja-meja yang juga barang-barang lain mulai dari yoghurt homemade, sosis Jerman, kefir, sayuran segar, baju, minuman sehat, dll. Jadi agak mirip bazaar gitu deh, tapi di tengah hutan.

Area bakery-nya itulah yang jadi tokoh utama. Sebelum sempat mencicipi kami sudah bisa melihat kalau itu adalah produk-produk bakery yang mantap! Maklum lah, orang Perancis kan terkenal dengan kualitas roti papan atas. Mulai dari roti panjang ala Perancis, brioche, danish, pie (apple pie, dll), quiche (ada 3-4 macam: ham & cheese, spinach & mushroom, blue cheese & leek, dll), muffin (chocolate, blueberry, banana, dll), croissant (plain, chocolate, almond, dll), pizza, lasagna, dll. Setidaknya itulah yang masih bisa kami lihat saat itu. Bisa jadi kalau datang lebih pagi lebih banyak lagi variannya karena kami melihat banyak sekali loyang-loyang plastik tempat bakery yang sudah kosong. Nah, di area bakery seluas 3×3 meter itulah semua orang berjuang hidup dan mati mendapatkan bakery yang diincarnya. Siap-siap ada sodok-sodokan dan dorong-dorongan sedikit, pokoknya siapa cepat dia dapat!Antrian masuk area bakery

Beneran nih, rotinya enak?

Buat kami yang udah ngerasain ratusan croissant selama jalan kaki Camino de Santiago di Spanyol dan berbagai produk pastry dan bakery lainnya di Eropa, Nana Jungle ini ga kalah deh kualitasnya. Memang ga bisa dibilang sempurna karena mungkin keterbatasan bahan yang sulit didapat di Asia, tapi overall top quality bakery koq. Croissant yang bagus itu harus flaky di luar namun dalamnya harus agak berisi dan buttery. Croissant yang salah kaprah biasanya terlalu garing sampai kulitnya hancur jadi remah-remah saat dimakan dan sangat ringan (kosong) saat dimakan. Atau sebaliknya, croissant yang sangat berat seperti roti biasa juga tidak bagus. Di Nana Jungle ini at least prinsip-prinsip dasar bakery yang enak sudah terpenuhi, jadi tidak heran ratusan konsumen berbondong-bondong rela antri dari pagi setiap minggunya. Oh ya, karena rotinya fresh, jangan disimpan lama-lama. Kebanyakan orang beli untuk konsumsi langsung atau maksimal sampai besok harinya. Kalau terlalu lama juga kualitasnya nanti jadi otomatis menurun (misal: croissant jadi tidak garing lagi kulitnya).Croissant dari Nana Jungle

Wah, kalau bakery ala Perancis gitu, mahal dong harganya?

Ini yang bikin saya hampir keselek. Kami ga beli roti-roti besarnya (brioche, roti panjang, baguette, dll), tapi katanya sih harganya paling mahal 60 THB alias Rp 24.000. Sedangkan semua produk  bakery lainnya (muffin, croissant, quiche, dll) harganya 35 THB saja alias Rp 14.000,-!! Bayangkan harga quiche yang penuh keju dan daging ham di Indonesia pasti bisa Rp 30.000-50.000,- per buah. Karena kalap dan lapar mata, kami beli 7 item (2 croissant, 2 muffin, 3 quiche) yang harganya masing-masing 35 THB, total 245 THB alias kurang dari Rp 100.000,-Quiche dari Nana Jungle

Bagusnya datang jam berapa dan bagaimana sistem antriannya?

Kemarin kami datang jam 8 dan sudah hampir di kloter terakhir. Kayaknya kalau mau aman beneran antri dari jam 7 pagi. Begitu datang langsung ambil nomor antrian yang ada di depan pagar (di dalam keranjang). Antrian dibagi dalam kelompok-kelompok dengan kombinasi huruf dan angka. Waktu itu kami kebagian nomor F34 dan saat itu yang sedang dipanggil kelompok dari grup C. Entah satu kelompok huruf ada berapa orang, yang pasti sekali dipanggil langsung lumayan banyak, misal dari C1 sampai C25 masuk sekaligus. Tidak usah repot-repot bawa plastik karena mereka sediakan sarung tangan plastik, kantung kertas dan plastik gratis untuk bawa pulang belanjaan roti. Ingat ya, Nana Jungle ini cuma ada setiap HARI SABTU pagi. Jangan datang di hari lain 🙂Cek status antrian di pinggir gazebo

Lokasi Nana Jungle ini di mana?

Nah, ini yang agak repot jelasinnya. Kalau kalian menginap di Old City, agak jauh sih, mungkin sekitar 8-10 km. Arahnya pokoknya barat laut dari old city. Dari ujung barat laut old city, masuk ke Huay Kaew Road, belok kanan ke Canal Road kemudian belok kiri ke Rural Road Chiang Mai 4307. Dari sana ikuti jalan terus, melewati area militer sampai ke Kireethara Boutique Resort. Di sana pasti sudah ada ratusan mobil parkir di area gravel road. Dari sana tinggal ikuti saja kerumunannya.Pintu masuk ke Nana JungleJadi, sudah siap berburu roti di Chiang Mai? 😉

 

Join the discussion 6 Comments

Leave a Reply