Paris dalam beberapa baris (Day 4 #EuropeDulu)

By August 4, 2013Europe
Moulin Rouge di Paris

Kalau ditanya tentang kesan kota Paris, mungkin kata yang tepat untuk menggambarkannya adalah classic modern. Modern karena memang kehidupannya sudah jauh lebih maju, classic karena banyak sekali peninggalan jaman dahulu yang berumur ratusan tahun namun masih bertebaran di berbagai sudut kota. Modernnya kota Paris tidak sama dengan modernnya Singapura. Paris itu cantik di setiap sudutnya. Detail-detail dekorasi dan patung-patung bergaya kuno menghiasi berbagai fasilitas publik seperti taman dan jalan raya.

Jardin du Luxembourg - Taman cantik di Paris

Jardin du Luxembourg – Taman cantik di Paris

Saya paling terkesan dengan transportasi publiknya, khususnya kereta api. Begitu rumit namun menjangkau hampir semua daerah di pusat kota. Jalur-jalurnya jauh lebih ruwet daripada sistem MRT di Singapura, MRT & BTS di Bangkok maupun sistem kereta api di Malaysia. Banyak sekali persilangan jalur-jalur yang membuat kita tidak perlu jalan kaki terlalu jauh untuk menemukan stasiun Metro maupun jenis kereta lainnya. Stasiun persilangan biasanya berupa terowongan yang bentuknya seperti labirin, belok kiri naik tangga belok kanan sudah menemukan jalur lain.

Paris Metro Station

Paris Metro Station

Bagaimana menggambarkan karakter orang-orang di Paris? Karena kami sudah memiliki prejudice bahwa Parisian (orang Paris) jarang yang mau berbahasa Inggris, kami jadi agak parno untuk berkomunikasi dengan mereka. Petugas-petugas resmi biasanya memang menjawab seperlunya tanpa basa-basi berlebihan seperti di Asia. Bagi sebagian orang, mungkin terkesan ketus atau jutek, tapi mungkin begitulah karakternya. Tapi mereka sebetulnya baik dan suka menolong koq. Sering saya lihat orang membantu orang lain yang tidak dikenal untuk membawakan kopernya saat menuruni tangga terowongan metro. Dan mereka sering mengucapkan salam ‘Bonjour’ serta ‘Merci’ (terima kasih).

Selain itu yang bikin kami takut tanya ini itu adalah karena orang-orang Paris bergerak dengan cepat. Pelayanan di bakery misalnya, kalau kita datang duluan pasti kita yang dilayani duluan. Kalau kita mikir sampe 5 menit kayak di Indonesia (“mau yang mana ya? yang ini kelihatannya enak, eh tapi kayaknya yang itu aja deh, bla bla bla…”), orang yang antri di belakang kita udah pasti ngomel-ngomel, walaupun mereka pasti tidak akan menyela giliran kita (sopan banget ya?). Makanya kalau kami belum memutuskan biasanya kami mempersilahkan mereka yang datang sesudah kami buat dilayani duluan. Selain pelayanan publik, jalan kaki juga super cepat. Semua yang naik turun metro terlihat seperti sedang dikejar setan. Rusuh banget. Sebelum kereta berhenti, tombol buka pintu sudah dipencet duluan supaya pas berhenti pintu langsung terbuka (padahal waktu jeda antara tombol dipencet sama pintu terbuka ya paling cuma 1-2 detik juga sih). Kalau kamu bagian yang jalannya lambat, jangan sampai menghalangi jalur cepat di eskalator. Kalau di Singapura biasanya ada aturan ‘merapat ke kiri’ di Paris aturannya ‘merapat ke kanan’.


Suasana di kereta di Paris

Suasana di kereta di Paris

Mengenai makanan, memang di Paris agak mahal. Kami hampir jarang jajan karena kayaknya jajanannya ga worth it. Minuman ‘Granita’ satu gelas 3 Euro, minuman kaleng 2-4 Euro, makanan berat kebanyakan di atas 10 Euro. Makanya untuk beberapa hari kami memilih membeli bahan makanan sendiri di Supermarket lokal. Tenang, bukan berarti kami makan nasi atau mi instan. Karena sedang di Perancis, tentu makanannya juga harus mencoba dengan bahan-bahan lokal. Karena hari pertama kami beli sandwich dengan isi jambon, keju, tomat dan saus pesto seharga 5 Euro, kami mencoba meniru dengan membeli jambon, elemental cheese serta roti sendiri. Ongkosnya cuma sekitar 2 Euro saja untuk membuat sandwich tersebut. Kemudian kami sempat juga masak Grilled chicken with sauteed spinach & mushroom serta fried potatoes. Semuanya simple dan kebetulan kami memang menginap di apartemen dengan dapur sendiri.

Namun tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khasnya secara langsung. Maka di hari terakhir, atas rekomendasi teman, kami mengunjungi restoran yang menyajikan menu khas Perancis. Kami mengambil paket 2 courses (main + dessert) dengan harga 18.9 Euro per orang. Menu yang kami pilih: Burgundy style beef stew with homemade French fries, Sirloin steak with shallot butter sauce, creme brulee dan coupe creole. Enak dan murah (untuk ukuran standar harga di Paris).

Terakhir adalah mengenai keamanan. Apakah Paris aman? Sebelum tiba di sana saya sempat membaca beberapa artikel mengenai maraknya pencopetan di Paris. Sebetulnya di semua tempat-tempat yang ramai didatangi turis pasti ada ancaman itu, yang penting selalu waspada. Di beberapa tempat umum, bahkan di dalam kereta api saya sempat melihat tentara yang patroli dengan membawa senapan panjang, biasanya 3 orang. Entah saya harus merasa aman atau malah ngeri melihat penjagaan keamanaan seperti itu.

Moulin Rouge di Paris

Moulin Rouge di Paris

Kami sendiri sempat mencurigai adanya sepasang orang yang memungkinan berniat buruk saat kami ada di depan Moulin Rouge dan foto-foto di atas saluran angin. Di saat yang lain sibuk dengan kamera, ada sepasang pria dan wanita hamil yang cuma berdiri saja, lipat tangan sambil lirik kanan kiri memandangi para turis yang sibuk berfoto. Adam yang pertama kali menyadari hal tersebut, akhirnya kami bergantian mengambil fotonya karena yang satu harus sambil mengawasi tas dan backpack. Setelah itu kami langsung pergi karena feelingnya tidak enak melihat pasangan tersebut. Intinya selalu waspada deh, kalau ada teman seperjalanan, bisa saling mengingatkan dan mengawasi, kalau sendirian, berarti harus double extra waspada.

Tertarik untuk mengunjungi Paris? Berikutnya akan saya bagikan informasi tempat-tempat yang ‘recommended’ untuk didatangi saat di Paris. Stay tuned!

Join the discussion One Comment

  • Emirta says:

    wah mungkin itu Nicole kidman & Ewan McGregor (moulin rouge cast) lagi kebingungan kali mbak kenapa turis2 lebih tertarik sama saluran angin daripada nge-pap mereka 😀 -@emirtch

Leave a Reply