Persiapan Perjalanan Camino de Santiago de Compostela

Lumut menempel di jembatan

Mungkin bagi sebagian orang sudah tahu kalau perjalanan Camino de Santiago de Compostela itu tidak mudah. Dengan jarak total lebih dari 750 km, kita harus berjalan kaki dengan jarak rata-rata 25 km setiap harinya. Kadang bisa sampai 30 km, tapi kadang ‘hanya’ 16 km. Kurang lebih seluruh perjalanan akan memakan waktu 30-40 hari. Karena kami merasa kondisi tubuh kami kurang fit untuk perjalanan jauh tersebut, maka kami harus berlatih mempersiapkan kondisi fisik supaya nantinya jangan kaget saat menjalaninya.

Taman Hutan Raya Dago-Maribaya

Taman Hutan Raya Dago-Maribaya

Bandung tidak seperti di Bali yang banyak memiliki trotoar dan cukup nyaman berjalan kaki. Kondisi jalanan di Bandung yang rusak parah mengakibatkan seluruh pengguna jalan kesulitan dalam menempuh perjalanan. Maka kami pun kesulitan mencari tempat latihan untuk berjalan jauh. Awalnya kami jalan dari kompleks rumah kami ke kompleks tetangga dan balik lagi. Waktu tempuh 1 jam dengan jarak sekitar 4 km. Kemudian saat kami hendak menaikkan target jadi 2 jam per hari, kami memilih Lapangan Atletik ITB untuk jalan kaki sekitar 20 keliling yang memakan waktu 2 jam dengan jarak 8-9 km.

Latihan terbesar kami adalah saat mencoba menempuh 20 km dalam 1 hari. Lokasi yang kami pilih adalah rute TaHuRa (Taman Hutan Raya) Dago – Maribaya. Sebelumnya kami pernah menjalani rute tersebut yang memakan waktu 3.5 jam untuk jarak 10 km. Kali ini kami menggandakan rute tersebut jadi Dago-Maribaya-Dago-Maribaya-Dago. Total jarak hampir mencapai 19 km (karena ada beberapa jalur yang kami potong) dengan waktu 6.5 jam.

Medan perjalanan Dago-Maribaya itu gampang-gampang sulit. Gampang karena sudah ada path-nya, sulit karena bebatuan yang jadi path-nya sudah banyak yang rusak dan banyak titik-titik longsoran yang membuat kondisi jalanan jadi becek dan berlumpur. Namun perjalanannya cukup menyenangkan dengan pemandangan lembah, sungai dan pepohonan yang rimbun. Ditambah lagi banyak monyet-monyet yang menghuni hutan tersebut.

Berikut ini adalah gambaran pemandangan yang kami temui di TaHuRa Dago-Maribaya:

 


Pemandangan sawah di seberang lembah

Pemandangan sawah di seberang lembah

Bunga-bunga di sepanjang jalan

Bunga-bunga di sepanjang jalan

Para pekerja di sungai

Para pekerja di sungai

Bagian menanjak yang cukup bikin ngos-ngosan

Bagian menanjak yang cukup bikin ngos-ngosan

Binatang kecil yang kadang tak terlihat

Binatang kecil yang kadang tak terlihat

Bunga warna-warni menghiasi hutan

Bunga warna-warni menghiasi hutan

Derasnya air terjun yang ada di Maribaya

Derasnya air terjun yang ada di Maribaya

Lumut menempel di jembatan

Lumut menempel di jembatan

Gerombolan semut yang sedang rapat

Gerombolan semut yang sedang rapat

Raja semut....atau mungkin ratunya?

Raja semut….atau mungkin ratunya?

Somebody is watching you!

Somebody is watching you!

Work hard harus dibarengi dengan play harder. Karena kami bekerja keras bukan untuk mengurangi berat badan (pengen juga sih kalau memang efeknya seperti itu :)) Sebagai pecinta makanan enak, tidak lupa kami juga mengembalikan kalori yang sudah terbuang dengan asupan gizi yang seimbang (halah….ribet bahasanya ya). Silahkan nikmati makanan-makanan yang bikin ngiler berikut. Hati-hati jangan baca artikel ini pas jam puasa ya 😉

French Toast for breakfast

French Toast for breakfast

Crispy mushroom for snack

Crispy mushroom for snack

Nasi Bambu Kabengbat yang komplit...plit...plit

Nasi Bambu Kabengbat yang komplit…plit…plit

Demikianlah persiapan kami buat perjalanan Camino ini. Seberat apakah perjalanan yang akan kami hadapi nanti? Kami baru tahu saat kami menjalaninya nanti. Kemungkinan kami akan memulai perjalanan ini di akhir bulan Agustus 2013 dan kami masih punya waktu 3-4 minggu selama di Eropa untuk tetap menjaga stamina dengan banyak-banyak jalan kaki. Semoga cuacanya mendukung dan mudah-mudahan kami selalu diberi kesehatan dan perlindungan dari Tuhan. Mohon doanya juga ya, teman-teman! Sampai ketemu di #EuropeDulu dan #CaminoDulu! 🙂

*Note: semua gambar diambil dengan menggunakan Samsung Galaxy Camera*

Join the discussion 6 Comments

  • Thamar says:

    wow….what an adventure ya..ada apa sih di camino itu,San?? good luck deh. info dong, kamu pake walking shoesnya merek apa? hehhehe

    • Adam says:

      Camino bisa diintip di film ‘The Way’. Sepatu saya merk New Balance, sebenernya bukan sengaja beli merk itu. kebetulan mmg punyanya merek itu dan setelah diuji coba tnyata nyaman2 aja dipake jalan jarak jauh. Kalo Adam pake Kathmandu, itu recommended tuh, tp di Indonesia ga ada kynya 🙂

  • Alex says:

    Hi mba, aku bermimpi mau ke spanyol juga jalan rute peziarah ini , sekarang lagi nabung dan nyari anggota yang mau ikut . Mba , aku di update nanti ya , dan kalau boleh saya mau tanya banyak ….saya newbie banget soal trip ini , bekal saat ini cuma mimpi, I have no experience travelling this far.
    Saya domisili di Jakarta tapi rumah ortu juga di bandung di Cigadung, semoga berhasil perjalanannya ya , good Luck GBU …

Leave a Reply