Profil Traveler: Anida Dyah (@nidnod)

Road trip is always the answer

Kata siapa cewek susah jalan-jalan sendirian? Ikuti kisah female traveler yang satu ini. Memberanikan diri untuk ambil keputusan apply Working Holiday Visa (WHV) di Australia selama setahun penuh untuk bekerja sekaligus berlibur, dia mendapatkan banyak sekali life-changing experience. (Info mengenai apa itu WHV bisa dibaca di sini).Dari salah satu pengalaman road tripnya selama WHV di Australia, dia menuliskan kisahnya dalam sebuah travel memoar yang baru saja terbit. Dalam wawancara ini juga dia membagikan tips-tips bagi yang berminat untuk mencoba WHV yang merupakan once in a lifetime opportunity ini. Yuk simak kisah serunya!


Nama: Anida Dyah

Twitter: @nidnod

URL (blog):  www.nonaransel.com

Kota Asal: Yogyakarta

Domisili: Yogyakarta

Ceritakan sedikit tentang Anid
Aku adalah lulusan arsitektur yang tidak pernah sekalipun menjadi seorang arsitek. Sempat bekerja bertahun-tahun di sebuah konsultan desain branding milik perusahaan Singapura sebelum akhirnya resign untuk traveling jangka panjang.

Trekking di Waitomo - New Zealand

Trekking di Waitomo – New Zealand

Sekarang lagi sibuk apa sih?
Setelah kemarin sibuk menulis sebuah buku perjalanan, sekarang sedang siap-siap untuk promosi. Sisa waktunya dipakai untuk jalan-jalan, kerja freelance, dan persiapan untuk mengambil master di bidang integrated desain.

Kapan kamu mulai tertarik dengan dunia traveling dan apakah ada trigger yang membuat kamu ingin lebih berkecimpung di dunia traveling?
Kalau mimpi untuk melihat dunia luas sih sudah tertanam sejak masih kecil dulu. Mungkin karena kebanyakan baca cerita petualangan klasik seperti Tom Sawyer, Robinson Crusoe, dan buku berbau sejarah dan geografi seperti catatan perjalanan Marcopolo. Hasrat semakin menggebu ketika baca dan nonton film The Lord of The Rings. Namun baru bisa traveling beneran sesudah bekerja dan punya uang sendiri, jadi nggak ngerepotin siapa-siapa. Sekali jalan, ternyata ketagihan. Menurutku, traveling sama dengan hobi lainnya. Hobi apa saja. Kalau memang punya minat dan passion di situ, ya ditekuni, ditambah dosisnya, ditambah tingkat kesulitannya.

Dari sekian banyak pengalaman travelingnya, ceritakan tentang pengalaman paling berkesan waktu travelling itu di mana & kenapa?
Paling berkesan waktu tiga minggu di Morocco. Sejarah dan budayanya kuat, alamnya juga menakjubkan. Namun di balik itu semua, negara ini sangat “menantang” bagi solo female traveler. Kenyang dengan suitan, panggilan, colekan, tipuan, percobaan pencopetan bahkan penggerayangan. Jadi semakin belajar untuk jaga diri dan lebih waspada lagi. (Baca juga: Tips Menghindari Penipuan di Marokored)

Ketika akhirnya di akhir perjalanan berhasil sampai ke puncak Gurun Sahara di dekat perbatasan Aljazair, air mata tumpah. Nangis ketika lihat bintang jatuh. Mungkin juga karena waktu itu sudah genap 14 bulan solo traveling, aku jadi sangat emosional. Nggak nyangka, ternyata sebuah passion bisa membawa kakiku berjalan sejauh ini.

Sunset di Erg Chigaga, Morocco

Sunset di Erg Chigaga, Morocco

Aspek apa yang paling kamu suka saat traveling?
People. Ngobrol, nanya, dan sharing pengalaman dengan orang lokal atau traveler lain itu selalu menjadi highlight dari setiap perjalananku! Selain bisa dapet informasi yang unik dan spesifik, kita bisa melihat sebuah sejarah, budaya, karakter suatu tempat dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Buat aku, tempat keren itu bonus.


Anid merupakan salah satu orang yang sempat merasakan pengalaman Working Holiday Visa Australia di tahun-tahun pertama adanya program WHV. Awalnya tahu dari mana program ini dan apa alasan tertarik dengan program ini?
Tahu karena cari tahu. Awalnya ngerasa stuck di kerjaan dan pengen berhenti untuk jalan-jalan. Berhubung keuangan nggak tebel-tebel amat, jadi harus cari cara biar tetap bisa kerja selama di perjalanan. Tapi kan biasanya kalau pakai visa turis nggak boleh kerja. Nah, dari teman-teman international traveler dapat info kalau beberapa negara di dunia ada yang menawarkan visa resmi untuk bekerja sambil berlibur alias Working Holiday Visa. Setelah browsing, ternyata baru pemerintah Australia yang punya kerjasama seperti itu dengan Indonesia. Aku pikir ini sebuah kesempatan bagus untuk bisa traveling di negara mahal seperti Australia.
 
Apakah ada ketakutan saat mau ikut program ini? Jika ada, apa & kenapa?
Yang paling besar adalah takut susah dapat kerja. Bagaimana nyarinya? Kalau dapat, kerjaan seperti apa? Bagaimana adaptasinya? Karena pemegang Working Holiday Visa kan rata-rata hanya bisa kerja “kasar” seperti jadi pelayan, cleaner, housekeeping, farm worker, dll. Sedangkan selama ini aku hanya pernah kerja kantoran yang duduk manis di belakang meja. Nggak kebayang sama sekali kalau tiba-tiba harus bersih-bersih atau kerja di ladang seharian.
Hari terakhir bekerja di Sydney TOWER

Hari terakhir bekerja di Sydney TOWER

Do you recommended people to try this ‘WHV in Australia’ experience? Why/why not?
Oh yea, absolutely! Inti dari WHV Australia kan “bekerja” dan “berlibur”. Ketika bekerja, kita bisa belajar banyak tentang disiplin dan etos kerja warga Australia. Uang hasil bekerja (yang nggak sedikit) bisa dipakai untuk menjelajah alam Australia yang luar biasa cantiknya, atau ditabung untuk perjalanan selanjutnya. Selain itu kita juga akan bertemu banyak teman baru dari berbagai penjuru dunia yang mempunyai semangat dan minat yang sama dengan kita.
 
Suka dukanya pengalaman WHV di Australia?
Dukanya ketika proses mencari kerja. Ngirim CV, jalan kaki keliling kota, ngetok toko-toko nanya ada lowongan nggak. Kalau beruntung kurang dari seminggu bisa dapat kerja, kalau apes ya deg-degan sampai tiga minggu. Belum lagi kalau dapat pekerjaan yang menguras tenaga seperti kitchenhand atau housekeeping. Kalau sudah capek pengen nangis rasanya, tapi ya mau gimana lagi. Apalagi aku orangnya bosenan, jadi nggak betah tinggal diem di satu tempat lebih dari tiga bulan. Konsekuensinya, setiap pindah ke kota baru aku harus mulai dari nol lagi. Deg-dengan cari kerjaan lagi, cari tempat tinggal lagi, cari teman lagi. Berat, but that’s the adventure! Kerasa banget betapa setiap receh diperoleh dari hasil keringat dan kerja keras kita. Tetapi hal itu membuat kita jadi lebih menghargai sebuah pekerjaan, apapun jenisnya.

Kalau sukanya ya pas edisi jalan-jalannya. Mendatangi tempat-tempat menakjubkan di Australia. Kenal banyak teman baru dari berbagai negara. Road trip tanpa itinerary bareng traveler lain. Bangun tidur di tepi pantai, kadang di tengah hutan. Berenang di danau, naik gunung, lihat sunset di lokasi berbeda setiap harinya. Hidup ini rasanya bebas.


Road trip is always the answer

Road trip is always the answer

Sharing tips untuk yang tertarik dengan WHV tapi masih ragu-ragu/takut. 
Kalau menurut aku, WHV merupakan pengalaman luar biasa yang hanya terjadi sekali seumur hidup (karena sifat visa-nya yang tidak bisa diperpanjang atau diulangi lagi), so when you decided to apply, make sure you do it because you really need it for your life. Not just because you can atau karena sekadar ikut-ikutan. Dengan mind set seperti itu, kamu bakal siap menghadapi apapun tantangan yang akan terjadi selama WHV.
 
3 lessons learned from WHV experience 
  1. Good english + easy going personality = better paycheck
  2. Communal table in a hostel is a place where you can find everything: friends, job vacancies, travel partners, tips and tricks, horror story, even free meals.
  3. Road trip. Road trip is always the answer.
Kamu kan baru saja rilis buku “Under the Southern Stars”, ceritain sedikit dong tentang proses lahirnya buku itu.
Iyaa, proyek menulis selama hampir dua tahun itu akhirnya kelar juga. Under the Southern Stars menceritakan detail perjalanan 4500 km melintasi benua Australia dengan tiga solo traveler lain yang baru aku kenal. Aku memasukkan kisah non-fiksi ini sebagai kategori travel memoar karena selain unsur petualangan, ada banyak refleksi dan kontemplasi yang terjadi selama perjalanan 30 hari tersebut—tentang kehidupan, alam, hubungan antar manusia, dan diri sendiri.
Buku Under the Southern Stars

Buku Under the Southern Stars

Secara pribadi, Anid suka traveling dengan gaya apa?
Aku suka dengan kebebasan dalam solo travel, tetapi juga menikmati traveling dengan satu orang travel partner yang bisa diajak untuk berbagi. Pergi dengan backpack is a must untuk kemudahan dan kenyamanan ketika berpindah tempat. Biasanya sih unplanned. Unplanned di sini maksudnya tahu secara garis besar kira-kira mau ke mana dan ngapain, tetapi tetap fleksibel dalam rute, waktu, dan ide-ide baru.

Apakah masih ada tujuan wisata impian yang benar-benar pengen kamu datangin? Kalau ada, ke mana & kenapa pengen ke sana?
Wah, masih ada banyak banget. Impian terbesar sih ke negara-negara Amerika Latin seperti Cuba, Ecuador (Galapagos), Peru (Machu Picchu trail), Argentina-Chile (Patagonia), Bolivia (Salar de Uyuni), dll. Bukan cuma karena alamnya yang unik, negara-negara itu juga memiliki nilai sejarah budaya tinggi dan orang-orang yang sangat passionate akan tradisi mereka.

Sebutkan lima barang yang wajib kamu bawa setiap kali travelling selain uang & paspor.
Sarung Bali, my faithful trekking shoes, microfiber travel towel, iPhone, e-book reader.

Sebagai ucapan terima kasih atas kesediaannya dijadiin profil traveler bulan Oktober, silahkan boleh promosi apa saja 🙂
Buat yang tertarik untuk mencoba WHV Australia harus baca buku Under the Southern Stars ini! Kamu bakal ikut ngerasain deg-degannya cari kerja (bahkan setelah dapat kerja), serunya berinteraksi dengan traveler beda negara, dan tahu bagaimana proses hidup nomaden ketika menjelajah benua Australia. Dari gurun, hutan eukaliptus raksasa, sampai ke patahan benua Antartika. Membaca buku ini akan membuatmu seolah-olah ikut berada di sana dan merasakan sendiri sensasi petualangannya. Bagi yang senang memaknai arti sebuah perjalanan, buku ini akan membuatmu melihat dunia dari sudut pandang berbeda 😉


Terima kasih Anid. Pastikan check out her blog,follow her on twitter and definitely buy her book!

Quiz time!!

Pastinya banyak dong yang penasaran dengan buku barunya Anid, Under The Southern Stars! Kami akan bagikan 2 buah buku Under The Southern Stars special edition yang sudah ditandatangani oleh Anid. Caranya gampang banget:

  • Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar di bawah ini: “Kalau kamu dapat Working Holiday Visa (WHV) Australia, kira-kira kamu bakal ngapain aja di sana?”
  • Tinggalkan juga alamat email atau nama akun twitter di akhir jawaban supaya mudah dihubungi.
  • Anid akan memilih 2 jawaban yang paling menarik dan akan dikirimi masing-masing 1 copy buku Under The Southern Stars langsung dari Gagas Media.
  • Kuis ditutup tanggal 30 Oktober 2014 dan pemenangnya akan diumumkan tanggal 31 Oktober 2014 (via twitter dan blog post ini).
  • Good luck & be creative with the answers :))

Join the discussion 56 Comments

  • REGINA says:

    kirim jawabannya kemana kakak? pingin baca bukunya d(^o^)b

  • menarik banget yah working holiday visa, secara gue juga pekerja kantoran yang pengen banget merasa bebas tapi tetap bertanggung jawab.
    Kalo gue dapet working holiday visa, gue bakalan explore semua tempat-tempat indah di benua yang katanya punya binatang paling mematikan ini. Trus gue bakalan berkenalan dengan orang yang bener2 berbeda dengan semua yang pernah gue temui dengan bahasa yang bener2 berbeda, kebudayaan yang berbeda
    sungguh sebuah pengalaman seumur hidup yang patut untuk dicoba 🙂

    achzar abiga – @AchzarAbiga

  • rifan says:

    Wahh menarik kaka, jadi pengen ikutan nih !!, anak sekolah boleh ikut kan ?? mantep. 😀 😀 😀

  • Dewi Aisyah Fitriyana says:

    Pastinya kudu punya mental yg kuat, dan aku bakal capcus nyari kerjaan yg sekiranya bisa aku jalani. Keep smile, semangat!! Twitter: @eisyavi

  • Kalau dapat Working Holiday Visa (WHV) Australia, aku bakal:

    1. coba lamar kerja di hotel, bandara, resto, cafe, supermarket, dll. cobain aja semua, mumpung masih muda, saatnya memperkaya pengalaman hidup. kerjanya pindah-pindah kota gitu, sambil itung-itung keliling australia

    2. sambil kerja, sambil traveling. pengen jogging santai dari bondi beach ke waverly cemetery! jalur ini impian banget dari dulu. sambil bawa teropong buat intip2 bikini… #ehh #keceplosan

    3. sebagai pecinta balapan, jelas harus kudu wajib nonton live race MotoGP di Phillip Island & Formula 1 Australian GP

    4. main ke Shrines of Remembrance, Art Center Melbourne, National Gallery of Victoria, Old Melbourne Gaol, National Wool Museum, dll

    5. ikut cruise ship buat lihat lumba-lumba, paus & orca di laut lepas australia.

    6. ikutan short course barista, biar balik ke indonesia bisa racik kopi sendiri. kali aja jadi bisa bikin coffee house sendiri abis kelar WHV-an

    7. tetep update blog dong, itung2 jadi travel diary.

    udah lah, kalau diturutin bisa sampai ratusan listnya. anaknya suka banyak maunya soalnya hahaha. congratz buat #UTSS nya mbak nid, bangga deh sama mbak magelang yg satu ini 🙂

    @fahmianhar

  • Erinintyani Shabrina says:

    Aku tertarik sama work and holiday visa ini. Targetnya sih sebelum 28 thn aku pengin bgt apply. Secara Australia itu negara yang menarik bgt sama kyk European countries. Andai aku udh berhasil pegang visa kerja plus liburan di Osterali aku bakal:

    1. Aku tau bgt gimana cintanya warga Australia sm hewan piaraan mereka. So aku pengin bgttt dpt kesempatan jd dog walker!! Krn di Indonesia kesejahteraan anjing belum makmur kyk disana. Plus pasti seru jalan” kliling komplek perumahan sm teman paling loyal di dunia means the dogs?
    Krn aku animal lovers jg aku mau jd sukarelawan di shelter dan animal centre di Australia. Supaya bs jd inspirasi di Indonesia bahwa hewan itu adlh makhluk hidup yg pny hak untuk hidup sehat dan tenteram

    2. Mau jd tour guide. Ini pasti seru bgt sekalian ngelatih pede ngobrol sm warga lokal dan foreigner lain yg ditemui di jalan. Pasti menarik jalan” sambil belajar informasi menarik situs di Australia plus dapat banyak teman baru yg pengalamannya udh lbh expert pastinya????

    3. Tur kuliner plus road trip ke perkebunan anggur di Margaret River!! Must things to do in Australia i think!!!

    4. Kalau dompet hasil meras keringat di Osterali udh kekumpul mau keliling Australia naik campervan. Duh gak kebayang serunya. Malamnya tidur”an dibawah bintang sama teman” backpacker lain *ngayal

    5. Makan di resto rekomendasi warga lokal secara Osterali kan lg heboh bgt tuh sm hashtag #RestaurantAustralia itung” perbaikan gizi lah lol

    6. Gegoleran di Bondi Beach dan sepanjang pesisir pantai yg famous itu. Siapa tau tiba” ketemu Dr. Chris lg jalan” sama doggy nya plus habis itu bisa nonton sunset brg tim Bondi Rescue di pasir pantai Bondi yg seksi bgt itu (I’M A BIG FAN OF THEM UUUU) #heboh #SabaryaKakSusan

    Duh sebenernya banyak sih bucketlist yg mau bgt kulakuin klo sampe aku bener” bisa jalanin work and holiday visa ini. Gk bakal kelar sampe besok kali ya klo dijelasin disini.

    You’re my inspiration kak Nidnod. So wish me luck?????

    Your fans: @NintyaSR

  • Erika Rahardjo says:

    Kalau saya dapat WHV, saya mau cari pekerjaan entah itu sebagai pelayan, tukang bersih-bersih, apapunlah karena sudah sering bosan dengan bekerja dibelakang meja 🙂
    kumpulin duit lalu pergi menjelajah Australia, kemudian cari pekerjaan lagi, jalan-jalan lagi penasaran indahnya Australia….setelah habis satu tahun dilanjutkan traveling ke negara lain…pengen banget coba road trip 🙂

    salam 🙂

    @erikarahardjo

  • Semua mimpi terungkap di kala hati gue, terucap kata “Traveler” pada umur 15thn, itu membuat gue menjadi semangt untuk mengexplore seluruh benua di dunia ini. terutama di negara asing, seperti new zealand, china, perancis, america, dan tempat indah di seluruh dunia. dengan satu harapan yg tak bisa di bayangkan, apa bila di lakukan mendapat kesan yg sangat sepecial yaitu berkunjung ke negara AUSTRALIA!. itu adalah harapan yg paling sempurna dalam hidup gue, karena ke banyakan hal yg indah terpendam di daerah sanah yg gue kenal di google karena gue penelusur hutan google gue cari infonya walapun blom pernah menginjakan kaki di sanah. yg gue tau yaitu dari mulai teater, film, buku dan seni visual, budaya, ke indahan alam, pantai dan sampai ke banyakan orang indonesia sering kali cari universitas di tempat sanah, dan kembali ke indonesia dengan di penuhi dengan hasil yg memuaskan contohnya pencetus kaskus, pembuat novel bang radityadika, dan masih banyak lainnya.

    mungkin beberapa orang indonesia yg tinggal di australia maupun yg sudah berkelana ke darah tersebet, mendapatkan hal yg menakjubkan. karena daerah di sanah sangat terkenal dengan Minat tinggi akan budaya: teater, film, buku dan seni visual.

    Mulai dari teater sampai sastra, orang Australia memiliki cinta yang mendalam terhadap dunia seni. Kami suka menonton film, dan tingkat kehadiran kami di galeri dan seni pertunjukan hampir dua kali lipat tingkat kehadiran di semua jenis rugbi. Kota-kota kami menjadi tuan rumah berbagai festival budaya yang semarak, dan menawarkan berbagai pertunjukan musik, teater dan tari serta pameran seni setiap hari dalam seminggu. Saksikanlah pertunjukan tari Aborigin tradisional oleh Bangarra Dance Theatre, larutkan diri dalam festival musik internasional WOMADelaide di Adelaide, dan puaskan hati dalam teater, balet, opera dan lukisan di pusat budaya Brisbane yang besar di South Bank. Di kota-kota yang lebih kecil, Anda dapat menyaksikan berbagai pertunjukan dari para musisi lokal dan melihat seni dan kerajinan buatan tangan.

    Dan beberapa tempat yg sangat sepecial, dan gue belum tau bisa ke sanah atau tidak. Tapi ngga apa karena harapan gue adalah meraih mimpi dan berjalan di atas tanah yg gue pijak dan terus berkhayal supaya gue bisa menciptakan hal yg nyata bagi ke hidupan gue lebih baik “bagi bangsa dan negara”.

    dan kalo gue ke australia dengan WHV . gue bakalan nyari semua tempat yg menakbjukan dari mulai tempat wisata paling keren, mendatangi tempat bersejarah, mencari tempat maknan khas daerah, mempelajari budaya mereka, dan Mengexplore semua kenidahan dunia laut sampe daratan yg terhampar luasnya berjuta-juta hektar. dan bersujut syukur di atas bintang-bintang malam harinya di sydney!

    sekian dari gue. AUSTERALIA IS MY DREAMS.
    #semoga bisa ke capai suatu saat nanti(amin).

    @vhanhoby1 / rifanradhan@gmail.com

  • Kalau dapat WHV di Australia, saya akan bekerja di Adriano Zumbo sambil belajar pastry sama sang Master. Kerjanya cuma Senin-Kamis. Jumat-Sabtu-Minggu mau keliling Aussie, menikmati segala bagian kehidupan di sana. People, culture, and anything in between! Ah, yes. nature-nya juga dong pastinya~

    fajarahmad@aol.com
    @djarkata

  • Ahmad Rifai says:

    Ceritanya seru banget yakkk, ngiler nihhh. Klo aja keturutan bakal sebulan nginep di tenda.. entah dimanapun tempatnya,dan selalu pke pakaian BATIK. Yeahhhh. Hahhahaha

    Ahmadrifai. @ahmadrifai_ar

  • nufus says:

    Well klo saya sih pastinya sekalian mengunjungi teman yg tinggal disana. Cari krja jd make up artist or beauty advisor or maybe fashion stylist. Saat free time pastinya mau menjelajahi australia dari utara sampai selatan dan dari barat ke timur. Kenalan sama warga lokal, menyerap informasi dan budaya australia. I wish i can be there ^.^
    nufus_313@yahoo.co.id @nufusmarta

  • Kalo saya dapetin tuh WHV (duh ngarep banget, 2 taun lagi apply ahh :3) saya bakal..jalan jalan dulu seminggu ato dua minggu deh pake duit tabungan hasil jadi kuli tinta di Indonesa, paling pengen pake banget itu berinteraksi langsung sama masyarakat aborigin australia. Nah untuk ketemu mereka saya bakal pergi ke Red Centre Australia dan berjalan mengitari kaki bukit batu Uluru. Berlanjut ke Alice Springs untuk menjelajah seni Aborigin (aduh ini bayanginnya pasti kebawa mimpi entar). Saya akan mempelajari mitos Dreamtime di galeri seni cadas di Taman Nasional Kakadu yang terdaftar sebagai warisan dunia. All about Aborigin akan saya telusuri nantinya, saya ingin berkendara melewati Red Centre Way menuju situs-situs keramat seperti Uluru, Kata Tjuta dan Kings Canyon. Saya juga ingin mendengar kisah penciptaan Adnyamathanha saat menyusuri South Australian Loop melewati pegunungan Flinders Ranges. Saya akan berbagi makanan khas hutan semak bersama mereka, belajar membuat tombak dan menangkap ikan secara tradisional.

    Setelah dua minggu saya baru mencari pekerjaan, pengennya sih kerjaan santai sambil bisa traveling juga. Lifestyle photographer bisa, park ranger juga menarik, atau guru bahasa Indonesia XD tapi kalau ga dapet jadi tukang “cuci piring” juga ga masalah, percayalah bayarannya not bad. Bisa di penginepan, hotel, restoran, dsb. Ah ya jadi pemetik buah saat panen buah tiba disana juga oke, kerjanya gampang, duitnya lumayan 😀

    Bahas kerjaan udah, yg paling pengen di explore pertama td aborigin, selain itu? Standar sih, palingan sama kaya yang lainnya; sydney opera house sails, jembatan sydney harbour, great barrier reef, daintree national park, menikmati pemandangan pantai di Perth, dsb.

    Tapi ada satu lagi yg ingin sekali saya temui disana, selain masyarakat Aborigin ya..yaitu, Hi-5. Hahahaa saya ingin berkunjung ke rumah hi-5. Ada yg tau siapa Hi-5? Coba tonton disney junior, ada jawabannya disana. Bintang-bintang program tv anak produksi Australia. Saya ngefans sangat amat teramat sangat pada salah satu personilnya (mantan sih) TIM Maddren <3<3 sebisa mungkin saya akan menemuinya, meminta tanda tangan dan berfoto bersama, hahahaa XD

    @andinarahayu

  • pinksmile77 says:

    Hmm…. Australia itu masuk sebagai negara ke sekian di dalam traveling list saya. Julukan nya sebagai “negara mahal” membuat saya minder duluan, mengingat saya masih berstatus sebagai mahasiswa (yang sebentar lagi sarjana) dan baru saja resign dari sebuah perusahaan swasta. Passion saya tentang traveling begitu besar. Namun untuk keadaan sekarang, plesir ke negara kangguru itu pun semakin jauh dari harapan, malah terkesan mustahil.

    Tapi begitu membaca postingan tentang WHV Australia diatas, mimpi yang seakan-akan terkubur jauh mulai naik ke permukaan. Memberi sebuah harapan baru yang mungkin saja bisa mengubah mimpi yang tadi nya mustahil menjadi sebuah tantangan yang bisa dicoba. Kuliah sambil bekerja sudah pernah saya jalani. Menjadi karyawan kantoran pun pernah menjadi profesi saya. Tapi jika saya berkesempatan memperoleh WHV Australia, tanpa pikir panjang lagi saya langsung segera mengemasi koper dan ransel yang siap menemani petualangan baru di benua tetangga. Mengenai pekerjaan, saya ingin mencoba untuk bekerja di sebuah franchise yang tersebar di seluruh Australia. Lebih di khususkan kepada franchise makanan karena passion saya tentang kuliner pun tak kalah besarnya. Namun tak memungkiri jika lowongan di perhotelan juga cukup menggiurkan.

    Selain itu, di sela-sela waktu luang, saya ingin mencoba menjajakan makanan Indonesia ke beberapa warga Australia. Disamping menambah pendapatan, sekaligus memperkenalkan kuliner khas Indonesia. Selain itu, tersirat juga sebuah ide untuk memperkenalkan bahasa Indonesia bagi penduduk setempat yang memang tertarik untuk mempelajarinya. Mengadakan kursus mungkin?^^

    Terlepas dari itu semua, kaki saya sudah tidak sabar untuk menjelajahi spot-spot indah di Australia. Dan bertemu langsung dengsn kangguru atau koala mungkin :p

    @pinksmile77

  • Dwi says:

    Wah kalo aku dapat Working Holiday Visa (WHV) dari Australia, aku bakal seneng bisa ketemu dg kangguru-kangguru lucu, sekalian nyari job tukang mandiin kangguru. Pasti seru tuh! .
    @lombaapasaja

  • jatiningsih kasetyanti says:

    Wow,,,, Ini merupakan hal yang menarik ya mendapatkan Working Holiday Visa karena selain bisa bekerja tapi juga bisa merasakan liburan di Australia. Saya akan mengunjungi tempat-tempat wisata yang memiliki pemandangan yang indah dan tempat yang memiliki nilai sejarah tentang daerah-daerah yang berada di Australia saat waktu senggang.

    twitter: @tyanti150_

  • Tentunya saya akan meng-eksplore habis-habisan Australia dengan cara apply part time jobs di tempat-tempat yang eksotik dan menarik-gak peduli pekerjaan apapun yang penting halal dan baik :). Tentunya saya akan membuat dokumentasi terbaik dan termenarik yang pernah ada dan akan saya terbitkan menjadi sebuah buku yang lebih menarik dari buku Under The Southern Stars langsung dari Gagas Media (PD banget yaa. Hehehe) dan segudang ide2 crazy lainnya :D.

    Simple tapi akan tetap saya biarkan mengalir apa adanya karena filosofi saya, tuliskanlah semua rencanamu, tapi berikanlah kertas itu pada Tuhan :).

    Sincerely,
    Your biggest fans
    @yrtriarto. yrtriarto@yahoo.com

  • kharis says:

    Subhanallah, keren buanget Mba Anida Dyah. Saya pembaca setia Blog NonaRansel, blog kece dengan virus WHV akut…

    Saya berencana ikut program WHV tahun depan, sekarang sedang proses pengumpulan dokumen dan mengisi buku tabungan. Informasi sudah cukup banyak dapat dari teman-teman dan situs resmi pemerintah Ausie.

    Saya akan memulai petualangan di Darwin. Kenapa? karena saya berencana tuk bekerja di salah satu Cattle Station di sana. Sebagai seorang mahasiswa Peternakan, saya wajib memperdalam ilmu ke para pakar SAPI! Secara kita, Indonesia masih impor kebutuhan daging yang sangat besar. Alasan utama WHV, pastinya belajar menuntut ilmu.

    Pastinya saya akan melakukan Road Trip, terinspirasi dari Acara Traveling Documentary : _departures.

    Mba Anida Dyah, sangat menginpirasiku. I beleive, I can FLY! Oh ya semoga diperpanjang Blog Nona Ransel (coz sudah tidak bisa di akses lagi), terimakasih

  • Kalo aku dapet WHV, maka satu tempat yang paling pertama bakal kudatengi adalah Bondi Beach, penasaran gitu pengen liat penjaga pantai-nya 😀 apa bener kayak yg di tv ?
    Oiya terus lanjut pergi ke Taman Nasional Uluru pengen liat kehidupan suku aborigin disana. Terus puter puter Sydney, Canberra, NSW, Tasmania, Brisbane, btw puter-puternya sembari liat ikon kota masing-masing (ngebayanginnya aja udah bahagia).
    Nah, berhubung butuh biaya hidup dan senang-senang maka aku bakalan kerja, jadi pelayan restoran disana juga gapapa atau jadi baby siter bisa juga tuh kan lumayan bayaran per jam nya, atau nyambi jadi mba yg ngebersiin rumah, atau ngajar bahasa Indonesia, atau jualan makanan khas Indonesia atau apa aja deh asal bukan jual beli narkoba/ prostitusi pokoknya bukan yang melanggar peraturan negara dan perintah agama tentu 🙂

  • Yunita says:

    Kerja cari uang di Aussie trus uangnya dipakai jalan-jalan. Jujur pas baca blog diatas, jadi bilang ke diri sendiri, “wah gue juga ngerasa yang sama nih. pengen jalan-jalan tapi kantong juga nggak tebel-tebel amit” Menarik dan langsung baca sampai bawah. Kalo gue mumpung dapat Working Holiday Visa yang mengijinkan kerja serabutan di Aussie yang notabene mata uangnya lebih mahal dari rupiah, gue mau kerja apa aja yang penting halal. Kalau udah terkumpul, mau jalan-jalan keliling Aussie, pengen foto sama koala and kangguru. hahaha… Trus pengen juga mencicipi anggur khas Australia, pengen foto sama Sydney Opera, pengen duduk santai di dermaga sambil menyesap pemandangan dalam-dalam buat kenangan.
    twitter : @woounix

  • Dhini ASR says:

    WHV itu seperti mimpi. Bisa bekerja dan, pastinya, sekaligus jalan-jalan di negeri impian. Selama ini belum pernah mencoba jadi solo traveller, baik di dalam negeri apalagi di luar negeri. Jadi, kalau dapat kesempatan WHV pasti butuh panduan dari sana-sini dulu, hahaha.

    Yang jelas, saya membayangkan kalau bekerja VS bersekolah di Australia pasti berbeda. Selama ini saya hanya mendengar bagaimana cara bertahan hidup sebagai pelajar/mahasiswa di sana karena cukup banyak teman-teman yang melanjutkan studi di sana, terutama di daerah Adelaide dan Queensland. Untuk dapat bertahan sebagai pelajar/mahasiswa dalam kondisi serba hemat saja, kata mereka butuh perjuangan sekali. Apalagi, kalau sedang bekerja ya… Agak “keder” juga sih membayangkannya.

    Karena saya sudah cukup sering mendengar tentang Adelaide dan Queensland, kemungkinan kalau dapat WHV saya akan mulai petualangan dari sana. Setidaknya untuk menjadi 2 destinasi pertama. Selanjutnya, nah, sepertinya saya harus lebih banyak mengandalkan informasi yang saya kumpulkan ketika sudah memulai petualangan. Ada yang bilang kalau Adelaide termasuk yang “ramah” terhadap pemegang WHV, juga termasuk yang “liveable” dibanding wilayah lain di Australia. Jadi, sepertinya pilihan untuk ke sana duluan akan jadi pilihan yang tepat.

    Untuk jenis pekerjaan, selama bentuknya masih seputar pelayan di toko/swalayan/resto/cafe/bar/hotel, gardening, baby sitting/nursery, atau asisten ini sih tidak masalah. Apa saja asal bukan disuruh jual diri atau jual martabat atau jual harga diri atau yang melanggar hukum deh, hahaha.

    Nah, selain bekerja pastinya berlibur! Main main main! Kalau teman-teman masih ada di beberapa daerah yang ada di sana, pastinya wajib untuk berlibur bersama mereka juga. Tapi, kalaupun tidak ada lagi yang saya cukup dekat, ya tidak masalah juga sih. Kan bisa berkenalan dengan orang-orang baru, terutama dengan sesama pemegang WHV lainnya. Entah bagaimana caranya, pokoknya selama setidaknya setahun saya di Australia, saya sudah membuat daftar tempat yang akan saya kunjungi. Tapi, sepertinya tempat favorit (dan paling membuat mupeng kalau teman-teman saya sudah cerita!) ada di Queensland. Mulai dari Daintree Rainforest, The Great Barrier Reef, Fraser Island, dan Byron Bay. Selanjutnya, biarkan ke mana kaki melangkah nanti deh. Kan ceritanya impulsive backpacker, hahaha.

    Salam kenal kakak semua ^_^
    Twitter: @dhiniASR

  • Woh! Pastinya work hard, play harder kalau saya sampai berkesempatan memperoleh WHV ke Australia!

    Saya belum memperoleh gambaran yang cukup banyak tentang apa saja pekerjaan yang bisa saya dapatkan di sana. Tapi, saya sudah tahu tempat-tempat seperti apa yang wajib saya kunjungi kalau ingin menjelajahi sebuah tempat. Apalagi, kalau bukan toko buku! Lebih spesifik lagi kalau bisa menemukan tempat-tempat buku bekas atau loakan yang memanjakan saya dengan buku-buku klasik, syukur kalau murah meriah, hehehe. Selama ini sih saya sering melihat website-website toko buku online di Australi yang menjual preloved-books, tapi harganya lumayan juga ya kalau dikonversikan ke Rupiah. Apalagi, ada buku yang bahkan harga baru di Books & Beyond atau Periplus saja tidak semahal itu, hihi. Makanya, saya penasaran sekali untuk bisa mengunjungi tempat-tempat seperti flea-market di Australia yang memiliki lapak-lapak penjual toko buku bekas. Tapi, katanya juga, kalau kita cukup punya informasi tentang buku-buku bekas, ada toko-toko barang bekas (bukan flea market), atau tempat-tempat yang menjual buku bekas perpustakaan dan buku bekas dari kegiatan sosial gereja yang menjadi tempat berburu para pencinta buku bekas atau buku tua. Harganya bisa jauh lebih murah, katanya lagi.

    Berhubung yang sering saya dapatkan informasinya adalah tempat-tempat sejenis yang ada di Melbourne, mungkin saya akan mencoba ke sana dulu. Katanya, kan, di sana ada Lost and Found Market, Salvos, dan Sarvers. Sekalian mencari tempat kerja, sekalian saya mulai intip koleksi-koleksi di sana. Siapa tahu ada buku incaran yang siap diadopsi!

    Jadi, saya rada berharap juga bisa mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan-pelayan atau penjaga toko di tempat-tempat yang bisa memuaskan hasrat saya untuk hunting buku sepuasnya! Kira-kira WHV meng-cover pekerjaan semacam ini atau tidak ya? Atau perpustakaan di sana menerima freelance penjaga perpustakaan atau apalah selama bekerjanya di perpustakaan dan bisa nebeng membaca buku, hehehe.

    Kalaupun tidak ada jenis pekerjaan seperti itu, ya sudahlah, ayo bekerja sebagai pelayan di tempat lain. Pekerjaan “kasar” selama halal mah ayo saja dilakukan. Lumayan duitnya bisa digunakan untuk perburuan buku di sana. Soalnya, saya lebih “ikhlas” menghabiskan waktu untuk berburu buku dibandingkan liburan ke tempat wisata tertentu. Toh, bagi saya, ketika saya berburu buku juga pasti ke tempat-tempat atau wilayah tertentu juga, jadi bisa sekalian mampir ke lokasi-lokasi yang wajib dikunjungi di sana. Kalau ada uang yang tersisa, baru deh saya akan berlibur secara khusus keliling tempat wisata lainnya.

    @niafajriyani

  • Inoy says:

    Edan, gak kebayanng kalau gua bisa dapat tuh WHV, hal yang pertama akan gua lakukan adalah jejingkrakan hahaha dan berteriak “baca bukan ala anak alay yah yanng cuci-cuci, jemur-jemur, strika-strika” :v” ini awal perjalanan mimpi gua.

    Kalau gua dapat visa WHV, gua akan kerja serabutan, semuanya gua kerjain “asalkan pekerjaannya halal”, pokoknya gua akan ngumpulin pundi-pundi gua sebanyak mungkin buat menapaki kaki di Nepal dan Mt. Everest. setelah itu gua akan keliling Turki karena gua suka kota itu perpaduan budayanya jempol deh.

    hal yang akan gua lakukan selama gua megang tuh visa, gua akan nyari pengalaman sebanyak mungkin, mencari teman n relasi sebanyak mungkin, mempelajari culture setempat, tentunya juga berpindah-pindah tempat kerja, niatnya sih sekalian backpackeran gratis hahaha. semuanya akan gua tuliskan dalam buku diary gua atau kalau gua lagi baik akan gua share di blog gua haha.

    setelah jangka waktu visa gua habis, gua akan backpackeran ke Nepal, Mt.Everest n Turki “its my dream” .

    terus setelah pulang dr backpackeran bagusnya ngapain yah, secara tabungan udah terkuras buat backpackeran, masa kerja di Aussie juga udah habis?

    gua gak akan mati gaya gitu aja, dg berbekal pengalaman hidup gua selama bekerja di Australia dan relasi gua yang gua kumpulin selama gua kerja disana atau yang gua kumpulin saat gua ngetrip. Gua akan coba merintis bisnis kecil-kecilan, gua akan buka sebuah cafe dan buka biro perjalanan untuk para turis asing, agar bisa ngetrip keliling Indonesia. karena Indonesia begitu sempurna alamnya (jiah kok gua berasa jadi duta pariwisata :v).

    jadi gua bisa bekerja sekaligus jalan-jalan dan selalu bertemu orang-orang yang baru, tentunya bekerja di dunia yg gua cintai, i love travelling.

    ah, sekian dulu, masih banyak yang ngantri untuk gua mimpikan…

    ini twitter gua kakak 🙂

    @orionrigeleonis

  • annas rb says:

    Kalo dpt WHV di australia,byk hal yg mau gw lakuin. Ingin keliling benua,dari utara hingga selatan. Berperahu di rawa,naik gunung,hingga jelajah hutan yg tentu nya tidak sama dengan yang di Indonesia. Nyebrang ke New Zealand juga,nikmatin pemandangan alam yg indah,karna slama ini cuma liat di film-film. Disana pengen kerja di penangkaran kuda,biar bisa belajar cara menggiring kuda liar,menjinakkan hingga menungganginya. Pengen juga bekerja bareng pengendali buaya disana,siapa tahu bisa di amalin di daerah. Aamiin.
    @annas_rb

  • Dela says:

    Satu kata buat solo female traveler kaya Ka Anida. “KEREN!” 😀

    Kalo aku bisa dapet WHV ke Australia kaya Ka Anida, hal yang bakal aku lakuin adalah belajar. Belajar dari semua hal dan pengalaman baru yang bakal aku dapetin disana dan nikmatin semua proses pembelajaran itu, karena buat aku setiap perjalanan itu adalah pembelajaran, dan setiap orang akan dapet pembelajaran yang beda-beda. Hehe, Abis itu aku sharing, biar manfaat juga ke orang lain, jadi belajarnya gak sia-sia. Hehe.

    Sukses explore negara lainnya ya Ka, semoga aku juga bisa kaya gitu, Aamiin! 😀 Hidup Solo Female Traveler!!
    Larisss juga untuk Bukunya. *pengenbacabanget* 😀

    Salam Kenal Ka Anida. 🙂
    Twit: @delabelani

  • Wow.. such as amazing experience! became female traveler!

    WHV Australia !

    To do list 🙂

    1. Cari kerja. Kerja di restoran boleh, jadi guru les bahasa Indonesia juga boleh *kalo ada yang butuh*

    2. Ke Port Douglas. Karena mau liat tempat yang Australia banget… —>> Great Barrier Reef

    3. Franklin River!

    udah gitu aja 🙂

    Twitter : @dinii_ps

  • Septi Maulani says:

    Kalau saya bisa pergi ke Australia, saya bakalan mengunjung salah satu dosen terbaik saya di Kota Adelaide. Setelah itu pengen ke Great Barrier Reef buat liat terumbu karang yang katanya bagus bangeetttttttttttt. Emmmm.,,,, tp liat banyak kangguru yang pada loncat-loncat aja gpp, sudah cukup senang. heheh 😀

    Salam kenal and hopeful bisa dapet bukunya 😀 Pengen baca ceritanya, mesti bagus 😀
    Septi Maulani –> @chepyJrs

  • Kalau saya bisa dapet WHV Australia.. Tujuan pertama saya yaitu Sydney dilanjutkan ke Brisbane lalu ke Darwin kemudian ke Perth disambung ke Adelaide lalu menuju Melbourne kemudian nyebrang ke Hobart dan berakhir lagi di Sydney 😀

    @fsadam

  • Hii..ngomong2 buku yg dibagikan cuman 2 biji yah? sedikit bgtt..haha (moga2 dapet dah *wish*)
    Saya traveller asal Medan dan memang berencana untuk apply WHV dalam waktu dekat ini (skrg lagi lengkapi dokument2 yang diperlukan..hehe)
    well..kalau aku lolos ke aussie dengan WHV hal2 pertama yang bakal aku lakuin adalah :

    1. Sesampainya disana lgsung foto close up dengan pemandangan belakang sydney Harbour, trus post di Instagram! dengan hastag #aussie#arrived#sydney#whv than, bakal byk comment2 bermunculan..hihi

    2. Cari penginapan murah, jalan2 ke beach aussie yg katanya so beautipull, dan SKSD (sok kenal – sok dekat) buat nambah2 temen, dan yang terpenting cari kerja buat survive!! lol

    3. Cari kangguru lokal trus poto2 dah sama tu kangguru, biar sah uda sampe australia (kangguru katanya gampang dijumpai dimana-mana yah) haha…

    4. Cobain segala sesuatu yang berbau australia seperti kuliner, style, jalan ke tempat-tempat bersejarah, Road Trippp 😀

    Terakhir baca-baca buku dari kakak, buat nambah pengalaman dan mencoba pengalaman seperti yang kakak alami..wow, it’s amazing 😀

    Laris yah untuk Bukunya kak. *udakepengenbaca*

    email : c.devit@yahoo.com

  • Rizki Syahputra says:

    “Kalau kamu dapat Working Holiday Visa (WHV) Australia, kira-kira kamu bakal ngapain aja di sana?”
    Jawab : Saya ingin mengetahui banyak tentang alam, cuaca, binatang, kuliner, penduduk, adat rumah yang ada di Australia, dan tidak lupa mengabadikan moment penting tersebut yaitu berfoto selfie disana, bahkan saya ingin mengelilingi kota kangguru itu pelan-pelan supaya keindahan negara tersebut terlihat, dan hal terpenting adalah melihat University disana, mana tau saya layak untuk belajar di sana, aminnn
    Email : riskisyahputra39@yahoo.com
    Twitter : @putra_syahrizki

  • “Kalau kamu
    dapat Working
    Holiday Visa
    (WHV) Australia,
    kira-kira kamu
    bakal ngapain aja
    di sana?”

    karena judulnya working, so pastinya aku harus nyari kerjaan dulu disana entah jadi pelayan,atau apa2 aku harus belajar mandiri dan bekerja keras ..

    Gak puas rasanya kalau cuma kerja, nah sekarang giliran buat jalan2 minimal aku ingin mengunjungi tempat tempat ini perth (kota ini ada difilm indo judulnya LOVE IN PERTH ),adelaide,tasmania,sydney (pokoknya aku mau ke gedung Opera terbesar ,HARUS !!! ),cairns dan great barrier reef (wow amazing karang besar) ,The Great Ocean Road ,Pulau Fraser ,Taman Nasional Kakadu , serta pulau magnetic ..

    Entah berhasil atau nggak kesana, aku mau mengunjungi suku aborigin dan melihat hewan asli australia “KANGGURU” …

    Tidak lupa mencicipi kuliner asli australia, …..
    Yang Murah meriah pastinya…

    Mau nanya penduduk lokal tentang keadaan sosial disana,nanya-nanya tentang sejarah dan aku mau datang ke MASJID-MASJID di australia…

    Mungkin itu aja yang akan aku lakukan disana, eh lupa satu lagi, aku mau foto2 disana buat aku tunjukin sama anak cucu aku nanti kalau ayah/kakeknya adalah traveller sejati..

    @eki_SPTR

  • Hello.. pengen bukunya.. ikutan yah! x)

    Aku seumur hidup tinggal sama orang tua, kemana-mana juga selalu ada yang temenin. Belum pernah solo traveling, tapi pengen nyoba.. biar bisa lebih mengenal diri sendiri dan belajar mandiri, ya kan?!

    WHV ini bisa jadi ‘the moment,’ pengalaman sekali seumur hidup, might be a series of life-changing experience. Semoga!

    Simple aja sih sebenarnya.. di Australia ingin menjelajah setiap tempat, long vacation~ sekaligus memperkaya diri dengan pengalaman dan teman-teman baru. Biar kelak bisa bercerita banyak sama anak-cucu..

    @mzPOTTER

  • mariati says:

    kalau saya ke autralia saya akan mencoba uji nyali di rumah sakit yang paling seram di autralia, berkemah di Raymond Terrace dan mencari crossroad untuk mencoba sesuatu seperti di film supernatural

    alamat email : mariayukari@gmail.com
    twitter : namaewa_saya

  • ines faradina says:

    bener bener inspiring baca ceritanya. honestly saya belum pernah satu kalipun menginjakkan kaki ke negara lain soalnya itu kayaknya mahal tapi saya yakin suatu saat nanti saya akan bisa melakukan itu. well, sebenarnya saya sudah punya passport sih yang baru di apply beberapa bulan lalu dengan harapan suatu saat nanti lembaran lembarannya bisa terisi stempel stempel dari negara-negara impian.
    belakangan ini sembari baca-baca tweet dari para travelers beli buku-buku nya juga (destinAsean salah satunyaa) semakin membuat saya merasa ‘gatel’ buat cepet-cepet bisa jalan-jalan ke negeri asing.
    dan waktu baca cerita diatas kayaknya saya bisa mulai googling ttg WHV, siapa tau bisa jadi penghantar mimpi saya :p
    kalo dapet WHV tentunya ada beberapa hal yang bisa dilakukan khususnya di ostrali ya,
    1. mungkin dalam hal kerjanya bisa nggak sih baby sitting, being a baby sitter will be nice kali ya. kita bisa tau kebiasaan foreigner di rumah dan khususnya dalam hal mendidik anak. soalnya selama ini cuma denger crita doang di bangku kuliah jadi pengen liat yg real life.
    2. nah kalo bisa jadi baby sitter kan lumayan tuh ada kesempatan diajak jalan jalan, siapa tau jalan jalannya nggak cuma sekitaran komplek rumah tapi juga ke tempat tempat breathtaking di ostrali sana (berkedok jagain anaknya sekalian numpang jalan jalan, kan lumayan tu salary pribadi bisa dikumpulin buat solo traveling nantinya)
    3. mungkin setelah puat mengenal kehidupan dalemnya keluarga para australian, bisa deh kerja di semacam pabrik penge-pack-an buah yang konon bisa di temui di bagian New Zealand. bisa nggak sih kesana juga?? lumayan gede juga kan gajinya buat bekal menjelajah dinginnya New Zealand.
    4. sebenarnya hal yang pengen dilakuin ketika di negara orang atau dalam hal ini di ostrali, pengen banget foto depan salah satu landmark nya which is
    Sidney Opera House dan berada di tengah tengah pusat kota dengan gemerlap lampu malam. saya berniat jika saya bisa pergi ke luar negeri pengennya foto dengan background lampu lampu kota soalnya saya suka banget sama lampu warna warni. it’s so simple, isnt it?
    5. kalo dapet WHV ke ostrali juga bakan saya jadikan kesempatan buat ketemuan sama dosen saya yang lagi belajar disana buat reunian gitu.hehe,

    udah kak itu aja sih yang terlintas dipikiran saya, kalo saat ini saya bisanya cuma mengusahakan cari cara traveling gratis atau in a low cost, mungkin buku Under The Southern Stars dari kak Aninda bisa jadi tambahan motivasi saya buat semakin membuat rasa ‘gatal’ menjelajah semakin bangkit dan someday saya YAKIN saya BISA jadi penjelajah layaknya kak Nidnod, Adam&Susan, dan other travelers. Amiiiin 😀

  • ANISAH NUR SEPTIA says:

    Jika saya dapat WHV di Australia,, saya akan melakukan list hal-hal yg saya lakukan mulai dari persiapan sampai nanti disananya. Pertama2 saya akan mencari info terkait dengan keadaan sosiodemografi disana, menghubungi teman2 saya yg sudah ada disana, menjalin pertemanan baru lewat jejaring sosial dengan orang2 yg tinggal disana, mencari info t4 lowker yg ada di sana, info tentang t4 tinggal dan obyek2 wisata yg ada disana. Setelah persiapan saya sudah lengkap, saya tinggal berangkat ke lokasi,,,saya akan mencari t4 tinggal (klo bisa nebeng kenalan dulu.hi,hi), kemudian melamar pekerjaan yg halal, setelah itu jika sudah terkumpul cukup uang..ya melakukan travelling bersama2 teman2 yg ada disana, and jika udah ada di sana ya setiap bulannya memberi kabar kepada keluarga…he…he..and akhirnya disana tidak hanya kerja & travelling aja…tapi juga sekalian cari jodoh..he.he

  • Nunki Eka Artura Sari says:

    Kalo dapet WHV di Australia???
    karena gue hobby traveling, hal wajib yang bakal gue lakuin di negeri kanguru tersebut yaitu:
    1. cari kerja serabutan. ntah kerja apaan yang penting halal dan enjoy.
    2. explore semua kekayaan alam yang ada disana. bikin video keren, foto selfie, have fun, meet up komunitas fotografi dan lain-lain.
    3. datengin satu-satu bangunan bersejarah yang ada di australia.
    4. jalan-jalan dan wisata kuliner khas australia.
    5. ngajak kenalan orang-orang disana, nambah temen, nambah channel.
    6. gak lupa selalu update tempat-tempat keren disana, ngasih kabar ke keluarga, kalo bisa ngajakin mereka ikut ke australia.
    🙂 🙂 🙂 🙂
    twitter : @nunki__

  • Jujur baru pertama kali denger Working Holiday Visa dari tulisan ini. Sebetulnya udah ada rencana disuruh papa untuk bacpkacker ke Australia, cuman masih bingung juga di Australia ngapain aja. Nah kebetulan ada info Working Holiday Visa di Australia, membuat saya jadi tertantang ingin ke Australia dan mncoba WHV.

    Saya mungkin lebih berniat mencari tau prospek kerja di Australia itu seperti apa. Kebetulan saya masih Mahasiswa dan ingin tau prospek kerja di luar selain di Asia. Bagaimana bekerja dengan orang Australia dan di negara Australia.
    Rasanya akan menarik mencari-cari pekerjaan, mengetuk satu toko-ke toko lainnya. Dari pekerjaan satu ke pekerjaan lainnya. Dan hasil kerjanya untuk liburan.

    Dan sebelum rutinitas bekerja diluar, saya bangun dengan melihat sunset atau sunrise di tempat yang berbeda-beda di Australi.

    Dan kebetulan saya pecinta kebudayaan, mulai dari tingkah laku masyarakat, adat atau acara khusus, hingga kuliner. Dan itu akan jadi itenary saya saat mengambil WHV di Australia nanti.

    twitter: @MechelinStyles
    email: stylemechelin@gmail.com

  • Asy-syifaa says:

    Kalau suatu saat dapat kesempatan emas untuk menjadi orang yang dapat WHV ke Australia, aku pengin belajar dan sekolah disana. Agak aneh memang padahal WHV ini tujuannya untuk kerja dan liburan. Nggak papalah, sekolah juga makin nambah pengalaman dan teman-teman baru juga, dan aku selalu yakin dengan sekolah pengetahuan kita juga lebih banyak. Kan, siapa tahu ada teman sekelas yang ngajakkin traveling atau sekadar jalan-jalan, tentunya selain dapat guide gratis *secara terselubung*, kita juga bisa dapat travel-partner-in-crime yang siap membantu dan tahu banyak daerah itu dibanding kita sendiri.

    Selain itu, aku pengin gabungin WHV ini dengan program AIYEP, salah satu program pertukaran pelajar antara Indonesia dengan Australia. Tentunya, selain kegiatan bersekolah, kita juga bisa berkegiatan sosial budaya disana, minimalnya menampilkan kesenian Indonesia di Gedung Opera Sydney. Pasti tambah menyenangkan, antara sekolah di Australia, liburan, dan kerja freelance disana >w<

    @asysyifaahs
    asysyifaahs(at)yahoo(dot)com

  • Leanita says:

    Sebenarnya, menuliskan apa yang akan dilakukan jika mendapatkan WHV Australia itu susah. Susah bukan dalam artian tidak tahu harus melakukan apa, melainkam karena terlalu banyak hal yang sulit dituliskan. 😛

    Tapi dari sekian banyak itu, ada beberapa hal yang pertama kali terlintas di benak ketika pertanyaan di atas muncul.

    1. Pengalaman berkerja di negeri asing. Sejak kecil, saya selalu berandai-andai untuk mendapatkan kerja di luar kota kelahiran saya. Sayangnya, keinginan itu belum terwujud hingga saat ini. Berkerja di negeri asing, bukan hanya membuat saya memahami etos kerja di tempat tersebut, tapi juga membuat saya tahu sampai di mana saya bisa mendorong kemampuan saya. Hingga akhirnya, saya bisa terkejut dengan diri saya sendiri.

    2. Road trip. Menjalani sebuah perjalanan yang tak sekadar mengamati alam dan sekitar, tapi (lagi-lagi) belajar tentang budaya orang di sana, kebiasaan. Kesempataan mengobrol dengan orang lokal, apalagi di tempat terpencil, akan menjadi pengalaman sangat luar biasa.

    3. Folklore. Entah kenapa, sejak kecil saya tergila-gila pada cerita rakyat dan mitologi. Folklore seringkali berhubungan erat dengan kebiasaan, filosofi, dan kepercayaan masyarakat setempat. Selain itu, ini berhubungan dengan obsesi pribadi untuk mengumpulkan cerita rakyat dunia dalam satu file utuh. Hitung-hitung, untuk warisan dan bahan untuk storytelling ke anak kelak.

    4. Stargazing di Uluru. Melihat hamparan bintang di sebuah tempat luas dan cantik, merupakan salah satu mimpi terbesar. Karena a) sejak kecil sudah tergila-gila pada astronomi hingga b) sempat bercita-cita menjadi astronom atau astronot, dan sayangnya, c) cita-cita itu justru digantikan oleh yang lain sejak duduk di bangku SMP. Apapun itu, hingga kini, saya masiih mencintai astronomi.

    5. Memgendarai pesawat capung untuk menikmati pemandangan unik Bungle Bungles dan hiking di Blue Mountains!

    PS. Maaf jika ada curhat terselubung dalam komen ini. :)))

    @leanita_w / leanita.w@gmail.com

  • Kalau seandainya aku dapet WHV jujur aku masih gak kepikiran mau ngapain aja disana, tapi yang jelas aku bakal cari temen. Because I’m not solo traveler and I think, two is better than one hihi.

  • Saya beberapa kali punya teman yang memang traveler dan menjadikan Australia sebagai peristirahatan setelah traveling kemana-mana. Selain beristirahat biasanya juga mengisi pundi-pundi yang kosong akibat traveling.

    Saya punya teman yang suka bersepeda, dia bercerita bahwa bersepeda menyebrang berbagai wilayah Australia itu menyenangkan dan memungkinkan. Menikmati setiap landscape dan landmark. melihat dan bergaul bersama flora dan fauna dan tidak lupa berinteraksi dengan seluruh adat budaya disana. *sepertinya seru jika hidup 1 minggu dengan suku Aborogin atau Mauri*

    Kalau dapat Working Holiday Visa (WHV) Australia, saya kemungkinan melakukan hal yang sama. menikmati alam dengan sepeda, selain menghemat tentu menjaga lingkungan dari polusi.

    Terus bekerja dan berhemat supaya bisa ke NEW ZEALAND! salah satu tempat impian saya untuk dikunjungi. Saya berjanji suatu saat nanti akan menginjakkan kaki disana.

  • Felly says:

    “Kalau kamu dapat Working Holiday Visa (WHV) Australia, kira-kira kamu bakal ngapain aja di sana?”

    Saya sangat suka dengan kegiatan alam dan Australia juga cocok kalau ingin merasakan outback life. Road trip keliling Australia tentunya ada di pikiran saya juga. Kemudian keknya mau nyoba kerja di kebun binatang atau wildlife sanctuary disana. Karena saya suka sama kelelawar mau coba juga kerja di Bat Hospital . Sekalian cari inspirasi buat kedepannya di Indonesia mungkin bisa ngediriin yang macem gini.

    Overall, yang pasti living like a local is a must! 🙂

    Email: felicia.lasmana@yahoo.co.id
    Twitter: @FeliciaLasmana

  • “Kalau kamu dapat Working Holiday Visa (WHV) Australia, kira-kira kamu bakal ngapain aja di sana?”

    1. Kontak teman-teman PPI Australia, terutama di kota tempat saya stay, buat kenalan dan tanya ini-itu. Apalagi request untuk bantuan dan pastinya minta maaf kalau bakal ngerepotin sejak sebelum datang sampai saat sudah di Australia.

    2. Cari kerja dong! biar bisa hidup dan menjalani rencana yang sudah direncanakan 😀

    3. Keliling Melbourne, Sidney, Canberra

    4. Nyebrang ke barat, buat menjelajahi Perth

    5. Ke atas sebentar, buat main-main di Darwin

    6. Balik lagi ke Melbourne dan planning next trip to New Zealand

    7. Stay for a couple weeks di New Zealand. Datang ke tempat syuting Lord of The Rings. Mampir ke Victoria University di Wellington dan sekalian apply buat Master Degree (udah jadi inceran nih dari sekarang :D)

    8. Naik turun bukit dan gunung New Zealand

    9. Take any pictures, like anything, about Australia (orang, pemandangan, suasana, bangunan, anything!). Minimalkan selfie~ hahaha

    10. Write it down and share it through my blog, and hopefully, I can publish it too. My very own book! <3

    Can't wait to read your book!
    Wish me luck and Good luck 🙂

  • Jikalau saya dapat Working Holiday Visa (WHV) Australia, pertama cari teman sebanyak-banyaknya disana, syukur2 kalau berjodoh. Hehehe. Lalu cari pekerjaan yang menantang dan mengasyikkan dan berpenghasilan lumayan, misalnya seperti menjadi penjaga/pembantu di pulau private milik milyader Australia atau di kasino terkenal di Australia (ngekhayal tingkat tingginya sih gitu. haha…), kalaupun dream job itu blom ketemu, jadi tour guide, guru bahasa, fotografer freelance, kerja di resto, hotel ataupun perkebunan anggur disana juga gak masalah kok, yang penting halal dan ujung-ujungnya bisa jalan-jalan. Kemudian melakukan berbagai eksplorasi wisata kota, wisata petualangan, wisata pedalaman, wisata pantai, dan wisata edukasi yang tersebar di Australia. Beberapa pengalaman yang ingin saya rasakan di Aussie antara lain naik motor Harley (pengennya sih diboncengin) atau naik ATV untuk merasakan sensasi petualangan berkesan, keajaiban, keterasingan, kesunyian, dan keagungan yang menakjubkan melewati area perbukitan pasir merah (Red Centre) yang banyak terdapat di Australia. Melihat keindahan alam yang ada di Australia di The Great Ocean Walk Victoria. Berenang, snorkeling, menyelam, berlayar di Great Barrier Reef Queensland. Menjelajahi aneka flora dan fauna serta habitat gurun di Taman Gurun Alice Springs sembari malamnya menikmati pesta khas padang semak Australia dengan menu daging burung emu, buaya, unta, ikan barramundi, sapi, dan kangguru. Berpetualang ke ngarai Kings Canyon di Taman Nasional Watarrka. Berenang di kolam tropis Garden of Eden dan di Taman Nasional Litchfield yang terkenal dengan kolam airnya yang sebening kristal sambil melihat air terjunnya yang memukau. Menyaksikan matahari terbit di Taman Nasional Uluru sambil breakfast dengan teh billy dan roti bir yang fresh from the oven. Menikmati barbeque sambil menghayati kemegahan pemandangan kubah-kubah Kata Tjuta yang bulat, curam, dan berwarna merah bata yang mampu memantulkan warna-warni menakjubkan kala ditimpa sinar matahari (baik sunrise maupun sunset). Malamnya menginap di hotel bintang 1000 hutan belantara alias bermalam di bawah naungan langit gurun yang penuh bintang gemintang. Menyusuri Gibb River Road melalui ngarai dan sungai besar dengan menggunakan kendaraaan gardan ganda. Menjelajahi Blue Mountains di Jalur Foot Enam, Gold Coast hinterland yang subur, dan kawasan hutan hujan tertua dan terbesar di dunia, seperti hutan hujan tropis Daintree yang lebat di Queensland, hutan hujan kering di Kimberley Australia Barat, hutan hujan Gondwana, hutan hujan monsun di Taman Nasional Kakadu serta hutan belantara temperata sejuk di Tasmania. Melakukan perjalanan dengan pemandangan indah menuju gua-gua bawah tanah di Kelly Hill Conservation Park dan Remarkable Rocks di Taman Nasional Flinders Chase.
    Saya juga ingin berwisata kota sambil belajar sejarah dan merasakan keunikan kota tambang opal Coober Pedy, yang katanya penduduknya tinggal di bawah tanah untuk menghindar dari suhu yang extreme. Melihat arsitektur kolonial di South Yarra (kampungnya orang kaya Melbourne). Menjelajahi berbagai tempat pencicipan anggur dan puri dengan barisan pohon anggur di sekitarnya, di Barossa Valley, pegunungan Flinder Ranges, dan Wilpena Pound sambil mempelajari rahasia kilang anggur dalam kelas master minuman anggur. Belajar mendulang emas di Sovereign Hill, Ballarat. Tak lupa pula berbelanja di Bourke Street Walk di area CBD-nya Melbourne. Menyaksikan Pinguin Parade di Phillip Island. Bersalaman dengan kangguru dan melihat koala dari jarak dekat di Healesville Sanctuary. Meliha satwa liar asli di alam liar di surga ekologi Pulau Kangguru.
    Bersantai di taman-taman indah di Australia sambil membawa buku untuk dibaca, gadget untuk menulis blog plus update status dan bekal makanan untuk piknik di taman seperti Kebun Raya Melbourne, Fitzroy Gardens, dan Shrine of Remembrance. Mengunjungi aneka festival-festival unik yang ada di Australia. Menikmati objek wisata sejarah dan edukasi seperti ke museum-museum dan perpustakaan yang ada di australia. Seperti National Sports Museum yang ada di Melbourne. Menikmati seni cadas suku Aborigin sambil mengamati burung di Taman Nasional Kakadu yang terdaftar sebagai Warisan Dunia. Nonton pertandingan olahraga yang khas ada di Australia dan tidak ada di Indonesia, misalnya pertandingan cricket di Melbourne Cricket Ground (MCG). Menguji keberuntungan di kasino atau pacuan kuda. Nonton bioskop di Sun Theatre Yarraville. Melihat pertunjukan theatre musical di Regent Theatre, Princess Theatre ataupun di Theater Melbourne. Menunggangi unta melintasi Gurun Simpson di Territorial Utara Australia ataupun menyusuri pantai Cable Beach di Broome ketika sunset. Intinya work hard, making fun, dan making history of my life.

    Email: annisanurulkoesmarini@gmail.com.
    Twitter: @nisabolelebo.

  • tyo says:

    yang pasti kalau disana pertama tama saya bakal mencari temen terlebih dahulu, syukur| orang indonesia. jadi bisa ngasihh tau lebih banyak trick and trips disana.

    cari kerja ya pasti, dengan keahlian mendesain dengan portofolio yang ada berusaha melamar di berbagai tempat PH ataupun agency walaupun tidak berharap lebih yaa berusaha aja.

    intinya berusaha dan kerjakan apa yang ada, semua berawal dari nol. apalagi di negri orang, saya juga pernah menjadi pelayan di malaysia untuk beberapa hari itu sangat asik kok, jadi pekerjaan sekasar disana kalau ikhlas dan seneng mah bakal saya lakuin.

    jadi freelance photografer, videografer atau desainer juga bakal di usahakan dengan portofolio dan title sarjana desain yang bakal lebih meyakinkan.

    untuk liburan saya lebih tertarik cerita dan informasi yang saya dapatkan langsung disana, ya ini juga cara untuk komunikasi dan adaptasi sosial dengan warga sekita, syukur” bisa road trip.

    tapi yang pasti mau ke new zealand sih.. syukur” naik camper vanya intinya mah

    tempat baru, temen baru dan cerita baru.
    semua gak sesuai dengan rencana dan intenary
    so.. jalanin aja, jodoh rezeki dan umur sudah ada yang ngatur 🙂

    tyosukma@gmail.com – @tyosukmaa

  • Astried Monalisa says:

    Andai bisa dapetin WHV Australia , yaitu :

    1.Bikin Target dulu selama tinggal disana. saya pengennya 1 tahun pas sesuai visa. Bikin itenarry dulu
    dari hal yang terkecil sampai hal yang terbesar. dari kita mau nyambi jadi cleaning service hingga pekerja kantoran lepas. sampe target perjalanan karena emang awalnya targetnya jalan-jalan. Riset sebelum melakukan sesuatu emang penting seenggaknya lebih siap dengan kondisi ternyata ga disangka sangka. Mau detail banget sampai apa yang hanya kita denger/lihat sudah cukup lah. pribadi masing masing 🙂 Kalo aku pribadi sih sukanya hal-hal yang jarang atau belum di post sama media. biar cerita kita lebih “kaya” oleh-oleh perjalanan. Bukan berarti tempat favorit liburan di Aussie terlewatkan lho. malah kewajiban yang harus dirasakan.

    2. Setiap perjalanan gue disana, dari bekerja hingga jalan-jalan gue kasih target, misal, minggu ini liburan di Perth kita makan apa, tinggal dimana, ketemu siapa, usahakan beda dari hari kemarin sehingga kita bisa share temen-temen dengan pengalaman tinggal disana yang cara aku sendiri. Bisa ngobrol dengan traveller pada umumnya atau penduduk lokal lebih ngena. sekalian promosi negara sendiri. Indonesia Raya 🙂

    3. konsultasi juga sama mbak Anida Dyah jadi selain ngebaca blog yang keren ini juga pengen touch lebih dalem yaitu ketemu mbak Anida Dyah langsung. Kalo mbak dengan senang hati 🙂

    Nah itu yang aku lakukan jika mendapatkan WHV Australia. Terimakasih Mba sudah dibaca 🙂

    astriedmonalisa@gmail.com / @monalisaastried

  • Intan Pertiwi says:

    Kalau dapet WHV (Amiin) bakalan pertama kali ke Melbround, ngga tau kenapa itu adalah kota impian dari dulu dan semoga jadi kenyataan (amin). Kesempatan disana tentu gak bakalan dilewatin begitu saja. Disana aku bakalan mempelajari hal apapun yang ada di Australia, aku bakalan keliling-keliling negeri kanguru itu, dan aku akan mengenalkan budaya Negara ku di sana

    @IPeer_Nusantara / intan_pertiwi08@yahoo.com

  • Susan says:

    – bakal ngunjungin orang-orang yang kukenal yg skrg ada di Australia,
    – ketemuan sama tmn2 Australia yg kenal di socmed,
    – menikmati musim dingin di Australia,
    – eksplore wisata religius di Australia seperti 99 Cahayanya Hanum Salsabila.
    – melatih kemampuan speaking, apalagi kalau bisa jadi wartawan di media sana (aamiin)
    – membuat journey diary

    Thanks for reading kak @nidnod

    Regards,
    Susan
    @uibsusan
    susanofficialmail@gmail.com

  • Tari says:

    Ngebaca Timeline temen temen traveller yang ngambil WHV, ngebuat gue iri to the maks. Bukan iri tanda tak mampu. tapi iri bangga #halah.
    Bangga ngeliat temen temen yang sukses menaklukkan rasa takutnya di Australia. bangga ngeliat temen temen yang give up nyari pekerjaan, mulai dari pekerjaan yang paling bawah sekalipun.

    well, jika gue dikasih kesempatan dan dapet WHV. gue pengen banget ngerasain kerja menjadi pelayan resto disana. Belom punya pengalaman jadi pelayan resto. Nah dari situlah nanti gue bisa giveup untuk mencari pekerjaan lainnya. seperti tourguide disana, ataupun kerja di Sydney Tower 🙂

  • gallant says:

    huahahaha, lagi iseng2 pengen buka traveler yang jadi profil traveler di pergidulu.com malah ada kuis, terakhir hari ini pula 😀

    WHV? Sebenernya sih nggak ngerti yak WHV itu apa. Tapi kalo baca2 tadi sih kita cuma bisa kerja kasar. Itu menarik. Kebetulan juga suka kegiatan yang aktif gitu hahaha.

    kalo dapet WHV :
    1. Jelas cari duit dulu, kerja jadi pelayan atau ballboy gitu di hotel kayaknya. hahaha. mumpung di negeri orang gak ada yg kenal (masih gengsi kalo di Indonesia, d’oh)

    2. Pernah nonton acaranya Rob Bredel (maap kalo salah tulis nama) tentang cara hidup ekstrem, katanya sih niru orang Aborigin. Aku pengen ketemu sama orang Aborigin dan belajar cara hidup mereka.

    3. Mau ke Great Barrier Reef!! Ketemu sama hewan-hewan yang serem di sana, tapi katanya tempatnya sih bagus.

    4. Australia merupakan negara yang menyeramkan, ada 7 dari 10 hewan paling mematikan yang hidup di sana dan bisa ditemukan di rumah. Tempat yang cocok buat ngelatih Pokemonku. :v

    5. Mau ke Christmas Island juga, mau nutup Kasino. Karena judi itu dosa.

    6. Nyobain kereta di sana.

    7. Sydney, Perth, Canberra, Darwin juga tentunya.

    8. dan masih banyak yang lainnya
    twitter.com/kidtsany

  • Anida Dyah says:

    Haai.. Terima kasih banyak buat semua yang sudah berpartisipasi berbagi pikiran dan harapan tentang WHV Australia. Didoakan semoga terwujud yaa…

    Jawabannya seru-seru semua! Tapi berhubung cuma bisa pilih dua, jadi, yang kali ini beruntung mendapatkan buku bertanda-tangan Under the Southern Stars adalah…. @niafajriyani & @leanita_w. Selamat!!

    Buat yang belum beruntung, tetap beli bukunya yaa. Siapa tau di lain waktu bisa ketemu dan ngobrol langsung 😉

  • Susan Natalia Poskitt says:

    Halooo…selamat buat para pemenang! Terima kasih semua yang sudah ikutan kuisnya. Terima kasih Anid dan Gagas Media yang sudah menyediakan buku UTSS sebagai hadiah kuisnya. Sukses selalu! See you all in other quizzes 🙂

Leave a Reply