Pulau Alor: Wisata budaya, sejarah dan bawah laut

Provinsi Nusa Tenggara Timur terbagi dalam beberapa pulau yang memanjang di sisi selatan Indonesia. Salah satunya adalah Pulau Alor yang terletak diantara Laut Sawu dan Laut Banda. Kalabahi menjadi ibukota kabupaten Alor. Tagline-nya, Kalabahi Kota Kenari. Wajar, karena di Pulau Alor banyak ditemukan pohon kenari dimana-mana. Biji kenari yang gurih menjadi salah satu komoditas hasil bumi andalan pulau ini.

Alor - indah banget

Alor – indah banget

Pulau Alor menjadi destinasi yang tepat bagi kalian yang ingin menyepi sejenak dari hiruk pikuk metropolitan. Disini, waktu berjalan terasa sangat lamban. Berbagai macam suku dan agama hidup berdampingan. Masyarakatnya hidup rukun dan saling toleransi. Banyak objek wisata yang dapat kita temukan disini. Mulai dari wisata budaya, religi sampai wisata alam bawah lautnya yang menawan.

Wisata Budaya di Pulau Alor

Berkunjung ke Suku Takpala akan menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan. Suku Takpala masih hidup secara tradisonal ditengah kemajuan pembangunan Kota Kalabahi. Lokasinya berada di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara. Ketika ada tamu yang datang, senyum tulus mereka menyambut para tamu layaknya saudara sendiri. Suku lain yang juga unik adalah kampung tradisional Monbang di Desa Kopidil dan desa Bampalola. Keduanya berada di satu daerah yaitu Kecamatan Alor Barat Laut.

Pesona Budaya Alor

Pesona Budaya Alor

Wisata Sejarah di Pulau Alor

Museum 1.000 Moko adalah sebuah museum yang cukup menarik untuk dikunjungi di Kota Kalabahi. Koleksi Moko, alat musik tabuh khas Alor di museum ini begitu beragam. Dalam adat istiadat masyarakat setempat, Moko memiliki peranan yang penting. Semakin banyak seseorang memiliki Moko maka semakin tinggi juga status sosialnya. Selain itu, Moko juga digunakan sebagai belis atau maskawin pernikahan. Objek wisata sejarah menarik lainnya dapat anda temui kalau berkunjung ke Desa Alor Besar. Disini terdapat sebuah Al Quran tua yang berumur lebih dari 800 tahun. Al Quran dari kulit kayu tersebut merupakan warisan turun temurun Iang Gogo, seorang ulama penyebar agama Islam dari Ternate yang hidup pada masa Sultan Baabulah berkuasa.

Wisata Bawah Laut di Pulau Alor

Sudah terbayang bagaimana kehidupan masyarakatnya yang unik di daratan Pulau Alor, kini beralih ke kehidupan bawah lautnya yang tak kalah seru. Bahkan lebih!! Taman Laut Selat Pantar adalah salah satu taman laut terbaik di dunia. Pertemuan arus hangat lautan Indonesia dengan arus dingin dari lautan Australia menjadikan keanekaragaman hayati Selat Pantar begitu kaya. Berbagai jenis ikan, coral warna-warni dan nudibranch hidup disini. Bahkan saking bagusnya, banyak diver dari berbagai negara seperti Australia, Amerika, Jerman, New Zealand, dll menasbihkan alam bawah laut Alor adalah yang terindah kedua di dunia setelah kepulauan Karibia.

Diving di Alor

Diving di Alor

Ada puluhan spot diving yang tersebar disekitar Pulau Pura, Pulau Kepa, Pulau Buaya, Pulau Ternate, Pulau Dulolong, dan pulau-pulau kecil lainnya. Terdapat 18 spot diving yang sudah mendunia, namanya Baruna’s Dive Sites at Alor. Landscape bawah lautnya sudah pasti ciamik!! Yang paling unik dan menarik dari perairan sekitar Pulau Alor adalah daerah ini menjadi jalur migrasi dari paus, orca, lumba-lumba, penyu dan sunfish atau mola-mola pada bulan-bulan tertentu. Diving/snorkeling bersama spesies ini adalah impian bagi para divers. So, tunggu apa lagi? Jadikan Alor sebagai destinasi wisatamu selanjutnya.

Happy traveling!!

Cari hotel murah lewat Agoda. Best price guarantee!

Fahmi is a guest writer for Pergi Dulu. You can follow him on twitter @fahmianhar and read his blog at http://fahmianhar.wordpress.com/

4 Comments

Leave a Reply