Review Buku: Rasa Cinta

By January 2, 2013Books

“Mencecap Cerita di Setiap Rasa.” Begitulah tagline yang tertera di bawah judul buku kompilasi cerita hasil karya 7 penulis dari latar belakang yang berbeda dan selera yang berbeda. Rasa Cinta berisi kumpulan cerita yang dianalogikan dengan rasa. Berbagai makanan dan minuman yang pada dasarnya sangat sederhana diangkat menjadi kisah yang menggetarkan rasa, ada rasa senang, kecewa, rindu dan sedih.

Rasa Cinta

Rasa Cinta

Sama seperti menu lengkap yang biasanya ditawarkan di restoran, Rasa Cinta ini pun tersaji dalam 3 bagian yakni Appetizer, Main Course dan Dessert. Masing-masing bagian memiliki cerita-cerita pendek yang ditulis oleh ketujuh penulis tersebut. Gaya penulisan yang berbeda-beda membuat buku ini kaya rasa dan tidak membosankan. Ada yang puitis penuh makna, ada juga yang dengan bahasa sederhana namun mampu menyampaikan rasa yang tersirat.

Saya baru sempat membaca Rasa Cinta ini justru setelah datang ke acara #RasaCintakeBandung, dan dari acara tanya jawab di sana saya mendengar banyak komentar yang memuji ending tak terduga dari sebagian kisah yang ditulis. Dan memang benar, ending tak terduga membuat cerita-cerita di Rasa Cinta ini lebih kaya akan bumbu.

Hal yang agak membingungkan adalah karena buku ini ditulis oleh 7 penulis dengan tidak berurutan, namun sepertinya beberapa cerita sebetulnya bersambung, sehingga beberapa kali saya harus membolak-balik halaman untuk menemukan cerita yang saya baca sebelumnya. ‘Loh, tadi ada nama xxx juga disebut di cerita sebelumnya. Cerita yang mana ya? Apakah memang nyambung ceritanya?’ Tapi ya idenya bagus juga sih memecah-mecah cerita sehingga pembacanya harus bolak-balik halaman depan belakang….hehe. Kemudian mengenai cerita dengan rhyme, saya cukup kesulitan menemukan hubungan antar kata-kata yang digunakan sebagai rhyme terutama saat membaca dengan bersuara.

Rasa Cinta kumpul-kumpul Bandung

Rasa Cinta kumpul-kumpul Bandung

Overall, saya cukup kagum dengan kemampuan para penulis mengangkat hal-hal sederhana yang ditemui sehari-hari, yakni rasa yang tersimpan pada makanan & minuman, menjadi cerita yang penuh rasa. “Karena rasa mampu merekam cerita, dan setiap cerita mempunyai rasa.”

Silahkan cari Rasa Cinta di toko buku terdekat dan kalau punya twitter bisa follow keseharian mereka di: Ariev Rahman (@arievrahman), Roy Saputra (@saputraroy), Dwika Putra (@dwikaputra), Anita Prabowo (@ijotoska), Wandy Ghani (@popokman), Dewi Subrata (@dewisubrata) dan Lolita Lavietha (@tlvi).

Leave a Reply