Sehari di Bratislava (Day 21 #EuropeDulu)

By August 26, 2013Europe
Bagian dalam dari Blue Church

Salah satu kota yang tidak direncanakan dalam perjalanan kami adalah Bratislava. Alasannya adalah karena sebelumnya kami berencana ke Switzerland, namun karena kami disarankan untuk memasukkan Budapest dalam rute kami, akhirnya kami memutuskan untuk mampir sehari di Bratislava yang lokasi cukup dekat dengan Budapest. Sewaktu car sharing dari Berlin ke Praha, kami menumpang mobil pasangan yang asalnya dari Slovakia. Mereka bilang,“There’s nothing interesting in Bratislava, spending one day to see around is enough.”

Blue Church di Bratislava

Blue Church di Bratislava

Kenyataannya memang sesuai dengan ekspektasi, Bratislava yang merupakan ibukota Slovakia, pecahan dari Cekoslovakia ini memang kota yang kecil. Dari tempat kami didrop oleh bis yang cuma memakan waktu 45 menit dari Austria, kami cuma perlu jalan kaki 15 menit ke Patio hostel tempat kami menginap. Hostel dengan tarif 17.5 euro/bed ini cukup nyaman karena menyediakan fasilitas mesin cuci yang bisa digunakan secara gratis. Kebetulan kami mendapat kamar dorm yang ranjangnya bukan ranjang susun tapi 4 ranjang yang diletakkan berjejer.

Kamar di Patio Hostel

Kamar di Patio Hostel

Kalau mau lihat bangunan-bangunan yang menarik di Bratislava, yang paling menarik buat kami adalah Blue Church yang merupakan bangunan gereja berwarna biru muda cerah kombinasi putih. Sangat cantik dari luar, namun bagian dalamnya lebih cantik lagi. Tembok serta pilarnya juga berwarna biru muda cerah dipadukan dengan warna emas. Selain Blue Church ada juga St. Martin’s Cathedral dan Church of St. Clare yang berada di pusat kota tuanya. St. Michael’s Gate berdiri di suatu lorong kota tua yang ramai dengan turis karena banyak restoran dengan menu Slovakia dan toko-toko suvenir.

Bagian dalam dari Blue Church

Bagian dalam dari Blue Church

Di atas bukit ada Bratislava Castle, tidak semegah istana-istana lain yang kami lihat sebelumnya di negara-negara lain karena sepertinya sudah mengalami renovasi sehingga gaya bangunannya simple. Tapi dari area istana di atas bukit tersebut kita bisa dengan mudah melihat pemandangan kota Bratislava secara keseluruhan. Di pusat kotanya, ada Grassalkovich Palace, bangunan pemerintahan yang dijaga oleh 2 tentara di bagian dalamnya. Kalau tepat waktunya, bisa melihat pergantian penjaga yang walaupun sederhana namun cukup menarik untuk ditonton.

Change of guards di Bratislava

Change of guards di Bratislava

Harga makanan di Bratislava cukup murah sehingga kami menyempatkan untuk mencicipi makanan di cafe dan restoran. Cafe favorit kami adalah SHTOOR, cafe yang menyajikan homemade sandwich dengan isi daging kalkun, ayam, dan lain-lain. Porsi sandwichnya cukup besar, bisa untuk 2 orang. Kami sempat bingung karena menunya semua dalam bahasa lokal, namun setelah berusaha googling kata-kata dalam menu, waiternya datang dan menunjukkan kalau mereka punya menu versi bahasa Inggrisnya.

Sandwich besar di SHTOOR cafe

Sandwich besar di SHTOOR cafe

Overall, kami senang dengan kota Bratislava. Kotanya cukup kecil untuk dieksplor dengan berjalan kaki kesana kemari. Suasananya santai dan tidak terlalu dipadati turis.

Leave a Reply