Sehari di Venezia (Day 24 #EuropeDulu)

By October 3, 2013Europe
Gondola di Venezia

Kami datang ke Venezia sesudah perjalanan bis yang panjang. Bus trip itu mulai jam 1 siang di Budapest, lewat Wina jam 6 sore dan tiba di Venezia jam 03.30 pagi. Kami ngantuk banget. Rencananya, kami cuma mau 1 hari / 1 malam saja di Venezia, oleh karena itu kami harus langsung jalan-jalan keliling kota Venezia dan tidak bisa tidur dulu.

Grand Canal Venezia

Grand Canal Venezia

Hal yang bagus tentang datang di Venezia pagi-pagi adalah kami bisa menjelajah kota itu sebelum kebanyakan turis bangun dan waktu udara masih segar. Kesan pertama adalah Venezia cantik sekali dan memang layak mendapat pujian seperti yang banyak orang bicarakan.

Sesampainya di Venezia kami disambut oleh pemandangan Grand Canal yang menakjubkan. Lanjut menjelajahi kota, kami memilih untuk secara acak memasuki lorong-lorong kecil yang kadang berujung ke jalan buntu atau memasuki daerah rumah seseorang dan akhirnya kembali lagi ke kanal. Kami menyebrangi kanal lewat salah satu dari 4 jembatan yang menghubungkan kedua sisi kota.

Pemandangan Venezia dari jembatan utama

Pemandangan Venezia dari jembatan utama

Hari semakin siang dan kerumunan turis sudah mulai terlihat, namun masih banyak sisi-sisi kota yang tenang dimana terlihat gondola berseliweran di kanal-kanal kecil dan perahu-perahu mengantar bahan makanan ke toko-toko. Tadinya kami berencana menjelajahi kota sejauh mungkin, namun menjelang tengah hari kami merasa sangat capek karena cuacanya panas dan kami kurang tidur.

Gondola di Venezia

Gondola di Venezia

Kami berhenti di sebuah restoran yang menawarkan harga yang paling murah dibandingkan restoran-restoran lainnya. Harga 7 euro untuk sebuah pizza di Venezia bisa dibilang sangat murah, namun kualitasnya sangat jelek. Banyak pizza di Bandung yang lebih enak daripada pizza 7 euro di Venezia ini. Tapi kami tidak punya banyak pilihan karena banyak restoran yang memasang harga sangat tinggi di Venezia. Bahkan kami dengar ada turis yang dikenakan harga 100 euro untuk minum kopi!

Setelah makan siang, kami lanjut jalan lagi dan akhirnya mencapai titik terjauh di pulau tersebut yang kami sanggup jalani. Namun sayangnya, pemandangan Venezia di area ini tertutup oleh banyaknya kios-kios suvenir dan penjual tas tangan murah. Itu benar-benar mengecewakan. Dan juga di waktu tersebut kerumunan turis semakin padat sehingga kami sulit menikmati atmosfer kota tersebut.

Basilica di Venezia yang padat pengunjung

Basilica di Venezia yang padat pengunjung

Kami sempat menikmati beberapa alun-alun dan Basilica, namun selebihnya kami tidak terlalu banyak mengunjungi tempat-tempat atraksi wisata. Namun untuk menikmati Venezia memang hanya perlu jalan-jalan di lorong-lorong dan menyerap suasananya. Dan waktu yang paling baik untuk menikmati Venezia adalah di pagi hari sebelum kerumunan turis datang dan sedikit mengurangi kenyamanan jalan kaki keliling kota.

Menyusuri lorong-lorong di Venezia

Menyusuri lorong-lorong di Venezia

Kalau kamu mengunjungi Venezia bukan di musim panas, mungkin turisnya tidak terlalu padat dan kamu akan bisa lebih menikmati suasana kota tersebut. Kalau ternyata waktu kunjungannya di musim panas, usahakan untuk tiba di sana sekitar jam 8 pagi atau lebih pagi lebih baik. It’s fantastic!

Leave a Reply