Speedboat di Sungai Mekong: Bahaya atau tidak?

Driver speedboat di sungai Mekong sedang mengisi bahan bakar

Kalau beberapa waktu di pernah dibahas pengalaman gue naik slowboat yang isinya 50 kerbau. Kali ini pengalaman gue mengarungi sungai Mekong sudah makin bertambah. Akhirnya untuk yang kedua kalinya gue naik slowboat yang lebih manusiawi yakni yang mengangkut manusia dari Luang Prabang ke Pak Beng selama 9 jam, bahkan hampir 10 jam. Tapi selain slowboat yang merupakan moda transportasi umum di sungai Mekong, ada lagi speedboat di sungai Mekong yang sebenernya transportasi umum buat masyarakat lokal, tapi menjadi momok yang agak menyeramkan buat sebagian kalangan turis.

Bagaimana bentuk Speedboat di Sungai Mekong?

Jangan bayangkan bentuk speedboat yang kaya di film-film Hollywood atau speedboat dari Gili Trawangan ke Padang Bai. Yang dimaksud dengan speedboat di sungai Mekong ini cuma perahu kayu kecil berujung lancip yang bagian belakangnya dipasang mesin bertenaga besar. Kapasitasnya kalo dijejel mungkin bisa 10 orang. 1 baris sempit bisa diisi 2 orang, tapi kalo badannya besar ya siap-siap aja ga bisa berkutik selama perjalanan.

Special deal!
Kalau mau travel ke Laos, kami rekomendasikan Lonely Planet Laos. Buku ini harganya kira-kira Rp.300,000 di Indonesia, tapi kami punya special deals dengan the Book Depositorylebih murah dan ongkos kirim gratis!
Cek Harga

Kenapa speedboat ini terdengar menakutkan bagi sebagian turis? Karena sebagian besar buku panduan (termasuk ‘kitab suci’ para pelancong) menyarankan pembacanya untuk tidak memilih moda transportasi ini. Alasannya, resiko kecelakaan sangat tinggi dibandingkan dengan slowboat. Sepertinya pernah ada kecelakaan berkaitan dengan speedboat ini, tapi gue ga inget detailnya. Katanya sih, saking cepatnya kalau menabrak ranting atau batu langsung terpental semua isinya. Anyway, dengan dalih semua moda transportasi juga memiliki resiko kecelakaan, kami memutuskan untuk coba naik speedboat dari desa kecil bernama Pak Tha menuju Huay Xai. Kalau naik slowboat, minimal perjalanan ditempuh dalam 2 jam, kita lihat nanti berapa lama yang ditempuh dengan speedboat ini.

Ketika memutuskan menggunakan speedboat di Sungai Mekong

Hari itu hujan sejak jam 7 pagi. Kami berencana naik sampan dari Pak Tha menuju Luang Namtha. Info yang didapat kurang jelas. Mereka bilang sampan akan datang jam 8 pagi. Kami tanya jam berapa sampai Luang Namtha? Kebanyakan menjawab, perjalanan memakan waktu 2 hari dengan akomodasi di atas sampan tak beratap itu! Akhirnya kami pilih opsi lain, yakni naik speedboat ke Huay Xai, tarifnya cuma 40.000 kip untuk orang asing atau 30.000 untuk orang lokal (#diskriminasi). Hujan makin deras, dan sang driver speedboat dengan semangat menggiring kami menuju speedboat berwarna kuning kombinasi merah cerah. Dia memasukkan sejenis minyak ke dalam mesin, dan kami lihat ada sebuah tabung gas LPG yang terhubung ke mesin tersebut. *mulai ngeri*

Sampan jurusan Luang Namtha

Sampan jurusan Luang Namtha

Satu speedboat bersiap-siap, semua isinya orang lokal. Mereka sudah siap dengan jas hujan yang dikenakan masing-masing. Kami ga punya jas hujan, karena kami pikir kalau hujan ya tidak akan jalan ke mana-mana, tunggu hujan berhenti saja. ‘Can we wait?’, Adam tanya sang driver sambil tunjuk-tunjuk langit yang dengan semangat mencurahkan air. Sang driver pun dengan semangat menjawab, “No! We go now!” Waduh…muka kami kebingungan karena kami cuma pakai jaket yang tidak waterproof. Sang driver teriak-teriak ke seseorang yang akhirnya menawarkan jas hujan tipis. Terpaksa kita beli dengan harga 15.000 kip per buah.


Cara naik ke speedboat di sungai Mekong (yang jangan ditiru)

Ok, mari kita naik ke speedboat karena sang driver sudah tidak sabar. Adam sudah duduk manis di barisan paling depan. Giliran gue, gue bawa kantong kresek, dry bag & camera backpack-nya Adam. Di depan gue ada bagian depan speedboat yang lancip yang naik turun terombang ambing air sungai. Akhirnya gue lempar semua barang itu ke Adam, dan gue pun merangkak ke bagian depan speedboat. FYI, lebar bagian tengah speedboat itu cuma sekitar 80cm, di ujung depan cuma 50cm dan gue ga mau ambil resiko jalan sambil berdiri menuju tempat duduk gue kemudian kecemplung karena kepeleset dan diketawain orang-orang lokal. Ternyata waktu gue merangkak-rangkak itu gue denger suara cekikikan dari kerumunan orang-orang yang nontonin gue. Sialan!

Driver speedboat di sungai Mekong sedang mengisi bahan bakar

Driver speedboat di sungai Mekong sedang mengisi bahan bakar

Akhirnya sampe juga gue di sebelah Adam. Taruh kresek & dry bag di bawah kaki. Dan kami berdua terjepit di antara dua sisi perahu yang rendah, cuma 20cm. Sebenernya di speedboat itu ga ada tempat duduk yang ‘decent’ sih, kami duduk bersandar di kayu yang membatasi perahu jadi beberapa baris, dan di depan kayu pembatas itu ditaruh bantalan tipis untuk ganjal pantat. Jadi posisi duduk ya kaki dilipat di depan badan. Sedang mencoba membiasakan diri, tiba-tiba kami disodori helm dengan shield. Waktu dipakai, busanya sudah habis, jadi bantalannya keras. Beberapa detik setelah mengaitkan tali helm, perahu berangkat. *jreng jreng*

Perjalanan selama mengarungi sungai Mekong dengan speedboat

Awalnya waktu putar balik masih biasa saja. Kemudian gue mulai deg-degan. Setelah posisi perahu lurus, mulailah tenaga jetnya…….*wooooshhhhhh* Wuih, ternyata sensasinya seperti gabungan naik roller coaster dan meluncur di skating rink. Permukaan air terasa seperti permukaan es, dan speedboat kami meliuk-liuk dengan anggun (namun cepat) di atas permukaan tersebut. Gerakan miring sesedikit apapun sangat terasa goyangannya. Beberapa menit setelah diterpa angin dan air hujan yang masih semangat, hood jas hujan di bawah helm yang gue pakai tiba-tiba memutuskan untuk mencari udara segar. Dia berkolaborasi dengan angin kencang yang menerpa sehingga leher gue tercekik oleh plastik jas hujan yang berkibar-kibar. Nah, karena si plastik itu merosot dari dalam helm, terciptalah rongga antara kepala dengan helm sehingga sang helm pun dengan mudahnya terdorong oleh angin yang bertiup dari depan.


Akhirnya tangan kiri gue terpaksa menekan helm sepanjang perjalanan, supaya tidak tertiup angin dan menarik-narik leher. Tangan kanan ngapain dong? Tangan kanan pegangan sama kayu yang ada di depan cyin…..! Kalo ga pegangan rasanya ga PD. Emang berapa sih kecepatan speedboat itu? Denger-denger dari orang yang pernah ngukur kecepatannya sih sekitar 60-70 km/jam. Mungkin ga secepat kecepatan mobil-mobil di jalan tol Cipularang, tapi sensasi diterpa angin kencang (plus hujan deras) tanpa perlindungan apapun di sekitar kita itulah yang bikin deg-deg-serrr… Oh ya, helm itu fungsinya untuk melindungi muka (khususnya mata) dari angin, debu atau apapun yang terbang menuju kita. Kebayang kan kalo ada serpihan kayu atau serangga nabrak mata kita, lumayan tuh resikonya.

Naik speedboat di sungai Mekong jangan lupa pakai helm

Naik speedboat di sungai Mekong jangan lupa pakai helm

Ada kalanya perahu melambatkan kecepatan. Yakni saat ada perahu lain yang lewat dari arah berlawahan, khususnya perahu yang lebih besar karena mereka akan menciptakan gelombang besar yang cukup kuat untuk menghempaskan speedboat. Kemudian batu-batu dan ranting-ranting yang mencuat di sana-sini memang menjadi ancaman bagi speedboat yang lajunya cepat ini. Meleng sedikit saja bisa berakibat fatal. Makanya sepanjang perjalanan gue berdoa mudah-mudahan driver gue ini driver yang profesional & ga baru saja nenggak Lao-lao (whisky lokal yang sekali teguk bikin tenggorokan rasanya terbakar)

Perahu yang kami tumpangi cuma ngangkut kami berdua plus satu cewek Laos yang duduk di belakang kami. Sepanjang perjalanan kami berdua sibuk pegangin barang-barang yang tertiup angin kencang, pas mampir di suatu tempat buat ngambil titipan driver, eh gue denger si cewek Laos itu lagi ngobrol di telepon. Bah, gue mau ambil kamera dari dry bag aja takut terbang ketiup angin. This might be a lame excuse, tapi kami sama sekali ga punya dokumentasi selama perjalanan dikarenakan hujan yang ga berenti-berenti. Kami lebih takut kamera rusak kena basah. Jadi kami cuma punya foto ‘pra & post speedboat di sungai Mekong’.

Kesimpulannya, apakah speedboat di sungai Mekong ini berbahaya?

Sama seperti moda transportasi bis, kereta api, pesawat terbang bahkan slowboat, semuanya beresiko mengalami kecelakaan. Ikuti saja kata hati, toh ada pilihan tranportasi lain yang tersedia. Penumpang speedboat ini memang lebih banyak orang lokal karena mempersingkat waktu perjalanan, tapi kami juga melihat beberapa gelintir orang asing yang melesat dengan speedboat di sungai Mekong ini. Oh ya, berapa lama perjalanan yang harusnya ditempuh dengan slowboat selama 2 jam ini? Dengan speedboat hanya 30 menit saja. Aheeyyy!! *tapi basah kuyup*

Join the discussion 2 Comments

Leave a Reply