Traveling Bergantung Musim: Ya atau Tidak?

Traveling di musim hujan

Kami seringkali dapat pertanyaan “Kalau ke negara xxx paling enak bulan apa ya?”. Sejujurnya kami agak bingung jawab pertanyaan seperti itu karena kami jarang sekali mempertimbangkan musim sampai sedetil itu dalam menentukan rencana travel kami. Selain itu kadang juga musim datangnya tidak selalu tepat waktu, jadi tidak bisa diprediksi secara akurat. Tapi setidaknya kami tahu sedang musim apa di negara yang akan kami tuju supaya bisa ada sedikit persiapan, misalnya dari sisi pakaian supaya tidak saltum (= salah kostum).

Pemilihan musim juga biasanya tergantung preferensi masing-masing. Misal, kami lebih suka musim dingin di Australia karena kami berdua orangnya tidak suka cuaca panas. Sedangkan sebagian orang lebih suka musim panas karena suasananya lebih ceria dan menyenangkan. Beda negara beda pula tingkat keekstriman cuacanya. Kalau di Australia biasanya musim dinginnya tidak sedingin negara-negara di Eropa dan jarang turun salju. Jadi kalau mau cari salju, lebih baik sekalian ke Korea atau Jepang saja daripada harus ke ski resort di Australia.Siap tempur di musim dingin Australia

Untuk urusan Eropa, karena ada banyak negara yang tersebar cukup jauh, beda negara beda pula musimnya. Ada yang musim dinginnya bersalju tebal dan sangat dingin, ada yang malah menyenangkan karena udaranya sejuk tapi mataharinya bersinar cerah. Oleh karena itu pertanyaan “kalau ke Eropa enaknya bulan apa?” sangat sulit dijawab karena tergantung banyak faktor. Mau ke negara mana saja? Suka panas atau dingin?

Perkiraan musim yang meleset juga pernah kami alami di Srilanka. Saat itu berdasarkan riset dan teori, seharusnya sudah tidak musim hujan di bulan Desember. Apa daya selama 15 hari di sana hampir setiap hari kami diguyur hujan deras yang hampir non-stop seharian. Alhasil setelah desa yang kami kunjungi terjebak longsor akibat hujan deras, kami pun memutuskan untuk mempersingkat kunjungan kami di Srilanka dari yang asalnya 1 bulan jadi 2 minggu lebih saja.Musim hujan di Sri Lanka


Di sisi lain, saya pernah kedatangan tamu teman dari Belgia yang berencana mengunjungi Indonesia di bulan September. Dia bersikukuh kalau berdasarkan buku panduan Lonely Planet, seharusnya bulan September belum masuk musim hujan. Namun apa daya hujan datang lebih awal. Setelah beberapa hari kehujanan di Bandung dan kebanjiran di Bukit Lawang, dia berniat mempersingkat kunjungannya karena sudah muak dengan hujan. Untungnya saya bisa membujuk dia untuk tinggal lebih lama dan berkunjung ke Bali dan Lombok saja. Ternyata, di Bali dan Lombok memang belum musim hujan. Haduh…repot juga ya urusan travel yang bergantung musim ini.

Jadi, dari pengalaman kami, berikut ini beberapa tips traveling yang berhubungan dengan musim:

  1. Preferensi musim tergantung pribadi masing-masing.
  2. Hati-hati salah kostum.
  3. Kalau sudah masuk musim hujan, untuk traveling di Indonesia lebih enak kalau sudah booking akomodasi terlebih dahulu, bisa cek Wego untuk membanding-bandingkan harga.
  4. Lebih baik lebih daripada kurang, asal jangan berlebihan 😉 Misal: lebih baik kelebihan baju hangat daripada kedinginan pas musim dingin.
  5. Kalau ternyata prediksi musimnya meleset, just enjoy the show! It’s not the end the world. Alternatif terburuknya adalah pulang lebih cepat 🙂Oleh-oleh Thailand

Ada yang punya pengalaman menarik berhubungan dengan traveling dan musim? Apakah musim berpengaruh besar dalam memutuskan destinasi traveling kamu? Ayo share pengalaman serunya di kolom komentar donk. Nanti 3 cerita yang paling menarik akan kami kirimi oleh-oleh dari Thailand. Komen terakhir terhitung masuk tanggal 10 Januari 2016. Jangan lupa tinggalkan nama & akun twitter 🙂

 

Join the discussion 19 Comments

  • Ika Ardhya P says:

    Hai ???
    Mungkin pengalaman liburan aku g byk tp banyak yg meleset ttg perkiraan cuacanya. Efek booking tiket jauh2 hari ???
    Waktu Ke Singapura pertama kali kita udah prepare bawa payung+jas ujan tipis. Sebenerny buat klo kepanasan dan maen d USS. Tapi hr pertama dsana kita udah keujanan. Beruntung krn bawa payung. Esok hariny terik minta ampun. Berfungsi kembali lah c payung. Saat pulang pun kami dsambut oleh hujan.

    Lalu saat mau ke Bali di bulan mei. Perkiraan sih terik ya. Pagi2 sampai jam 1 siang masih kinclong eh menuju jam 3 saat ny terbang. Hujan gede banget sampe delay ampir 1 jam. Akhirny terbang lah begitu memasuki wilayah jawa timur dsana cerah ceria ? selama kami dsana tidak ada hujan sedikit pun.

    Saat liburan ke Yogyakarta. Hari pertama aman dr hujan. Esok hariny pagi2 sdh hujan. Dan tetep nekat meluncur k Candi Borobudur. Sampai dsana cerah. Begitu pulang saat ke Candi Perambanan. Kami hujan2 an dr Halte Transjogja menuju candi prambanan, tak jauh dr pintu masuk. Cuaca berubah cerah dan panas. Begitu juga saat kami pulang cerah.

    Hujan hal yg paling menyenangkan menurut saya karena sy tdk panas dan musim kemarau ?

    Hujan adalah rezeky ?

    Intiny klo bagi saya kita kudu fleksibel menghadapi perubahan cuaca.

    Cuaca bukan hal halangan utk ttp traveling ?

  • gori says:

    Malam Mbak,
    Pengalaman trip sy belum sebanyak kayak kalian nih, jadi ceritanya singkat aja ya, Alhamdulillah selama trip pantai atau dataran tinggi sy selalu sinkron sama cuaca, karna tadi itu prakiraan cuaca yg jd panutan hehehe. Misal Mei 2014 sy ke Bromo, musim panas tapi gak panas2 amat di Malang mah teteup aja dingin, Oktober 2014 sy ke Dieng, ini pun alhamdulillah, musim hujan belum turun sy masih dikasih lihat sunrise sikunir yg cucok, Desember 2014 sy ke Jogja, ini jg sesuai prediksi, pagi2 Jogja sudah hujan, siang terik, sore ke malam hujan maning, walaupun dipermainkan hujan sy tetep weh melipir kesana kemari ?. Mei 2015 sy ke Lombok Bali, ini pas pisan, bulan dimana cuaca di sana lagi enak2nya buat skoy2an, snorkelind dll heheheh.. Gak rame ya mbak, semuanya Alhamdulillah sesuai musimnya. Heuheueheu..
    Sekian dan terima hadiahnya, ?
    Xoxo,
    Gori
    @gorrrii

  • erwin says:

    waktu traveling di pulau seram,ketika mau eksplor tiba2 hujan turun jadi nggak bisa kemana2 cuma duduk2 di penginapan aja yg ada di pinggir teluk.Tapi,ketika hujan reda malah jadi males eksplor karena didepan penginapan muncul double pelangi ,jadi dinikmatin aja sambil ngeteh2 setelah pelangi menghilang muncullah sunset yang juga keren banget .Speechless deh hohoho

  • Jenny hu says:

    Haii kak susan… Liburan meleset dari perkiraan cuaca nih pengalaman saya bangeeet pas ke tokyo tahun ini, udah cek ricek web autumn leave bakal peak di akhir november dan harusnya dah ga musim hujan lagi, tapi kenyataannya karena efek el nino jadi mundur peaknya huhu, jadi masih banyak yang hijau, daun yang menguning pun banyak yang keburu rontok duluan karena masih hujan terus.

    Tambah lagi di akhir trip cuaca tiba-tiba drop dan kita kurang bawa baju hangat (tips #4 bener banget tuh) alhasil krn dingin dan hujan, tiap kali masuk gedung yang ada heater serasa di surga ???

    Tapi error-error kayak gini sebenarnya yang bikin berkesan, ah jadi kangen cuaca jepang yg bikin dingin menggigil lagi ?
    Jenny (@jnnyhu)

  • Ikutan ya mbak Susan… iseng-iseng berhadiah.
    Liburan yang agak terganggu karena salah musim adalah liburan saya dan suami tahun lalu. Berhubung saya dan suami baru bisa dapat cuti di bukan November, kami merencanakan ke Bangkok,Thailand. Alasannya waktu itu sekalian suami dapat tugas kantor ke Bangkok. Sayang sudah sampai Bangkok gak mampir ke Phuket dong.
    Akhirnya berangkatlah kami ke Phuket dan bermaksud snorkeling ke pantai-pantai terkenal di Phuket. Tapi sayangnya saat di tengah laut mau snorkeling, hujan gerimis dengan langit yang cukup berawan membuat kami tidak bisa berlama-lama di sana. Visibility di dalam lautnya juga kurang bagus.
    Salahnya siy, ke pantai pas musim hujan, gak cek cuaca dulu sebelum beli tiket. Pelajaran banget lah buat kami. Manusia memang bisa berencana tapi musim adalah kehendak yang Kuasa. Tapi tetep gak boleh bete dong. Semua harus dinikmati jadilah kami berkeliling Phuket berpayungan melihat ombak yang cukup besar dari pinggir jalan.
    rini (@wahyuekaarini)

  • febifbaii says:

    Hai kak, aku mau cerita pengalaman ke Phuket bulan agustus kemarin. Aku sama temen temen emang udah prepare baju baju yg khusus untuk di pantai karna kita mikir disana pasti cuacanya bagus karna masih bulan agustus belum masuk musim hujan. Hari pertama kita nyampe disana hari udah sore sekitar jam 4 cuaca di phuket mendung dan sedikit gerimis. Setelah check in hotel dan masukin barang kita udah bersiap lagi ke pantai di patong utk liat liat sunset, tetapi masih mendung dan gerimis. Kita tetep aja deh foto foto di pinggir pantai sampai magrib dan sedikit kecewa karna nggak dapet sunsetnya :)) hari kedua disana kita ikut tour ke phiphi island naik cruise berangkatnya pagi jam 9. Waktu kita naik ke lantai paling atas cruise mataharinya udah nunjukin gak nyantai banget saking cerahnya. Wah pertanda bagus nih kayaknya mengobati kekecewaan batal liat sunset kmarin hihi bule bule udah pada bejemur di atas cruise. Setengah perjalanan menuju phiphi, di tengah laut tiba tiba ada ombak besar beserta kumpulan awan gelap, dan nggak lama turun hujan :)) semua penumpang yg di atas cruise berebut untuk segera turun tanggan menuju ke deck kapal yg bawah supaya gak kebasahan. Akhirnya sampai deh kita di phiphi dgn di sambut gerimis yg agak deras 🙁 perjalanan pulang lagi ke phuket, cuaca sudah mulai agak cerah sampai pada sekitar 30 menit kapal berjalan ombak dan hujan badai disertai petir menambah cobaan kami di tengah laut lepas :(( aku sama temen temen cuma bisa berdoa karna sama sekali belum pernah ngalamin kejadian kena badai di tengah laut :)) dan alhamdulillah sampai dengan selamat di phuket. Hari terakhir kami di patong setelah selesai check out hotel jam 12 siang kami rencana untuk menitip koper di recepsionis dan mencari makan di sekitar hotel. Namun yg kami dapati hujan diluar sangat deras sehingga kami cuma bisa menunggu di lobby hotel sampai hujan reda. Sedikit kecewa sih udah buat plan liburan dari jauh jauh hari tapi pas kesana malah hujan terus terusan hehe
    twitter: @febifbaii

  • panji says:

    untuk waktu liburan, saya sih gak begitu mempersoalkan musim ya. mau musim hujan atau kemarau (di Indonesia) tidak masalah, asalkan pas musim libur semester aja. hehe (maklum, masih pelajar).
    sedikit cerita nih, pernah waktu liburan ke Bali di bulan Agustus yang memang sedang melimpah sinar matahari nya. selama 1 minggu lebih di Bali, nikmat banget untuk menikmati perjalanannya. Apalagi utk jalan2 ke pantai-pantai di Bali, puas lah yaa utk melirik2 yg sedang sunbathing. hehe. selama hampir 1 minggu itu pula selalu dapat menikmati sunset yang begitu cerah dan indah (salah satu spesialnya Bali, matahari terbenam).
    Tetapi, walaupun bulan Agustus, tak selamanya seharian selalu bermandikan sinar matahari yang cerah. seringnya, pada pagi hari sedikit mendung dan gerimis. waktu itu saya sampai ke sanur utk mengejar sunrise 2 kali, dan hasilnya hujan gerimis dan mendung, alhasil matahari masih malu2 utk menunjukkan kecantikannya. tapi apakah dengan gagal sunrise, hari itu akan gagal liburan? tentu saja tidak. hari masih panjang dan tentu saja masih ada sunset yang (mudah2an) cantik.
    Di Bali sekalipun, yang notabene masih satu pulau kecil aja, beda lokasi kadang beda cuaca. kebetulan saya menginap di denpasar. hari itu rencana mau ke bedugul. pakai motor lah kita kesana. dari dps cuaca masih aman2 saja, cerah. tetapi sampai bedugul, cuaca berkabut dan gerimis. dingin banget rasanya, hujan di daerah bedugul.dan yang paling nikmat afalah menikmati kopi dan mie instan.hehe. lalu saya turun menuju pantai tanah lot, sampai disana cuaca cerah dan Alhamdulillah, dapat menikmati sunset dengan siluet pura tanah lot yang terkenal itu.

    jadi ya, liburan sebenernya todak harus selalu bergantung pada musim. cuaca bisa berubah sewaktu-waktu. yang harus disiapkan adalah hati yang memang tujuannya untuk liburan bukan untuk mengutuki keadaan.
    salam

    panji (@panjipradja)

  • Buat saya dan suami, musim hujan atau musim kemarau gak jadi patokan, Mba. Musim lagi ada duit dan musim liburan malah yang selalu kami jadikan preferensi hahaha 😛 Seenggaknya pas liburannya kehujanan mulu ya pindah ke tempat lain, gitu aja gampang. Gampang kalo ada duitnya sih.

    Pernah ke pegunungan di Garut tiga hari, Samarang nama daerahnya. Eala hujan terus 😀 Tapi bukan berarti gak bisa jalan-jalan, tapi saya dan suami tipe yang seneng hujan-hujanan. Jadi selama gak deras-deras amat ya saya dan suami rela kehujanan. Kalo hujannya lebat, kami berteduh.

    Agak bermasalah sih dengan musim kemarau. Soalnya kami orang gunung, meleleh kalo di tempat yang dataran rendah gitu. Kalo aktivitas di luar ruangan sih gak masalah lah masih bisa kami hadapi panasnya, tapi kalo di dalem ruangan mutlak butuh AC atau kipas angin 😀 kalo gak ada, saya suka bawa kipas portable sendiri.

    Musim liburan justru musim yang sering kami hindari untuk traveling. High season sih soalnya, males rebutan kamar hotel dengan tamu lain. Ke tempat wisata pun jadi penuh orang.

    Selain dua musim itu saya belum pernah merasakan euy, baru traveling di negara sendiri aja soalnya 😀

    Musim hujan atau musim kemarau, gak ngaruh untuk kami berdua. Yang penting duit siap dan bukan musim liburan, kami siap traveling!

  • lupaaa, ketinggalan twitter: @bandungdiary 😀

  • wah kalo saya traveling lebih tergantung tiket promo yang didapat hehehe.. Kalo cuaca selama perginya masih di kawasan Asean sih biasanya travelingnya ngga bergantung musim karena umumnya cerah dan hujan sepanjang tahun, tapi kalo perginya ke negara yang punya 4 musim baru faktor cuaca jadi pertimbangan yang sangat penting supaya ngga salah kostum dan sudah menyiapkan perlengkapan yang dibutuhin.

  • Ayudea says:

    Mau ikutan share ah 🙂 Pernah sama mama jalan-jalan ke sg. Pas mau berangkat dr hotel emang udah agak mendung, “Mama bawa payung dan jaket capuchon ah. Pinjem sepatu boots kamu yaa”. “Ga ujan deh, mendung bentar doang ini”, aku pede bilang gitu sambil catokan rambut.

    Pas mau naik MRT arah ke Merlion, kita berdua selfie, rambut dan senyum mengembang sempurna. Pas sampe tempat tujuan? Jalanan basah! Hasil foto di depan Merlion? Rambut udah…udahlahya kempes awut-awutan. Hahaha. Sementara mama tetep kece foto ala ala liburan winter. Ehe

  • dita says:

    Kalau saya pernah ke Bangka saat hujan suka-suka turun , kita pergi ke Bangka bareng om yang baru nikah rencananya mau lihat pantai Bangka yang tersohor akan keindahannya. Sayang hujan turun, di pantai hujan air berubah coklat ombak lumayan gede. Jadi kasihan om saya dan istrinya harapan menikmati pantai yang bagus jadi lihat pantai yang airnya keruh. Tapi kemarin waktu kemarau panjang di Bangka, WOW airnya biru persis kayak di foto-foto di Google. Memang rezeki itu kadang ngak jauh-jauh.

  • Travelling berpengaruh banget dgn musim , saya pernah travelling ke Bukit Tinggi, Padang pertengahan 2015 berhubungan Indonesia musim panas nya agak panjang di thaun 2015 kemarin (menurut saya) jadi saya melakukan perjalanan via darat alias pakai mobil. Senang dong karena nggak bakalan hujan (sok pede) karena pasti bisa menikmati setiap daerah yang dilalui. Nah tiba di jalur yang berkelok-kelok menuju Bukit Tinggi tiba-tiba hujan begitu deras nya saya dan teman2 mulai panik apalagi sempat terjadi longsor , syukurnya kami semua bisa melewati kejadian itu semua. Bagi saya meskipun musim nggak bisa diprediksi kalau udh niat travelling ya lanjut saja jangan terlalu khawatir nanti ini dan itu karena kalau terlalu banayk pertimbangan yg ada travelling jadi basi.

    Syafiatuddiniah
    Twitter: @tuty_utut

  • jojo says:

    Kalau buat saya pribadi musim tidak pernah mempengaruhi keinginan saya untuk travelling, kehadiran tiket promo dan bisa tidaknya cuti lah faktor utama bisa tidaknya travelling.
    Langkah awal yang saya lakukan adalah menentukan waktu waktu yang mungkin saya bisa travelling, selanjutnya berburu tiket promo, kalau tiket sudah dalam genggaman baru cari info di negara tujuan sedang musim apa terkait persiapan jenis pakaian yang dibawa.
    Yang jelas apapun musimnya buat saya the show must go on yang penting tiket murah dan bisa cuti 🙂
    Untuk beberapa hal yang selalu saya bawa pada saat travelling adalah payung lipat kecil, saos&kecap sachet, dan tissue basah. Payung isa dipakai baik panas maupun hujan. Saos dan kecap saya gunakan untuk menambah selera makan mengingat masakan luar kadang pelit bumbu. Kenapa sachet?karena saya tidak menggunakan bagasi, jadi agar lebih mudah bawa yang sachet. Tissue basah saya gunakan untuk sesi toilet mengingat saya biasa bersih bersih menggunakan air sementara toilet di luar kebanyakan toilet kering jadi kehadiran si tissue basah sangat berguna.
    Jadi apapun musimnya tidak berpengaruh buat saya hehe..

  • Rini Setyo Witiastuti says:

    Buat saya, musim diintip prediksinya hanya sekedar..pengin sedia payung sebelum hujan..hehehe..cuma karena sayanya suka lupa..dah dilist..dah ditaruh depan mata..teteup aja g kebawa..pas ke Hong Kong..Oktober lalu..ngintip di media katanya suka datang hujan yg tiba2..tapi cm sebentar..y udah payung dah disiapin..dan endingnya g kebawa..sampe sana emang lagi nasib..topannya datang skala 3..ya udah..beli payung lagi..hujan2 terus..dan..g bawa jaket..komplitt..Alhamdulillah..dikasih rejeki sehat..so..simpulannya prediksi musim emang perlu diliat..siapin plan A.. plus plan B…hehehe..biar jalan2 teteup lancar…

  • Rini Setyo Witiastuti says:

    Tuuu kan..Lupa..ketinggalan twitter
    @RiniSWitiastuti

    ??

  • novita says:

    Kalo aku traveling sesuai tiket promo ja kak 😀
    Maren sempet ke green canyon itu pun mendadak krn baru ngeh long weekend, kata org2 sih ke gc klo pas musim ujan airnya ga ijo toska gitu,tp smp sana walau ga ijo toska mayan masi ada ijo2nya 😀
    Intinya sih traveling ga harus sesuai musim tp sesuai promo maskapai yeaaaay
    @gietatu

  • Susan says:

    Selamat kepada @wahyuekaarini, @panjipradja & @bandungdiary. Kalian akan dikirimkan oleh-oleh dari Thailand. Tolong kirim nama lengkap, alamat & nomor telepon ke email susan@pergidulu.com untuk pengiriman hadiahnya.

    Kepada semua yang sudah berpartisipasi sharing pengalaman traveling bergantung musim, terima kasih banyak! Dan semoga ke depannya ga kena PHP dari musim yang meleset lagi ya 🙂

  • Dandy Siswandy says:

    bener tergantung perginya mau kemana ? kalo misalkan mau ke gunung dimusim hujan gimana ? kalo ingin tetap berangkat tentu persiapan harus lebih matang dan lebih baik jika kita tahu cuacanya. ya kan ?

Leave a Reply