Uluru, Ayers Rock: Tempat Sakral suku Aborigin, Australia

Sunset di Uluru

Pernah lihat pemandangan batu besar berwarna merah berlatarkan padang gurun dan langit biru di kartu pos khas Australia? Gunung batu tersebut namanya Uluru dalam bahasa asli Aborigin atau juga dikenal dengan nama Ayers Rock. Uluru letaknya hampir di tengah-tengah benua Australia, tepatnya di daerah Red Center, dimana tanahnya berwarna merah dan berupa padang yang luas tak berpenghuni. Adalah suku Anangu, suku asli Aborigin yang disebut-sebut sebagai pemilik gunung batu itu. Bagi mereka, Ayers Rock merupakan tempat yang sakral dan dipercaya memiliki kekuatan spiritual yang masih ada sampai sekarang.

Uluru - salah satu ikon Australia

Uluru – salah satu ikon Australia

Walaupun terlihat hanya seperti sebuah batu raksasa di tengah padang rumput, Uluru ini memiliki ukuran yang sangat besar. Tingginya sekitar 348 meter, panjang dari ujung ke ujung 3.6 km dan kelilingnya 9.4 kilometer. Uluru bukan hanya batu besar yang hanya difoto dari kejauhan (karena bila terlalu dekat tidak akan terlihat bentuk batunya, malah terlihat seperti tembok/tebing), namun bisa juga dijelajahi lebih dekat.

Uluru itu besar

Uluru itu besar

Uluru dari sudut ini permukaannya tidak mulus

Uluru dari sudut ini permukaannya tidak mulus

Uluru dilihat dari sisi terpendek

Uluru dilihat dari sisi terpendek

Special deal!
Kalau mau travel ke Australia, kami rekomendasikan Lonely Planet Australia. Buku ini harganya kira-kira Rp.400,000 di Indonesia, tapi kami punya special deals dengan the Book Depositorylebih murah dan ongkos kirim gratis!
Cek Harga

Untuk memasuki Uluru / Ayers Rock yang berada di wilayah Uluru-KataTjuta National Park ini pengunjung harus membayar 25 AUD untuk akses masuk selama 3 hari. Tidak ada akomodasi di wilayah taman nasional, jadi pengunjung harus keluar masuk jika ingin menjelajahi taman nasional itu.

Ada beberapa pilihan untuk mengenal Uluru Ayers Rock, situs sakral suku Aborigin ini:


  • Uluru Base Walk: Rutenya berupa loop sepanjang 10.6 km, bisa ditempuh dalam waktu 3.5 jam. Jalurnya sangat mudah dan bisa dilalui oleh kursi roda karena permukaan tanahnya datar. Dengan menjalani rute ini berarti sudah mengelilingi Uluru secara total dan bisa melihat kehidupan alam liar di sekitar gunung serta seluruh sisi Uluru.
  • Mala Walk: 2 km pulang pergi, 1.5 jam. Dimulai dari titik parkir Mala, rute ini menuju ke Kantju Gorge yang merupakan tebing curam yang menjulang tinggi. Bekas aliran air yang mulai menghitam akibat lumut terlihat di dinding batu tersebut, dan tergantung musimnya, kadang kolam di bawah tebing itu penuh terisi air hujan. Di perjalanan menuju Kantju Gorge ada beberapa lokasi dimana terdapat handpainting suku asli Aborigin di dinding-dinding gua.
  • Lungkata Walk: 4 km pulang pergi dari titik parkir Mala ataupun Kuniya, 1.5 jam. Di jalur ini ada titik pendakian jika ingin mendaki Uluru sampai puncak.
  • Kuniya Walk: 1 km pulang pergi dari titik parkir Kuniya, 45 menit. Jalur ini menuju ke sumur dan gua yang juga memiliki ‘rock art’.
Mala Carpark - salah satu tempat parkir di Uluru

Mala Carpark – salah satu tempat parkir di Uluru

Kolam air alami di Uluru

Kolam air alami di Uluru

Salah satu formasi batu unik di Uluru

Salah satu formasi batu unik di Uluru

Gua dengan rock art handpainting suku Aborigin

Gua dengan rock art handpainting suku Aborigin

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Uluru Walk ini:

  • tergantung waktu yang Anda miliki dan tingkat kesehatan, Anda bisa memilih untuk fokus 1-2 rute, atau memilih untuk mengelilingi seluruh dasar gunung. Jalur berjalan sebenarnya sangat mudah dan rata, namun kadang di musim panas cuacanya akan sangat panas sehingga sangat menguras energi.
  • di musim panas disarankan trekking dimulai pagi hari sehingga jam 11 siang sudah selesai.
  • disarankan minum air putih minimal 1 liter setiap jam untuk mencegah dehidrasi
Titik istirahat - ada kotak P3K dan radio

Titik istirahat – ada kotak P3K dan radio

  • di sekeliling base walk ada daerah-daerah dimana pengunjung tidak boleh mengambil gambar karena lokasi tersebut dianggap sakral. Hormati dan patuhi larangan tersebut.
  • karena ini merupakan lokasi sakral bagi suku Anangu, sangat diharapkan agar pengunjung tidak mendaki gunung tersebut (karena itu harapan dari mereka). Sebenarnya ada jalur yang bisa digunakan jika mau mendaki ke puncak Uluru, namun sangat curam. Beberapa orang yang pernah naik juga memberikan kesaksian bahwa jalur tersebut berbahaya karena kondisi di atas cukup berangin dan sangat terjal sehingga orang mudah sekali kehilangan keseimbangan dan jatuh. Di bagian bawah jalur pendakian terdapat beberapa plakat logam bertuliskan nama-nama orang yang meninggal akibat mendaki Uluru. Sejauh ini tercatat 36 orang meninggal saat mendaki Uluru, ada yang jatuh ada juga yang terkena serangan jantung, dll.
Jalur untuk mendaki Uluru

Jalur untuk mendaki Uluru

Plakat dengan nama-nama orang yang meninggal saat mendaki Uluru

Plakat dengan nama-nama orang yang meninggal saat mendaki Uluru

Jalur pendakian memang kadang ditutup, entah apa alasannya kadang jalur dibuka dan ada saja orang-orang yang mencoba naik ke puncak. Apapun alasannya, sebaiknya kita sebagai pengunjung menghormati kepercayaan orang lokal dengan tidak mendaki Uluru. Tetua dari suku Anangu berkata, “You shouldn’t climb Uluru. It’s a sacred place.”

Sunrise di Uluru

Sunrise di Uluru

Sunset di Uluru

Sunset di Uluru

Informasi lebih lengkap

http://www.environment.gov.au/parks/uluru/
Budget travelling ke Australia

QUIZ TIME!

Ada 1 buah kartu pos bergambar Uluru yang akan dikirim dari Australia nih. Yang mau ikutan tinggal jawab pertanyaan: “Apa yang akan kamu lakukan begitu kamu sampai di Uluru?” 1 jawaban yang kreatif dan unik akan memenangkan kartu pos Uluru. Jawaban ditunggu sampai jam 12 malam WIB hari ini (2 Feb 2014). Jangan lupa cantumkan nama akun twitter supaya mudah dihubungi. Selamat menjawab!

Join the discussion 14 Comments

  • Erinintyani Shabrina says:

    Bengong dulu yg jelas trus mikir “wew ini kok merah semua yah” trus foto” backgroundnya batu” yg bntuknya unik. Habis itu pengin ngobrol sama suku Anangu krn informasi lokal lebih brharga drpd tur guide profesional skali pun 😉
    @NintyaSR

  • First thing I do is wondering. Wondering the beautiful Ayers Rock. Then enjoying the sunrise and sunset and take a picture. Trekking around the rock. Maybe try to be in resort there. I heard there is some cool ways to enjoying Ayers Rock, with riding a camel and hot air balloon. It will be awesome! 🙂
    @zaynalfahmi

  • Bella Aprilyana says:

    kalo boleh teriak disana aku mau teriak dulu..”akhirnya sampai di uluru~~~~~~~” trus abis itu foto” dg backgroundnya uluru, keliling muter” pasti.. kalo bisa mau pakai pernak pernik kayak gelang atau ikatan kepala khas suku anangu (kalau ada).. ga lupa interaksi sm suku anangu atau penduduk lokal yang bisa di percaya buat ngejelasin seluk beluk uluru.. 😀 maunya sih juga nginep disana, seandainya gaada akomodasi, kalo oleh pake tenda yaa gapapa, mau liat sunrise dan sunset disana juga 😀
    twitter: @bellaaprily

  • Budi Triono says:

    Sampe langsung buka baju, mandi di kolam alaminya, puas main air terus keliling, cape keliling gelar sleeping bag deh digoa nya.. *kalo boleh itu juga
    @buditriono29

  • kalo saya,saya bakal ngeliat sunrise dan mengabadikannya.terus keliling batu besar uluru pake motor kesayangan saya hehehe.Abis puas keliling,terus siap-siap buat pendakian :D.Foto-foto dong pastinya di beberapa tempat disana.Kalo udah sampe di kolam air alami nya,nyebur deh…mandi.Dan terakhir saya pengen nge abadikan sunset nya dan nulis di batu uluru nama saya,itu pun semuanya saya lakuin kalo boleh..
    @savooki

  • nazaruddin ikhsan says:

    kalo sampai di uluru pengen joget oplosan dulu biar yang booming di indonesia dapat diketahui juga orang-orang austalia , lalu kalau boleh ingin ajak bule adu renang di kolam air uluru siapa yang tenggelam duluan dia yang kalah, memanfaatkan momen dengan sebaik-baiknya tapi juga tidak melupakan keselamatan

    @dubidam11

  • Kalau sampai di Uluru, saya mau foto di depannya sambil nunjukin kartu pos yang saya menangkan dari PergiDulu. Soalnya, saya percaya, kartu pos yang dikirim ke kita akan bisa membawa kita pergi ke asal kartu pos itu. Yeay!

  • Ratri says:

    Berhubung kondisi kesehatan saya yg di bawah rata2 (Hb cm 7) yg akan saya maksimalkan begitu sampai di Uluru adalah poto2 dg berbagai pose yg menunjukkan bahwa sy bs sampe ke Uluru trus diupload deh di sosmed jd temen2 tau bahwa saya sudah baik2 saja :p

  • meta ose says:

    Kalau saya, pertama akan meletakan segala barang yg tadidibawa, mendongak ke atas menghadap uluru, menghirup udara dan suasananya dalam2, supaya inget sampe mati. Saya akan mengelilingi dasar gunung tersebut, sambil meraba berbagai permukaannya agar countur gunung bisa diingat terus. Setelah selesai, Pergi agak menjauh dari uluru, sampai ditempat yang mana saya bisa memandang keseluruhan uluru. Duduk diam memandang uluru sampai matahari tenggelam.

    @metaosee

  • Lihin says:

    begitu saya sampai
    di Uluru, saya mungkin tidak langsung memandangi indahnya ciptaan Tuhan, Tapi sebelumnya saya minta obat penurun panas, secara perjalan dari kampung ke uluru kan jauh, fisik aku mudah drop kalau perjalanan jauh. ;-(. @Lihinzaki

  • cupah says:

    Kalo udah sampai di Uluru, siangnya mau muter-muter + foto dari semua sudut >,< terus malemnya aku cuma mau duduk diem sambil senderan di Uluru. Nungguin bintang-bintang yang pasti keliatan banyak banget karena engga ada yang menghalangi. Siapa tau ngeliat bintang jatuh, jadi sekalian make a wish :p . Pokoknya mau disitu sampe pagi. Yaaa.. lebih seru lagi sih kalo ada yang nemenin kesana, terus dipeluk sambil liat bintang deh.. Pasti romantis.. Hehe.. :')
    Doain bisa ke Uluru ya Mbak Sus & Mas Adam.. 😀
    @cupahul

  • Herman Trautmann says:

    Wish could be there to explore amazing Uluru and see my friend, Amarangga.

Leave a Reply