Pergi Dulu https://www.pergidulu.com Fri, 16 Jun 2017 04:47:52 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.8 https://cdn.pergidulu.com/wp-content/uploads/2016/04/cropped-PergiDulu-Icon-Square-e1461640268160-32x32.jpg Pergi Dulu https://www.pergidulu.com 32 32 Savannah in Woodlands: Cafe Homey di Lembang https://www.pergidulu.com/savannah-woodlands-cafe-lembang/ https://www.pergidulu.com/savannah-woodlands-cafe-lembang/#respond Fri, 16 Jun 2017 04:47:52 +0000 http://www.pergidulu.com/?p=15499 Sekilas tempat ini dari depan tampak seperti rumah biasa. Siapa yang menyangka kalau di dalamnya ada sebuah hotel dan cafe...

The post Savannah in Woodlands: Cafe Homey di Lembang appeared first on Pergi Dulu.

]]>
Sekilas tempat ini dari depan tampak seperti rumah biasa. Siapa yang menyangka kalau di dalamnya ada sebuah hotel dan cafe yang menyenangkan. Buat yang suka main-main ke Lembang, wajib banget tahu tempat ini. Hotelnya bernama Sandalwood Boutique Hotel dan sudah pernah kami review di sini.

Rupanya di bagian depan hotel ada cafe yang dibuka untuk umum, bukan cuma untuk tamu hotel saja. Cafenya diberi nama Savannah in Woodlands.Tampak Depan Savannah In WoodlandsBegitu masuk dari pintu depan, kita akan berada di area ruang tamu. Benar-benar seperti lagi bertamu ke rumah orang. Tempat duduknya ada yang berupa sofa panjang ada juga yang seperti meja makan panjang. Dindingnya dipenuhi dengan dekorasi ala rumahan. Beberapa berupa foto si pemilik dengan kudanya (konon pemilik tempat ini memang suka banget berkuda dan memiliki peternakan kuda – De’Ranch Lembang) dan ada juga lukisan lain.Savannah In Woodlands LembangDi satu sudut ada Grandpa’s clock — itu loh jam seperti lemari besar yang bandulnya berdentang nyaring di waktu-waktu tertentu. Beberapa rak tersebar di sana-sini dan diisi dengan pajangan-pajangan mungil. Ada yang berupa patung-patung kecil, banyak juga berupa perlengkapan makan seperti teko teh, cangkir, tempat bumbu dapur, dll. Yang menarik lagi, di ujung ruangan ada perapian dengan dinding bata merah, persis seperti rumah-rumah jadul ala Eropa. Pokoknya suasananya homey banget deh!Savannah In Woodlands Cafe Homey Di LembangKalau lebih suka nongkrong dengan suasana outdoor, Savannah in Woodlands ini juga ada beberapa tempat duduk di bagian belakang dengan pemandangan mengarah ke taman berumput hijau, kolam renang serta pohon-pohon pinus. Benar-benar cocok dengan nama cafenya yang bernuansa padang rumput hijau dan hutan.Cafe Savannah In Woodlands Di LembangSoal makanan ga usah khawatir karena tempat ini cocok baik untuk yang sekedar mau nongkrong santai ataupun makan berat. Berbagai cemilan seperti pisang goreng, roti bakar, lumpia goreng, kentang sosis siap menemani kongkow-kongkow kamu. Kopinya juga jangan dilewatkan karena mereka punya beragam minuman kopi.Pisang Goreng Di Savannah In Woodlands LembangUntuk makanan berat ada Western food dan Indonesian food. Kami suka banget dengan menu masakan Indonesianya karena meskipun jenisnya masakan tradisional seperti soto ayam, empal gentong, sop buntut dan rawon, tapi penyajiannya serta rasanya sangat berkelas. Khasnya di sini adalah mereka pakai nasi hijau sebagai untuk menggantikan nasi putih.Soto Ayam Di Savannah In WoodlandsSelain itu yang menarik di Savannah in Woodlands ini ada beberapa menu nasi rames yang sudah dipadupadan. Kami sempat coba nasi rames Kamani yang ternyata isinya adalah kombinasi nasi hijau, udang goreng cabe garam, oseng soun, perkedel kentang, kerupuk udang, lalap dan sambal. Rasanya enak banget!Nasi Rames KamaniJadi, tunggu apa lagi? Next time ke Lembang sehabis main ke De’Ranch jangan lupa mampir ke Savannah in Woodlands ini buat makan siang. Atau sekalian aja cobain nginap di Sandalwood Boutique Hotel-nya!

Savannah in Woodlands
Jalan Seskoau No.1, Lembang
(022) 2786104
savannahinwoodlands@gmail.com

Jam buka: setiap hari 10:00 – 22:00
Cemilan: ice cream vanilla Rp15.000, pisang goreng Rp15.000, tahu peletok Rp15.000

Makanan berat: nasi rames Kamani Rp75.000, soto ayam Rp45.000
Minuman: bandrek Rp15.000

 

The post Savannah in Woodlands: Cafe Homey di Lembang appeared first on Pergi Dulu.

]]>
https://www.pergidulu.com/savannah-woodlands-cafe-lembang/feed/ 0
Trang An: Lokasi Syuting Film Kong Skull Island di Ninh Binh, Vietnam https://www.pergidulu.com/trang-an-lokasi-syuting-film-kong-skull-island-di-ninh-binh-vietnam/ https://www.pergidulu.com/trang-an-lokasi-syuting-film-kong-skull-island-di-ninh-binh-vietnam/#respond Mon, 05 Jun 2017 03:04:37 +0000 https://www.pergidulu.com/?p=17463 Sudah nonton film Kong: Skull Island yang rilis awal tahun 2017 ini? Kalau biasanya sebagian besar film-film Hollywood lokasi syutingnya...

The post Trang An: Lokasi Syuting Film Kong Skull Island di Ninh Binh, Vietnam appeared first on Pergi Dulu.

]]>
Sudah nonton film Kong: Skull Island yang rilis awal tahun 2017 ini? Kalau biasanya sebagian besar film-film Hollywood lokasi syutingnya jauh dari Indonesia, kali ini gampang banget kalau mau mengunjungi beberapa lokasi syuting film Kong: Skull Island. Vietnam, negara tetangga kita yang masih sama-sama berlokasi di Asia Tenggara ketiban rejeki dengan digunakannya beberapa spot di negara tersebut untuk pembuatan film Kong ini.

Disebut rejeki karena sejak film Kong jadi banyak wisatawan yang mau mampir ke tempat-tempat syuting tersebut, apalagi lokasinya tidak terlalu sulit dijangkau dan terbuka untuk umum. Pertengahan bulan April 2017 lalu kami mendapatkan undangan media trip ke Vietnam dari VNAT (Vietnam National Administration of Tourism) dengan fokus untuk mengekspos lokasi-lokasi syuting film Kong di Vietnam. Salah satunya adalah Trang An Complex yang berada di Propinsi Ninh Binh.Trang An Complex Di Ninh Binh

Ada Apa di Trang An?

Trang An Complex merupakan suatu area di mana banyak terdapat bukit-bukit kapur menjulang tinggi serta gua-gua bawah tanah yang hanya bisa diakses melalui sungai. Buat yang sudah pernah ke Ha Long Bay pasti sudah terbayang pemandangan bukit-bukit hijau yang berjejer di sebuah area perairan luas. Nah….hampir mirip seperti itu, bedanya di Trang An ini lebih banyak daratan, oleh karena itu banyak yang menyebut Trang An sebagai “Ha Long Bay of the land”.

Meskipun bukit-bukit di Trang An terhubung dengan lahan-lahan subur yang ditumbuhi oleh lebatnya pepohonan, cara terbaik yang dijual oleh pihak pariwisata setempat adalah dengan menggunakan perahu kayuh. Ada ratusan perahu yang bersender di sekeliling pulau buatan di tengah area sungai yang dijadikan dermaga untuk boat tour di Trang An.Boat Tour Di Trang AnPerahunya terbuat dari besi ringan serta lapisan bambu untuk alas duduk dan pijakan kaki di bawah. Kapasitas maksimal penumpang 4 orang, ditambah 1 orang pengayuh yang duduk di paling belakang. Buat yang sudah pernah ke Tam Coc, boat tour ini mungkin terdengar serupa dengan yang di Tam Coc. Bedanya di Tam Coc mereka mengayuh perahu dengan kaki, di Trang An ini dengan tangan saja. Pemandangannya pun berbeda sih.

Begitu meninggalkan dermaga yang kadang hiruk-pihuk dengan puluhan bahkan ratusan turis yang datang dan pergi, kita akan mulai merasakan ketenangan dari Trang An Complex ini. Suara cicit burung terdengar menemani perahu yang melaju perlahan tapi pasti. Beberapa warga lokal terlihat hilir mudik menyeberangi sungai ke berbagai arah.Ha Long Bay Of The LandArea sungai yang tadinya lebar mulai terlihat menyempit. Terlihat tidak ada jalan lagi di depan selain bukit batu yang menjulang tinggi. Namun perahu tetap melaju ke arah batu tersebut hingga akhirnya baru saat dekat kami bisa melihat celah rendah antara permukaan sungai dengan bebatuan yang menggantung. Rupanya kami akan memasuki gua! Sang pengayuh perahu dengan sigap melakukan manuver belok kiri kanan tajam di dalam gua sungai bawah tanah yang sempit dan gelap tersebut.

Bebatuan menonjol di kiri kanan perahu bahkan di atas kepala kami. Namun para pengayuh perahu sudah hafal banget jalur mana yang harus diambil agar para penumpangnya tidak ada yang kejedot batu. (Walaupun tetap saja sih beberapa kali dia harus meneriakkan “Awas kepala!” agar para penumpang yang berbadan tinggi agak menunduk posisinya). Guanya tidak semuanya gelap gulita. Untuk gua yang panjang ada lampu-lampu kecil yang digantung di atasnya.Masuk Gua Bawah Tanah Di Trang AnDalam boat tour yang berdurasi sekitar 2 jam itu kami keluar masuk beberapa gua dan melewati beberapa bangunan pagoda, ada yang berada di tengah air, ada juga yang dibangun di sisi sungai. Meskipun terdengar lama, namun 2 jam ternyata tidak terasa lama karena pemandangan yang dilihat sangat beragam jadinya tidak membosankan.Keliling Trang An Naik Boat

Scene Film Kong mana yang berlokasi di Trang An?

Oh ini tidak sulit untuk dibayangkan karena kalau biasanya antara kenyataan dengan film itu terlihat jauh berbeda karena banyaknya efek visual yang digunakan, di Trang An ini masih ada beberapa properti syuting film Kong yang sengaja ditinggalkan!

Masih ingat desa suku pedalaman yang diceritakan di film Kong: Skull Island? Itu loh…yang katanya menganggap Kong sebagai raja mereka karena Kong sangat melindungi desa tersebut. Nah….di sebuah pulau kosong di Trang An Complex tersebutlah lokasi tribal village tersebut. Begitu perahu kami menepi, kami langsung disambut oleh orang-orang yang berpakaian seperti tribal people yang ada di film, lengkap dengan aksesoris, tata rambut dan coreng-moreng di wajah. Wah…totalitas banget!!Tribe People Di Skull IslandDi lokasi syuting tersebut masih ada banyak rumah-rumah bambu yang digambarkan sebagai perkampungan tribal di film Kong. Lengkap dengan prop perapian, sayuran kering yang dijemur, kandang ayam, hingga tampah beras. Pokoknya banyak banget deh spot yang bisa dipake untuk foto-foto di sana, bahkan foto bareng warga lokal yang berpakaian tribal juga boleh banget. Mereka justru senang-senang aja difoto ataupun diajak selfie bareng 😉

Belum selesai sampai sini, jalanlah terus sampai ke ujung perkampungan tersebut karena di sana ada prop syuting yang lebih dahsyat. Di pinggir sungai ada potongan sayap pesawat yang diceritakan kandas puluhan tahun sebelumnya.Prop Film Skull Di Trang AnDan yang paling keren, ada river boat yang dalam film digunakan untuk kabur dari Skull Island. Itu loh…perahu yang dibangun dari sisa-sisa pesawat yang kandas. River boat tersebut masih bersandar manis di pinggir sungai yang sekarang sih dibangun dermaga agar pengunjung bisa naik ke atasnya tanpa becek-becekan lewat tanah. Bisa lah dapet foto keceh di sana, kayak saya yang waktu itu difotoin sama Marischka Prudence yang sama-sama diundang sebagai perwakilan travel blogger dari Indonesia.Selfie With Marischka Prue

Cara ke Trang An dari Hanoi

Sekarang kalo udah tertarik pengen ke sana, terus gimana caranya pergi ke Trang An? Paling gampang tentunya lewat Hanoi (jangan lewat Ho Chi Minh City…..jauuuuuuhh bro!)

  • Day Tour dari Hanoi –>  ini adalah cara yang paling ga ribet karena tinggal bayar paket tur semuanya sudah diurus. Pergi pagi pulang sore. Harga paketnya bervariasi tergantung tour agent dan isi paketnya. Sebagai gambaran, harga day tour dari Hanoi ke Trang An sekitar 550.000 VND per orang dan sudah termasuk transportasi bis, lunch buffet dan boat tour di Trang An. Selain Trang An, destinasi lain yang dikunjungi adalah Pagoda Bai Dinh yang memang tidak jauh dari sana dan merupakan pagoda terbesar di Asia Tenggara. Untuk yang mau ke Skull Island tinggal rikues ke guide-nya karena boat tour katanya ada 2 rute: rute merah (Ancient Trang An) dan rute biru (New Trang An). Lokasi syuting film Kong Skull Island ini adanya di New Trang An.

Lokasi Syuting Film Kong Skull Island

  • Independen –> Untuk ke Trang An, kota terdekatnya adalah Ninh Binh. Dari Hanoi ada direct train 5 kali per hari. Opsi lain adalah naik bis dari Giap Bat (Southern) bus station di Hanoi. Baik kereta ataupun bis akan makan waktu sekitar 2 jam dari Hanoi. Dari stasiun kereta ataupun terminal bis di Ninh Binh harus naik taksi lagi ke Trang An. Nanti di kantor tiket Trang An bisa beli tiket untuk naik perahu. Saat ini harganya 200.000 VND per orang dan 1 perahu berkapasitas 4 orang (tidak termasuk pengayuhnya). Kalau sudah sampai Ninh Binh boleh juga stay 1-2 hari di sana karena ada beberapa tempat lain yang bisa dieksplor dan opsi penginapannya pun cukup banyak.

Trang An Ninh Binh Vietnam

Opsi penginapan di Ninh Binh:

Opsi penginapan di Hanoi:

Rekomendasi travel agent untuk day tour ke Trang An: Vietravel

River Boat Film Kong Di Trang AnJadi, sekarang sudah siap sowan ke rumahnya Kong? 😉

The post Trang An: Lokasi Syuting Film Kong Skull Island di Ninh Binh, Vietnam appeared first on Pergi Dulu.

]]>
https://www.pergidulu.com/trang-an-lokasi-syuting-film-kong-skull-island-di-ninh-binh-vietnam/feed/ 0
14 Cafe Kekinian di Bali: Instagrammable & Trendy https://www.pergidulu.com/14-cafe-kekinian-di-bali-instagrammable-trendy/ https://www.pergidulu.com/14-cafe-kekinian-di-bali-instagrammable-trendy/#respond Wed, 31 May 2017 03:50:12 +0000 https://www.pergidulu.com/?p=17524 Sepertinya sekarang Bali sudah jadi destinasi wisata yang sangat populer bukan cuma saat liburan panjang, tapi setiap hari. Beberapa titik...

The post 14 Cafe Kekinian di Bali: Instagrammable & Trendy appeared first on Pergi Dulu.

]]>
Sepertinya sekarang Bali sudah jadi destinasi wisata yang sangat populer bukan cuma saat liburan panjang, tapi setiap hari. Beberapa titik di Bali mengalami kemacetan hampir sepanjang hari saking banyaknya kendaraan yang lalu lalang. Pertambahan jumlah turis bukan cuma dari wisatawan mancanegara namun dari wisatawan domestik juga. Seiring dengan semakin ramainya pengunjung Pulau Dewata, tentunya semakin banyak pula cafe-cafe trendy di Bali.

Kami terakhir kali ke Bali bulan Desember 2016 lalu, dalam rangka kumpul-kumpul bersama keluarga yang datang dari Australia. Ketemu di tengah-tengah gitu ceritanya. Sebelum berangkat kami (terutama Adam sih) sudah semangat ngumpulin list tempat-tempat yang akan dikunjungi. Bukan tempat wisata, kebanyakan cafe atau coffee shop gitu. Maklum, udah lama ga ke Bali dan baca-baca dari sosmed ada banyak banget cafe kekinian yang menarik di Bali.

Berikut ini beberapa cafe kekinian di Bali yang sempat kami kunjungi:

Sisterfields

Bisa dibilang Sisterfield ini ada di peringkat atas daftar cafe kekinian di Bali. Meskipun desain interiornya simple minimalis, tapi ambience dari tempat ini bikin Sisterfields selalu menggoda untuk dijadikan tempat brunch, dinner atau sekedar ngopi-ngopi. Makanan dan kopinya tidak usah diragukan lagi. Karena itu Sisterfields hampir selalu ada waiting list, kecuali kamu datangnya pagi pas baru buka 😉Sisterfields Saat Ramai

Pison Coffee

Tergantung waktunya, kadang Pison Coffee bisa crowded banget, kadang bisa serasa milik sendiri. Banyak yang ke sini sambil bawa laptop juga karena bagian atasnya lumayan enak buat kerja sambil ngafe. Tapi buat makan berat juga bisa banget karena makanan & minumannya recommended.

Sea Circus

Meskipun bukan cafe baru tapi Sea Circus ini masih punya reputasi yang bagus yang sudah diraihnya selama 10 tahun ini. Makanan dan minuman yang disajikan sangat cocok dengan hawa-hawa pantai di Seminyak. Selain itu penampakan dari depannya seringkali bikin orang jadi pengen mampir atau sekedar foto di bench dengan latar belakang mural painting warna-warna cerah.Sea Circus Seminyak Bali

Ippolito Specialty Coffee

Dari namanya memang terkesan kalau ini tempat khusus untuk ngopi padahal di sini ada menu makanan yang menarik dan berbagai pilihan anggur. Atmosfer Ippolito pun bukan seperti coffee shop pada umumnya karena di sini ada kolam renang yang bisa dipakai gratis oleh tamu cafe!! Kalau malas basah-basahan, ada banyak spot yang instagrammable di cafe ini.

Crate Cafe

Jangan terkecoh dengan penampakannya yang polos dan terlihat seperti bangunan setengah jadi. Tembok semen halus, keramik putih dan rangka besi yang terekspos memang gaya yang dipilih untuk memberikan kesan trendy. Pilihan menunya cukup bervariasi, ada muesli, smoothie bowl, toast hingga omelette. Harganya cukup terjangkau.

Revolver Espresso

Pertama kali ke sini mungkin agak susah carinya karena lokasinya agak nyempil di dalam gang dan dari luar ga keliatan dalamnya seperti apa. Tapi begitu buka pintu kayu kecil bertuliskan “Revolver”, di dalamnya ada sebuah coffee shop sekaligus cafe karena selain kopi yang kualitasnya papan atas di Bali, di sini juga ada all-day breakfast.

Baby Revolver

Kalau merasa Revolver yang di dekat Seminyak Square terlalu ramai, bisa coba melipir ke Baby Revolver. Tempatnya memang mungil banget, tapi terasa lebih personal dan relaxing. Kualitas kopinnya sama dengan Revolver dan di sini juga bisa pesan makanan dengan menu yang sama (kemungkinan makanan dikirim dari Revolver yang lokasinya tidak terlalu jauh juga sih).Baby Revolver Espresso Bali

Nook

Awalnya cuma terlihat seperti sebuah warung sederhana di pinggir sawah. Siapa yang menyangka kalau beberapa tahun kemudian tempat ini jadi hits sehingga menambah bangunan di kiri kanannya. Di tengah suasana Bali yang semakin padat, memang Nook punya daya tarik tersendiri dengan pemandangan sawah yang saat ini sudah semakin berkurang.Pemandangan Sawah Dari Nook Umalas

Milk & Madu

Kalau lagi ada di daerah Canggu bolehlah mampir ke tempat ini. Bentuknya berupa bangunan pavilion besar bergaya Bali dengan kebun kecil yang bisa jadi tempat lari-larian bagi anak-anak. Sementara orang tuanya menikmati kopi dan Western breakfast seperti eggs benedict dan skillet eggs, anak-anak punya ruang gerak yang cukup luas dan masih terawasi.

The Fat Turtle

Berlokasi di Jalan Petitenget yang memang penuh dengan cafe-cafe bagus, The Fat Turtle ini nyempil dengan bangunan yang tidak terlalu besar tapi menawarkan atmosfer yang nyaman dan desain interior yang sangat instagrammable. Menu di sini merupakan perpaduan menu barat dan Indonesia, baik untuk makanan ataupun minumannya.Fat Turtle Seminyak Bali

Corner House

Ingin menikmati kopi enak dengan suasana yang santai? Corner House menyediakan kopi yang di-supply dari Revolver ditambah menu makanan yang cukup banyak pilihannya. Cafe ini memiliki penampakan yang modern dan ada area teduh di bagian luarnya.Corner House Seminyak

Grain Cafe

Kalau biasanya banyak cafe-cafe bagus di daerah Seminyak ke arah Canggu, Grain Cafe ini memberikan pilihan buat yang sedang berada di daerah Double Six. Mereka menawarkan kopi enak dan berbagai pilihan comfort food. Outfitnya menyenangkan dan ada area semi outdoor di lantai atasnya.Lantai Bawah Grain Cafe

Peloton Supershop

Belakangan ini mulai banyak bermunculan cafe-cafe di Bali yang menyambut para vegan, Peloton Supershop salah satunya. Dengan tema sepeda yang terpampang jelas dari dekorasi di tembok-temboknya, cafe ini menyajikan white coffee menggunakan almond milk atau soy milk. Untuk makanan, ada berbagai smoothie bowl yang memang sedang nge-trend.Bagian Dalam Peloton Supershop Canggu

Azul Beach Club

Dari namanya memang tempat ini merupakan beach club. Tapi dari pengalaman kami menikmati makanan, minuman dan leyeh-leyeh di pinggir infinity pool-nya, Azul Beach Club bisa banget dijadikan tempat ngafe bareng teman atau bahkan dinner spesial dengan keluarga. Bonus pemandangan tepat di bibir Pantai Kuta.Tiki Bar Azul BaliBukan cuma cafe-cafe trendy-nya yang semakin menjamur, opsi akomodasi di Bali juga semakin banyak mulai dari range yang paling budget sampai yang paling mewah. Kemarin ini kami juga sempat nyicip nginap di beberapa hotel seperti The Trans Resort dan Discovery Kartika Plaza yang ternyata cocok banget buat liburan bersama keluarga.Traveloka Promo Flight Dan HotelLiburan ke Bali kini jauh lebih mudah karena kita bisa pesan paket tiket pesawat dan hotel di Traveloka.

Kalau pesan tiket pesawat bareng dengan pesan hotel, bisa hemat lebih banyak dan prosesnya pun ga repot. Sekali pesan langsung deh beres rencana perjalanannya. Dulu sih kami juga masih suka go-show (baru cari akomodasi saat sudah sampai di tujuan), tapi sekarang dengan tersedianya banyak sekali pilihan akomodasi dan tawaran harga eksklusif dari Traveloka, kami pilih yang praktis aja deh.

Sudah siap ngubek cafe-cafe kekinian di Bali? 😉

The post 14 Cafe Kekinian di Bali: Instagrammable & Trendy appeared first on Pergi Dulu.

]]>
https://www.pergidulu.com/14-cafe-kekinian-di-bali-instagrammable-trendy/feed/ 0
Review: Fly Inn Hostel, Taichung, Taiwan https://www.pergidulu.com/fly-inn-hostel-taichung-taiwan/ https://www.pergidulu.com/fly-inn-hostel-taichung-taiwan/#respond Fri, 26 May 2017 03:16:48 +0000 https://www.pergidulu.com/?p=17084 Setelah pengalaman yang mengecewakan menggunakan AirBnB di Taipei City, kami mencoba opsi lain dengan memilih untuk menginap di hotel biasa...

The post Review: Fly Inn Hostel, Taichung, Taiwan appeared first on Pergi Dulu.

]]>
Setelah pengalaman yang mengecewakan menggunakan AirBnB di Taipei City, kami mencoba opsi lain dengan memilih untuk menginap di hotel biasa untuk trip kami di Taichung. Ternyata keputusan kami tidak salah karena Fly Inn Hostel yang kami inapi memiliki value for money yang bagus.

Karena biasanya kami lebih suka menginap di private room dibandingkan dorm, kami sudah tahu kalau harganya pasti akan lebih mahal dibandingkan akomodasi yang umumnya dipakai oleh para backpacker. Dan ternyata Taiwan tidak semurah negara-negara lainnya di Asia. Oleh karena itu kami sangat senang bisa menemukan kamar yang harganya di bawah US$30 per malam!Fasilitas Fly Inn Hostel TaichungBerjarak hanya sekitar 10 menit jalan kaki dari stasiun kereta api utama di Taichung, hotel ini memiliki lokasi yang bagus. Selain itu Fly Inn Hostel juga dekat banget dengan Taichung Park dan Yizhong Street Night Market. Tidak ada tanda di depan bangunan hostel dan dari depan sama sekali tidak terlihat seperti sebuah hostel. Kami tanya orang yang lewat di depan sana dan mereka dengan yakin menunjuk pada bangunan tersebut. Oh ya, jangan takut bertanya karena orang Taiwan sangat ramah dan helpful.
Saat itu (Maret 2017) Fly Inn Hostel terasa sangat baru! Fittings-nya bersih dan tidak ada yang rusak. Cat tembok masih terlihat fresh dan kamar mandinya pun mengkilat.
Fasilitas Fly Inn HostelFasilitas yang tersedia di kamar cukup lengkap: kamar mandi dalam dengan air panas, AC, kulkas, lemari baju, meja, kursi, 2 buah gelas, hairdryer, toiletries set, TV dengan channel internasional dan wifi yang cukup cepat. Bisa dibilang semua yang kamu butuhkan ada di sana. Setiap hari di depan kamar digantung sebuah kantung kain berisi toiletries set baru.Toiletries Set Baru Setiap HariKamarnya agak kecil sih, tapi tidak masalah karena cukup nyaman. Satu-satunya kekurangan yang kami rasakan adalah waktu itu suhunya sangat dingin di luar sedangkan di dalam kamar tidak ada pemanas. Tidak parah banget sih, tapi kurang ideal saja. Setelah lewat 1 malam, besoknya kami tanya apakah mereka punya heater dan staff-nya dengan sigap meminjamkan heater yang ada di lobby. Bawa saja ke kamar, katanya. Lumayan…meskipun heaternya kecil tapi bisa naikin suhu ruangan sedikit 😉Secara keseluruhan, menurut kami Fly Inn Hostel fantastik untuk harga yang ditawarkan. Selain merupakan salah satu hotel termurah yang kami temukan, Fly Inn Hostel juga cukup bagus. Biasanya murah dan bagus agak susah ditemukan bersama, tapi dua hal ini ada di Fly Inn Hostel. Coba deh nginap di sini kalau ke Taichung!

Fly Inn Hostel
No. 10, Lianwu Road, East District, 401 Taichung, Taiwan
+886 985 603 099
Double Room: Rp350.000

Cek Harga di Booking.com

The post Review: Fly Inn Hostel, Taichung, Taiwan appeared first on Pergi Dulu.

]]>
https://www.pergidulu.com/fly-inn-hostel-taichung-taiwan/feed/ 0
Cara Meyakinkan Orang Tua Agar Diijinkan Solo Female Traveling https://www.pergidulu.com/cara-meyakinkan-orang-tua-agar-diijinkan-solo-female-traveling/ https://www.pergidulu.com/cara-meyakinkan-orang-tua-agar-diijinkan-solo-female-traveling/#comments Mon, 22 May 2017 03:29:43 +0000 https://www.pergidulu.com/?p=17409 Topik yang satu ini sering banget ditanyain khususnya kepada cewek-cewek yang sering traveling sendirian. “Gimana cara dapet ijin dari orang...

The post Cara Meyakinkan Orang Tua Agar Diijinkan Solo Female Traveling appeared first on Pergi Dulu.

]]>
Topik yang satu ini sering banget ditanyain khususnya kepada cewek-cewek yang sering traveling sendirian. “Gimana cara dapet ijin dari orang tua?” “Koq dibolehin sama orang tua?” “Orang tua ga suka khawatir ya kalo traveling sendirian?” Memang sih urusan yang satu ini agak tricky, khususnya buat keluarga yang mungkin lebih strict terhadap anak perempuan.

Buat sahabat dan teman-teman saya yang kenal keluarga saya dari kecil, mungkin tidak akan menyangka kalau ujung-ujungnya saya jadi orang yang suka keluyuran dan jarang pulang ke rumah. Masih ingat betul saat almarhumah ibu marah besar ketika saya pulang ke rumah sore menjelang magrib padahal jam bubaran sekolah sudah lewat berjam-jam. Saya juga masih ingat pernah baca chinese horoscope yang mengatakan kalau shio ayam (ya…itu saya) orangnya suka keluyuran dan ga betah di rumah. Hebat…ternyata horoskopnya tepat! *clap hands*Naik unta di Gurun Sahara, MarokoSaya sendiri mulai terekspos jalan-jalan sejak ibu saya meninggal di tahun 2006. Itu pun awalnya jalan-jalan bersama almarhum bapak yang sebenarnya suka banget keluyuran 😉 Karena bapak suka jalan-jalan dan mungkin pada dasarnya kebanyakan bapak-bapak lebih cuek, ya saya lebih bebas kalau mau pergi-pergi. Mulai dari jalan bareng teman yang dikenal keluarga sampai jalan dengan teman yang random ketemu di jalan.

Sejak bapak meninggal tahun 2012, sudah tidak ada lagi keluarga inti di sekitar saya sehingga saya tidak perlu meminta ijin keluarga. Mungkin ada yang bilang situasi saya ‘menguntungkan’ buat yang suka jalan-jalan sehingga tidak perlu repot minta ijin. Karena saya kurang bisa ngasih tips berguna buat minta ijin orang tua untuk solo female traveling, saya tanya 10 teman solo female traveler untuk bagi tips dan pengalaman mereka. Silakan simak apa kata mereka tentang cara meyakinkan orang tua agar diijinkan solo female traveling!Cara Meyakinkan Orang Tua SFT

Apa kata Ina?

Gue mulai solo traveling setelah bekerja dan punya uang sendiri jadi secara usia sudah dewasa dan dianggap bisa menjaga diri. Tentu saja orang tua bisa mengijinkan solo traveling setelah melihat kalau selama ini gue bisa mandiri dan bertanggung jawab di rumah. Jadi intinya buktikan kepada orang tua kalau kita bisa mandiri dan bertanggung jawab dimulai dari rumah. Kalau nggak bisa beresin kamar atau cuci piring sendiri, rasanya wajar saja jika orang tua tidak yakin loe bakal survive jalan sendiri. Satu lagi tipsnya biar orang tua gampang kasih ijin traveling, jangan lupa belikan mereka oleh-oleh tiap kali pulang traveling, yah semacam sogokan gitu, hehehe.

Apa kata Bijo?

Buat mereka percaya kalo saya mampu menjaga diri sendiri selama traveling. Biasanya sebelum traveling saya memberikan salinan dokumen perjalanan dalam bentuk pdf atau hardcopy yang terdiri dari scanan tiket pesawat, bookingan hostel, itinerary perjalanan, dan daftar nomor telepon orang yang saya akan temui di jalan (kalo ada), kepada orang rumah supaya mereka bisa tau ke mana tujuan saya. Kalo nemu wi-fi saya biasanya akan langsung mengabari orang rumah.

Apa kata Akid?

Kasih tahu itinerary dan kasih gambaran kira-kira di sana kondisinya seperti apa. Jadi orang tua punya gambaran akan kayak gimana anaknya nanti. Plus dengan ngasih tahu rencana ini, orang tua tenang karena anaknya well prepared.

Apa kata Winny?

Karena dari kecil sudah terbiasa mandiri maka orang tua sudah mengetahui hobiku sehingga sudah diizinkan asalkan jelas tujuan dan mau kemana. Paling tidak jelas tinggal di mana. Bagi yang belum terbiasa, yakinkan orang tua tempat yang dikunjungi aman serta kamu bisa jalan-jalan sendiri. Yang belum terbiasa coba jalan-jalan di daerah sekitar misalnya trip sendiri ke Bali, ke Yogyakarta atau ke Belitong tanpa tour guide dan jika lulus maka bisa deh jalan-jalan sendiri.

Apa kata Kadek Arini?

  • Yang pertama, don’t let them know too much about the destination you would go, karena terkadang orang tua lebih mudah terprovokasi dengan berita yang muncul di media.
  • Yang kedua, tapi tetap beritahu orang tua rencana kalian, tempat yang akan didatangi,
  • Ketiga, selalu kasih kabar ke mereka, kalau bisa tiap hari, ada dimana atau sedang naik apa,
  • Keempat, yakinkan mereka kalau you’ll be fine, dan sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan. Kalau kamu sedikit-sedikit saja masih meminta orang tua untuk membantu menyelesaikan masalahmu, sangat impossible untuk kamu dapat izin. So it depends on how you deal with the problems in front of your parents too !

Solo Female Traveler Indonesia - Kadek

Apa kata Twelvi?

Mungkin karena aku udah hidup terpisah dari orang tua sejak 10 tahun yang lalu, orang tua dan keluarga udah tau aku bisa mandiri dan jaga diri. Jadi nggak pernah ada kesulitan ini sih selama ini. Tapi buat yang masih perlu ijin orangtua, yakinkan bahwa kalian udah urus semuanya sedetail mungkin. Kalo perlu, kirimin foto itinerary, tiket pesawat, bookingan hotel dan paspor kita. Dan selama traveling, sesekali tetap komunikasi dengan keluarga supaya mereka nggak kuatir dan lain kali jadi lebih percaya. 🙂

Apa kata Mariza?

Hehe. Cara aku sedikit ekstrim. Baru kasih tau ke keluarga pas sudah di airport. Sebenarnya bukan minta ijin, tapi minta doa restu. Gitu aja. Biasanya aku kasih tau mau ke mana aja dan pulangnya kapan. Orang tua kadang susah diyakinkan jika kita tidak bisa membuktikan kalau kita bisa. Ya ga? Hehe.

Apa kata Bulan?

Dengan nunjukin persiapan yang matang dan nggak membagi kekawatiran ke mereka. Saat persiapan kita baik, kita sudah lebih punya bayangan akan kondisi di tempat tujuan. This knowledge helps us feeling more secure. Like we know what we’re doing. Auranya kelihatan yakin. Nah orangtua biasanya jadi percaya kalau lihat anaknya sudah yakin dan paham sama apa yang akan dilakukan. Walaupun mungkin sebenarnya kebat-kebit, tapi jangan sampai ketahuan!! Hihi.

Juga, penuhi janji kalau sudah diucapkan. Janji kasih kabar kalau sudah sampai, penuhi. Janji kabarin paling enggak sehari sekali, penuhi. Jadi orang tua juga tenang tahu keadaan kita.

Apa kata Nuri?

Menjadi orang yang mandiri dan orang tua mengakui akan hal itu, dan yakinkan mereka bahwa kamu akan pulang dengan keadaan sehat, selamat dan utuh tanpa kekurangan suatu apapun.

Apa kata Famega?

Orang tua saya percaya sepenuhnya saya bisa menjaga diri, jadi saya tidak perlu izin. Tapi tentu saja saya selalu pamitan dan memberitahu rencana saya. Selama di perjalanan saya selalu memberikan kabar saya ada di mana dan sama siapa, lengkap dengan foto-foto agar orang tua tidak khawatir. Juga kalau ada apa-apa mereka tahu terakhir saya ada di mana.

Tuh kan….situasi perijinan dari orang tua ini berbeda-beda, ada yang gampang banget dapet ijin, ada yang baru bilang setelah di jalan dan ada yang mungkin agak sulit. Silakan diresapi tips dan trik dari kami, siapa tahu ada yang cocok diterapkan oleh kamu untuk dapat ijin solo female traveling. Ada yang biasanya melakukan tips/trik lain saat mau minta ijin jalan-jalan sendirian? Boleh dong di-share di kolom komen 😉

The post Cara Meyakinkan Orang Tua Agar Diijinkan Solo Female Traveling appeared first on Pergi Dulu.

]]>
https://www.pergidulu.com/cara-meyakinkan-orang-tua-agar-diijinkan-solo-female-traveling/feed/ 2
The Pier, Cathay Pacific Business Class Lounge di Hong Kong Airport https://www.pergidulu.com/pier-cathay-pacific-business-class-lounge-di-hong-kong-airport/ https://www.pergidulu.com/pier-cathay-pacific-business-class-lounge-di-hong-kong-airport/#respond Tue, 16 May 2017 03:29:43 +0000 https://www.pergidulu.com/?p=16935 Ada yang sudah pernah merasakan pengalaman Cathay Pacific Business Class Lounge di Hong Kong Airport? The Pier Business Class Lounge...

The post The Pier, Cathay Pacific Business Class Lounge di Hong Kong Airport appeared first on Pergi Dulu.

]]>
Ada yang sudah pernah merasakan pengalaman Cathay Pacific Business Class Lounge di Hong Kong Airport? The Pier Business Class Lounge yang sebenarnya sudah dibuka sejak tahun 2001 ini dipermak jadi wajah baru di tahun 2015. Kalau dalam perjalanan menuju Nagoya dari Jakarta kami transit di Hong Kong dan sempat merasakan pengalaman transit di The Pier First Class Lounge, kali ini dalam perjalanan pulang dari Nagoya ke Jakarta kami kembali transit di Hong Kong dan mencoba pengalaman transit di The Pier Business Class Lounge.Lokasi The Pier Business Class Lounge Di Hong Kong Airport

Konsep Desain The Pier Business Class Lounge

Konsep utama dari lounge ini adalah mengangkat Hong Kong street life ke level standar mewah. Begitu masuk lounge ada semacam jalanan yang menembus beberapa ruang di lounge tersebut. Kiri kanannya ramai dengan meja kursi serta sajian makanan yang tersedia. Nuansa alam seperti cherry wood, limestone, bronze dan kulit pada perabotan yang digunakan membuat suasana lounge ini jadi menyenangkan dan menenangkan. Desain lounge ini benar-benar berhasil mewujudkan slogan Cathay Pacific “a life well traveled”.Business Class Lounge The Pier Hong Kong

Fitur The Pier Business Class Lounge

Secara ukuran, The Pier Business Class Lounge jauh lebih luas dibandingkan The Pier First Class Lounge. Business Class Lounge ini meliputi area seluas 3.306 meter persegi dan bisa menampung 550 orang. Fitur yang ditawarkan pun tak kalah dari First Class Lounge.

  • Food Hall — secara umum ada 2 bagian di Food Hall ini. Bagi yang tidak punya waktu terlalu banyak, ada deretan pilihan makanan yang bisa diambil sendiri alias self-service, seperti roti, tapas, keju, salad, makanan panas dan makanan dingin. Kalau waktunya cukup banyak, bisa pilih makanan yang lebih berat dan bisa lebih santai makannya. Makanannya ada di balik kaca dan kalau mau tinggal tunjuk saja, nanti staff akan mengambilkan dan menyajikan di piring.
  • Coffee Cart — ini literally ada gerobak kopi di dalam lounge. Basically karena mereka ingin memasukkan unsur gerobak makanan khas Asia ke dalam lounge ini. Jangan terkecoh, meskipun bentuknya gerobak tapi mereka menggunakan mesin kopi dan biji kopi berkualitas tinggi serta barista yang memiliki skill.

  • Bar — sebuah meja bar dengan suasana casual bagi yang ingin wind down dengan berbagai jenis minuman beralkohol.
  • The Noodle Bar — area ini khusus menyajikan berbagai sajian mie yang baru dibuat saat ada pesanan sehingga fresh. Kami lagi-lagi pesan Wonton Noodle karena sudah tahu kalau itu enak 😉

  • Tea House — salah satu area kesukaan kami. Ruangan luas dan tenang dengan banyak sekali tempat duduk. Pengunjung bisa menikmati 10 pilihan teh yang ditawarkan. Kalau bingung mau pilih yang mana, ada sample daun teh yang bisa dicium dulu aromanya. Teh disajikan menggunakan satu set tea pot dan cangkir teh. Selain itu tersedia juga beberapa jenis cake dan cemilan kue yang pas buat nemenin minum teh. Kegiatan minum teh ini pas banget dinikmati sehabis mandi sebelum balik lagi ke pesawat. Biar seger & relaks gitu.

The House Di The Pier

  • Solo Chair — ada 23 kursi individual yang dilengkapi dengan lampu baca serta meja kecil di pinggirnya. Ini cocok buat yang mau suasana lebih tenang, bisa dipakai untuk kerja ataupun istirahat.
  • Bureau — buat yang masih perlu kerja saat transit, ada 10 meja kerja yang dilengkapi dengan iMac computer. Jangan khawatir karena wifi tersedia di seluruh area lounge.

  • Relaxation Room — kalau Solo Chair masih kurang relaxing, di area paling ujung lounge ini ada beberapa lounge yang disekat dengan kayu-kayu tipis. Kursi panjangnya bisa dipakai tidur selonjoran karena ada sandaran kepala dan sandaran kaki sehingga bisa meluruskan kaki. Di area ini tenang banget dan lampu kuningnya juga bikin relaks sehingga kalau memang waktunya cukup bisa lah bobo-bobo cantik sebentar sebelum lanjut terbang lagi.
  • Kamar mandi dan loker

Relaxation Room Di The PierGimana, sekarang udah ga ragu-ragu lagi dong buat transit di Hong Kong Airport dan ambil Cathay Pacific Business Class biar bisa relaks di The Pier Business Class Lounge? 😉

The Pier Business Class Lounge Hong Kong Airport
Lokasi: Terminal 1, lantai 6, dekat Gate 65 dan The Pier First Class Lounge
Jam buka: 05:30 – keberangkatan terakhir
Yang bisa masuk: setiap penumpang First Class dan Business Class, anggota Marco Polo Club Silver ke atas, serta pemegang oneworld Emerald dan Sapphire. 

The post The Pier, Cathay Pacific Business Class Lounge di Hong Kong Airport appeared first on Pergi Dulu.

]]>
https://www.pergidulu.com/pier-cathay-pacific-business-class-lounge-di-hong-kong-airport/feed/ 0
Terbang ke Vietnam pakai Vietnam Airlines https://www.pergidulu.com/terbang-ke-vietnam-pakai-vietnam-airlines/ https://www.pergidulu.com/terbang-ke-vietnam-pakai-vietnam-airlines/#comments Sat, 13 May 2017 00:24:07 +0000 https://www.pergidulu.com/?p=17445 Vietnam merupakan salah satu destinasi favorit di Asia Tenggara buat para turis Indonesia karena biaya di sana murah, baik dari...

The post Terbang ke Vietnam pakai Vietnam Airlines appeared first on Pergi Dulu.

]]>
Vietnam merupakan salah satu destinasi favorit di Asia Tenggara buat para turis Indonesia karena biaya di sana murah, baik dari segi makanan, akomodasi dan transportasi. Rute penerbangan direct dari Jakarta ke Vietnam dilayani oleh Vietnam Airlines, cuma ada 1 flight per hari dan terbangnya ke Ho Chi Minh City (Saigon). Jadi kalau mau ke Hanoi harus transit dulu di Saigon, tapi ga usah khawatir karena ada banyak banget koneksi antara Saigon & Hanoi, hampir tiap 30 menit ada flight.

Kemarin ini kami terbang ke Hanoi dan pulang kembali ke Jakarta menggunakan Vietnam Airlines dalam rangka media trip yang diadakan oleh VNAT (Vietnam National Administration of Tourism) bekerja sama dengan Vietravel dan Vietnam Airlines, untuk mengunjungi beberapa lokasi syuting film Kong: Skull Island di Vietnam. Simak review kami berdasarkan pengalaman terbang 4 kali pakai Vietnam Airlines.

Rute penerbangan, tipe pesawat & lama penerbangan

Jakarta – Saigon (VN 630) — Airbus 321 — 3 jam 20 menit

Saigon – Hanoi (VN 276) — Airbus 330 — 2 jam 10 menit

Hanoi – Saigon (VN 209) — Airbus 332 — 2 jam 10 menit

Saigon – Jakarta (VN 631) — Airbus 321 — 3 jam 10 menitKonfigurasi 3 3 Di Vietnam Airlines

Konfigurasi Tempat Duduk

Untuk Airbus 321 dan Airbus 332 tempat duduknya memiliki konfigurasi 3-3 dan tidak terlalu sempit jarak antar barisan kursinya. Sedangkan untuk Airbus 330 konfigurasinya 2-4-2 dan di bagian belakang pesawat ada yang 2-3-2. Untuk rute Saigon-Hanoi sebetulnya pesawatnya tidak selalu A330, bahkan lebih banyak yang menggunakan pesawat dengan konfigurasi tempat duduk 3-3. Namun katanya di jam-jam sibuk di mana penumpangnya banyak, kadang mereka menggunakan pesawat yang lebih besar agar bisa terangkut semua.Dalam pesawat A321/A332 tidak ada layar monitor di masing-masing kursi sehingga entertainment hanya bisa dinikmati melalui beberapa layar monitor yang terbuka turun dari atap di beberapa titik. Earphone disediakan di masing-masing kursi. Sedangkan untuk A330 masing-masing kursi ada layar monitor di depannya, namun untuk acara hiburan yang ditayangkan tidak bisa dipilih sendiri melainkan sudah diatur dari pusat.

Boarding & Landing

Waktu berangkat dari Jakarta ke Saigon kemarin itu kami mengalami delay yang awalnya 45 menit menjadi lebih dari 1 jam. Hal tersebut membuat kami deg-degan karena kami cuma punya waktu 2 jam untuk menyambung flight kami ke Hanoi dan saat di bandara Saigon nanti kami harus clear custom, ambil bagasi, pindah terminal ke domestik dan check-in ulang.

Namun rupanya begitu tiba di bandara Saigon, staff dari Vietnam Airlines sudah sigap menunggu para penumpang yang baru tiba dari Jakarta dan punya connecting flight ke Hanoi. Mereka memberikan stiker bertuliskan ‘transfer’ untuk ditempelkan di baju para penumpang. Setelah clear custom dan ambil bagasi, di pintu depan terminal kedatangan internasional sudah menunggu pula para staff Vietnam Airlines untuk memberitahukan kepada para calon penumpang bahwa flight kami diganti ke penerbangan berikutnya.

Wajar sih, karena waktu itu kami pikir tidak mungkin bisa mengejar flight jam 19.30. Untungnya flight Saigon-Hanoi lumayan banyak frekuensinya sehingga kami cuma harus menunggu 30 menit lebih lama untuk bisa terbang ke Hanoi. Proses check-in ke flight berikutnya pun sangat lancar karena para staff di check-in counter sudah tahu situasi yang kami alami — flight sebelumnya delayed sehingga flight harus digeser.Saat kembali dari Hanoi ke Saigon pun lagi-lagi connecting time sangat mepet yakni cuma sekitar 1 jam 45 menit. Untungnya lagi, begitu tiba di bandara Saigon, sudah ada staff dari Vietnam Airlines yang menunggu dan mengumpulkan para penumpang yang akan terbang ke Jakarta. Setelah semua terkumpul, seorang staff mengantar kami pindah dari terminal domestik ke terminal internasional sampai ke depan gerbang keberangkatan.

Meskipun masih deg-degan karena antrian pemeriksaan paspor dan screening barang bawaan sangat panjang, setidaknya bagasi kami sudah ditransfer secara otomatis oleh pihak Vietnam Airlines sehingga tidak usah ambil bagasi sendiri dan check-in lagi. Akhirnya kami semua bisa boarding tepat waktu dan bagasi kami pun tiba dengan selamat (tanpa pake nyasar) di Jakarta.

So far dari pengalaman tersebut menurut kami proses boarding dan landing serta transfer dari Vietnam Airlines sangat baik. At least tidak ada peristiwa penumpang terlantar gara-gara pesawatnya delay atau tidak cukup waktu saat transit karena antrian yang panjang.Landing Vietnam Airlines

Makanan

Dari pengalaman terbang 4 kali menggunakan Vietnam Airlines kemarin, bisa dipastikan penumpang tidk akan kelaparan karena selalu disediakan refreshment dan meal. Makanan untuk lunch dan dinner disajikan dalam bentuk full meal, yakni ada makanan pembuka, main dish, dessert, roti, butter dan masih ditambah lagi free flow minuman mulai dari teh, kopi, jus, air putih sampai bir dan wine.

Rasanya tasty dan kualitas daging yang disajikan juga tidak mengecewakan. We enjoyed the food!Makanan Di Vietnam Airlines

Bagasi

Setiap penerbangan menggunakan Vietnam Airlines sudah termasuk free baggage allowance sebanyak 30 kg. Lumayan banget kan! Selain itu kami sempat melihat cara mereka handling bagasi untuk penyimpanan di dalam pesawat dengan menggunakan container tertutup. Jadi tidak perlu khawatir kehujanan, tercecer ataupun terbanting berkali-kali saat loading/unloading.

Lain-lain

Hal lain yang sempat kami perhatikan dalam penerbangan Vietnam Airlines adalah tersedianya selimut untuk digunakan oleh para penumpang. Jadi kalau misalnya siap tidur atau tidak tahan dinginnya AC, tinggal minta saja ke flight attendant.

Satu hal lagi yang kami suka, seragam flight attendant-nya keceh! Untuk flight attendant cewek mereka menggunakan baju tradisional Vietnam berupa semacam dress panjang sampai menutupi kaki, dan di dalamnya pakai celana panjang lagi. Dari pinggang ada belahan di dressnya hingga ke bawah, jadi saat jalan terlihat celana panjangnya. Suka karena khas banget dengan image Vietnam 🙂

Jadi, untuk liburan berikutnya sudah siap terbang pake Vietnam Airlines dong? 😉

The post Terbang ke Vietnam pakai Vietnam Airlines appeared first on Pergi Dulu.

]]>
https://www.pergidulu.com/terbang-ke-vietnam-pakai-vietnam-airlines/feed/ 3
Cara Memilih Backpack untuk Traveling https://www.pergidulu.com/cara-memilih-backpack/ https://www.pergidulu.com/cara-memilih-backpack/#comments Wed, 10 May 2017 09:50:59 +0000 https://www.pergidulu.com/?p=16304 Ini adalah pertanyaan yang sering kami dapatkan. Backpack mana yang jadi rekomendasi kami? Dan pertanyaan tersebut sulit dijawab tanpa mengetahui...

The post Cara Memilih Backpack untuk Traveling appeared first on Pergi Dulu.

]]>
Ini adalah pertanyaan yang sering kami dapatkan. Backpack mana yang jadi rekomendasi kami? Dan pertanyaan tersebut sulit dijawab tanpa mengetahui trip seperti apa yang akan kamu jalani dan berapa kira-kira budget yang kamu miliki.

Dengan pertimbangan tersebut, kami mencoba menolong dengan memberikan gambaran backpack seperti apa yang paling cocok untuk kebutuhan kamu.

Backpack vs Koper

Sudah lebih dari 10 tahun kami tidak menggunakan koper. Kami kurang suka pakai koper. Bahkan ketika kami cuma liburan mengunjungi keluarga juga kami menggunakan backpack. Kenapa? Karena susah banget geret-geret koper di jalanan yang tidak beraspal. Tidak perlu jauh-jauh, bahkan di Bandung saja begitu keluar dari bandara repot kalau harus geret koper 300 meter di jalanan di depannya untuk cari Uber. Banyak lubang!

Contoh lain, kalau mau naik ferry untuk ke Pulau Samosir (Danau Toba), itu juga repot kalau bawa koper. Dalam beberapa kondisi, backpack lebih nyaman dibandingkan koper.

Gimana kalau AirBnB kamu ada di lantai 3 sebuah apartemen yang tidak punya lift. Kami sudah sering dapat apartemen yang tidak punya lift. Tidak masalah kalau bawa backpack. Tinggal jalan kaki saja naik tangga. Tapi kalau bawa koper akan susah banget narik koper ke masing-masing anak tangga dan itu akan membuat kamu membenci koper (atau malah AirBnB-nya). Percayalah. Belilah backpack yang nyaman.

Jenis perjalanan kamu seperti apa?

Ini hal penting yang harus dipertimbangkan. Jenis perjalanan yang akan kamu lakukan sangat menentukan jenis backpack seperti apa yang akan kamu beli. Ketika jalan kaki Camino de Santiago di musim panas, Adam membawa sebuah daypack kecil 28L Deuter. Ukurannya memang kecil banget, tapi cukup untuk membawa semua kebutuhan dia selama menjalani Camino (PS: dia cuma bawa 1 baju ganti untuk 34 hari perjalanan jalan kaki tersebut). Tapi untuk trip lainnya dia membawa backpack ukuran lain. Jadi tentukan terlebih dahulu jenis perjalanan yang akan kamu lakukan seperti apa, sebelum membeli backpack yang agak kamu gunakan untuk sebagian besar perjalanan kamu. Setelah menentukan jenis perjalanan barulah pilihannya nanti bisa dipersempit.

Ukuran Backpack yang Pas

Hal yang paling sering dikhawatirkan sebelum beli backpack adalah menentukan ukuran backpack yang pas. Sebelumnya Adam traveling dengan menggunakan backpack ukuran 70L, yang kalau diisi penuh jadi berat banget. Jadi bagi kami 70L adalah ukuran maksimal yang akan kami beli karena kalau lebih dari itu mungkin tidak akan kuat bawanya. Sekarang Adam traveling dengan backpack 55L Kathmandu dan Susan bawa 38L Kathmandu. Selain itu Adam juga bawa daypack terpisah dan Susan bawa tas selempang yang lumayan besar untuk bawa kamera, dll.

Intinya di sini adalah kebanyakan orang akan bisa dengan mudah bawa backpack ukuran 55L untuk trip pada umumnya. Kalau kamu perlu bawa banyak perlengkapan camping, kemungkinan kamu akan perlu backpack ukuran 70L atau lebih. Kalau kamu suka travel light dan tidak suka check-in bagasi, maka kamu akan perlu backpack dengan ukuran sekitar 40L.

Merk Backpack yang Bagus

Merk yang kamu pilih adalah hal yang sangat personal. Kami pernah pakai 3 merk backpack: Kathmandu, Deuter dan sebuah tiruan Jack Wolfskin (Susan terpaksa mendadak beli backpack di Chiang Rai karena daypack pinjamannya jebol). Kalau kamu tidak mau membuang-buang uang, jangan beli backpack tiruan karena biasanya cepat rusak dan kualitasnya tidak bagus. Ya, memang beberapa ada yang lebih bagus kualitasnya, tapi kamu tidak bisa percaya dan mengandalkan kualitas backpack tiruan.

Deuter adalah merk backpack internasional yang sangat populer. Kualitasnya bagus dan tersedia di Indonesia. Oleh karena itu kami merekomendasikan merk tersebut.Deuter 28LKathmandu adalah sebuah perusahaan Australia/New Zealand yang juga memiliki outlet di United Kingdom. Backpack-backpacknya sangat bagus dan backpack Adam masih sangat kuat setelah digunakan selama 8 tahun dengan frekuensi yang sangat tinggi dan heavy-duty. Beberapa klip-nya ada yang rusak karena terinjak orang. Selain itu tidak ada kerusakan berarti lainnya.

Kami pernah punya backpack merk Eiger, lumayan bagus tapi frame-nya sangat berat. Kalau bisa memilih kemungkinan kami akan pilih merk internasional.

Fitur Penting dalam Memilih Backpack

Fitur utama yang penting dalam memilih backpack adalah ukuran. Setelah ukuran, berikutnya adalah masalah berat. Sangat tidak nyaman punya backpack yang berat meskipun saat backpack-nya belum diisi apa-apa alias kosong. Backpack yang berat akan membuat biaya bagasi lebih mahal dan selain itu juga akan susah bawa backpack yang berat. Jadi penting banget untuk beli backpack yang seringan mungkin. Sebisa mungkin kami mencoba untuk tidak memilih backpack yang beratnya lebih dari 2kg saat kosong.

Durable material alias bahan yang kuat. Bahan untuk membuat backpack sangatlah penting untuk dipertimbangkan. Bahannya harus kuat dan tidak cepat rusak/sobek. Risleting-nya harus kuat. Klip-nya harus besar/tebal supaya tidak cepat pecah/rusak.

Fitur lain yang kami suka dari backpack Kathmandu kami adalah cover untuk menutup shoulder strap sehingga rapih dan tidak ada tali yang melambai, tidak perlu khawatir klip terinjak atau nyangkut di belt. Memang bukan fitur yang penting banget sih, tapi keren aja! 😉Backpack 38LBeberapa backpack punya fitur untuk menyimpan laptop dengan aman (ada bantalan) dan buat kami yang suka bawa laptop itu sangat membantu.

Kalau kamu akan sering menggunakan backpack tersebut untuk trekking, kamu harus mempertimbangkan apakah kamu perlu beli water bladder untuk ditaruh di dalam backpack. Kalau demikian, kamu perlu backpack yang punya slot untuk meletakkan water bladder tersebut.

Harga Backpack yang Bagus

Harga minimal yang sebaiknya kamu habiskan untuk membeli sebuah backpack yang bagus adalah Rp1.000.000. Tapi jangan kaget kalau akhirnya kamu menghabiskan Rp3.000.000. Menurut kami memang untuk mendapatkan kualitas yang bagus kamu harus membayar cukup mahal. Kalau kamu mencoba menghemat beberapa ratus ribu kamu akan mendapatkan backpack yang bukan terbaik dan akan cepat rusak. Siapkan ekstra budget, anggap saja investasi jangka panjang. Karena backpack yang bagus pasti akan awet selama bertahun-tahun.Backpack Adam Kathmandu 60L

Recommended Brand

Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, kami suka Kathmandu dan Deuter. Kami merekomendasikan merk tersebut kalau memang bisa dapat (biasanya merk Kathmandu cuma ada di Aus/NZ/UK).

Kami juga tahu banyak orang yang suka pakai merk Osprey. Itu adalah merk yang sangat bagus.

Satu masalah yang harus dihadapi adalah menemukan produk-produk merk tersebut di Indonesia. Kami sangat menyarankan untuk mencoba dulu backpacknya sebelum membeli. Backpack adalah barang yang sangat personal dan dengan mencoba sendiri terlebih dahulu maka kamu akan yakin apakah kamu akan suka menggunakan backpack tersebut.

Coba cek ke toko Eiger setempat. Di Bandung ada beberapa Eiger store yang lumayan lengkap. Mereka menjual produk lokal buatan mereka sendiri dan juga ada beberapa produk impor termasuk Deuter. Kalau mau lebih banyak produk impornya, bisa coba ke Outlive di Jalan Setiabudhi Bandung yang sebenarnya masih satu perusahaan dengan Eiger.

Kalau kamu punya saran di mana membeli backpack merk internasional di Indonesia, please let us know and we’ll add it to the list!Kesimpulannya, apapun backpack yang kamu pilih, pastikan kualitasnya bagus. Karena backpack itulah yang akan menemani perjalanan kamu selama beberapa tahun ke depan 😉

(Note: tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman kami pribadi menggunakan backpack untuk trip kami selama bertahun-tahun, tidak ada unsur brand endorsement sama sekali).

The post Cara Memilih Backpack untuk Traveling appeared first on Pergi Dulu.

]]>
https://www.pergidulu.com/cara-memilih-backpack/feed/ 3
Cara Ambil Uang di ATM 7-Eleven Jepang https://www.pergidulu.com/cara-ambil-uang-di-atm-7-eleven-jepang/ https://www.pergidulu.com/cara-ambil-uang-di-atm-7-eleven-jepang/#comments Tue, 02 May 2017 05:10:19 +0000 https://www.pergidulu.com/?p=17396 Saat jalan-jalan ke luar negeri biasanya kamu tukar uang di Indonesia sebelum berangkat atau ambil uang di sana? Kalau kami...

The post Cara Ambil Uang di ATM 7-Eleven Jepang appeared first on Pergi Dulu.

]]>
Saat jalan-jalan ke luar negeri biasanya kamu tukar uang di Indonesia sebelum berangkat atau ambil uang di sana? Kalau kami sih lebih sering ambil uang di negara yang dituju. Alasannya karena kadang kami travelingnya untuk jangka waktu yang lumayan lama dan agak riskan kalau bawa-bawa uang segepok. Jadi biasanya kami ambil kalau lagi butuh aja.

Waktu ke Jepang bulan Februari 2017 lalu, kami tidak punya Yen Jepang sama sekali karena ceritanya itu media trip yang semua kebutuhannya sudah dicover oleh pihak penyelenggara. Tapi, yang namanya baru pertama kali ke Jepang tentunya ga afdol kalo belum jajan-jajan cantik di minimart-nya. Oleh karena itu kami butuh uang tunai. Untungnya uang tunai mudah banget didapatkan di minimart tertentu, yaitu di 7-Eleven alias SevEl.Mesin ATM Di Seven Eleven JepangBukan, caranya bukan dengan ngerampok kasir Sevel. Kalo gitu nanti malah ga bisa pulang ke Indonesia dan mencoreng nama bangsa. Rupanya di hampir semua gerai 7-Eleven ada mesin ATM khusus bernama ATM Seven Bank. Cara kerjanya hampir sama dengan mesin ATM biasa, bedanya ini tidak tergantung kartu bank-nya apa. Yang penting kartunya diterima.

Prosedur pengambilan uang tunai di ATM Seven Bank:

  • Masukkan kartu ATM ke slot
  • Pilih bahasa: ada 12 bahasa tersedia termasuk Bahasa Indonesia!

  • Pilih jenis transaksi: tarik tunai atau cek saldo

  • Untuk transaksi tarik tunai, akan ada halaman peringatan kalau transaksi internasional bisa dikenakan biaya. Klik konfirmasi.

  • Pilih jenis rekening. Biasanya pilih ‘Tabungan”. Klik konfirmasi.

  • Masukkin PIN number. Klik konfirmasi.

  • Masukkan jumlah uang yang akan ditarik. Maksimal penarikan tunai: 100.000 yen. Uang yang dikeluarkan dalam lembaran 1.000 yen. Klik konfirmasi.

  • Ambil uang. Ambil tanda terima. Ambil kartu ATM.

FYI, waktu itu kami mengambil 10.000 yen dengan menggunakan kartu ATM BCA (debit card). Setelah dicek di laporan transaksi melalui klikbca baru ketahuan nilai tukarnya. Untuk 10.000 yen dihargai Rp 1.183.881 ditambah dengan biaya yang dikenakan oleh BCA sebesar Rp 25.000. Kami tidak ingat berapa conversion rate yang berlaku pada tanggal tersebut, namun kalau tidak salah ingat sih rate yang dikenakan oleh BCA ini tidak terlalu jelek.

Informasi penting berkaitan dengan ATM Seven Bank ini:

  • Mesin ATM Seven Bank ini selalu berada di DALAM gerai 7-Eleven (bukan di luar dan bukan minimart lain).
  • Kartu yang diterima oleh mesin ATM ini adalah kartu-kartu dengan logo VISA, Plus, MasterCard, Maestro, Cirrus, UnionPay, American Express, JCB, Discover dan Diners Club International.
  • Bisa digunakan 24 jam non-stop kecuali saat pemeliharaan sistem.
  • Beberapa ATM mungkin tidak menyediakan keseluruhan 12 bahasa.
  • Biaya administrasi penerbit kartu dapat dikenakan.
  • Jika ada masalah, gunakan interkom di mesin ATM untuk menghubungi CS 24 jam non-stop (bahasa Inggris).
  • Download aplikasi “Japan ATM Navigation” untuk petunjuk lokasi-lokasi ATM Seven Bank terdekat di sekitar kita.

Gampang banget kan cara ambil uang tunai di minimart di Jepang! Sekarang jadinya kalo butuh uang tunai ga perlu repot-repot cari ATM bank tertentu. Tinggal cari 7-Eleven aja. Asal jangan lupa bawa kartu ATM-nya 😉

The post Cara Ambil Uang di ATM 7-Eleven Jepang appeared first on Pergi Dulu.

]]>
https://www.pergidulu.com/cara-ambil-uang-di-atm-7-eleven-jepang/feed/ 1
Hunting Kuliner Lokal di Taipei City, Taiwan https://www.pergidulu.com/kuliner-lokal-taipei-city-taiwan/ https://www.pergidulu.com/kuliner-lokal-taipei-city-taiwan/#comments Fri, 21 Apr 2017 11:43:05 +0000 https://www.pergidulu.com/?p=17048 Setiap kali traveling ke tempat baru pasti kami berdua harus menyeimbangkan antara  ‘makan enak’ atau ‘makan makanan lokal’. Jangan salah,...

The post Hunting Kuliner Lokal di Taipei City, Taiwan appeared first on Pergi Dulu.

]]>
Setiap kali traveling ke tempat baru pasti kami berdua harus menyeimbangkan antara  ‘makan enak’ atau ‘makan makanan lokal’. Jangan salah, bukan berarti makanan lokal pasti tidak enak. Tapi hunting makanan lokal lebih besar tantangannya. Pertama karena infonya lebih harus dalam digali, kedua karena kemungkinan besar lidah kurang terbiasa. Jadinya seringkali malas nyoba sesuatu yang kita sendiri ga yakin bakal suka.

Adam biasanya yang ngurusin ‘makanan enak’ karena buat dia salah satu hal yang wajib dicari di tiap tempat adalah kopi yang enak dan cake yang nikmat. Sedangkan Susan biasanya lebih penasaran dengan jajanan lokal. Meskipun ga semuanya cocok, asalkan tidak berhubungan dengan jeroan atau yang aneh-aneh, biasanya sih pengen coba.Raohe Night MarketBerikut ini hasil hunting kuliner lokal yang kami lakukan di Taipei City. Kebanyakan kami dapatkan di night market, tapi sebagian ada yang kami dapatkan dari warung-warung lokal dari hasil riset foursquare di sekitar tempat kami nginap.

1. Stinky Tofu

Ini kayaknya yang jadi ikon utama kuliner lokal Taiwan, ada di seluruh penjuru Taiwan bukan cuma di Taipei City aja. Gampang deteksinya, begitu ada bau-bauan kurang enak berarti ada gerobak penjual stinky tofu di dekat sana. Haha…baunya agak nyengat bernuansa fermentasi, tapi kalau lagi dimakan sih ga gitu kerasa. Paling kalau dicium-cium lumayan kerasa bau asem-nya.

Kalau yang original tahunya kotak-kotak, tabur acar sayur dan sambel encer, agak keliatan kayak tahu gejrot sih 😉 Kemarin kami cobanya yang hipster, bentuknya kayak stik panjang-panjang dan bisa pilih taburan saus keju, tartar, honey mustard, wasabi, dll. Harga: NT$60/cup di Raohe Night Market.Stinky Tofu

2. Scallion Pancakes (martabak daun bawang)

Tertarik coba karena kayaknya menarik, apalagi kalau kamu suka daun bawang. Kalau ga suka daun bawang, jauhi makanan ini karena isinya penuh dengan irisan daun bawang. Bentuknya kayak ular melingkar terus digoreng dengan minyak yang sangat sedikit sampai kecoklatan di kedua sisinya.

Kulitnya kayak bahan kulit martabak tapi ga garing kriuk-kriuk. Rasanya lumayan enak, gurih-gurih manis alami dari daun bawangnya. Harga: NT$40 di Raohe Night Market.Scallion Pancake

3. Frying Milk

Mungkin maksudnya Fried Milk? Anyway, seperti yang bisa ditebak, itu adalah susu goreng. Hah? Pegimana bikin susu goreng?! Kalo dilihat-lihat dari stock yang dibawa, cairan susu yang kemungkinan dicampur gelatin didiamkan hingga mengental dan bisa dipotong-potong. 3 potong susu ditusukkan dengan menggunakan tusuk sate kemudian digoreng di dalam minyak panas.Frying Milk Shihlin MarketBiasanya si penjual akan selalu kasih yang fresh from the frying pan dan bilang “hati-hati panas”. Betul panas banget, hati-hati mulut melepuh. Begitu digigit luarnya crunchy, dalamnya manis dan lumer di mulut tapi ga sampe netes-netes gitu sih. Ga bikin kenyang tapi unik aja buat dicoba. Harga: NT$20 di Shihlin Night Market. Frying Milk Taiwan

4. Pearl Milk Tea

Belum lengkap rasanya kalau belum minum Pearl Tea di tempat kelahirannya di Taiwan. Konon katanya Pearl Milk Tea pertama kali dipopulerkan oleh salah satu toko di Taichung tahun 1983. Kami sudah mendatangi tempat tersebut, tapi tidak perlu repot cari Pearl Milk Tea di Taiwan karena hampir setiap beberapa meter (khususnya di kota-kota besar) pasti ada penjual Pearl Milk Tea.

Menurut kami pearl di sini lebih kecil ukurannya dan lebih lembek sehingga ga terlalu cape ngunyahnya. Kombinasinya ada banyak, tapi kami suka yang original dan simple seperti Brown Sugar Pearl Milk Tea. Harga: NT$40-60 tergantung kombinasi, di Shihlin Night Market. Pearl Tea Shihlin Market

5. Hot Star Fried Chicken

Pertama kali liat ini di Shihlin Night Market dan antriannya panjang. Katanya originalnya memang di sini dan mereka cuma jual 1 jenis makanan yaitu large fried chicken alias ayam goreng tepung raksasa. Bentuknya fillet (tanpa tulang) dan ukurannya gueeeedeeee banget. Kulit tepungnya tebal, kata Adam sih agak terlalu tebal. Tapi tepungnya dicampur bumbu sehingga rasanya enak, bukan cuma tepung tawar.Hot Star Chicken Shihlin MarketSebelum dikasih, petugasnya selalu tanya mau pedas atau tidak. Kalau mau akan dikecrotin bubuk cabe lagi, ga pedes sih, malah enak jadi ada kick-nya. Nemu Hot Star Fried Chicken lagi di area Ximending, tapi di sini pilihannya banyak. Bukan cuma large fried chicken, tapi juga ada fried king oyster mushroom, fried boneless chicken nugget, fried scallop and squid balls, tempura, dll. Harga large fried chicken: NT$70 di Shihlin Night Market. Hot Star Large Chicken

6. Xiao Long Bao (steamed soup dumpling)

Restoran terkenal yang menyajikan xiao long bao sudah tersebar ke berbagai negara, yaitu Din Tai Fung. Lokasi Din Tai Fung yang original ada di Xinyi Road, Taipei City. Siap-siap aja antrian panjang setiap hari. Xiao Long Bao itu dumpling berisi minced pork yang kalau kulitnya digigit ada sedikit kuahnya. Enak dimakan panas-panas pakai sumpit dan sendok bebek untuk nadah kuah yang belepotan.

Kalau malas antri ada banyak sekali restoran di Taiwan yang menyajikan berbagai jenis steamed dumpling termasuk xiao long bao. Harga: NT$150/10 buah di sebuah resto lokal. Xiao Long Bao

7. Lu Rou Fan (braised pork rice)

Buat penggemar babi kecap pasti akan suka makanan ini. Mirip banget dengan babi kecap sih, tapi dagingnya menggunakan samcan (pork belly) semua sehingga sangat fatty. Ada 2 pilihan, lu rou fan yang biasa dan murah pakai daging yang sudah diiris kotak-kotak kecil kemudian ditabur di atas nasi putih kemudian disiram kuah kecapnya. Kalau mau yang lebih besar porsi dagingnya, kadang ada opsi sepotong pork belly besar dan tebal yang tidak dipotong-potong, biasanya harganya juga lebih mahal.Lu Rou Fan BesarLu rou fan porsi kecil sangat murah dan cukup mengenyangkan. Buat saya sih cukup, tapi buat bule-bule biasanya pesan yang ukuran besar. Resto khusus lu rou fan yang recommended dan pakai antri (tapi cepat banget koq majunya) di Taipei City adalah Jing Fen Braised Pork Rice (di foursquare tertulis Kinfen Braised Pork Rice). Tapi selain itu banyak banget koq yang jual lu rou fan di mana-mana. Harga: NTD$30 porsi kecil, NT$65 untuk nasi dengan pork belly utuh di Jing Fen Braised Pork Rice. Lu Rou Fan Kecil

8. Candied fruits

Sebenarnya snack ini simple banget, tapi tampilannya cukup menggoda. Strawberry ukuran besar yang warnanya merah merona dan terlihat ranum ditata menggunakan tusuk sate kemudian dicelupkan ke dalam cairan gula. Kemudian ditunggu sampai lapisan gulanya mengeras baru dipajang. Lapisan gulanya bikin tampilan mengkilat seperti kaca.Candied FruitsSaat digigit lapisan gulanya retak sehingga memberikan tekstur yang menarik saat mengunyah daging strawberry yang lembek. Rasa manisnya pun berbaur dengan sedikit rasa asam dari buah. Selain strawberry, beberapa penjual mengkombinasikannya dengan tomat cherry, kiwi, plum, irisan belimbing, pokoknya buah apa aja deh yang bisa ditusuk pake tusuk sate. Harga: NT$50 untuk 1 tusuk dengan 3 butir stroberi dan 1 tomat cherry.Candied Strawberries

9. Fu zhou noodle

Sejauh ini fu zhou noodle paling mirip dengan yamien Bandung yang merupakan salah satu makanan favorit saya. Intinya, fu zhou noodle itu mie kuning rebus yang diaduk-aduk pake minyak wijen kemudian ditaburi potongan daun bawang segar. Mirip dengan yamien polos kan? Dan di sana dry noodle seperti itu (tidak berkuah) juga disebut ‘yi mian’.

Kemarin ini kami makan yang ada topping daging cincang masak kecap-nya. Di Bandung beberapa yamien non-halal juga begitu tampilannya. Kalau dilihat dari sejarahnya, banyak makanan Chinese di Bandung yang kemungkinan asal penyebarannya dari daerah Fu Zhou di China, makanya banyak kemiripannya. Harga: NT$40 untuk porsi kecil di Yi Ping Fu Zhou Noodle House.Fu Zhou Noodle

10. Sarapan ala Taiwan

Ini beneran disebut sarapan ala Taiwan karena selama 2.5 minggu di Taiwan, di setiap kota pasti ada kedai yang khusus jualan makanan untuk sarapan ini. Jenis makanannya macam-macam tapi sebagian besar jual susu kedelai.

Yang menarik, selain susu kedelai yang diminum manis, ada yang disebut salty soy milk! Rupanya salty soy milk itu tidak diminum begitu saja melainkan dimakan. Cairan susu kedelai polos dicampur dengan condiment yang mirip dengan condiment bubur ayam, ada daun bawang, bawang goreng, irisan cakue dan udang kering cilik-cilik.

Di sela-sela gerakan tangan si om penjual soy milk yang super cepat, ada satu bahan rahasia yang fungsinya mengentalkan susu kedelai jadi curd (dadih). Jadinya cairan susu di mangkuk itu memisahkan diri, ada yang menggumpal mengapung sedangkan cairannya jadi bening. Rasanya enak-enak aja sih, teksturnya jadi kayak makan isian tahu sumedang tanpa kulit garingnya.Sarapan Ala TaiwanSelain soy milk, menu yang hampir selalu menemani adalah cakue. Tapi kadang cakuenya sudah dingin karena tidak digoreng fresh. Selain itu ada juga yang disebut chinese pancake (semacam roti cane) yang diisi telur dadar atau pork chop. Ada juga nasi yang digulung dengan isi abon, potongan cakue kemudian gulungan nasinya dibungkus lagi pakau telur dadar.

Banyak deh kombinasinya, sebagian besar bahan utamanya ya cakue, telur dadar, kulit roti, abon, daging tipis. Ada juga yang jual bapao isi daging atau bapao polos (mantau) yang diisi telur/daging. Tiap tempat punya menu andalannya masing-masing. Beberapa tempat sarapan populer di Taipei di antaranya Fu Hang Soy Milk dan Yong He Soy Milk King. Harga: tidak sampai NT$100 untuk sarapan mengenyangkan 2 orang di Yong He Soy Milk.Tempat Sarapan Lokal Di Taipei

11. Dessert campur-campur

Ada banyak sekali kedai khusus jual dessert yang isinya semangkuk isi berbagai jenis isian mulai dari taro ball, kolang-kaling (eh ga tau beneran kolang-kaling apa bukan, pokoknya kenyal-kenyal gitu), tofu pudding, almond pudding, jelly, cincau hitam, kacang merah, dll. Pokoknya semua ditumplekin di satu mangkok terus ditambah es serut dan cairan gula.Dessert CampurKemarin ini kami coba yang di Raohe Night Market dan agak kurang cocok. Teksturnya kenyal-kenyal semua dan isinya terlalu banyak, jadinya blenek walopun udah semangkuk berdua. Kalau suka yang panas juga ada dessert panas, biasanya berkuah jahe. Ini yang local style ya. Kalau yang modern ala-ala Hong Tang gitu juga banyak, pake potongan mangga, es serut, es krim. Harga: NT$50 di Raohe Night Market.Mango Dessert

12. Matsusaka Pork

Denger nama Matsusaka langsung inget jenis daging sapi paling top di Jepang selain Kobe beef dan Hida beef. Tapi rupanya Matsusaka Pork belum tentu berasal dari Jepang. Konon katanya karena nama Matsusaka itu menjamin kalau daging tersebut berkualitas tinggi (memiliki rasio tertentu antara daging dan lemak), banyak bisnis makanan di Taiwan menggunakan nama tersebut untuk ‘menjual’ produknya.Matsusaka Pork Raohe Night MarketKami mencoba grilled pork yang diiris tipis-tipis kemudian disemprot cairan lemon. Teksturnya mantap banget, lembut saat dikunyah tapi masih crunchy. Rasanya tidak berlebihan karena tidak pakai banyak bumbu, semprotan lemonnya bikin taste jadi fresh. Harga: NT$100 untuk porsi kecil, NT$150 porsi besar di Raohe Night Market.Matsusaka Pork

13. Grilled Mochi

Nemu ini waktu ngubek-ngubek foursquare di daerah Ximending. Kedengarannya menarik, mochi dibakar kemudian disiram pakai topping pilihan, bisa manis atau asin. Yang manis pilihannya: susu kental manis, saus coklat, saus green tea, keju, kacang, wijen hitam. Yang asin pilihannya saus bbq, thai spicy, thai curry dan japanese soy sauce.Grilled MochiMochinya berbentuk balok yang lagi-lagi ditusuk pakai tusuk sate. Dibakarnya seperti bakar sate, dibalik-balik hingga ada hangus-hangus sedikit. Antriannya kadang panjang, tapi menurut kami sausnya agak mengecewakan. Kami pilih saus coklat dan sausnya encer-encer gitu. Mochinya pun biasa aja kayak makan ketan bakar polos. Harga: NT$35 di pasar malam di area Ximending. Grilled Mochi Saus CoklatSemua yang disebut di atas sudah kami coba sendiri. Lokasi sebagian besar ada banyak, yang disebutkan di atas adalah lokasi yang kami kunjungi dan harga yang kami bayar. Beda lokasi bisa jadi beda harga. Ada beberapa makanan lokal lainnya yang lumayan terkenal di Taipei tapi tidak sempat kami coba dengan beberapa alasan: tidak terlalu suka jadinya tergeser dalam daftar prioritas, memang tidak suka jadi males nyoba, atau antriannya terlalu panjang (a.k.a males antri).Grilled Seafood Di Night MarketKalau penasaran dan pas kebetulan ada kesempatan, bisa coba: Beef Noodle, Ah Chung Rice Flour Noodle di Ximending, Beef Cubes dan berbagai grilled seafood. Buat yang pengen tau cafe-cafe enak di Taipei, nanti akan ada postingan khusus tentang ini. Tungguin ya! Ada yang udah pernah coba makanan-makanan di atas? Yang mana favorit kamu atau yang paling bikin penasaran? 😉

The post Hunting Kuliner Lokal di Taipei City, Taiwan appeared first on Pergi Dulu.

]]>
https://www.pergidulu.com/kuliner-lokal-taipei-city-taiwan/feed/ 4