Hunting Kuliner Lokal di Taipei City, Taiwan

By April 21, 2017Taiwan
Hunting Kuliner Lokal Di Taipei

Setiap kali traveling ke tempat baru pasti kami berdua harus menyeimbangkan antara  ‘makan enak’ atau ‘makan makanan lokal’. Jangan salah, bukan berarti makanan lokal pasti tidak enak. Tapi hunting makanan lokal lebih besar tantangannya. Pertama karena infonya lebih harus dalam digali, kedua karena kemungkinan besar lidah kurang terbiasa. Jadinya seringkali malas nyoba sesuatu yang kita sendiri ga yakin bakal suka.

Adam biasanya yang ngurusin ‘makanan enak’ karena buat dia salah satu hal yang wajib dicari di tiap tempat adalah kopi yang enak dan cake yang nikmat. Sedangkan Susan biasanya lebih penasaran dengan jajanan lokal. Meskipun ga semuanya cocok, asalkan tidak berhubungan dengan jeroan atau yang aneh-aneh, biasanya sih pengen coba.Raohe Night MarketBerikut ini hasil hunting kuliner lokal yang kami lakukan di Taipei City. Kebanyakan kami dapatkan di night market, tapi sebagian ada yang kami dapatkan dari warung-warung lokal dari hasil riset foursquare di sekitar tempat kami nginap.

1. Stinky Tofu

Ini kayaknya yang jadi ikon utama kuliner lokal Taiwan, ada di seluruh penjuru Taiwan bukan cuma di Taipei City aja. Gampang deteksinya, begitu ada bau-bauan kurang enak berarti ada gerobak penjual stinky tofu di dekat sana. Haha…baunya agak nyengat bernuansa fermentasi, tapi kalau lagi dimakan sih ga gitu kerasa. Paling kalau dicium-cium lumayan kerasa bau asem-nya.

Kalau yang original tahunya kotak-kotak, tabur acar sayur dan sambel encer, agak keliatan kayak tahu gejrot sih 😉 Kemarin kami cobanya yang hipster, bentuknya kayak stik panjang-panjang dan bisa pilih taburan saus keju, tartar, honey mustard, wasabi, dll.

Harga: NT$60/cup di Raohe Night Market.Stinky Tofu

2. Scallion Pancakes (martabak daun bawang)

Tertarik coba karena kayaknya menarik, apalagi kalau kamu suka daun bawang. Kalau ga suka daun bawang, jauhi makanan ini karena isinya penuh dengan irisan daun bawang. Bentuknya kayak ular melingkar terus digoreng dengan minyak yang sangat sedikit sampai kecoklatan di kedua sisinya.

Kulitnya kayak bahan kulit martabak tapi ga garing kriuk-kriuk. Rasanya lumayan enak, gurih-gurih manis alami dari daun bawangnya.

Harga: NT$40 di Raohe Night Market.Scallion Pancake

3. Frying Milk

Mungkin maksudnya Fried Milk? Anyway, seperti yang bisa ditebak, itu adalah susu goreng. Hah? Pegimana bikin susu goreng?! Kalo dilihat-lihat dari stock yang dibawa, cairan susu yang kemungkinan dicampur gelatin didiamkan hingga mengental dan bisa dipotong-potong. 3 potong susu ditusukkan dengan menggunakan tusuk sate kemudian digoreng di dalam minyak panas.Frying Milk Shihlin MarketBiasanya si penjual akan selalu kasih yang fresh from the frying pan dan bilang “hati-hati panas”. Betul panas banget, hati-hati mulut melepuh. Begitu digigit luarnya crunchy, dalamnya manis dan lumer di mulut tapi ga sampe netes-netes gitu sih. Ga bikin kenyang tapi unik aja buat dicoba.


Harga: NT$20 di Shihlin Night Market. Frying Milk Taiwan

4. Pearl Milk Tea

Belum lengkap rasanya kalau belum minum Pearl Tea di tempat kelahirannya di Taiwan. Konon katanya Pearl Milk Tea pertama kali dipopulerkan oleh salah satu toko di Taichung tahun 1983. Kami sudah mendatangi tempat tersebut, tapi tidak perlu repot cari Pearl Milk Tea di Taiwan karena hampir setiap beberapa meter (khususnya di kota-kota besar) pasti ada penjual Pearl Milk Tea.

Menurut kami pearl di sini lebih kecil ukurannya dan lebih lembek sehingga ga terlalu cape ngunyahnya. Kombinasinya ada banyak, tapi kami suka yang original dan simple seperti Brown Sugar Pearl Milk Tea.

Harga: NT$40-60 tergantung kombinasi, di Shihlin Night Market. Pearl Tea Shihlin Market

5. Hot Star Fried Chicken

Pertama kali liat ini di Shihlin Night Market dan antriannya panjang. Katanya originalnya memang di sini dan mereka cuma jual 1 jenis makanan yaitu large fried chicken alias ayam goreng tepung raksasa. Bentuknya fillet (tanpa tulang) dan ukurannya gueeeedeeee banget. Kulit tepungnya tebal, kata Adam sih agak terlalu tebal. Tapi tepungnya dicampur bumbu sehingga rasanya enak, bukan cuma tepung tawar.Hot Star Chicken Shihlin MarketSebelum dikasih, petugasnya selalu tanya mau pedas atau tidak. Kalau mau akan dikecrotin bubuk cabe lagi, ga pedes sih, malah enak jadi ada kick-nya. Nemu Hot Star Fried Chicken lagi di area Ximending, tapi di sini pilihannya banyak. Bukan cuma large fried chicken, tapi juga ada fried king oyster mushroom, fried boneless chicken nugget, fried scallop and squid balls, tempura, dll.

Harga large fried chicken: NT$70 di Shihlin Night Market. Hot Star Large Chicken

6. Xiao Long Bao (steamed soup dumpling)

Restoran terkenal yang menyajikan xiao long bao sudah tersebar ke berbagai negara, yaitu Din Tai Fung. Lokasi Din Tai Fung yang original ada di Xinyi Road, Taipei City. Siap-siap aja antrian panjang setiap hari. Xiao Long Bao itu dumpling berisi minced pork yang kalau kulitnya digigit ada sedikit kuahnya. Enak dimakan panas-panas pakai sumpit dan sendok bebek untuk nadah kuah yang belepotan.

Kalau malas antri ada banyak sekali restoran di Taiwan yang menyajikan berbagai jenis steamed dumpling termasuk xiao long bao.

Harga: NT$150/10 buah di sebuah resto lokal. Xiao Long Bao

7. Lu Rou Fan (braised pork rice)

Buat penggemar babi kecap pasti akan suka makanan ini. Mirip banget dengan babi kecap sih, tapi dagingnya menggunakan samcan (pork belly) semua sehingga sangat fatty. Ada 2 pilihan, lu rou fan yang biasa dan murah pakai daging yang sudah diiris kotak-kotak kecil kemudian ditabur di atas nasi putih kemudian disiram kuah kecapnya. Kalau mau yang lebih besar porsi dagingnya, kadang ada opsi sepotong pork belly besar dan tebal yang tidak dipotong-potong, biasanya harganya juga lebih mahal.Lu Rou Fan BesarLu rou fan porsi kecil sangat murah dan cukup mengenyangkan. Buat saya sih cukup, tapi buat bule-bule biasanya pesan yang ukuran besar. Resto khusus lu rou fan yang recommended dan pakai antri (tapi cepat banget koq majunya) di Taipei City adalah Jing Fen Braised Pork Rice (di foursquare tertulis Kinfen Braised Pork Rice). Tapi selain itu banyak banget koq yang jual lu rou fan di mana-mana.

Harga: NTD$30 porsi kecil, NT$65 untuk nasi dengan pork belly utuh di Jing Fen Braised Pork Rice. Lu Rou Fan Kecil

8. Candied fruits

Sebenarnya snack ini simple banget, tapi tampilannya cukup menggoda. Strawberry ukuran besar yang warnanya merah merona dan terlihat ranum ditata menggunakan tusuk sate kemudian dicelupkan ke dalam cairan gula. Kemudian ditunggu sampai lapisan gulanya mengeras baru dipajang. Lapisan gulanya bikin tampilan mengkilat seperti kaca.Candied FruitsSaat digigit lapisan gulanya retak sehingga memberikan tekstur yang menarik saat mengunyah daging strawberry yang lembek. Rasa manisnya pun berbaur dengan sedikit rasa asam dari buah. Selain strawberry, beberapa penjual mengkombinasikannya dengan tomat cherry, kiwi, plum, irisan belimbing, pokoknya buah apa aja deh yang bisa ditusuk pake tusuk sate.

Harga: NT$50 untuk 1 tusuk dengan 3 butir stroberi dan 1 tomat cherry.Candied Strawberries

9. Fu zhou noodle

Sejauh ini fu zhou noodle paling mirip dengan yamien Bandung yang merupakan salah satu makanan favorit saya. Intinya, fu zhou noodle itu mie kuning rebus yang diaduk-aduk pake minyak wijen kemudian ditaburi potongan daun bawang segar. Mirip dengan yamien polos kan? Dan di sana dry noodle seperti itu (tidak berkuah) juga disebut ‘yi mian’.

Kemarin ini kami makan yang ada topping daging cincang masak kecap-nya. Di Bandung beberapa yamien non-halal juga begitu tampilannya. Kalau dilihat dari sejarahnya, banyak makanan Chinese di Bandung yang kemungkinan asal penyebarannya dari daerah Fu Zhou di China, makanya banyak kemiripannya.

Harga: NT$40 untuk porsi kecil di Yi Ping Fu Zhou Noodle House.Fu Zhou Noodle

10. Sarapan ala Taiwan

Ini beneran disebut sarapan ala Taiwan karena selama 2.5 minggu di Taiwan, di setiap kota pasti ada kedai yang khusus jualan makanan untuk sarapan ini. Jenis makanannya macam-macam tapi sebagian besar jual susu kedelai.

Yang menarik, selain susu kedelai yang diminum manis, ada yang disebut salty soy milk! Rupanya salty soy milk itu tidak diminum begitu saja melainkan dimakan. Cairan susu kedelai polos dicampur dengan condiment yang mirip dengan condiment bubur ayam, ada daun bawang, bawang goreng, irisan cakue dan udang kering cilik-cilik.


Di sela-sela gerakan tangan si om penjual soy milk yang super cepat, ada satu bahan rahasia yang fungsinya mengentalkan susu kedelai jadi curd (dadih). Jadinya cairan susu di mangkuk itu memisahkan diri, ada yang menggumpal mengapung sedangkan cairannya jadi bening. Rasanya enak-enak aja sih, teksturnya jadi kayak makan isian tahu sumedang tanpa kulit garingnya.Sarapan Ala TaiwanSelain soy milk, menu yang hampir selalu menemani adalah cakue. Tapi kadang cakuenya sudah dingin karena tidak digoreng fresh. Selain itu ada juga yang disebut chinese pancake (semacam roti cane) yang diisi telur dadar atau pork chop. Ada juga nasi yang digulung dengan isi abon, potongan cakue kemudian gulungan nasinya dibungkus lagi pakau telur dadar.

Banyak deh kombinasinya, sebagian besar bahan utamanya ya cakue, telur dadar, kulit roti, abon, daging tipis. Ada juga yang jual bapao isi daging atau bapao polos (mantau) yang diisi telur/daging. Tiap tempat punya menu andalannya masing-masing. Beberapa tempat sarapan populer di Taipei di antaranya Fu Hang Soy Milk dan Yong He Soy Milk King.

Harga: tidak sampai NT$100 untuk sarapan mengenyangkan 2 orang di Yong He Soy Milk.Tempat Sarapan Lokal Di Taipei

11. Dessert campur-campur

Ada banyak sekali kedai khusus jual dessert yang isinya semangkuk isi berbagai jenis isian mulai dari taro ball, kolang-kaling (eh ga tau beneran kolang-kaling apa bukan, pokoknya kenyal-kenyal gitu), tofu pudding, almond pudding, jelly, cincau hitam, kacang merah, dll. Pokoknya semua ditumplekin di satu mangkok terus ditambah es serut dan cairan gula.Dessert CampurKemarin ini kami coba yang di Raohe Night Market dan agak kurang cocok. Teksturnya kenyal-kenyal semua dan isinya terlalu banyak, jadinya blenek walopun udah semangkuk berdua. Kalau suka yang panas juga ada dessert panas, biasanya berkuah jahe. Ini yang local style ya. Kalau yang modern ala-ala Hong Tang gitu juga banyak, pake potongan mangga, es serut, es krim.

Harga: NT$50 di Raohe Night Market.Mango Dessert


12. Matsusaka Pork

Denger nama Matsusaka langsung inget jenis daging sapi paling top di Jepang selain Kobe beef dan Hida beef. Tapi rupanya Matsusaka Pork belum tentu berasal dari Jepang. Konon katanya karena nama Matsusaka itu menjamin kalau daging tersebut berkualitas tinggi (memiliki rasio tertentu antara daging dan lemak), banyak bisnis makanan di Taiwan menggunakan nama tersebut untuk ‘menjual’ produknya.Matsusaka Pork Raohe Night MarketKami mencoba grilled pork yang diiris tipis-tipis kemudian disemprot cairan lemon. Teksturnya mantap banget, lembut saat dikunyah tapi masih crunchy. Rasanya tidak berlebihan karena tidak pakai banyak bumbu, semprotan lemonnya bikin taste jadi fresh.

Harga: NT$100 untuk porsi kecil, NT$150 porsi besar di Raohe Night Market.Matsusaka Pork

13. Grilled Mochi

Nemu ini waktu ngubek-ngubek foursquare di daerah Ximending. Kedengarannya menarik, mochi dibakar kemudian disiram pakai topping pilihan, bisa manis atau asin. Yang manis pilihannya: susu kental manis, saus coklat, saus green tea, keju, kacang, wijen hitam. Yang asin pilihannya saus bbq, thai spicy, thai curry dan japanese soy sauce.Grilled MochiMochinya berbentuk balok yang lagi-lagi ditusuk pakai tusuk sate. Dibakarnya seperti bakar sate, dibalik-balik hingga ada hangus-hangus sedikit. Antriannya kadang panjang, tapi menurut kami sausnya agak mengecewakan. Kami pilih saus coklat dan sausnya encer-encer gitu. Mochinya pun biasa aja kayak makan ketan bakar polos.

Harga: NT$35 di pasar malam di area Ximending. Grilled Mochi Saus CoklatSemua yang disebut di atas sudah kami coba sendiri. Lokasi sebagian besar ada banyak, yang disebutkan di atas adalah lokasi yang kami kunjungi dan harga yang kami bayar. Beda lokasi bisa jadi beda harga. Ada beberapa makanan lokal lainnya yang lumayan terkenal di Taipei tapi tidak sempat kami coba dengan beberapa alasan: tidak terlalu suka jadinya tergeser dalam daftar prioritas, memang tidak suka jadi males nyoba, atau antriannya terlalu panjang (a.k.a males antri).Grilled Seafood Di Night MarketKalau penasaran dan pas kebetulan ada kesempatan, bisa coba: Beef Noodle, Ah Chung Rice Flour Noodle di Ximending, Beef Cubes dan berbagai grilled seafood. Buat yang pengen tau cafe-cafe enak di Taipei, nanti akan ada postingan khusus tentang ini. Tungguin ya! Ada yang udah pernah coba makanan-makanan di atas? Yang mana favorit kamu atau yang paling bikin penasaran? 😉

Join the discussion 4 Comments

  • Duhh ngeliatnya jadi ngilerrr..Gw seneng banget sih ke tempat2 yang ada night marketnya gini apalagi jual streetfood macem2 kayak gini. Bisa naik ebrat badan langsung kayaknya dalam semalam kalau liat makanannya begini haha.

  • fika anaira says:

    berapa hari kak ke Taiwan nya? lengkap banget sudah nyobain semua kulinernya 😀

    • Susan Natalia Poskitt says:

      ahaha….di Taipei 5 hari pertama terus belakangnya 1 hari lagi. Sisanya ke kota2 lain. Total sekitar 25 hari lah. Belum keluar semua ini daftar makanannya. Tungguin postingan kuliner berikutnya ya 😉

Leave a Reply to Susan Natalia Poskitt Cancel Reply