Panduan ke Battambang: “Kota yang Kehilangan Tongkat” di Kamboja

By November 22, 2019 Kamboja
Bamboo Train Battambang

Kalau bicara tentang Kamboja, 2 kota paling dikenal di Kamboja sepertinya Siam Reap dan Phnom Penh. Dan di luar kota-kota tersebut mungkin tidak banyak yang tau kota-kota lainnya yang juga menarik dikunjungi. Masih dalam rangka mempromosikan kota-kota non-mainstream di Thailand, kali ini kami mengunjungi salah satu kota non-mainstream di Kamboja yang tidak disangka-sangka sangat menarik. Bahkan mungkin banyak yang belum pernah dengar nama kota ini sebelumnya.

Konon katanya Battambang dalam bahasa lokal (Khmer) artinya adalah “no stick” alias tidak ada tongkat. Tongkat apakah yang dimaksud? Menurut kepercayaan warga Khmer, jaman dahulu ada sosok raksasa baik yang melindungi mereka. Suatu hari raksasa tersebut melempar tongkatnya untuk mengusir musuh namun kemudian tidak ketemu. Dan katanya di kota tersebutlah tongkat tersebut hilang. Jadilah kota tersebut dinamakan Battambang alias tempat di mana tongkat tersebut hilang.Mural Di Battambang City

Di mana Battambang dan bagaimana cara ke Battambang?

Battambang merupakan kota terbesar di daerah barat Kamboja dan sangat terkenal sebagai penghasil beras paling besar di negara tersebut. Battambang bisa dicapai dengan naik minivan dari Siam Reap selama kurang lebih 4 jam. Namun waktu itu kami masuk ke Battambang dari Thailand jalan darat setelah mengunjungi kota Trat di timur Thailand. Dari Trat 2 jam ke border, kemudian disambung 2 jam lagi perjalanan minivan ke pusat kota Battambang.

Ada Apa di Battambang?

Sebelumnya ga tau apa-apa tentang Battambang, namun ternyata Battambang seru juga buat dikunjungi. Kotanya tidak terlalu besar dan lumayan compact, dekat ke mana-mana, sehingga sebagian besar tempat bisa dieksplor dengan jalan kaki saja.

Battambang City

Pusat kota Battambang ternyata lumayan ramai dan surprisingly banyak sekali wisatawan luar negeri di sana. Mirip seperti para backpacker yang suka nongkrong di Khaosan Road di Bangkok, di pusat kota Battambang ini juga terlihat banyak bule-bule yang berseliweran ataupun nongkrong di cafe-cafenya. Ga perlu susah cari makanan karena di sana ada banyak sekali tempat makan. Selain itu, di beberapa spot kota Battambang juga ada mural-mural raksasa yang menghiasi sudut kota. Rupanya mural-mural tersebut memang sengaja dibuat oleh para artis dari negara-negara ASEAN untuk mempromosikan #aseanpopculture.Battambang City

Lok Ta Dambong Kra Nhoung

Masih ingat cerita tentang raksasa yang kehilangan tongkat di awal postingan ini? Nah….Lok Ta Dambong Kra Nhoung ini patung raksasa yang lokasinya ada di salah satu bundaran di pusat kota Battambang. Ukurannya besar sekali (seperti raksasa) dan posisinya berlutut sambil kedua tangannya mengarah ke depan sambil memegang semacam cawan yang di atasnya ada sebatang tongkat. Jadi ceritanya tongkatnya ketemu nih? 😉


Karena memang sosok raksasa ini dipuja sebagai pelindung kota, di sekeliling patung tersebut banyak warga lokal yang sembahyang sambil bawa sesajen.Patung Raksasa Hitam

Bamboo Train

Ini salah satu aktivitas yang paling seru di Battambang. Jadi ceritanya mereka punya jalur kereta beserta kereta bambu yang dulunya dipakai untuk mengirim bahan makanan dari satu desa ke desa lainnya. Kereta bambu itu bentuknya semacam papan bambu yang bawahnya dipasangi roda dan mesin supaya bisa melaju di atas rel kereta. Saat ini metode tersebut dipakai untuk atraksi wisata untuk turis.Bamboo Train BattambangDengan membayar 10 USD per orang, kita bisa naik kereta bambu tersebut sejauh 5 km dan kembali lagi ke stasiun utama. Yang seru dari kereta bambu itu, kalau misalnya ada kereta lain yang datang dari arah berlawanan, salah satu kereta harus mengalah dengan membongkar kereta bambu itu dan digeser ke luar jalur kereta. Setelah itu baru dipasang lagi untuk melanjutkan perjalanan. Lajunya lumayan cepat juga lho. Agak deg-degan karena takut tiba-tiba ada yang melintas. Tapi warga lokal sudah tau jadwal kereta koq, dan sesama pengendara kereta bambu juga saling memberi tanda dari jauh kalau ada kereta lain dari arah berlawanan. Wajib dicoba nih kalo ke Battambang!Kereta Bambu Di Battambang

Battambang Museum

Museum ini tidak terlalu besar namun bangunan luarnya sangat cantik. Di dalamnya tersusun artefak-artefak dari mulai jaman batu hingga jaman Angkor. Karena memiliki latar belakang budaya yang sama, kita bisa melihat relief dengan tokoh Wisnu, garuda, hanoman, dll.Museum Kota Battambang

Damrey Sor Pagoda (White Elephant Temple)

Konon katanya pagoda ini dibangun untuk mengenang istri dari salah satu raja pada jaman dahulu. Diperkirakan dibangun tahun 1730, pagoda ini masih berdiri dengan cantik. Meskipun dari luar pagoda ini terlihat agak terbengkalai, namun jika diperhatikan dari dekat pagoda ini memiliki detail arsitektur yang sangat detail dan cantik. Kami beruntung bisa mengintip bagian dalam pagoda ini karena waktu itu sedang ada juru kunci. Di dalamnya juga sangat cantik dengan nuansa warna merah dan emas.White Elephant Pagoda Battambang

Psar Nat Market

Mengintip pasar lokal di setiap kota merupakan sebuah keseruan tersendiri saat traveling. Di pasar lokal kita bisa melihat kegiatan warga lokal sekaligus melihat jajanan unik di pasar lokal.Psar Nat Pasar Lokal BattambangSekarang sudah ada gambaran tentang Battambang kan? Boleh loh dimasukin ke itinerary kamu kalo ada rencana untuk ke Kamboja, biar isinya ga cuma Siam Reap sama Phnom Penh aja 😉

Leave a Reply