5 Tempat Wisata di Banyuwangi yang Wajib Dikunjungi

Pantai THR Banyuwangi

Artikel ini adalah guest post yang ditulis oleh Zaki Lahmadi. You can follow him on twitter @bank_zack and his blog http://www.bangzack.com/

Banyuwangi memang sedang naik daun akhir-akhir ini karena pariwisatanya yang mulai dikenal luas wisatawan lokal maupun luar. Beragam acara diadakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi untuk lebih memperkenalkan Pariwisata Banyuwangi. Di antaranya Banyuwangi Tour de Ijen, Banyuwangi Batik Festival, Festival Wayang Kulit, Banyuwangi Ethno Carnival, Banyuwangi Jazz Festival sampai Festival Rujak Soto dan masih banyak lagi. Jangan bingung dengan banyaknya acara-acara tersebut, cukup pilih beberapa dan sesuaikan tanggal untuk datang. Kalau kamu masih bingung dan tanggal tidak sesuai, berikut beberapa tempat wisata di Banyuwangi yang bisa dikunjungi diluar event tersebut.

1. Gunung Ijen

Ada apa di sana? Yang jelas ada gunung. Gunung Ijen mempunyai danau kawah yang sangat indah dan merupakan salah satu danau kawah terbesar di Indonesia. Jarak dari pusat kota ke kaki Gunung Ijen (Paltuding) sekitar 2 jam yang dapat ditempuh dengan angkot sampai desa terdekat yaitu Desa Jambu dan dilanjutkan dengan menumpang truck penambang belerang, atau jika ingin lebih simple kamu bisa sewa sepeda motor dan kamu bisa menghemat waktu 30 menit. Setelah sampai di Paltuding kamu harus trekking sejauh 3 km yang bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 30 menit sampai 2 jam, tentunya setelah kamu beli tiket masuk seharga 5 ribu rupiah saja. Dulu gunung ini hanya dikenal dengan penambang belerang-nya saja yang setiap hari memikul hasil tambangnya dari puncak sampai kaki gunung. Namun sekarang ada fenomena bluefire yang mulai terkenal dan hanya bisa dilihat jam 12 malam sampai jam 3 dini hari. Itupun jika kondisi cuaca mendukung dan tidak ditutup oleh petugas setempat. Jadi, pastikan dulu sebelum pergi ke sana. Dan ingat, jangan ke sana seorang diri, kecuali kamu jomblo.

Gunung Ijen, Banyuwangi

Gunung Ijen, Banyuwangi

2. Pantai Pulau Merah

Kamu akan mengira salah tempat jika berada disini. Kamu hampir pasti mengira ini di Pantai Kuta, Bali. Bukan, ini masih di seberang Pulau Bali. Sepintas Pantai Pulau Merah atau yang biasa disebut Red Island memang mirip Pantai Kuta. Dengan hamparan pasir putih yang luas dan puluhan payung – payung berjajar cantik secantik Shoimah menambah kemiripannya dengan pantai tetangga. Anjing- anjing pun berlari kesana kemari tanpa tujuan, seperti hidup para bujangan yang tak pasti menuju pelaminan … tssaah. Cuma penjaja bir dan seonggok pulau kecil yang membedakan dua pantai ini. Dan di sini pula tiap tahunnya diadakan acara International Surfing Competition. Jarak tempuh dari pusat kota sekitar 2 jam ke arah selatan dengan kendaraan bermotor, dan 4 hari jika berjalan kaki.


Pulau Merah, Banyuwangi

Pulau Merah, Banyuwangi

3. Teluk Hijau

Jika sudah ke Pantai Pulau Merah, jangan pulang. Lanjutkan perjalanan ke Teluk Hijau yang berada di Taman Nasional Merubetiri.. Hanya 1 jam dari Pulau Merah dan 3 jam dari pusat kota. Walaupun jarak tempuh 1 jam, tapi medan menuju ke sana tidak mudah. Jalan yang rusak dan berlubang, becek ketika hujan dan tentunya tak ada ojek yang mangkal. Jika sudah sampai di papan informasi yang ada di lokasi, anda masih harus trekking naik dan turun menuju pantai Teluk Hijau. Memang capek menuju ke sana, tapi setimpal dengan apa yang didapat. Laut yang berwarna hijau dan pasir yang putih bersih. Jika Anda pergi membawa sampah, pulang pun bawalah sampah itu sebelum Anda dianggap sampah.

Teluk Hijau, Banyuwangi

Teluk Hijau, Banyuwangi

4. Taman Nasional Baluran

Kamu mau ke Afrika? Saya juga mau. Tak perlu jauh-jauh ke sana untuk menikmati liarnya satwa dan padang savanna. Kamu cukup datang ke Taman Nasional Baluran yang harga tiket masuknya hanya 5 ribu rupiah saja, di sini terdapat padang savanna dan satwa liar yang berkeliaran tanpa pagar dan tanpa diikat. Banteng, rusa, merak, ular sekalipun dapat kamu temukan di sini. Jika beruntung kamu dapat melihat rusa secara dekat, karena mereka hanya keluar jika sedang mencari air untuk minum dan malu-malu jika didekati. Dan tetap waspada terhadap monyet-monyet liar di sana. Sekali monyet ya tetap monyet. Jahil. Taman Nasional Baluran atau yang sering disebut Africa Van Java ini, berada di utara Banyuwangi dan berbatasan dengan Situbondo dan dapat ditempuh dengan waktu 30-45 menit dengan kendaraan pribadi atau 1 jam dengan bus umum. Atau jika kamu punya waktu yang banyak bisa dicoba dengan menggunakan becak yang memakan waktu 1 hari, syarat dan ketentuan berlaku.

Taman Nasional Baluran, Banyuwangi

Taman Nasional Baluran, Banyuwangi

5. Pantai Watu Dodol

Sepulang dari Taman Nasional Baluran tentunya kamu lapar. Perjalanan kembali menuju ke Kota Banyuwangi kamu akan melewati Pantai Watu Dodol, berjarak 15 menit dari kota. Di sana terdapat warung-warung semi permanen yang menjual aneka makanan dan minuman, tentunya ini bukan warung remang – remang. Sambil makan mie goreng atau rujak soto khas Banyuwangi, kamu akan disuguhi pemandangan gratis Selat Bali dan kapal-kapal ferry yang berseliweran mengangkut penumpang Banyuwangi – Bali. Pulau Bali serasa dekat di depan mata, tapi jangan coba-coba berenang ke sana. Jauh bro. Dan jangan lupa bayar makanannya, karena yang gratis hanya pemandangannya saja. Oh iya, pantai ini dinamakan Watu Dodol karena di dekat pantai ada sebongkah batu yang sangat besar yang membelah jalan raya Banyuwangi – Situbondo. Konon, di saat pembangunan jalan yang dilakukan oleh Penjajah Belanda ini, batu tersebut tidak bisa dipindahkan sehingga tetap berada di sana dan membelah jalan raya Banyuwangi – Situbonda sampai sekarang, bahkan mungkin sampai besok.

Watu Dodol

Watu Dodol

 

Join the discussion 10 Comments

Leave a Reply