Border Crossing: Georgia – Armenia Jalan Darat

Sungai yang menjadi perbatasan Turki-Armenia

Setelah masuk ke Georgia jalan darat dari Turki, sekarang kami berencana untuk masuk ke Armenia dari Georgia. Dari hasil riset informasi di internet melalui website kedutaan Armenia, sebetulnya WNI bisa apply visa terlebih dahulu secara online (e-visa) dengan membayar 10 USD via kartu kredit. Namun entah karena kami apply terlalu mepet waktunya, pada saat kami tiba di border Georgia-Armenia kami belum mendapatkan jawaban maupun visa approval dari mereka. Akhirnya kami apply langsung di counter.

Border Crossing Georgia - Armenia

Border Crossing Georgia – Armenia

Tahapan border crossing Georgia – Armenia:


  1. Dari Tbilisi area stasiun marshrutska Didube kami naik ‘angkot’ (minibus kuning) menuju stasiun bis Ortachala.
  2. Di stasiun itu seharusnya ada minibus yang reguler menuju Yerevan. Namun begitu turun angkot kami langsung digiring ke minibus yang katanya menuju ke Yerevan juga. Beberapa waktu kemudian kami baru sadar bahwa itu adalah shared taxi yang sedang menunggu penumpang sampai penuh. Biayanya sih tidak terlalu mahal, untuk 6 jam perjalanan 1 orang bayar sekitar 30 GEL. Namun yang kesal itu menunggu sampai mobil penuh.
  3. Waktu perjalanan dari Tbilisi sampai border Sadakhlo/Bagratashen tidak terlalu lama, hanya sekitar 1 jam.
  4. Di border, semua penumpang harus turun dan antri, sementara mobil dan 1 pengemudinya lewat jalur khusus.
  5. Saat antri di konter, ada petugas yang memeriksa paspor. Begitu melihat paspor WNI, saya diminta menuju sebuah konter di dekat gerbang masuk dan bayar visa dulu.
  6. Di konter visa, saya cuma diminta mengisi form. Kemudian paspor saya pun langsung ditempeli stiker visa. (NB: saat petugas mengisi data Adam, mereka menemukan bahwa Adam pernah apply visa secara online. Tapi kami jelaskan bahwa kami tidak pernah dapat visa approval-nya)
  7. Awalnya mereka minta pembayaran visa sebesar 10 USD, namun kami pernah baca bahwa jika apply visa di border seharusnya hanya 7.5 USD atau setara dengan 3000 AMD. Akhirnya dengan setengah menggerutu mereka minta kami bayar dengan AMD.
  8. Karena kami belum punya AMD, mereka menunjuk sebuah mesin besar di sebelah konter yang katanya mesin penukar uang. Kami tukar beberapa USD ke AMD. Rate-nya kami tidak ingat berapa, kemungkinan tidak terlalu bagus sih, tapi apa boleh buat karena mereka tidak mau terima USD (maunya 10 USD, tapi tidak terima kalau kami cuma mau bayar 7.5 USD)
  9. Setelah mendapatkan stiker visa, kami kembali lagi antri di konter imigrasi. Lokasi konter imigrasi ini hanya di pinggir jalan (bayangkan seperti konter jalan tol). Saat itu menjelang musim dingin dan turun hujan sehingga lumayan menggigil kena angin….hehe. Petugasnya tidak terlalu banyak tanya, jadi lumayan cepat prosesnya.
  10. Kembali ke mobil, tentu saja seperti biasa semua penumpang sudah duduk manis menunggu kami yang selesai terakhir 😉
  11. Di border tersebut banyak toko-toko kecil yang menjual snack dan jual simcard jika mau langsung ganti pakai simcard lokal.
  12. Mobil lanjut hingga 4 jam kemudian tiba di stasiun Kilikya Yerevan. Di tengah perjalanan kami sempat berhenti di sebuah kedai kecil untuk makan malam. Makanannya sederhana namun enak karena fresh from the grill.
  13. Tiba di Yerevan sudah cukup malam. Kalau mau menuju city center harus naik taksi lagi. Kami lihat ada hotel di seberang stasiun, karena malas harus naik taksi dan mencari-cari penginapan di kota akhirnya kami menginap di hotel itu. Dan ternyata walaupun simple, namun hotelnya rapih dan yang penting punya heater! *langsung selimutan*

Selamat istirahat, besok kita mulai menjelajahi Armenia yuk!

UPDATE: Sejak akhir tahun 2014, WNI sudah tidak bisa VoA lagi ke Georgia, jadi harus apply visa terlebih dahulu di Jakarta sebelum berangkat. 

Join the discussion 5 Comments

  • menarik mba… ditunggu ceritanya Armenianya… visanya trnyata mudah yaa ^o^

  • andy says:

    Hi mba susan…kpn mba ke georgianya …soalnya kata tmenku uda ga bisa voa lagi gmn ya…padahal pengen visit yerevan n tbilisi

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Halo….iya betul memang sejak akhir tahun (sep/okt) 2014 Georgia memberlakukan wajib apply visa dulu bagi WNI. Jadi WNI sudah tidak bisa VoA lagi. Nanti postingannya akan kami update dengan info tsb. Kalau Yerevan (Armenia) sepertinya masih bisa VoA, tapi land bordernya yang paling enak ya lewat Georgia.

  • harmen says:

    Hallo Kak salam kenal ya 😀 senengnya bisa baca pengalamannya sampai ke Georgia dan Armenia.
    saya ada pertanyaan nih kak, sebab saya juga akan travel dengan Rute yang sama ^_^, jadi VoA untuk Georgia sudah benar2 di Hapus?, terus bagaimana kalau E-Visa georgia..di website resminya :https://www.evisa.gov.ge/GeoVisa/VisaApp , bisakah kita apply?, sebab di sana tertulis seperti ini *Prospective travelers have a possibility to obtain a tourist or business visa without visiting “Georgian Embassy or Consular Office”, following three simple steps: applying, making online payment and printing out ready e-Visa. so, apakah kita bisa Apply secara Online tanpa harus pergi ke Konsulat?, sebab saya saat ini sedang di Russia.

Leave a Reply