Cara mengajukan Work and Holiday Visa Australia untuk WNI

Sebelumnya kami menulis sedikit gambaran tentang Work and Holiday Visa di Australia dan banyak sekali respon positif yang menunjukkan bahwa banyak WNI yang tertarik dengan informasi ini. Kali ini kami akan bagikan cara mendaftar untuk Work & Holiday Visa Australia ini. Ada 2 hal penting yang menjadi pembahasan disini, yakni cara mengajukan visa dan cara mendapatkan SRPI (Surat Rekomendasi Pemerintah RI).

Cara mengajukan Work & Holiday Visa Australia

Seperti yang telah dirinci di website Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia. Pemerintah Australia memberlakukan persyaratan seperti tersebut di bawah ini.

Setiap pemohon harus:

  • Berusia antara 18 – 30 tahun (termasuk berusia 18 dan 30) pada saat mengajukan permohonan visa;
  • Mengajukan permohonan di negeri asal (Indonesia atau Australia);
  • Untuk Warga Negara Indonesia, memiliki tingkat kemahiran berbahasa Inggris atau untuk warga negara Australia memiliki tingkat kemahiran berbahasa Indonesia, yang sekurang-kurangnya tingkat fungsional dalam tes bahasa;
  • Tidak memiliki anak-anak dibawah umur yang akan pergi dengan pemohon (anak-anak dibawah umur tidak diperbolehkan untuk disertakan sebagai anggota keluarga dalam permohonan visa orang tuanya);
  • Belum pernah mengikuti program Bekerja dan Berlibur (Work & Holiday) sebelumnya;
  • Memiliki dana yang layak untuk membiayai keperluan pribadi selama tiga bulan pertama – kurang lebih sebesar AU$5000;
  • Berbadan sehat dan berkelakuan baik; dan
  • Menyertakan surat dari badan pemerintah yang relevan yang menyatakan bahwa pemohon telah memenuhi semua persyaratan (SRPI – Surat Rekomendasi Pemerintah RI)
Ada kangguru di mana-mana di Australia!

Ada kangguru di mana-mana di Australia!

Berikut daftar persyaratan dokumen yang harus dilampirkan dengan aplikasi visa kalian:


  • Formulir aplikasi (Formulir 1208). Harap dilengkapi dengan tanda tangan;
  • Biaya aplikasi visa Rp 3.770.000 (ditambah biaya AVAC/kurir Rp 180.000);
  • Paspor yang masih berlaku paling tidak 12 bulan dan semua paspor lama yang pernah dipegang;
  • 1 lembar foto ukuran foto paspor yang terbaru;
  • Surat dari pemerintah yang memberi dukungan (biasa disebut dengan SRPI atau Surat Rekomendasi Pemerintah RI);
  • Bukti bahwa kalian mempunyai keuangan yang cukup untuk memberikan dukungan untuk kalian – biasanya paling tidak AUD $5000 untuk memberikan dukungan awal dari liburan kalian. Jumlah ini bervariasi tergantung dari apakah kalian bisa menunjukkan tiket pesawat pulang pergi, lama tinggal dan tujuan dari keberangkatan kalian. Bukti yang dapat kalian lampirkan adalah rekening koran yang sudah di legalisir;
  • Bukti bahwa kalian mempunyai kualifikasi ketiga atau kalian sudah menyelesaikan paling tidak dua tahun dari pendidikan universitas kalian;
  • Bukti kalian mempunyai bahasa Inggris yang baik yang dinilai dari test bahasa Inggris dan setidaknya kalian harus mendapatkan nilai “fungsionil”. Salah satu bukti yang bisa digunakan adalah nilai IELTS di atas 4.5 atau skor TOEFL di atas 133 (computer-based) atau skor TOEFL di atas 450 (paper-based). Kedua tes harus dilakukan dalam waktu paling lama 2 tahun sebelum mengajukan aplikasi; dan
  • Melakukan tes rontgen di salah satu panel radiologist. Mereka akan mengirimkan hasilnya langsung ke bagian Imigrasi.

Untuk lebih banyak informasi silahkan buka website ini:
http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/Checklist_WHol.html

Unta, wombat dan kangguru - hati-hati!

Unta, wombat dan kangguru – hati-hati!

Cara mendapatkan SRPI (Surat Rekomendasi Pemerintah RI)

Surat Rekomendasi Pemerintah RI (SRPI) bisa diperoleh di:

Direktorat Lintas Batas & Kerja Sama Luar Negeri 
Direktorat Jenderal Imigrasi 
Jl. H.R Rasuna Said Kav. 8-9 
Kuningan, Jakarta Selatan 12940

Special deal!
Kalau mau travel ke Australia, kami rekomendasikan Lonely Planet Australia. Buku ini harganya kira-kira Rp.400,000 di Indonesia, tapi kami punya special deals dengan the Book Depositorylebih murah dan ongkos kirim gratis!
Cek Harga

Dari semua persyaratan, yang saya rasa paling susah adalah mendapatkan SRPI ini karena cara dan proses memperolehnya berbeda setiap tahun mengingat minat yang semakin besar dari warga negara Indonesia. Pada tahun pertama dan kedua (2009-2010) ketika belum banyak orang tau, begitu mudah untuk mendapatkan surat rekomendasi tersebut.

Pada tahun 2011 sejak pendaftaran SRPI dibuka pada tanggal 1 Juli, sebanyak 100 buah surat sudah habis diberikan dalam waktu tiga hari untuk mereka yang datang paling awal dengan berkas lengkap dan lolos proses interview.

Pada tahun 2012 saya mendapatkan info bahwa pihak Imigrasi telah menutup pendaftaran pengajuan SRPI dalam waktu satu hari saja dikarenakan jumlah peminat yang membludak dan mereka telah mengantri sejak dini hari.

Anida lagi hang gliding!

Anida lagi hang gliding!

Oleh karena itu, pantau terus pengumuman dari pemerintah mengenai hasil kebijakan terbaru penambahan jumlah kuota yang hingga saat tulisan ini ditulis masih belum final. Hal ini akan berpengaruh terhadap persyaratan dan proses perolehan SRPI sebagai komponen utama pengajuan Work and Holiday Visa. Siapkan dengan cermat dan lengkap semua dokumen yang diminta oleh pihak Imigrasi serta kedutaan baik fotokopi maupun original. Datanglah sepagi mungkin. Ingat, peminat visa ini tidak hanya kalian saja melainkan para pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia.

Artikel kami yang selanjutnya adalah mengenai bagaimana cara mencari pekerjaan di Australia dengan visa Work & Holiday dan semudah apakah prosesnya. Pasti ingin tahu kan?

Anida baru pulang sesudah 1 tahun di Australia. You can follow her on twitter @nidnod and her blog nonaransel.blogspot.com

Join the discussion 65 Comments

  • Wah, ribet juga berarti ya buat dapetin SRPI? Apa emang cuma dibuka tiap tanggal 1 Juli aja? Alamat musti terbang dari Bali-Jakarta-Bali deh demi surat ini doang. Nggak bisa diwakilin pula lagi ya 🙁

  • ovy says:

    hm…. kalau misal english nya kurang tapi document semuanya lengkap, pekerjaan as au pair udah dapet, invitation letter dari host family dan juga bukti residential host fam nya juga udah dapet, SKCK dari kapolda juga ada, bukti keuangan mencukupi, masih susah gak sih untuk pengajuan SRPI dan Visa ??

    • Susan says:

      Hmm…..kayaknya itu bukan WHV deh, soalnya kalo WHV ga usah cari kerjaan dulu. Cari kerjanya nanti pas udah diapprove dan udah sampe Australia. Dan untuk WHV, persyararatan bhs inggris menjadi salah satu penentu. Soalnya kan kalau mau kerja di sana perlu bahasa inggris yg minimal fungsional.

    • ellen says:

      halo ovy, saya tertarik dengan komen kamu?
      kamu sekarang sudah jadi au pair di aussie?
      saya juga sekarang sudah dapat host fam di sana tapi masih bingung untuk apply visa nya
      bisa share kelanjutan pengalaman kamu?
      bisa email langsung saja ke lenlen_imoet28@yahoo.co.id
      thx

  • Adyah says:

    Hi Susan, ada email gak? aku pengen ngobrol and tanya2 banyak nih soal pengajuan SRPI ini, juga soal pertanyaan waktu wawancara SRPI dan visa. Ato kamu boleh email aku di adyah.ningtyas@gmail.com. Ditunggu ya 🙂 thanks a lot!

  • surya says:

    oh ya untuk persyaratan yang ini nih : Bukti bahwa kalian mempunyai kualifikasi ketiga atau kalian sudah menyelesaikan paling tidak dua tahun dari pendidikan universitas kalian; apa yang di maksud dengan kualifikasi ketiga dan apakah harus kuliah apa tidak boleh kalau cuma luluasa SMA aja ?

  • kama says:

    2 tahun yang lalu saya pernah mencoba untuk mengajukan permohonan visa holiday sekali tapi tidak di terima, sekarang saya mau coba untuk mengajukan permohonan lagi. Ada saran gak untuk itu? masalahnya saya sedikit trauma dengan kejadian sebelumnya. terima kasih

    • Susan says:

      Coba lampirin surat pengantar, isinya menjelaskan kenapa kamu mau kesana, gimana cara support selama disana, jelasin pasti balik ke indonesia karena….?? Misal: cutinya cuma seminggu, atau apa aja deh yg ngebuktiin kalo kamu bakal balik ke indo. Itu sih yg paling penting, mereka ga mau org2 kesana trus kurang uang trus jadi illegal worker atau malah ga pulang (imigran gelap). Semoga berhasil! 🙂

  • yanto says:

    saya sudah mendapatkan sursiat rekomendasi kira2 apa aja berkas yang harus disiapkan di AVAq atau kedutaan ausi

  • Yessy says:

    Wah. thanks banget buat info nya. Kapan nih update blog nya lagi ttg cari kerja disana & prosesnya. Krn kalo aku uda nyampe sana tapi ga dapet2 kerjaan sama aja cari mati di negri orang. Ga bisa bertahan hidup ntar =P
    Thanks before ya 🙂

    • Susan says:

      kebetulan yang menulis post itu sudah tidak melanjutkan kontribusinya di blog ini.
      Kalau mau bisa coba tanya ke Daniel Giovanni (@qronoz) yang saat ini lagi WHV di Australia (jadi pasti lebih fresh infonya) 🙂

  • inez says:

    mau nanya dong, test rontgennya dimana ?

  • christine says:

    ada gak np hp ato pin ovy yang bisa dihubungi? kasih donk pls.

  • ronald says:

    agak ribet juga ya bagi yang di luar Jakarta krn ga ada kantor perwakilan di propinsi lainnya.

  • filip says:

    Gimana stepnya ya???minta share donk cerita tmn2

    • Susan Natalia Poskitt says:

      bukannya itu udah dijelasin step2nya di artikel ini?
      Kalau mau tau sharing pengalaman dari para WHV-ers ada komunitasnya di facebook, gabung aja di sana.

  • Ridho says:

    Hello, untuk masalah document lainya selain STPI saya tidak masalah. Yg menjadi petanyaan saya, apakah setelah mendapatkan surat SRPI bisa menjamin utk mendapatkan visa? Atau ada surat pengantar? Surat pengantar tersebut apakah harus di tanda tangan/cap agar termasuk sah? Trims

    • Susan Natalia Poskitt says:

      SPRI tidak menjamin visa diapprove, tapi tanpa SPRI visa sudah pasti tidak diapprove. Tidak perlu surat pengantar lagi.

  • Ridho says:

    Benarkah untuk mendapatkan wawancara harus registrasi lewat online terlebih dahulu? Terus apabila mendapatkan panggilan, document apa saja yang harus dibawa pada saat wawancara nanti? Asli/photocopy/kedua-duanya? Thx

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Coba tanya @catperku yang baru saja diapprove visanya ya. Atau coba gabung ke forum WHV Indonesia. Siapa tau ada peraturan baru. Kami kurang update. Thanks!

  • Ayu angela says:

    kalo punya cwok orang aussie katanya malah bkin susah proses aplikasi nya apa iya??trus alasannya kenapa??

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Wah…kata siapa? Kami sih ga pernah denger kayak gitu dan ga tau alasannya kenapa. Coba tanyain langsung ke yang bilang ‘katanya’ itu 🙂

  • santi susanti says:

    Bantu saya dong,,saya rencana nya mau ke aussie.mau krj.kebeneran saya punya teman di situ,dy mau bantu cari kerjaan.tp saya mesti punya work and holiday visa dlu.klo d lihat n d baca,kayaknya susah mau dptin nya.pendidikan sy max sma,bhs inggris lancar…tolong nya.terima kasih sebelumnya ….

    • Adam says:

      Maaf. Tidak mungkin dapat visa itu klo tidak ada S1. Dan kalau tidak ada keahlian lain, tidak boleh kerja di sana. Banyak kerja pakai visa turis, tapi kalau ditangkap, pasti masuk penjara.

  • Azmia says:

    haloo.. mau tanya nih. kalau pake toefl ITP bisa gak ya? makasi

  • winny says:

    kalau belum dapat perkerjaan apa bisa kak dapat work dan visanya?

  • Tia anggria says:

    Trima kasih infonya kak susan? sangat membantu kami.
    Kebetulan saya ingin sekali mendapakan WHV, untuk menambah pengalaman. namun saja kendala SPRI yang mewajibkan saya harus dtang ke Jakarta dan belum tentu dapat suratnya.. berapa lama masa berlaku WHV selama di australia? Usia saya sudah 25 thn.

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Iya…harus datang langsung ke jakarta untuk dapat SPRI. Kalau sudah dapat WHV berlaku maksimal 12 bulan sejak tanggal di-approved sebelum akhirnya hangus dan tidak bisa dipakai. Good luck!

  • Odillo says:

    Syarat pengajuan visanya termasuk untuk usia 30 tahun, tapi untuk pengajuan SPRI hanya boleh untuk yang belum 30 tahun saat pengajuan. Bener begitu ya?
    Saya baca di imigrasi.go.id sih

  • Jenius Antariksa says:

    Halo Susan, saya hari senin ini 21 sept 2015 diundang untuk interview nih sama imigrasi untuk proses reference letter hehehe. mau nanya dong. mereka biasa menanyakan hal apa saja ya? dan jawaban apa yang paling baik untuk meyakinkan mereka? Many Thanks 🙂

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Halo….saya belum pernah diinterview sih. Tapi dengar2 katanya pertanyaannya standar saja, mau apa di sana, berapa lama, tinggal dmn, dll. Jadi jawabannya ya sejujurnya saja. Ga susak koq. Good luck! 🙂

      • Jenius Antariksa says:

        Anyway memang kamu melalui apa visanya tapi belum pernah di interview hehehehe.. ohh pertanyaan standar yaa, tapi apakah mungkin kalau tujuan kita disana mau melanjutkan sekolah setelah visa WHV habis tidak di pertimbangkan karena takut akan stay lama disana? Thanks ya

        • Susan Natalia Poskitt says:

          Saya belum pernah ambil WHV. Itu guestpost dari Anida Dyah (@nidnod) 🙂
          Kalau mau tanya2 banyak yang saat ini baru saja pegang WHV tapi belum berangkat: @catperku, @putrinyanormal, @geretkoper. Mungkin bisa tanya mereka saja supaya lebih jelas prosesnya. Kami di sini cuma bagikan info supaya banyak yang tahu ttg WHV ini karena ini kesempatan bagus buat orang Indonesia bisa merasakan liburan sambil kerja di Australia 🙂
          Untuk lanjut sekolah tidak ada hubungannya dengan WHV karena pake visa study. Jadi lebih baik sih hati2 dengan jawaban tsb. Tujuan visa wHV adalah untuk experience the culture, sekaligus menikmati tourist attraction dan pengalaman kerja (non-career). Good luck! 🙂

  • Yenni says:

    aku mau nanya utk bikin whv itu kan hrs ngelampirin.rek koran ya.. itu emng wajib minimal saldo $5000, klo kurang dr itu gmn ya ? mohon pencerahannya dong tmn2.. makasih

    • Susan Natalia Poskitt says:

      biasanya sih memang aturannya begitu, dulu visa turis biasa juga syarat tabungannya segitu.
      Mungkin ada masukan dari teman2 lain? 🙂

  • r.suci says:

    Mba,,untuk aupair ke australia apakah harus ada visa working and holiday?

    mba, saya boleh minta emailnya agar bisa saya inbox, rencana saya mau au pair ke australia, 🙂 terima kasih banya mba

  • Andro says:

    Kapan yahmba susan tanggal dan bulan pendaftaran pengajuan surat rekomendasi RI SPRI untuk tahun ini?, dan info pengajuan surat rekomendasnyai apa aja ya mba?. Mohon responnya terimakasih

  • Manda says:

    Visa work and holiday ini bisa buat pasangan suami istri gak ya? Masih di bawah 30 usianya.. makasih..

    • Adam says:

      kalo 2-2nya apply dan diterima ya bisa. sudah ada beberapa pasang yang bisa berangkat 2-2nya koq.
      Bukan berarti kalo yg 1 diapproved terus pasangannya bisa otomatis ikut ya 😉

  • Christy says:

    Hi, Nama saya Christy dan baru saja menyelesaikan pendidikan S2 di Inggris. Kira2 untuk TOEFL/IELTS sebagai salah satu syarat masih diperlukan nggak ya? Soalnya IELTS saya sudah expired september lalu. Terimakasih sebelumnya 🙂

    • Adam says:

      masih 🙂

      • Christy says:

        Thank you.. Btw saya juga mau tanya, kalau WHV kita diterima, ada kemungkinan untuk memperpanjang visa tersebut setelah setahun di sana dan mencari pekerjaan tetap gak ya? 🙂

        • Adam says:

          ga bisa. WHV cuma bisa max 1 tahun dan kesempatannya cuma 1 kali seumur hidup sebelum umur 30. Kalo mau masuk lagi & kerja tetap, harus pakai Work Visa.

  • Tommy says:

    Hai Mas Adam, saya Tommy dari Padang. Saya ingin bertanya, kapan jadwal untuk interview untuk permintaan Surat Rekomendasi, dan apakah boleh menggunakan Score IELTS Academic untuk pembuatan Visa Work and Holiday Visa (subclass 462)? Thanks

    • Adam says:

      cek di website Ditjen Imigrasi RI. Syarat harus sesuai yang diminta, kalau diminta International berarti harus yang internasional.

Leave a Reply