Cara Menuju Tebing Keraton

Salah satu spot foto yang populer di Tebing Keraton





Update: Untuk semua pertanyaan yang sering kalian tanyakan tentang Tebing Keraton Bandung, kami sudah rangkum pertanyaan dan jawabannya di sini –> http://www.pergidulu.com/tebing-keraton-bandung/

Sekitar awal bulan Agustus 2014, kami penasaran dengan Tebing Keraton yang saat itu ramai dibicarakan di twitter oleh sebagian warga Bandung (dan pengunjung luar kota yang datang ke Bandung), akhirnya pagi harinya kami berbulat tekad untuk mencari tahu tentang keberadaan si tebing tenar tersebut. Jam 4.20 pagi alarm berdering, mata masih berat, namun kami memaksakan diri untuk bangun dan berangkat ke Dago.

Penasaran apa itu Tebing Keraton - yuk ikuti kami

Penasaran apa itu Tebing Keraton – yuk ikuti kami

Semalam sebelumnya kami sudah mencari tahu dari beberapa informasi yang beredar di internet mengenai lokasi tepatnya Tebing Keraton. Melihat Google Maps masih belum terbayang karena sepertinya ada beberapa jalan kecil yang tidak muncul di Google Maps atau kadang-kadang ada yang terlihat seperti jalanan padahal sebenarnya itu cuma walking track yang menembus hutan.

Dari Warung Bandrek Dago masih terus ke atas

Dari Warung Bandrek Dago masih terus ke atas

Cara Menuju Tebing Keraton

Berikut ini kami coba berikan petunjuk jalan setahap demi setahap cara menuju Tebing Keraton dari McDonalds Simpang Dago (yang tidak tahu McD Simpang Dago, google saja sendiri lokasinya ya ;)):

  1. Dari McD Simpang Dago lurus terus ke arah Sheraton sampai melewati Dago Tea House dan Terminal Dago.
  2. Tidak jauh dari Terminal Dago, ada jalan bercabang. Yang ke kiri menuju Dago Giri, yang ke kanan ke arah Bukit Dago Pakar. AMBIL YANG KANAN.
  3. Dari sana beberapa ratus meter ada cabang lagi. Yang kiri ke Dago Bengkok. Yang kanan masih ke arah Bukit Dago Pakar. AMBIL YANG KANAN.
  4. Beberapa ratus meter dari sana, dekat Indomaret di sisi kiri jalan, ada belokan ke kiri ke arah Tahura (Taman Hutan Raya) Ir. H. Juanda. BELOK KIRI. Kalau lurus terus nanti bablas ke daerah cafe-cafe seperti belokan ke Sierra, dan Stone Cafe.
  5. Jalanan menanjak beberapa ratus meter, di sebelah kiri ada gerbang masuk dan tempat parkir luas untuk Tahura, masih lurus terus.
  6. Tidak jauh dari sana ada jalan bercabang di dekat warung. Jalanan ke kanan ada tulisan Bukit Pakar Utara. BELOK KANAN.
  7. Dari sini jalanan makin menanjak. Dulu kondisi jalanannya rusak sekali. Aspalnya sudah banyak yang habis sehingga permukaannya berbatu-batu. Namun sekarang (November 2015) sebagian besar jalanannya sudah aspal/beton. Hanya ada sebagian yang masih rusah parah dan berlubang besar. Dari sini jalanan akan melewati hutan di sisi kiri.
  8. Terus sampai ada tulisan ‘Warban’ alias Warung Bandrek. Di sini tempat para cyclist berkumpul sambil minum bandrek. Tidak jauh dari Warban, ada cabang dua.
  9. PERINGATAN: Berdasarkan pengalaman kemarin (Nov 2015), jalanan ke kiri di-blok oleh para ojeg lokal dan para pengunjung akan dipaksa belok dan parkir di lahan parkir yang sudah disediakan di sebelah kanan. Dari sana pengunjung akan dipaksa naik ojeg.
  10. Silakan negosiasi dengan mafia ojeg tersebut. Kalau bisa sogok mungkin boleh naik ke atas dengan kendaraan sendiri, tapi dari hasil investigasi kami kemarin katanya semua mobil tidak diperbolehkan naik ke atas dengan alasan jalanan rusak dan lahan parkir terbatas. Tarif ojek sekitar Rp 50.000,- per orang dan bisa ditawar (katanya). Kalau mau jalan kaki masih 2 km. 
  11. Kalau sudah lewat halangan ojeg tersebut, dari sana jalan terus, di kanan mulai tampak pemandangan bukit-bukit hijau serta rumah-rumah di lereng bukit. Tak berapa lama kemudian akan tampak pemukiman warga. Jalanan akan terlihat berbelok ke kanan, ikuti jalan terus sampai habis pemukiman warga.
  12. Tidak jauh dari sana ada belokan ke kiri yang agak curam. BELOK KIRI. Di belokan itu ada papan penunjuk sementara.
  13. Hanya sekitar 100 meter terakhir, jalanan sangat curam dan berbatu-batu. Tak lama kemudian ada beberapa warung di sebelah kanan dan di sisi kiri ada bangunan seperti gapura yang merupakan pintu masuk ke Tebing Keraton. Tiket masuk pengunjung Lokal Rp 11.000,-, WNA Rp 76.000,- (kemungkinan sejak 1 Juni 2015 diturunkan jadi Rp 51.000,- –> to be confirmed)
  14. Dari pintu masuk sudah ada jalur yang sangat nyaman dan aman berupa paving block sampai ke viewing point. Selamat Datang di Tebing Keraton!




Begitu sampai di area parkiran Tebing Keraton, kami disambut oleh seorang anak muda yang langsung mengurus parkiran motor kami dengan ganjalan batu karena posisi area parkiran tersebut memang miring. Kami tanya, berapa biaya parkir di sini? Setelah jeda sepersekian dektik dan saling pandang dengan seorang bapak yang juga membantu parkiran, dia jawab “Rp 5.000,-” dengan sangat sopan.

Pagi hari di hari biasa Tebing Keraton juga ramai

Pagi hari di hari biasa Tebing Keraton juga ramai

Setelah itu kami diantar oleh sang bapak yang diketahui bernama Pak Asep (diduga kemudian bahwa namanya ternyata Pak Ase), yang dengan semangat mengobrol dengan Mister Adam. Setelah sampai di lokasi, ternyata sudah banyak orang di sana. Ada sekitar 30 orang, ada yang sudah berpose di ujung batu, ada yang turun ke lereng berbatu-batu, ada juga yang sedang menjaga tripod karena sedang mengambil timelapse.

Bikin timelapse dulu yuk

Bikin timelapse dulu yuk

Matahari belum kelihatan, namun langit sudah lumayan terang karena sebenarnya matahari sudah terbit di balik bukit. Kami pun menyiapkan kamera untuk timelapse di angle yang sama dengan tripod-tripod lainnya. Alasannya adalah, itu posisi yang paling aman yang tidak akan dilalui oleh orang-orang. Di sana-sini orang-orang sibuk foto panorama dan berselfie-ria. Pengunjung datang dan pergi, cukup ramai namun tidak terlalu padat sampai tidak bisa bergerak. Mereka pun dengan sopan antri untuk bergantian foto di spot-spot keren.

Sunrise di Tebing Keraton

Sunrise di Tebing Keraton

Perlu diperhatikan bahwa kondisi tanah di sana berupa tanah kering berpasir yang cukup licin bila dipijak. Oleh karena itu perlu berhati-hati jika ingin berfoto di batu-batu yang posisinya cukup berbahaya di ujung tebing. Tapi sebenernya ga ngeri-ngeri amat koq, banyak juga yang foto-foto di sana. Update: saat ini sekeliling Tebing Keraton sudah dipagari sehingga cukup aman bagi yang bawa anak-anak. Batu keren untuk spot selfie masih bisa diakses secara ilegal, namun harap berhati-hati supaya tidak tergelincir ke bawah. 

Salah satu spot foto yang populer di Tebing Keraton

Salah satu spot foto yang populer di Tebing Keraton

Yang membuat Tebing Keraton ini ramai didatangi memang karena pemandangannya yang keceh, terhampar luas lebih dari 180 derajat. Hutan yang penuh dengan pepohonan hijau menghiasi pemandangan lembah dan gunung-gunung di sekitarnya. Yang bikin tambah keren adalah saat ada kabut. Gerakan kabut yang melayang-layang meluncur di sela-sela pepohonan kemudian menghilang ditelan terangnya langit. Jarang-jarang kan di kota besar seperti Bandung bisa menikmati kabut? Kemudian saat matahari bersinar menembus kabut, indahnya tak terlukiskan dengan kata-kata deh.

Pemandangan cantik pagi hari di Tebing Keraton

Pemandangan cantik pagi hari di Tebing Keraton

Dari obrolan sana-sini, ternyata Pak Asep lah yang menciptakan nama Tebing Keraton sebulan yang lalu. Dia bilang dinamakan Tebing Keraton karena berhubungan dengan keindahan alam (hmm….agak kurang jelas sih ya benang merahnya. ya sudah lah yang penting namanya keren). Dalam bahasa Sunda memang disebut “Tebing Karaton”, seperti yang tertulis di papan petunjuk yang ada di depan jalan masuk, namun saat Pak Asep berbicara dalam bahasa Indonesia, dia mengucapkannya “Tebing Keraton”.

Bersama Pak Asep, sang pemberi nama Tebing Keraton

Bersama Pak Asep, sang pemberi nama Tebing Keraton

Pemandangan pagi hari di Tebing Keraton

Pemandangan pagi hari di Tebing Keraton

View di Tebing Keraton

View di Tebing Keraton

Pak Asep dulunya adalah seorang tukang ojeg. Sekarang dia sibuk mengurus area Tebing Keraton. Beberapa warga juga kecipratan rejeki dengan semakin tenarnya lokasi ini. Mudah-mudahan warga kampung sekitar merasa terbantu dengan adanya ‘wisata baru’ di daerah mereka. Hal penting yang perlu diingat adalah pengunjung diharapkan tetap menjaga kebersihan. Kita di sana kan cuma sebagai tamu, jangan sampai area warga lokal yang dulunya asri cuma gara-gara booming wisata malah jadi kotor dan rusak. Dimohon kerjasamanya ya… Please be a responsible traveler/tourist 🙂 

Hotel Dekat Tebing Keraton yang Recommended versi PergiDulu!

1. Sheraton Bandung Hotel and Towers – mulai dari Rp. 1.138.000   Cek Harga
2. Holiday Inn Bandung – mulai dari Rp. 790.000   Cek Harga
3. Scarlet Hotel Dago – mulai dari Rp. 784.000   Cek Harga
4. The Valley Resort – mulai dari Rp. 731.000   Cek Harga
5. Marbella Suites – mulai dari Rp. 666.00   Cek Harga
6. The Jayakarta – mulai dari Rp. 665.000   Cek Harga
7. Galeri Ciumbuleuit Apartment – mulai dari Rp. 487.000   Cek Harga
8. Accordia Dago Hotel – mulai dari Rp. 296.000   Cek Harga
9. The Silk at Dago Hotel – mulai dari Rp. 288.000   Cek Harga
10. Wirton Dago Hotel – mulai dari Rp. 264.000   Cek Harga





Saat sinar matahari pagi menembus kabut

Saat sinar matahari pagi menembus kabut

Kabut yang melayang menembus hutan

Kabut yang melayang menembus hutan

Masih belum kebayang seperti apa itu Tebing Keraton? Langsung aja tonton videonya.

Masih bingung cara menuju ke Tebing Keraton? Coba cek step-by-step nya di video ini:

Untuk referensi, ini koordinat lokasi Tebing Keraton – https://www.google.com/maps/@-6.8350599,107.66238,15z

Sekian informasi tentang Tebing Keraton, mudah-mudahan bisa membantu. Selamat menikmati keindahan alam Bandung! 🙂

Kalau masih ada yang kurang jelas, silakan cek dulu postingan FAQ (Frequantly Asked Questions) yang ada di –>  http://www.pergidulu.com/tebing-keraton-bandung/ Nanti kami jawab di artikel tersebut.

Join the discussion 226 Comments

  • Akhirnya nemu detail rute nya, besok disamperin ah 😉

  • Keren banget viewnya. Kalo ke Bandung wajib kesini nih. Bookmark dulu ah. Hehehehe

    • Susan Natalia Poskitt says:

      semoga bisa berkesempatan ke sini ya 🙂

      • jhun says:

        skm knl mba… sy sakaku urang bdg. kuciwa maenya mahal pisan.. eta tiketnya. kapan2 kita track ke kab.bdg barat daerah cililin. ke gunung2 padang gratis…. perjalanan kurang lbh 2 jam dr tol pasirkojs

  • Shinta Juniarti says:

    Yeaaah pas kesana ketemu juga sama @PergiDulu plus selfie bareng 😀

  • aaaaaaaah indah banget, langsung catat rute lengkapnya. hehehe
    makasih mbak sus :*

  • DebbZie says:

    mauuuu diajak ke sini 😀

  • harry says:

    Kalo berkemah disana memungkinkan gak ya?…

    • Susan Natalia Poskitt says:

      sepertinya tidak bisa ya…..areanya kecil di sana, lagipula dekat sekati dekat perkampungan penduduk.

      • aba iqbal says:

        kemungkinan penginapam penduduk dsana atau warung2 bisa buat tempat nginep ngga sis,kan ngecamp dsana gg bisa ya hehehe…minta saran dong klo dari jakarta yg enaknya harus sampai sana jam brpa ?

        • Susan Natalia Poskitt says:

          halo…sepertinya warga lokal juga masih ‘kaget’ dengan lokasi yang tiba-tiba booming itu, jadi mereka belum siap. ini umur ‘ramainya’ belum juga sebulan. Kayaknya sih blm bisa camping ataupun nginap di sana, kecuali ada kenalan. Cek saja sunrisenya jam berapa, kalau memang mau lihat sunrise. kemarin kami sampai sana sekitar jam 6, sudah terang, tapi matahari belum naik dari balik bukit. Tapi di luar sunrise dan sunset juga bisa dinikmati sepanjang hari koq 🙂

    • olan ramelan says:

      klo berkemah bisa namun tdk persis dilokasi tebing kraton, sebelum arah ke tebing atau sekitarnya ada hutan2 pinus yg cukup luas buat acara berkemah. saya waktu semasa SMA sering berkemah disitu bahkan klo mau berkemahnya di hutan arah sebelum air terjun ciomas maribaya.

  • Irfan says:

    saya punya foto sebelum dan sesudah diberi nama asalnya dulu itu namanya (cadas tarik) tapi sekarang diganti sama warga jadi (tebing keraton) dulu tempat itu masih rimbun sama tanaman liarr

  • vira says:

    Susan dan Mister Adam, tebing ini kalo di hari biasa (bukan weekend maupun musim liburan) rame juga, nggak ya?
    kalo jalan kaki ke sana, seru juga kali ya 😀

  • dimas yudo says:

    hi you two,
    hehehe keren nih spotnya.
    Jadi pengen mampir pagi2 buta. Ada yg jual surabi nggak di sana? hehehehhe 🙂

  • udung says:

    Penulisannya kalau tidak salah saya lihat kemarin, “Tebing Karaton” bukan “Tebing Keraton” (ejaan Sunda) awalnya warga sekitar menamakan “Batu Nonjor” (Batu Nongol) begitu kalau tidak salah….
    Hatur Nuhun

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Betul, papan petunjuk di sana memang tulisannya “Tebing Karaton” karena yang menulis warga lokal, orang Sunda. Tapi saat Pak Asep berbicara bahasa Indonesia, dia menyebutnya “Tebing Keraton”. Kami menuliskannya “Tebing Keraton” karena target audience kami bukan hanya orang Sunda. Terima kasih banyak infonya 🙂

  • adel says:

    mmm.. seruuu sih cuma tiket masuknya sabtu (9/8) udah dipatok sekitaran Rp. 11,000/org dan parkirnya Rp. 5,000
    padahal pas pertama kesana hari jumat (8/8) masih gratis dan bayar parkir Rp. 2,000 terus karcisnya atas nama taman hutan Ir. H. Juanda Rp. 7,500.. agak dikit aneh
    -_-” pengen kesana l

  • Meidi says:

    kerenyoooooo pemandangan dari atas tebing keraton 😀

    Duh semoga pengunjung benar-benar menjaga kebersihan yahhh, kalo perlu ada polisi lokal ajaa, kalo ada yg buang sampah sembarangan langsung didenda di tempat biar kapok.

    Btw bikin timelapsenya pake kamera apa kak?

  • Hardi says:

    Informasi yang sangat penting. Kapan2 datangi ah. Thanks infonya Kak Susan. @culinarymaniac.

  • ike says:

    Bagusnya kalau pagi ya?

  • Ah, keren banget tempatnya, semoga bisa ke sini kalau pas ke Bandung. Itu foto berduanya cakep banget Sus!

    …viewnya.

  • Makasih bnget infonya … Sebagai orang bandung harus datang ke tebing keraton … View pemandangannya kereen …

  • hilda fadilah says:

    makasih buat penunjuk jalanny..
    td baru dr sana..
    dan kaget karena emang harus bayar 11.000 dan parkir 5.000..(krn g baca komen sebelumnya)
    saking nge hits-nya tmptnya jd penuh bgt..mau foto di tebing aja harus gantian..????????
    batu2 besarnya kotor sama tanah liat, mungkin efek abis ujan tanah liat nempel disepatu pengunjung dan akhirnya sepatunya di gosok2in ke batu, jd g bisa duduk2..????
    tp over all smua kekecewaan terganti sama indahnya pemandangan yg didpt..????????????

  • nuii says:

    Waaaaw .. mesti dicoba niih goweees gowees ..
    dan dipastikan rute biasa gowes ke warban bakalan berebutan sama kendaraan bermotor yg bakal ke tebing keraton :'(

    • Susan Natalia Poskitt says:

      semangat gowess!! kmrn waktu turun byk liat yg gowes naik ke arah warung bandrek…..bercucuran keringat 🙂

    • fai says:

      @pergidulu keren banget video timelapse nya, ga jauh sama pemandangan pananjakan 1 di bromo kali ya.. hehe
      @nuii baru nyobain dago bengkok 0+single track boscha, ke warban lebih bikin keram ga ya?

  • dewi says:

    mba susan, ada ojek menuju kesana gk ya? enaknya dari tahura atau dr mana?

  • Kurnia Hadi Jaya says:

    detail rute.google maps gaada ya? takut kesasar hahaha

  • puteri elysia says:

    hari minggu 17agustus besok aku kesana. yeeeeey 😀

  • isma novita rimbani says:

    kerennnnn!

  • aih..ngga ngeri ya foto berdua di tebing gitu?..view-nya benar-benar kece:))) aniway, thank’s for the info:)

  • ridho says:

    Engine on !!
    Siap2 tongsis dan semart phone.
    Hahaha !!

  • lipperi j says:

    Wah saya rencana nya mau ngejar sunrise pagi ini hari sabtu, btw kalo mobil sedan bisa naik gak ya?

    • Susan Natalia Poskitt says:

      hmmm…harusnya sih bisa ya. tp denger2 kmrn ktanya mereka mulai nyetop mobil di bawah dan diminta naik ojeg (bayar 30rb).
      coba bsk kalau kamu ke sana kabari balik ke kami gimana situasi terakhirnya ya…. Thanks! :))

      • lipperi j says:

        Wah iya? Kok di stop gitu sih dan bayar ojeg nya lumayan juga ya 🙁
        Kira2 berangkat jam berapa ya? Kalo jam 5 kepagian gak yah?

        • Susan Natalia Poskitt says:

          nah itu dia….kami kecewa karena situasi ini sepertinya dimanfaatkan berlebihan oleh oknum-oknum tertentu. Pungutannya tidak masuk akal. Kalau 5-10rb sih masih ok. Tapi kalau sampai berpuluh-puluh ribu untuk 1 spot yang sempit begitu sih…:((
          jam 5 boleh, untuk antisipasi takutnya lambat karena jalanannya cukup jelek jadi harus pelan-pelan banget.
          Besok kalau sudah jadi ke sana kabari ya….Good luck! 🙂

  • lipperi j says:

    Saya kemarin jadi pergi, pemandangannya indah, udara dingin dan sejuk. Memang benar, mobil di stop dibawah dan kita ditawarkan untuk naik ojek 50 ribu, dikarenakan sebagian teman saya wanita akhirnya mereka naik ojek, saya tawar ojek itu bisa 30 ribu 2 orang PP. Saya sampai pukul setengah 6 tapi untungnya masih bisa melihat kabut yg ada di sekitar mata memandang. Begitulah laporan saya, btw thanks sebelumnya udah kasih info 🙂 hehe

  • Haris says:

    Info bagus buat acara pulang kampung nanti. makasih infonya ya…
    Nah itu dia yang aku tidak suka, ada ‘pemerasan terselubung’. Persis seperti yang telah aku alami di air terjun Madakaripura (tau kan, air terjun surealis dibawah Bromo). Bahkan waktu itu mobil kami dicuci segala tanpa ijin, tau-tau pas pulang dimintai duit…

  • Uthie says:

    waaaaahhhh keren banget ya view-nya. minggu kemarin sih teman sudah ada yang ke sana, tapi belum sempat tanya banyak.

    btw, saya mau ngajak keluarga ke sana. rencana 30 Agust ini.

    kalau bawa banyak orang high cost juga dong??
    mobil juga distop lagi. hadouuuhhh.. komersilnya gak sebanding dengan kayaknya untuk saat ini.

    pikir2 lagi deh…

    thanks buat infonya.

  • unuy says:

    saya asli kota Bandung…bangga punya obyek wisata seperti ini..dan mudah2an ga seperti punclut yang lama kelamaan berkesan kumuh…mudah2an d tebing kraton g ada saung2 tempat makan..biar keliahatan lebih alami…dan buat pengujung jaga atuh kebersihannya…lamun miceun runtah kanu tempatna ulah d piceun dimana2…urang jaga ku sarerea ieu obyek wisata…urang jadikeun Bandung Juara…

  • Hendy Parwono says:

    Kalau mau ke daerah di bawahnya bisa ? Ke Cikiih Kuda waterfall dll

  • eka says:

    artikel yang sangat membantu….. langsung cari tahu ah,,,, tks

  • Irfan says:

    Liat postingan ini beberapa hari lalu dan barusan baru ngobrol sama temen jg yang udh kesana. *Karena sampe skr blm pernah kesitu*. Cerita mistis tentang tebing keraton lebih seru mba sus 🙂 .

  • Putra says:

    Gile..bayar..?? ckckc…karena rumah ada di kawasan hutan pakar dan kadang2 suka bolak-balik ke tempat itu (cuman 2 bulan ini ngak sempet), dan sama sekali ngak ada pembayaran apapun, kecuali sumbangan seadanya untuk kebersihan tempat (wajib ngasih yaa..kecuali klo mau bantuin nyapuin sampah2 pengunjung 😛 )
    Aji mumpung banget nih pengelolanya..ckckck

  • Arya says:

    mBak Susan,
    soal jarak tempuh dari Tahura sampai lokasi berapa km sempat diukur ga’ ? Rencana saya dkk nitip kendaraan di parkir Tahura trus jalan kaki sampai tebing, sambil menghirup aroma hutan alam –moga bukan aroma knalpot– kira-kira bikin dengkul lemes ga’ ya …

    • Susan Natalia Poskitt says:

      hmm….kayaknya kalau mau jalan mungkin sediakan waktu 1 jam (perkiraan). Ga ngukur km-nya sih.
      Lumayan nanjak jalannya 🙂

    • lala says:

      Jauh lho dr tahura,,keatas lagi.mending pake mobil dulu naik ke atas tar sampe parkir di bawah br jalan aja abis itu ke tebingnya kalo dipaksa naik ojek bilang aja mau jalan kaki.coz keterlaluan sebel deh main suruh naik ojek buat yg pake mobil.mungkin kalo gak tau nurut2 aja kali

  • neni sugiawati says:

    Waaaaah keren banget tuch, wajib kesana kayaknya dan aku kira bandung itu cuma fo dan mall aja isinya haha…ternyata tebing keraton dahsyat weeeeei hatur thank you infonya TOP!

  • puteri elysia says:

    saya habis kesana tanggal 20 agustus 2014.. begitu masuk, disambut petugas parkir motor dan bayar 5.000. selanjutnya, sebelum masuk area tebing karaton, membayar 11.000 🙂

  • rovi chitrina sundryani says:

    Ini ditutupnya sampe jam berapa ya. Soalnya mw dtg sore jam 3 an kesana bisa gak.

  • chaca says:

    wowwww…. subhanallah. what a beautiful view. subhanallah, cantikkkkkkk banget view pemandangannya.
    btw, foto nya no filter atau udh hasil editan? cantik banget. nice info. thx

  • atin says:

    kerennn….dapat info dari temen, besok samperin…. thanx yaa

  • Ktinggaln euy… Aku yg dkt kok gak tau,.

  • atin says:

    Pagi ini saya baru dari sana, bayar parker 5000 dan tiket 11.000 tapi banyak banget yang datangnya, sampai2 saya parker di bawah, satu belokan lg ke atas, dan gak bias foto diujung tebing krn ngantriii…

  • bagus says:

    Duuh malu bgt gw sbgai warga bandung yg tinggal di dago baru tau ada tebing se indah itu deket rmh gw….besok WAJIB ksna..
    Makasi bnyk artikelnya mmbntu bgt buat gw sbgai tourguide personal by motorbike..
    Bravo buat kalian…

  • doo says:

    tempat nya sih oke, temen2 saya juga udah pada kesana karena memang tidak terlalu jauh dari tempat saya..
    menanggapi masalah tarif , atuh euy -__- memang selalu begitu dimana-mana memanfaatkan sesuatu yang mungkin tidak sepantas nya ckck kalo memang sesuai prosedur dan legal tidak mengapa, tapi kalo hanya untuk kepentingan sepihak dan tidak ada feedback untuk objek kunjungan nya rasanyaa beehhh haha, saya juga suka dongkol sm orang2 seperti itu ditempat2 lain, cuma yaa jadi adem lagi karena view nya 😀 wkwk

  • *ctrl D done* sengkyu kak Susan 😀

  • indahrasti says:

    wah lengkap banget info rutenya. mau nyoba kesana aah.. thanks mba! 🙂

  • Untuk menuju tebing keraton ga ada angkutan umum ya ??

  • Taufik says:

    Kemarin (Selasa, 9 Sep 2014) ke Tebing Keraton, saran saya sih mending gak usah pake kendaraan, mending jalan kaki aja.

    Kalau pake kendaraan, parkir aja dulu di kawasan deket-deket Tahura. Kemarin juga pake motor, kesiksa banget sama jalannya yang bener-bener nggak ramah, apalagi kalo pas di tanjakan, bisa-bisa kalau nggak stabil bawa motornya, bisa celaka.

  • Cecil says:

    Hi, Mbak Susan. Saya kenal mbak sekilas saat msh student di tempat kursus Bahasa Inggris mbak bekerja. senang sekali bisa membaca tulisan Mbak Susan dan informasi yang diberikan sangat detil dan berguna. Jadi ingin main ke Bandung lagi. 🙂

  • arif says:

    wih baru tau itu tempat udh terkenal aja
    perasaan waktu dulu thn 2012an ke sana tuh msh leuweung hahaha

  • mira says:

    kemarin sore tgl 18 september 2014, saya menuju tebing keraton!! hmm, jalannya ittu benerbener rusak banget iyaa tapi adda yang jalan mulusnya juga sih.. bbrp kilo meter mau menuju ke tebingnya adda orang yang nyuruh berhenti buat bayar 5rb katanya sih ittu tiket parkir dan yg katanya ittu pintu masuk ke tebingnya disuruh bayar 11rb tapi tanpa dikasii tiketnyaa klo ittu bukti pembayaran!! ditempat pintu masuk ke tebingnya adda tulisan katanya adda asuransinyaa tapi tiket+asuransinya ajj gga dikasii.. by the way sih, tempatnyaa kereennnn bngett dan supersuper dingin suasana sore harii di tebingnyaa ..

  • annisa irena says:

    mba and mas bro ijin share yaaa

  • raden hera ardini says:

    tempatnyaa keren benget , orang bandung wajib dateng , nyesel banget kalo engga dateng … suasana nyaa dingin , sejuk gitu apalagi kalo kesananyaa sambil bersepeda pagi pagi ahhhahha keren banget pokonya tempatnya juara ……..
    BandungPunya itu mahh

  • mpi says:

    uda bolak balik bandung teryta masih banayk yg blm di dategin. . . ;(

    kalo kendaraan umum gimana ya rute nyah dari stasiun.

  • Afi dianawati says:

    kalau mau kesana dengan kendaraan umum ada ga ya ?
    soalnya mau nyoba jd backpacker hehe
    mohon infonya

    • Susan Natalia Poskitt says:

      sudah ada beberapa yang tanya dan sudah sempat kami jawab juga. tidak ada kendaraan umum yang sampai ke atas. silakan baca lagi artikel dan komen2nya 🙂

  • Satria says:

    Kemaren baru kesana, kalo bawa mobil diberentiin di bawah. Alesanya mobil gabisa keatas! menurut saya sebenernya mobil bisa sampe atas, buktinya ada honda jazz parkir di atas. itu alasan tukang ojek aja buat tambahan nafkah mereka. Mereka nawarin harga per ojek 50rb, tp saya tawar mentok di 30rb. Jadi kalo ada yg bawa mobil kesana saya saranin lanjut aja keatas, mobil sedan bisa ko

  • yopur says:

    waw, makasih banyak infonya (y) mudah2an besok ga wacana berangkat ke TK huhehehe

  • threeazz says:

    Oalah kirain masuknya dari tahura djuanda yg mau k goa belanda n goa jepang taunya beda lagi ya,,mesti nyoba ah biar gk pnsran lg hehehe

  • hendra says:

    abis liat video jalan menuju tebing keraton nya kayak nya ribet bawa mobil ya.. apa di deket sana ada yg sewain motor gitu ?? 😀

  • Nonie says:

    cusss…. besok kita mau jalan dong kesana.. semoga ga ada halangan..

  • earfun says:

    kalau datengnya siang or menjelang sore ok gak ya?….
    soalnya saya dijakarta nih, dan gak planning untuk overnight juga…

  • fasya says:

    Mba ada update terbaru tiket dll untuk bulan november sekarang ?
    makasih

  • Arya says:

    Sabtu kemarin saya berangkat JALAN KAKI dari tempat parkir Tahura Juanda sampai tebing, PP. Sekali jalan butuh waktu 1,5 jam kurang-lebih.

    Tanjakan lumayan bikin ngos-ngosan, sering disalip mobil itu yang mengganggu. Menghisap udara bercampur asap knalpot.

    Ada kemajuan, tak diganggu tawaran guide, paling-paling tawaran ojek yang ditolakpun ga apa-apa, ga memaksa.

    Bayar tiket masuk masih 11 ribu termasuk asuransi seribu perak, hanya….. tarif yang tercetak di tiket resmi cuma Rp 7.500,- he.. he..

  • kemarin abis dari sana, sumpah indah banget. emang agak serem menuju ke tebing, tapi kebayar deh sama indahnya sunrise + kabut, berasa diatas awan

  • lutvi says:

    wah kayanya wajib weekday nih kesananya ya, biar kebagian posisi hehehe

  • Nizar says:

    kalo bawa motor yang ada body bawahnya kayak ninja RR aman ga ya mbak?

  • ajiijoaja says:

    Ahir bulan kemarin main ke Bandung 2 hari, dan sempetin ke sini, sampai tujuan dengan selamat sentosa berkat panduan detailnya. Makasi teh… *peyuk* 🙂

    Sdikit tips, kalau kesana naik motor saja, jalannya jelek binggo uda gt banyak tanjakan macam off road 😀 (saya boncengan naik motor matic berdua dan terpaksa sesekali turun pas tanjakan) pengendara lainpun demikian. Gak sedikit juga pengunjung bawa mobil parkir di tahura dan nekat jalan kaki (padahal jaraknya lumayan bikin betis keker! ciyus deh…) ada yg survive, ada jg yg ditengah jalan nyerah naik ojek jg :p

    Update tiket : seperti yg sdh diposting pergidulu, parkir 5k, domestik 11k, manca 76k.

  • Umi Nj. says:

    informatif. Terima kasiiiiiiiih

  • Nova says:

    Tanggal 9 lalu ke Bandung. Sebelum ke TSB emang diniatin jalan2, aku gak ngerti lewat mananya pokoknya dari Taman Hutan Raya masih lurus terus ke kanan lurus terus (agak jauh) dan sampe ketempat ojek. Nanya2 sama orang sana disuruh naik ojek Rp 50.000 untuk 2 orang karna naik mobil gak bisa katanya (gak bisa ditawar)! pas lagi mikir-mikir tiba-tiba ada orang nyamperin mobil av*anza/ x*enia yang lagi parkir dan nyongkel bagian kacanya, gak ngerti deh terus gerak geriknya juga mencurigakan. Akhirnya mutusin buat pulang. Ngeri, udah gitu juga sayang kan karna kalo berempat harus ngeluarin Rp 100.000. Next time kesitu lagi deh. Makasih artikelnya 🙂

    • Susan Natalia Poskitt says:

      sama2..terima kasih juga infonya. Bisa jadi peringatan buat yang parkir di daerah sana supaya lebih berhati-hati.

  • Brian says:

    Wah keren tuh!Saran saja sih,bisa sesekali mengunjungi tempat keren lainnya seperti karimun jawa (berenang bersama hiu),bangka belitung,dan pantai sawarna.dikawasan hutan raya bisa juga ke goa jepang&belanda,goa tsb pernah untuk shooting (masih) dunia lain awal des lalu…

  • Infonya lengkap mbak Susan juga tambahan info dr temen lainnya tgl 25 des kita mau kesana smoga mobil parkir ditahura aman yah mau naik ojek aja takut kena kopling

  • Ina says:

    Thank you for your information.

  • @BaoPunya says:

    kemaren baru kesana,
    sekarang udah dipager dan tanahnya udah dikasih paping blok dan beberapa ditanem rumput,
    jadi sedikit lebih aman bwt anak kecil,
    tempat bayar masuk lagi dibangun sejenis gapura, jadi kayak loket gitu.
    parkir motor 5000
    turis lokal 11.000
    turis asing 76.000

    kllo naek mobil harus lbh hati2,
    jalanya nanjak berbatu dan cuman muat 1 mobil,
    klo parkiran mobil ada sebesar lapangan badminton,
    klo mw foto di batu di bawah masih bisa tpi harus lompatin pager setinggi paha orang dewasa.

  • indry permata wijaya says:

    Kalo pake bus, kira-kira bisa gak ya? Soalnya mau nyobain ke tebing keraton bareng temen-temen lumayan banyak

  • anthony says:

    FYI buat para cylcis bisa juga membawa masuk sepedanya kedalam..

    sekarang udah lebih bagus ada jalur jalan batu untuk ke arah tebingnya.. jadi tidak licin

  • Mega says:

    kak misal kita abis dari tebing keraton mau ke gua jepang tiketnya sama apa harus beli tiket lagi ya ? kan lokasinya sama sama di tahura.

    • Susan Natalia Poskitt says:

      kurang tahu. Harusnya sih sekalian tiketnya karena katanya yg ngeluarin tiket tebing keraton itu pihak Tahura. Mungkin pembaca lain ada yg tahu? 🙂

    • Deasy Lestari says:

      Bantu jawab pertanyaan kamu mega, untuk tiket Rp. 11.000 itu sudah termasuk dengan biaya masuk yang tertera di tiket, kalau ga salah ada 7 lokasi yang termasuk dalan tiket tersebut jadi kalian bisa gunakan waktu libur kalian untuk melihat pemandangan di bandung sepuasnya.

  • Hendrik says:

    Petunjuknya berguna bangat.
    Mudah di mengerti pula.
    Buat yang mau kesana dengan kendaraan pribadi.
    Usahakan kendaraan pribadi anda bener oke, karena tracknya lanjak terussssssss……

  • Dina Sabrina says:

    Sist, thank you infonya. Kalo dari Lembang kira2 bisa ga ya jalurnya? Atau musti tetep muter lewat Dago? Udah gooling ga nemu2, please share kalo ada infonya. Thankiess

  • Mardius says:

    Tgl 28 desember 2014 saya sama keluarga kesana pakai mobil..sesampai ditempat keramaian..disuruh parkir harus bayar rp 5000 udah itu disuruh naek ojek penawaran rp 50.000 per ojek. Karena jalan2 sama keluarga kita sepakat utk jalan aja keatas tapi tetap aja didekati ojek dgn harga rp. 35.000 kita tetap pengen jalan walaupun pihak ojek bilang jauh,curam,capek..akhirnya ada mobil turun dari atas bilang naek mobil aja, bisa kok..itu dibohongin aja sama ojek gak bisa..akhirnya saya kebawah lagi ambil mobil walaupun jalannya agak dihalangi ojek..naek keatas bisa sampai diminta mobil masuk rp.10.000 lagi kita parkir..dan ke tebing dipungut biaya satu orang rp 11.000..untuk ngeliat kota bandung dari atas, lumayan terhibur..hanya sewaktu pulangnya turunan ban depan kanan kenapa terasa velg membentur sesuatu setelah saya turun ban depan gembos suara berdesis angin..karena pirasat saya buruk saya teruskan sampai bawah..dan saya ganti ban depan…seperti nya ditusuk pakai obeng.. Karena kalo kena batu pasti di samping Bannya yg kena..ini ban saya di tengah nya yg bolong (mudah2an prediksi saya salah)..buat teman2 yang mau kesana bawa motor aja dari rumah jadi tidak berurusan sama ojekk..kedepan mudah2an dikelolah sama pihak dinas pariwisata sehingga lebih terorginir..terima kasih

  • ina says:

    Dear Susan,

    Mengingat…membaca pengalaman2 teman2 menuju ke tebing keraton kalo bawa mobil rempong, maka saya minta sarannya dong….

    Kami menginap di dago deket sheraton hotel. apakah ada saran :

    – Kalo kami naik mobil, supaya gak lewat tanjankan2 yang serem itu sebaiknya kami parkir dimana ya? mengingat saya belum canggih nyetir nih (maklum baru, kalo tanjakan2 gitu belum berani) 🙂

    – Intinya kalo dari dago yang masih bisa dijalanin mobil secara “normal” sampai mana?

    Thanks untuk infonya yaa…
    Ina

  • afi dianawati says:

    bulan oktober lalu saya udah niat ke tebing kraton, tapi pending karna kendaraannya cukup susah.
    besok mau ke bandung lagi, dan semoga aja gak kepending lagi ke tebing keratonnya 😀
    tahun baruan di sana hehe

  • Deasy Lestari says:

    Aku mau bagi info juga nih buat kalian yang udah dan yang belum kujungan ke kota bandung tebing keraton, tannggal 4 Januari 2015 kemarin aku baru aja datang kelokasi tersebut, kebetulan kita berangkat pakai motor dari bekasi ke bogor lalu ke bandung kebetulan kita berangkat sama bikers Street Fighter, Minor Fighter dan 26 Community.
    Kita sampai di lokasi sekitar jam 05.15 masih pagi bgt dan sesampai disana udaranya sangat teramat dingin tapi anehnya sudah banyak bgt pengunjung-pengunjung yang pada masuk ke tebing keraton.
    Dan info terbarunya sekarang di lokasi tebing sudah terdapat batas penghalang yang terbuat dari kayu yang setiap permeternya di beri tiang penahannya,, cukup safety lah di banding sebelumnya yang tidak ada pembatas.
    Akan tetapi apabila boleh saya memberikan saran jalan menuju ke lokasi di perbaiki setidaknya di aspal biasa atau di cor karena tebing keraton sedang banyak wisatawan kunjungi, karena pada saat perjalanan ke lokasi salah satu teman saya hampir saja terpeleset pada saat menaiki jalan yang tanjakannya cukup tinggi dgn jalan berbatu dan licin, sangat di sayangkan apabila jalannya masih tetap rusak.
    Semoga masukan saya bisa di dengar oleh pengurus tebing keraton amin.
    Tapi sumpah tebing keraton itu indah banget.. love love bandung

  • Woo_Lee says:

    Duh, keren banget nih postingan !
    Info nya detail lengkap dan sangat membantu .. plus ada FAQ nya pula jadi tidak perlu banyak tanya2 lagi 🙂
    really appreciate deh sama info2 trip blusukan macam ini …
    thank you sweetie!
    Have a nice trip and keep well 🙂

  • Joseph says:

    Thanks a lot for info!

  • nidya says:

    helpful article. Thank a lot..

  • santi says:

    Tebing ini memang indah banget, sayangnya saya ke sana pas siang hari, jadi belum merasakan kedahsyatan pemandangan pagi harinya yang termasyhur itu.

    Mahalnya tarif masuk, ini terkait dengan kebijakan di kementerian kehutanan. Tebing ini berada di dlm lokasi Tahura Djuanda yang masuk kategori kawasan lindung dan dikelola oleh pemerintah. Sejak sekitar pertengahan 2014, berlaku peraturan baru utk tarif masuk ke kawasan-kawasan lindung (taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, suaka margasatwa) di seluruh Indonesia. Tarif menjadi lbh mahal dgn alasan utk melindungi kawasannya. I know, the reason’s probably good…but still… Semestinya dgn tarif yg mahal, pengunjung juga memperoleh fasilitas dan jaminan keselamatan yg lbh baik… But oh, well….

    Anyway, karena dikelola pemerintah, otomatis pendapatan dr tiket pun masuk ke kas pemerintah. Masyarakat sekitar hanya bs memperoleh tambahan dr parkir, toilet, dll. Karena itu kemudian muncul usaha2 baru masyarakat dlm bentuk ojek, guide, dsb. Sebetulnya ini adalah inisiatif yg sangat baik dr mereka. Hanya saja, inisiatif2 ini mungkin belum dikelola dengan baik, sehingga ada sebagian pengunjung yg merasa terganggu atau terpaksa.

    Mudah2an pariwisata di lokasi ini ke depannya bisa dikembangkan dgn lebih baik sehingga membawa lebih byk manfaat utk masyarakat maupun para pengunjung.

  • shiril says:

    infonya detail banget. Thank you bangettt.. minggu depan mau kesana ah.. btw kalau dari tahura, jalan kaki jauh ga? Soalnya serem juga kalau bawa sedan sepertinya ya…

    • Susan Natalia Poskitt says:

      lumayan…mungkin 1 jam jalan kaki.

      • shiril says:

        Kalau bawa mobil sedan kira2 memungkinkan ga utk sampe di parkiran tebing keraton? & kalau hari biasa tetep ada ojeg tsb ga kira2? Thx before…sorry banyak nanya ????

        • Susan Natalia Poskitt says:

          harusnya bisa sih naik sedan, cuma ya agak khawatir karena katanya jalannya rusak berat. Ojeg mau kapanpun pasti ada karena mereka tidak resmi, cuma warga yang mau cari duit tambahan aja. Bahkan mereka kadang maksa naik ojeg dengan berbohong bahwa tidak bisa bawa kendaraan ke parkiran.

          • shiril says:

            Thank you banget2 Infonya… kalau jadi kesana, ntr saya infokan keadaan terbaru.. thank youuuu :)))

  • Albi Adzani says:

    Sebelumnya mau acungin jempol buat reportnya yg lengkap banget, top deh buat Mba Susan. Mau tanya nih Mba, skrg kan lagi musim hujan ya, kira-kira jalan kesana bahaya ga ya kan katanya rusak ya? Jadi ngeri hehe kebetulan saya pengguna sepeda motor. Terima kasih Mba 🙂

    • Susan Natalia Poskitt says:

      hmm….sepertinya kalau hujan ya harus lebih hati2 saja sih ya. tidak terlalu berbahaya koq, cuma rusak saja.

  • oman says:

    pengen ksna euy jadinya, kalo saya start dari Bogor ke tebing keraton, bisa2 sampai sana siang nih, apakah masih bagus kalau siang?

  • Sintha Dessyliantri says:

    In Shaa Allah, tgl 19/20 Februari pengen kesana, soga dilancarkan…
    Thanks infonya…

  • hari ini menuju kesana…siang hari. bawa klien dengan dandanan heboh…dan berseragam ‘dinas’ :p semoga tak terbukti urusan pungli nya.
    dan semoga aman urusan parkir pake MPV ceper 🙂
    nanti diapdet info nya deh 😉
    wis mi Lak 😀

  • apdet cepat.
    buat sekedar mampir dan narsis doang sih Lumayan lah…tapi jika minat buat prewedd = rugi. :p
    pertama: akan kena palak 200rebu.
    kedua: spot foto minim, cuma gitu doang lah… area kecil banget.
    ketiga: kudu siap antri foto dispot yg sama dgn pengunjung laen

    kesimpulan = not recomended 🙂

    • Susan Natalia Poskitt says:

      wah…terima kasih update info-nya.
      Kalau boleh tau, itu 200rb untuk bayar apa saja?

      • welly says:

        ada tarifnya di pintu masuk tertulis untuk komersil atau prewed ada biaya 200ribu. kalau dari spanduknya sih tertulis satu management sama taman hutan kota Ir Juanda

  • ridwansyofw says:

    Hai, mau sharing info aja nih, tgl 7 januari kemarin saya dan teman2 pergi ke tebing keraton.. Kami brgkt dr penginapan sekitar jam 6 pagi, well krn lokasi yg tdk terlalu jauh sampai lah kami di lokasi sekitar jam7 pagi. Buat yg ingin menggunakan sedan tentu bisa, krn apa? sy pun pake kendaraan ‘hatchback’ dan pk velg ring 17 (apadaya), jd buat tekan2 yg menanyakan “bisa atau tdk menggunakan mobil sedan kesana?” tentu bisa! (Diutamakan utk driver yg berpengalaman, krn jalan yg sempit n bebatuan). Sampai di gerbang masuk kami disambut oleh penjaga yg meminta pungutan membayar tiket masuk. Oya, singkat saja, saya dan kawan2 masuk menanjak sampai tempat parkir paling atas tentunya melewati jln bebatuan yg terjal, sampai pening kepala krn tegang haha. Sampai diatas lumayanlah terbayar dgn pemandangannya.
    Buat kendaraan roda dua, tetap hati2 dan konsen, krn jalan licin n bebatuan, maklum cuaca sdg memburuk…
    Sekian info dr saya, smg membantu…..
    Regards

  • alung says:

    Sedikit video preview dari temen http://youtu.be/ONo2LuJVI9g
    Itu video udah agak siang, kalo bs sampe di lokasi sd jam 7 masi ada kabut di sekeliling lembahnya, kerennn banget…

  • dhikaRey says:

    Kira-kira kalau pakai sendal gunung aja aman nggak mba susan ? Atau harus pakai sepatu gunung ?

  • cheetah says:

    klo sekarang tiket msuknya masih sama ga ya.. per orang 11rb dan motor 5rb?
    waktu terbaik ngunjungin pagi hari, on the spot jam brp ya? jam 6 kah?

  • Ryan says:

    Oot.. mw tanya soundtrack nya video judulnya apa yaa? Tks.. 🙂

  • kelikjae says:

    Just info..
    Tadi pagi saya meluncur kesana naek motor karena belum kebayang medannya, tambahannya :
    – Jarak dari Tahura/Dago Pakar sampai lokasi sekitar 5 km
    – Jarak dari parkir mobil setelah Tahura sekitar 2 km sampai lokasi
    – Lebih baik sedan tidak usah naik sampai lokasi karena jalan yang terjal dan berbatu, kecuali teman2 benar2 expert. Di lokasi saya cuma liat 2 avanza dan pajero
    – Tiket parkir motor 5rb, mobil 10rb, tiket masuk 11rb, anak2 gratis

    Sekian infonya.. 😉

  • vharzha andrefi says:

    Cool bgt tempatnya dan video nya bagus,besok coba kita samperin deh ke bandung .
    apa view paling bagus itu pas pagi hari seperti itu?

    • Susan Natalia Poskitt says:

      view pagi bagus karena ada kabut. sepanjang hari juga bagus karena pemandangannya memang hijau begitu 🙂

  • Ernie says:

    Dear Susan,

    Minat ih kesana, kalo bulan depan teman dekatku jadi datang boleh juga ditemani kesana. Apa bisa?? Secara takut juga apalagi sekrg udah dipatok harga ojek apalagi kalo bawa orang asing. Kalo bisa gmn kontak kamunya yah?? Thank you

  • ibnu amrih says:

    minggu depan saya mau kesana ,karena temen saya kepo banget pengen kesana hahaha
    masih segitu kan harga masuknya? oh iya ,saya kan gak naik kendaraan pribadi kesananya,apa pagi2 disana masih ada angkot? abisnya kalo naik ojek pasti nembak harga dari biasanya..

  • Riza says:

    Wooow lengkap banget infonya, keren!

  • Firdaus Rahmat says:

    Hi Guys,

    Anyone or group can bring me up there? I mean cycling up there (mountain bike). Probably end of this year trip to Bandung.

  • ells says:

    makin sini makin ramai tempatnya
    jd tempat photoshoot para model dan prewedding
    saking ramainya jd susah buat ambil pemandangan yg indah nya

  • Wilda says:

    Mbaa. Sekarang udh bisa buat ngecamp kah dsana? Atau nginep d rumah warga? Klo parkir mobil di Tahura, trus ke tebing nya klo jlan kaki jauh ga? Mhon infonya. Terimakasih 🙂

  • Aditya Abdurrahman says:

    mau ngasih update sedikit nih, agak hati-hati sekarang kalau mau ke daerah situ jangan terlalu kelihatan seperti orang baru banget, terutama yang pake mobil, kemarin saya bawa motor ke situ, sampai di warung bandrek saya istirahat dan ternyata ada beberapa orang sedang nongkrong disitu dengan beberapa motor, ga lama ada mobil dateng dan si orang yang berkumpul itu nyamperin ke mobil, singkat cerita ternyata si orang itu maksa bahwa yang bawa mobil harus naik jasa ojeg ke atas dgn tarif 50rb !! skip skip skip, setelah sampe tebing keraton saya ngobrol dengan si pengunjung yang bawa mobil tadi, dia bilang katanya dia dipungut 50rb buat ojeg, terus tiket masuk dan asuransi 50rb juga, WHATT? ASURANSI?

    • primanez says:

      nuhun updatenya kang…berarti kalo bawa motor sampe warung bandreknya aman lah ya
      kondisi jalannya apa masih rusak?

      nb. mbak Susan gimana udah nyobain kopi dan kaya toast-nya Phoenam? 🙂

    • depe says:

      Denger cerita agan agak ngeri juga gw, soalnya gw mau kesana minggu depan bawa mobil, cewe2 semua pulak, gw sendiri cowo
      Minta tipsnya donk agan aganwati semua, sebaiknya parkir mobil dimana ? Dan harus naik ojek dari mana ? Masa naik ojek 50rb 🙁

      • S. Napelli says:

        lebih baik mobilnya diparkir di lapangan pintu masuk tahura mas/mbak. perjalanan selanjutnya lebih enak sewa sepeda saja, ada kok salah satu rumah di sana yang nyewain sepeda (ngga jauh dari pintu masuk tahura). tapi enaknya bawa sepeda sendiri. jamin deh, tuh tukang ojeg ga berani maksa (pengalaman pribadi sebagai cyclist, hehehe). pulangnya bisa langsung masuk ke tahura lewat jalan tikus (jadi bisa sekalian tuh nikmati pasir nonjor/bukit karaton, dan beberapa tempat di tahura semacam goa jepang, belanda, dll)

      • lala says:

        Parkir aja di tempat2 para ojek maksa itu ngumpul kalo ditawarin bilang aja saya udh 2 kali ksni mau jalan kaki aja sisanya ke tebing keraton,,aman deh ga kena palka secara dipikir kita udh pernah kesana jd udh pengalaman juga.ga polos2 amat

  • Adiguna says:

    mau sharing info tentang tebing kraton boleh kan mbak? 😀
    pas kesana kemarin rada kecewa karena sampah mulai sedikit demi sedikit bertebaran dan juga pemaksaan ojek ke atas,saran dari saya sih kemarin saya langsung tegasin aja gamau buat make ojek keatasnya soalny saya yakin kalo ini deket lokasinya dan bisa dilewatin mobil,ternyata bener fine fine aja dilewatin sama mobil (pake innova kemarin). kalau ada waktu banyak sih mending jalan kaki,udaranya enak buat jalan. kalau mampir ke bandung ajak ajak dong mbak ke tempat kece disana :D.. hehe

  • vewe says:

    Tgl 2 kmarin w kesana, w aja cewe smua, cowonya cm 1 itupun adik tmn w, mending parkir di atas klu ada tugu yg tulis taman hutan mending jgn berenti langsung keatas nanti belok kanan, nanti dsn bisa parkir enga terlalu jauh dari tebing bisa jalan bisa naik ojek cm 15rb, karna kmarin w dah terlanjur berenti di parkiran yg dibawah dan dikelilingi ojek mau gk mau w terjebak sm ojek yg awalnya nawarin 100rb PP trus w tawar 50rb PP klu tmn2 w 50rb bawa mtrnya, karna w gk ada tmn boncengan jd w diojekin deh, kesana serba uang, bawa uang yg byk yah….

  • saya kesana sekitar 3 minggu yang lalu mba.. ikutan share pengalaman yaa.. bisa dibaca d blog saya 🙂

  • Lingga diansyah says:

    nanya nanya
    kalo yang dari jakarta, ngompreng gmn yak
    angkutannya apa dari jakarta kesana
    mau backpakeran aja a..

    ada yang punya solusi

    • era says:

      saya juga mau ngompreng dr jakarta insya allah senin mlm tgl 1juni berangkat dr kp rambutan, kebetulan sudah tanya teman katanya dr jakarta naik bus ke bandung turun diterminal leuwi panjang, dari terminal leuwi panjang nyambung lg naik minibus damri turun di dago, dari dago bisa naik ojek ke tahura nya, dari tahura rencana keatasnya saya mau jln kaki. mas nya mau kesana kapan?

  • akhsan alviyanto says:

    Kok keknya kurang aman yess kesana?? Viewnya bagus banget sih,hampir sama ama Kalibiru. Kalo di Kalibiru malah sangat aman dan lebih kece. Tapi mo coba kesana ah, aman G aman wis diamankeun sahaja LOL…Jgn lupa ke Kalibiru yesss kalo belum.

  • Nabila says:

    kalau pergi sekitar jam 3 subuh aman ngga ya? kebetulan saya lg cari tempat untuk menenangkan diri dan pengennya di tempat-tempat seperti ini (karena menenangkan diri jadi pasti perginya sendiri). rencananya juga ingin jalan kaki dari tahura supaya ada waktu untuk merenung sambil menghirup udara segar selama perjalanan hehehe

    • era says:

      mba nabila, kebetulan tujuan saya sama kaya mba, mau menenangkan diri, dan sendiri.
      kapan mba mau kesana? aku insya allah senin malam berangkat dr bekasi, jd ke tebing keratonnya selasa pagi.

  • lala says:

    Aku bertiga kesana tapi gak jadi deh sampai ke tebing keratonnya.gara2 udh mau jam 6 sore juga,aku pake mobil pas mo parkir dicegat lah sama ojek2 yg nawarin harga 3 org 90 rb gilaa apa aku pikir!! Tp aku liat ada juga anak muda 3 org nekat jalan kaki nerusin ke tebing keraton dan mereka pake mobil juga. Mereka juga ditawarin paksa sama ojek2 ga jelas itu tp mereka terus aja jalan.berhubung aku sama nyokap jg jd aja urungin niat hiks..belom kesampaian sampai sekarang gara2 ojek rese itu yg seenaknya cegat2 org!! KZL banget !!! Jalan lumayan ancur ya dan hati2 ga muat kalo ada mobil dr arah berlawanan. Coz lagi di cor jalanan yg daerah komplek2nya.niat sih mending pake motor tp aku cewek agak serem juga ya liat tanjakan yg lumayan parah itu.mending ojek deh dr arah terminal dago biar aman dan tawar aja pp brp. minta temenin juga kesananya. Syukur2 berani bawa motor nanjak ngerinya cuma kalo naik motor ban bocor coz jalan masih lumayan blm bagus. Intinya mesti terlihat seakan2 udh pernah kesana,jd ga gampang ditipu sama ojek2 maksa itu ,yg bilang tebing keraton itu masih jauh dr parkiran mobil dan hrs naik ojek.kudu pinter2 aja

  • era says:

    kalo dari dago selain ojeg ada kan angkot yg ke sana? lalu adakah peninapan murah atau rumah warga yg bisa dijadikan penginapan? terima kasih

  • diandinjo says:

    Mbak susan. Minta rekomendasinya dong. Baiknya dtng pagi, siang, atau sore yaaa???

  • andi says:

    mau tanya dong… kl kita naik mobil bagai mana ? n parkir dmn ? apa bisa parkir di tempat yang sama seperti kalian naik motor ? please replay cepat yah..hehehehehe soalny minggu depan mau ke bandung n mau coba kesana… thks 🙂

  • Dear mb Susan (PergiDulu), minta ijin comot sedikit tips nya menuju ke Tebing Keraton untuk ditulis di blog saya ya! 😀
    saya sukses main ke Tebing Keraton berkat postingan ini nih, sangat membantu apalagi waktu itu driver mobil sewaan baru denger Tebing Keraton dari rombongan saya dan temen2! hahaha… terimakasih!!!

  • Chyndi says:

    halo info dong kawan lebaran ditutup nggak yaa ? thanks

  • ria ulfah says:

    kak kalo dari bogor ciangsana jauh gak yaa?kira2 perjalanan berapa jam?

    • raihan says:

      tanggal 20 kemarin saya juga kesana, rumah saya di bumi mutiara bojong kulur. mungkin kalo naik bis dari terminal bekasi perjalanan bisa 3-4 jam, turun di terminal leuwi panjang, naik angkutan ke dago atas, dan saya jalan kaki dari terminal dago sampai ke bukit sekitar 2,5 jam perjalanan.

  • wah foto-fotonya keren banget kak. kayaknya pas banget waktunya ke sana ngambil fotonya hehe

  • Ghalib says:

    Barusan kesana, mungkin gak banyak perubahan sejak tahun lalu seperti sudah diberi pahar dan jalan ke spotnya “dibagusin” dan diberi taman.
    Cuma, masih saja akses jalan selepas TaHuRa Juanda (sesudah perumahan) masih belum diperbaiki optimal. Ane kesana bareng teman, pake motor pcx150 (maaf sebut merk), dan sangat menyulitkan terutama untuk menanjak dijalan berbatu.
    *saran bagi yg bawa motor, bawa yg ukuran biasa aja (jangan kaya ane bawe segede pcx150 dan sempat jatuh) dan lebih berhati-hati saja.

    Hampir lupa, terimakasih untuk penulis artikel, kami amat terbantu dengan pentunjuknya.

  • Dwi29 says:

    Tanya info mau kesana tanggal 30agustus besok, apa benar jalan nya lagi diperbaiki sehingga akses ke tebing keraton di tutup sampai akhir tahun ??
    Terimakasih

  • rizki says:

    skrg jalan ke tebing keraton udh makin bagus di beton, cuma lebarnya msh sama aga sempit. tukang ojek yg maksa jg msh ada hehe. kalau pgn tau kabar trakir tebing keraton nya email sy aja di rizki.triadi@gmail.com kebetulan sy sminggu 3 kali selalu ksana sepedahan (sampe warban)

  • Dhamar20 says:

    Thanks infonya..
    Sangat membantu..
    Tadi saya kesana dan lumayan bagus view nya..
    Untung saya tadi tanggal 30 September 2015 kesananya,karena klo hari ini pasti zonk..
    Karena mulai tanggal 1 Oktober 2015 selama sebulan Tebing Keraton ditutup..
    Info Update: Parkir masih 5000 dan biaya masuk masih 11rb/orang

  • Kimmi says:

    Wah telat nih saya ga baca komentarnya sampai bawah, jadi ga tau info per 1 Oktober tutup. Alhasil tadi pagi buta saya berangkat ke sana dari pukul 5 pagi. Sampe sana dioleh-olehi tulisan pengumuman kalo tebing kraton ditutup sampai tanggal 31 Oktober 2015, dikarenakan sedang direnofasi. Mau maksa masukpun ga bisa karna benar-benar ditutup ga bisa masuk. Tadi banyak juga yang kaya saya udah sampe atas turun lagi, ada 3 mobil dan 6 motor kira-kira, sedih :’)). Jadi info nih buat yang mau ke sana apalagi kalo dari luar kota silahkan batalkan niatnya haha nanti aja ke sananya bulan depan 😉

  • Nurul Khasanah says:

    Ka kalo kesana jalan kaki bisa ngga ya.? Soalnya rencana nge trip dari jakarta naik kereta nih. Makasih

  • Gilang Permata Sari says:

    Halo kak… saya waktu itu liat pergidulu.com di tv.. tp lupa di acara apa.. nah waktu itu salah satunya shooting di tebing keraton ini… nah setelah di tebing keraton lanjut ke kedai kopi yg kayak di tengah hutan gitu… namanya apa sih itu kak? Aksesnya gimana kak dr tebing keraton ke kedai kopi itu? Terimakasih kak sblmnya :))

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Halo….terima kasih sudah nonton ya 🙂

      Kedai kopi itu namanya Armor Kopi. Lokasinya ada di depan gerbang Tahura (Taman Hutan Raya) Juanda. Kalau mau ke Tebing Keraton pasti lewat depan Tahura koq. sekitar 20-30 menit lah jaraknya.

      • Nova says:

        Halo mba susan , salam kenal sebelumnya,, mau kesana nih mba,, niatnya mau naik grabcar memungkinkan gak ya mba kalau sekarang? Karna kan mobil ga bisa masuk ya?

        • Susan Natalia Poskitt says:

          halo…kayaknya sama aja sih mau naik mobil pribadi atau grabcar pasti ga bisa naik sampai atas kecuali bayar (kalo mau nyogok preman2 tsb mungkin bisa). Selama ini sih denger dari yg lain akhirnya pada jalan kaki dari parkiran mobil.

  • Karos says:

    Makasih banyak info2 dari teman2, bsk 26 des 2015 mau coba kesana…pagi2, krn liat postingan2 kayanya lbh enak pagi,

  • Yo Hi Kuang says:

    Liputan, komentar-komentar, semua keren bangetttt…
    Salam kenal.

  • Andri Triadi Nurhuda says:

    Bandung memang amzing gak salah di juluki sebagai paris van java karena memang pemandangannya sangat indah

  • Eddy says:

    Entah ya, dari sekian kali coba2 cari info mengenai tempat wisata (rute,harga tiket masuk,dll) di internet, tulisan Kak Susan ini the best. Hehe :p
    Rencana sih mau kesana bulan sept’2016 via motor dari jakarta, sekian kali ke bandung belom sempet main ke tebing keraton. Oiya, btw “ojeg iseng” masih ada ga ya? ngaruh ga sih kalo kita bawa motor sendiri? apa di stop juga buat di palakin?
    Sayang yah di setiap tempat wisata ada aja oknum2 seperti itu , disinilah saya rasa nilai dari traveling itu sendiri bisa kita rasakan. Ya salah satu nya berani mengambil keputusan (jangan nurut2 aja kali ya, mesti cerdas kalo mau jalan2, ^^).

    Tolong info nya ya Kak Susan atau temen2 yg belum lama kesana via sepeda motor mau berbaik hati berbagi info terbaru kepada saya dan yg lain. Thank you.

    • K says:

      hari ini saya dkk pergi ke sana, iya “ojeg iseng” masih ada. dan harga nya masih 50 ribu(naik turun).
      di pangkalan dekat parkiran mereka susah d tawar, minta 50rb.
      kalau jalan dulu, nanti gak jauh d atas ada pos ojek ke 2 bisa di tawar 30 ribu. kalau ngotot dulu jalan, nanti di ikutin dan kita berhasil nawar sampai 25 ribu.

      tp akhir nya kita jalan, dan jalan nya lumayan berat karena habis ujan jd lumayan licin.
      tp nggak begitu jauh, kalau jalan nya rata2 kurang lebih 30 menit. kalau bisa melihat menara pemancar kecil d kejauhan, d situ tmpat nya.

      turun nya, kalau mau ambil ojeg bisa dapat 10rb per org. turun nya kita pakai ojek karena lumayan licin dan turun nya lebih berbahaya.

  • Raleopaq says:

    Mantap penjelasannya mendetail
    Simpan dulu buat di baca saat liburan mendatang
    Makasih yah 🙂

  • Nova says:

    Kalau untuk angkutan umum dari stasiun bandung ke tebing keraton kira kira ada gak ya? Mohon bantuannya

Leave a Reply