Profil Traveler: Daniel Giovanni – Kerja & keliling Australia 1 tahun

Daniel Giovanni di Kings Canyon, Northern Territoty

Beberapa bulan lalu kami sempat menghadirkan sosok female traveler yang menjalani WHV di Australia selama 1 tahun. Karena WHV ini adalah kesempatan bagus yang sangat berharga untuk orang-orang Indonesia di bawah umur 31 tahun untuk bisa merasakan kehidupan di Australia, kerja, dapat uang dan keliling Australia, maka kali ini kami mengangkat seorang profil traveler lain yang baru saja selesai WHV di bulan Desember 2014 kemarin. Melalui interview di bawah ini, dia berbagi tips dan pengalamanannya hidup di negara kangguru tersebut.


Nama: Daniel Giovanni

Twitter: @qronoz

URL (blog): danielgiovanni.com

Kota Asal: Bandung

Domisili: Jakarta

Ceritakan sedikit tentang Daniel Giovanni
Saya asal Bandung, sejak kuliah sampai sekarang nyangkutnya di Jakarta, lulusan computer engineering tapi kerjaannya malah di sempet di ranah social media sama sempet jadi instruktur parkour, pas WHV di Australia kemarin malah sempet jadi tukang cuci piring sama kasir di supermarket.

Sekarang lagi sibuk apa sih?
Sampai tulisan ini dibuat sih kalo ditanya pertanyaan ini jawabannya: “sibuk ngerjain apa aja yang bisa dikerjain”. Hehehehe.

Kapan kamu mulai tertarik dengan dunia traveling dan apakah ada trigger yang membuat kamu ingin lebih berkecimpung di dunia traveling?
Kalo kata saya sih pada dasarnya semua orang doyan traveling, buktinya kalo masih kecil kita diajakin jalan-jalan ke luar rumah aja udah senang, toh tujuannya sama kan: buat liat sesuatu yang baru yang nggak kita liat tiap hari di ‘rumah’. Kalo trigger utamanya itu waktu traveling ke India di tahun 2011.

Di Cradle Mountain, tempat yang wajib banget dikunjungin kalo ke Tasmania

Di Cradle Mountain, tempat yang wajib banget dikunjungin kalo ke Tasmania

Dari sekian banyak pengalaman travelingnya, ceritakan tentang pengalaman paling berkesan waktu travelling itu di mana & kenapa?
Paling berkesan, selain karena itu pertama kali backpacking-an, trip ke India berkesan karena total perjalanan kereta ke 8 kota selama 17 hari di sana nembus 5000 kilometer, hampir 300km setiap harinya, berasa lagi Amazing Race jadinya.

Satu lagi yang nggak kalah berkesannya jelas waktu spend setahun di Australia pake Work and Holiday Visa (subclass 462). Semua states dan territories di Australia tamat lengkap sama capital-nya.

Aspek apa yang paling kamu suka saat traveling?
Kesempatan buat ngeliat gimana orang di tempat lain ngerjain rutinitas mereka sehari-hari dan ngeliat sistem segala sistem penunjangnya kayak pelayanan publik, transportasi umum, dsb.

Apa yang terlintas di benak kamu waktu pertama kali dengar tentang WHV?
Pertama kali denger WHV sih yang kepikiran langsung di kesempatan jalan-jalannya. Sebelum denger ada yang namanya WHV, Australia itu ada di salah satu prioritas terbawah di bucket list saya karena yang saya tau visanya susah, biaya hidupnya mahal, eh ternyata malah akhirnya berangkat ke sana setaun. Ya caranya biar bisa keliling sepuasnya saya rasa sih lewat ngumpulin dolar hasil kerja di sana.

Apakah ada ketakutan saat mau WHV? Jika ada, apa yang dikhawatirkan?
Khawatir waktu mau WHV sih jelas ada, terutama gimana kalo nggak dapet-dapet kerjaan? Gimana kalo uang bekal/darurat kepake sampai abis?

Jelang taun baru 2014 nonton kembang api bareng orang-orang yang baru ketemu hari itu juga, thanks to Couchsurfing (termasuk ada @PergiDulu nih)

Jelang taun baru 2014 nonton kembang api bareng orang-orang yang baru ketemu hari itu juga, thanks to Couchsurfing (termasuk ada @PergiDulu nih)

Banyak orang yang khawatir kalau susah dapat kerja di Australia. Bisa ceritakan proses kamu cari kerja di sana & bagi2 tips dong berhubungan dengan cari kerjaan di Oz?
Berdasarkan pengalaman saya, yang gampang dapet kerja casual di Australia itu ada 2 tipe orang: yang punya kenalan dan yang punya pengalaman. Nah sayangnya saya bukan keduanya. Saya termasuk yang hampir tiap hari buka situs cari kerja macem Gumtree dan ngider di kota sama suburb buat berburu kerjaan dan baru dapet kerjaan sebulan setelah ada di Australia.

Suka dukanya menjalani WHV?
Sukanya WHV sih banyak banget ya: dapet kesempatan buat ngerasain hidup di world’s most livable city in the world (#TeamMelbourne!), dateng ke festival dan event-event rutin/tahunan yang seru-seru macem nonton NYE fireworks di Sydney, nonton Australian Open, nonton Formula 1 GP Australia, ikutan lari rutin Nike Run Club, lari marathon pertama kali di Great Ocean Road, jadi volunteer di gereja, dan yang pasti ketemu banyak orang yang punya background budaya yang beda-beda.

Dukanya? Mulai dari gempor berdiri 8 jam di pom bensin buat trial jadi sales car cleaner, dimarahin owner restoran Asia tempat saya kerja gara-gara kerjanya lambat padahal restorannya sepi-sepi aja, ya tapi dukanya printilan kecil lah. Sisanya hepi-hepi aja kok. Hehehe.

Sharing tips untuk yang tertarik ikut WHV tapi masih ragu2/takut.
Kalo tertarik WHV, hajar aja udah. Umumnya pada ragu karena gak pede di sana bisa adaptasi apa nggak. Jangan ngerasa inferior, Australia hampir semua isinya pendatang semua jadi di mana-mana bisa ketemu orang Asia, Eropa, Australia, Afrika, Amerika. Takut gak bisa bahasa Inggris? Yang penting I understand, you understand, kelar. Hell with grammar. Banyak kok pendatang-pendatang yang bahasa Inggrisnya seadanya doang.

Apakah kamu merekomendasikan setiap orang untuk mencoba pengalaman WHV ini (kalau memang qualified) If yes/no, why?
Well kalo ini sebenernya tergantung orang sih ya. Ada yang udah nyaman sama rutinitas sekarang dan susah mau dilepas ya itu kan pilihan. Tapi kalo emang ada yang punya kesempatan buat ambil WHV dan waktunya emang pas, ambillah! YOUTO: YOU ONLY UNDER THIRTY ONCE! Kenapa? Survival mode tiap orang bakal diuji banget, terutama yang berangkat tapi nggak punya kerabat/keluarga dekat macem saya, mulai dari ngebangun koneksi sama fellow Indo WHVer, urusan penghematan, sampai urusan kerjaan.

Pertama kalinya ikut full marathon, nggak mau tanggung-tanggung pecah telornya di Great Ocean Road Marathon 2014

Pertama kalinya ikut full marathon, nggak mau tanggung-tanggung pecah telornya di Great Ocean Road Marathon 2014

3 lessons learned from WHV

  • Lebih menghargai pekerja-pekerja di industri hospitality karena saya pernah ada di posisi yang sama dengan mereka
  • Road trip itu seru! Banget! Mulai dari skill planning sampai tingkat toleransi diuji banget
  • Australia nggak rasis, paling nggak itu yang saya rasain selama setaun di sana

Sekembalinya dari WHV ke Indonesia, hal-hal apa yang bikin kamu kangen sama Australia atau kehidupan selama WHV?
Banyak! Salah satunya bisa tidur di tram/kereta tanpa khawatir dicopet, keluar rumah bawa kartu debit, ID card, sama kartu transport aja udah cukup gak usah bawa cash, banyak hiburan gratis. Hidup berasa lebih berkualitas. Tapi yang paling bisa mewakili kekangenan saya itu kayaknya ada satu kata yang pas: KETERATURAN


Selama 1 tahun WHV di Australia, ada ga sih kira2 hal2 positif yang diterapkan di Australia yang kira-kira bisa diterapkan di Indonesia?
Wah ini sih banyak banget ya. Aturan dan hukum di sana tuh jelas dan warganya juga sadar hukum. Kalo ketemu gangguan ada hotline yang bisa mereka kontak. Pelayanan publik juga nggak ribet, saya inget waktu saya harus update data paspor baru saya di kantor imigrasi Australia, saya cuma butuh 5 menit dari masuk sampai keluar gedung.

Pengalaman lainnya itu seputar urusan pajak, entah kenapa edukasi dan informasi yang dikasih sama Australian Taxation Office itu cukup gampang dimengerti bahkan buat pendatang kayak saya, mungkin sekarang saya lebih ngerti cara hitung pajak saya waktu di Australia dibanding di Indonesia.

Urusan lalu lintas? Yah kalo ini sih udah nggak usah diomongin lah ya, kesadarannya ibarat bumi sama langit di Indonesia. Sistemnya udah rapih, di persimpangan sama jalan bebas hambatan ada kamera, kalo ada yang langgar, surat tilang meluncur langsung ke alamat pemilik mobil. Kalo kayak begini ada di Indonesia, bisa kaya banget negara kita cukup dari hasil tilang setiap hari.

Ya menurut saya sih negara/kota yang bisa bikin nyaman pendatangnya jelas udah bisa bikin nyaman penduduknya.

Dari kesempatan WHV itu selain kerja, sempat jalan-jalan ke mana aja nih? Sempat ke luar Australia kah? If no, any reason why you chose not to get out of Australia at all in a year?
Target awal jalan-jalan waktu saya mau WHV itu sebenarnya mainland Australia dan NZ di akhir WHV saya, tapi ternyata di tengah jalan ada perubahan rencana dan akhirnya saya malah namatin semua state/territory di Australia. Semua state/territory capital berhasil saya kunjungin, karena emang salah satu ketertarikan saya itu buat ngubek kota besar.


Selama setahun WHV saya sama sekali nggak keluar Australia. My visa only allow me to stay one full year in Australia and I didn’t have any plan to go back there soon, so I tried to make most of it.

Sandsurfing di Stockton Sand Dunes (NSW) di tengah road trip 6 hari dari Sydney ke Brisbane, dapet travelmate French, Mexican, sama Estonian

Sandsurfing di Stockton Sand Dunes (NSW) di tengah road trip 6 hari dari Sydney ke Brisbane, dapet travelmate French, Mexican, sama Estonian

Dari tempat2 yang pernah dikunjungi di Australia, bisa sebut 3 destinasi favorit di Australia & why you like those places?

  • Uluru-Kata Tjuta National Park, sebagian besar Aussies kalo ditanya tentang Uluru rata-rata jawabannya sama: “It’s just a big rock in the middle of nowhere, mate”. Ada benarnya juga sih. Tapi di area itu nggak cuma ada Uluru, ada juga Kata Tjuta juga, gugusan batu-batu raksasa dari jaman purbakala yang bikin kalo kita trekking di sana berasa kayak trekking di Jurassic Park. Nggak jauh dari NP ini juga ada yang namanya Kings Canyon yang nggak kalah keren!
  • Melbourne, entah karena faktor saya spend hampir 7 bulan di sana atau bukan, tapi Melbourne buat saya punya keseruan sendiri. Jalur sepeda dari berbagai suburb yang jadi satu di tengah kota, jaringan tram terbesar di luar Eropa, banyak kopi enak (padahal sebelum WHV saya nggak terlalu doyan ngopi), alley dan laneway warna warni hasil coretan graffiti artists, cuacanya yang berubah-ubah sampai disebut ‘city with four seasons in a day’, dan jelas yang nggak terbantahkan itu kota ini dinobatkan sebagai most liveable city in the world oleh The Economist untuk 4 tahun berturut-turut.
  • The whole Tasmania, seperti saya mention di atas, tadinya Tasmania nggak masuk di rencana ‘holiday’ saya selama WHV, nggak banyak yang saya denger tentang ini, yang saya inget waktu itu @KartuPos sama @travelpisces ngewanti-wanti buat pergi ke sini. Sampai akhirnya saya impulsif beli tiket promo A$48 buat PP Melbourne-Hobart. Ternyata bener Tasmania itu underrated, landscape-nya jauh lebih pecah dari mainland Australia yang cenderung flat. Pemandangannya jelas pecah juga. Saran saya kalo mau ke Tasmania: rent a car and spend at least a week there! You’ll love it!

Apakah benar Australia itu negara yang mahal? Bisa bagi tips how to survive living in Australia?
Jawaban ini cukup relatif. Buat yang datang dan berkunjung sebentar, saya setuju Australia itu negara mahal. Tapi kalo bisa dapet penghasilan selama di sana, rasanya jadi normal-normal aja. Sepengalaman saya setahun di sana dan bikin hitung-hitungan kasar, besar biaya hidup di Australia itu umumnya 3x lipat di Indonesia. Anggaplah kurs A$1 = Rp10ribu, kalo saya makan paket fast food di Jakarta, saya mungkin habis sekitar Rp30.000, dengan paket yang sejenis di Australia, saya habis sekitar A$9. Tiket nonton bioskop di sana harganya $20, coba bagi 3, sudah hampir sama dengan harga nonton weekend di Jakarta kan?

Survive untuk hidup di Australia paling basic menurut saya itu dengan masak sendiri, nggak pilih-pilih soal akomodasi (sharing kamar tidur atau malah tidur di living room), dan tinggal tidak jauh dari tempat kerja, atau paling nggak masih nyaman buat ditempuh sepeda. Di mana ada effort, di situ ada hemat.

Selesai WHV ini, apa rencana kamu ke depannya?
Sejauh ini sih rencananya settle dulu sih, toh WHV sejauh ini buat WNI baru bisa di Aussie, kecuali kalo NZ atau negara lain nanti tiba-tiba buka, nah itu urusan lain lagi. Hehehe. Salah satu output dari WHV sih saya jadi sirik sama kota-kota di sana yang nyaman banget buat ditinggalin dan jadi kepikiran gimana Jakarta bisa nyaman juga. Makanya sekarang sih lagi iseng-iseng cari kerjaan/aktivitas yang bisa ngasih kontribusi ke ibukota NKRI ini. Ceileh.

Sharing apartemen bareng Ukrainian, Chilean, Japanese, Korean, sama Taiwanese di Brisbane

Sharing apartemen bareng Ukrainian, Chilean, Japanese, Korean, sama Taiwanese di Brisbane

Apakah masih ada tujuan wisata impian yang bener2 pengen kamu datangin? Kalau ada, ke mana & kenapa pengen ke sana?
Jelas masih ada dong, yang standar-standar impian sejuta umat macem keliling Eropa sama liat Times Square di New York masih di bucket list nih. Tapi yang lumayan penasaran sih Amerika Selatan, merambat lewat jalan darat dari Chile, Peru, Ecuador, sampai ke Colombia, paspor Indonesia kan bebas visa ke 4 negara itu, ditambah bisa ke Macchu Picchu pula. Hehehehehe.

Sebutkan lima barang yang wajib kamu bawa setiap kali travelling selain uang & paspor.

  • iPhone (atau smartphone lain yang mumpuni)
  • Debit Card / Credit Card
  • Botol minum
  • Raincoat
  • Laptop

Sebagai ucapan terima kasih atas kesediaannya dijadiin profil traveler bulan Januari, silahkan boleh promosi apa saja 😉
Wah, mau promosi apa ya, standar-standar aja deh ya:  Jangan lupa follow @qronoz di Twitter, cek juga beberapa postingan blog saya di danielgiovanni.com (mohon dukungannya supaya lebih rajin posting), sama kalo mau cek beberapa video yang saya ambil selama WHV bisa dicek di playlist YouTube #EksplorOZ ini.


Terima kasih Daniel. Pastikan check out his blog, and follow him on twitter!

QUIZ TIME!
Masih ingat dengan buku Under The Southern Stars bikinan Anida Dyah (@nidnod) yang menceritakan tentang sebagian pengalamannya selama road trip dan WHV di Australia? Nah, kami masih punya 1 buku persembahan penerbit Gagas Media nih. Buat yang berminat, ikutan kuisnya yuk. Gampang banget koq caranya:

Di kolom komentar, jawab pertanyaan “Dari 7 states di Australia, state mana yang paling pengin kamu kunjungi dan apa alasannya?” Jangan lupa tinggalkan nama akun twitter supaya mudah dihubungi.

Satu orang dengan jawaban yang paling menarik akan kami kirimi buku UTSS ini. Lumayan bisa kasih gambaran kehidupan selama WHV di Australia 🙂 Jawaban ditunggu paling lambat tanggal 20 Januari 2015 dan pengumumannya segera setelah kuis ditutup. Good luck!

PENGUMUMAN
Terima kasih untuk semua yang sudah berpartisipasi dalam kuis berhadiah buku UTSS. Pemenangnya kali ini adalah…..@DKAtmaja. Nanti akan kami hubungi juga lewat twitter untuk detail pengiriman. Yang belum beruntung, jangan patah semangat karena masih banyak kuis-kuis di PergiDulu (termasuk kuis berhadiah kamera yang saat ini berlangsung sampai akhir bulan Januari 2015 ;))

Join the discussion 21 Comments

  • Rayner Yosafat says:

    Tasmania jd state yg paling pengen gw datengin, karena ud sempet roadtrip jelajah 4 states (SA, Victoria, NSW, Queensland -karena WA dan NT rada jauh utk masuk rute roadtrip- ) yg landscape nya masih mirip2 dan sering dgr bahwa state Tasmania, landscape nya mirip kaya New Zealand, which is blom bs gw kunjungin dlm waktu dekat ini. Apalagi stlh lihat foto2 anak WHV salah satunya Daniel, makin bikin mupeng bwat ksana.. I wish, someday I will.. thank you .. btw, ga punya twitter 🙂

  • yessica says:

    Hai kak Susan dan kak Adam, aku pengen banget ke… Brisbane!
    Walopun kalah ngetop sama kakak-kakaknya Sidney dan Melbourne, pengen banget kesana buat berkunjung dan ngopi-ngopi ke Universitas Queensland yang tersohor itu.. Sekalian liat-liat, bisa buka kantin gak disana, sapatau belum ada jualan siomay dan mpek-mpek ???? tapi alasan utamanya sih karena sebagai salah satu butiran debu pengagum langit, disana ada satu tempat keren buat melihat milkyway, Lake Moogerah. Jadi mau kesana buat lihat milkyway dan nungguin bintang jatuh buat make a wish supaya cita-cita buat buka kantin di universitas Queensland terwujud (teteuppp). ????????????

  • Khoiri Nugraheni says:

    Kalau ditanya yang paling menarik adalah kota Melbourne. Menurutku kota di dunia punya keunikan tersendiri yang terkadang bikin pangling pas pertama kali datang ke sebuah kota. Melbourne tempat yang unik akan keteraturan, berbeda jauh dengan Jakarta apalagi Phnom Penh. Serius ??? Mungkin karena ASEAN country. Tapi melihat bahwa Melbourne adalah kota 4 seasons so, kenapa gak merasakan 4 seasons yang gak pernah ditemuin. Dinamika kota menjadi penanda sebuah aktivitas masyarakat di sana. Toh, kita akan mengenal kebudayaan dari sebuah kota, in my opinion. Dan juga mungkin ululu tempat yang menarik untuk mengeksplore sejarah dan alam sekitar. Yah, Melbourne will be a great city to see…

  • ranselijo says:

    Pengin ke Melbourne! Simply reason: ingin nyoba tinggal di kota yang paling layak huni sedunia. Pengin tau rasanya kayak apa 😀
    Dan kalo udah di sana, mau ngobrol sama masyarakat untuk tahu gimana caranya mereka bisa ngerawat kota Melbourne. Karena gak mungkin cuma 1 elemen yg punya sense of belonging thd kota ini, kan? It always takes two to tango. Kaliii aja Jakarta bisa kayak Melbourne. 🙂

  • kalo ditanya ke Australia mau kemana langsung mantep jawab PEEERRTTHH, WEST AUSTRALIA.

    pengen ngerasain piknik di Kings Park Botanical Garden, bawa bekel makanan, tiker, trus poto-poto lucu di sana. uwh pasti asik abis. udah gitu sorenya sepedaan keliling Danau Monger (Lake Monger) sambil lihat burung-burung terbang. Di perth banyak banget spot-spot menarik buat foto-foto , kalo bosen sama kehidupan modern di perth kita bisa ke Kota Fremantle berjarak 30 km (setengah jam perjalanan) dari Perth disini sih katanya banyak banget bangunan nuansa abad ke 19 nya, kebayang dong kerennya kayak apa. Di perth juga ada murdoch university kampus impian akuuuu. Pengen banget banget banget lah ke perth selain punya obyek wisata yang menarik juga bidang pendidikannya gak kalah bagus.

    twitter: @arlisaiconk

  • pragusta says:

    Queensland mungkin menjadi tempat yang menarik untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan alam, contoh great barrier reef, pantai disana juga sering menjadi tempat untuk turnamen surfing kelas dunia, mau trekking juga bisa, karena ketika traveling otomatis kita berhubungan dengan manusia tetapi dengan alam kita harus melakukan observasi lebih dalam, disini kita sering melihat orang asing yang selalu mau membersihkan sampah yang kita buang jadi penasaran bagaimana keadaan alam di tempat mereka bukan ? Kitapun bisa melakukan apa yang mereka lakukan di tempat kita.

    @pragusta (twitter)

  • cK says:

    Kalau saya pengen banget ke Melbourne. Simple sih jawabannya, karena sahabat saya ada di sana, jadi kalau ke sana kayaknya gak repot mikir mau tinggal di mana hohoho~

  • alya n, says:

    Kalo gue sih condong ke….Adelaide ! 🙂

    Mengagumi Adelaide, sih. Pertama karena namanya, classy banget: A-d-e-l-a-i-d-e. Bahkan, saking adore much-nya, salah satu karakter utama di draft fiksi gue, gue beri Adelaide di nama belakangnya. Saking senangnya, tuh 😀

    Setelah jatuh cinta dengan namanya, maka browsing-lah gue sanasini (maklumlah, gue belum kesampean untuk kesana langsung :p) untuk tahu lebih jauh seluk beluk kota ini. Adelaide ternyata kota medioker. Bukan kota besar macam Sidney atau yg laennya. Semakin kuat pulalah alasan gue menyukai kota ini. Dan gue rasa untuk seorang introv macem gue, it suits me. I’m just not into metropolitan city. Lebih prefer ke kota yang adem, tenang, ga terlalu hiruk pikuk, ga terlalu crowded. I guess it’s more liveable. That’s why pilihan gue jatuh pada Adelaide hehe.

  • Aku ingin sekali pergi ke New South Wales tepatnya di Sydney yang merupakan salah satu negara bagian Australia, negara bagian yang paling tua yang didirikan pada tahun 1788. Negara bagian ini juga merupakan negara bagian yang paling banyak penduduknya. Pada Maret 2006, penduduknya berjumlah 6.817.100 jiwa. Dapet info seperti itu dr mapel IPS kak. Maklum aku masih siswi hehe. Alasanku ingin pergi ke Sydney, aku pengen banget pergi ke pelabuhan Internasional di Sydney. Di sana aku bisa memilih dan menaiki kapal pesiar dengan ongkos yang relatif tidak mahal. Pengennya sih nyoba Royal Caribbean International. Yang nggak kalah yaitu Sydney Harbor Tall Ship, di situ aku bisa melihat keseluruhan pemandangan laut. Kapal ini berangkat dari Campbell Cove, The Rocks (berdekatan dengan Hotel Park Hyatt) biasanya berangkat pada hari Sabtu. Selain itu aku yg merupakan anak IPS, ingin menambah ilmu pengetahuan geografiku di sana yg bs kubagikan pd teman2 agar bermanfaat. Semoga aja keinginanku itu suatu hari bisa terwujud. Aamiin.

    Akun twitter : @ZalfaaAza

  • DKA says:

    Tasmania menjadi state yg paling pengen gw datengin, karena dulu saudara pernah tinggal di sana beberapa tahun tepatnya di Hobart dan dengan cerita Tasmania menjadi state yg baling selatan paling mendekati Antartica dengan cuaca yang tergolong extreme dibanding negara bagian lainnya di Ausie dengan lanscape yang unik dan pulau terpisah dari Benua Australia dan binatangnya yang eksotis seakan peninggalan zaman purba karena keunikanya.
    mungkin karena pulau terpisah dari main land sehingga beberapa saat terisolir dari jangkauan manusia jadi hewan dan lanscapenya masih asli, jadi keren semacam era Jurasic di film documenter.

    @DKAtmaja

  • ratna says:

    Western Australia jd tempat yg pengen gw jelajahi , karena gw mau nyilem di Ningaloo Reef yg keren itu. terus gw juga mau ke Nambung National Park, mau liat kaya apa landscape yg katanya mirip di bulan itu. ohiya ! gw juga pengen ke The Torndirrup National Park, pengen liat langsung Natural Bridge nya

    @endradora

  • Melbourne. Pengen ngerasain bersepeda dengan aman, santai dan leluasa menjelajah setiap sudut kota yang belum bisa dilakuin di Surabaya,ngarep banget jalur sepeda jadi prioritas. Plus nyobain jaringan tram terbesar, secara ya belum ada disini hehe.

  • Noniq says:

    Kalo bisa ke Aussie lagi tujuan utama pengen ketemu hewan-hewan khasnya disana, terutama wombat, platypus, emu sama echidna (yang ini ga ngarepin juga bisa megang sih). Terus pengen ngelintasin The Great Ocean Road sambil foto-foto gitu biar kesannya kayak film-film Hollywood (#eaa) yang rambut tersibak angin berlatar belakang perjalanan di atas bukit dengan pemandangan samudera biru sejauh mata memandang, kkk.

    Yes, I vote for Victoria deh; state kan ya? Kotanya banyak tapi… 🙁 soalnya pengen ngunjungin Twelve Apostles, ngeliat Blue Whales di Portland, plus nontonin Penguinnya Philip Island, I love animals and national parks a lot ^^

  • Qomarul Huda says:

    Kalo bisa ke Aussie gw pengen ke Tasmania! Alasan sederhana, karena pengen ketemu langsung Tasmanian Devil di kampung halamannya.
    @muhyunusqh

  • kereeeeennn. ternyata ada yang namanya WHV. boleh jadi list tujuan hidup setelah graduate 😀 thanks infonya kaka…

  • sutiknyo says:

    Wah sepertinya menarik nih..WHV, tapi sayang udah kelebihan umur ha ha

Leave a Reply