Kong Lor Cave: Pesona gua dengan sungai bawah tanah

IMG_3077

Terletak di Laos bagian selatan, Kong Lor Cave merupakan salah satu objek wisata yang cukup membuat saya penasaran. Alasannya adalah karena saya belum pernah mendengar tentang gua tersebut, tidak seterkenal Ha Long Bay di Vietnam atau Wat Arun di Bangkok. In fact, tidak ada objek wisata besar yang terkenal di Laos. Pertama kali saya tahu mengenai Kong Lor cave ini adalah saat sedang membaca paket tur yang dijalankan oleh sebuah agen, di sebuah rumah makan kecil di kota kecil (Oudomxai). Di sana tertera beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi di Laos, salah satunya Kong Lor Cave yang konon katanya bisa dijelajahi sepanjang 7.5 km. Deskripsinya cukup mengesankan. Namun saat bertemu dengan sepasang muda-mudi di Luang Prabang yang bergerak dari selatan ke utara, mereka bilang, ‘not too impressed with the cave’. Hmm….justru itulah yang menggugah rasa penasaran semakin kuat, jadi pengin membuktikan sendiri apakah Kong Lor Cave memang impressive atau tidak.

Penampakan Kong Lor Cave dari jauh

Penampakan Kong Lor Cave dari jauh

Special deal!
Kalau mau travel ke Laos, kami rekomendasikan Lonely Planet Laos. Buku ini harganya kira-kira Rp.300,000 di Indonesia, tapi kami punya special deals dengan the Book Depositorylebih murah dan ongkos kirim gratis!
Cek Harga

Setelah naik motor untuk menjalani sebuah loop yang terkenal dari Thakhek melewati beberapa gua, kolam, air terjun dan gunung-gunung batu yang mengesankan, akhirnya pada hari ke-5 kami sampai juga di Kong Lor Cave. Karena merupakan bagian dari Taman Nasional yang dilindungi, setiap pengunjung harus membayar biaya masuk 2000 kip per orang dan 3000 kip per motor. Murah banget ya? Hehe….. Kemudian untuk biaya tiket masuk ke guanya sendiri adalah 5000 kip per orang. Yang cukup mahal adalah sewa perahu untuk mengeksplor sungai bawah tanah di dalam gua tersebut, yakni 100000 kip per perahu, maksimal untuk 3 orang. Namun tanpa naik perahu memang tidak bisa menikmati Kong Lor cave, karena pesona gua tersebut memang ada di dalamnya yang hanya bisa dijelajahi dengan menggunakan perahu kayu bertenaga motor.

Pemandangan di mulut Kong Lor Cave

Pemandangan di mulut Kong Lor Cave

Setelah mendapat tiket berupa kertas fotokopian sebesar kartu nama dengan ketikan manual, sang kepala bagian tiket memanggil seorang boat driver yang sedang antri menunggu giliran. Mereka semua sedang duduk di kursi-kursi panjang menunggu namanya dipanggil oleh sang kepala bagian tiket. Saat namanya dipanggil, artinya mereka dapat uang dengan mengantar pengunjung. Menurut keterangan di sana, boat driver mendapatkan bagian 30% dari harga yang pengunjung bayar. Seorang anak muda berjaket mendatangi kami sambil membawa 2 buah life jacket. Kami pun segera memakai life jacket dan tidak lupa menyewa head lamp seharga 5000 kip karena kami cuma punya 1 buah.

Kami berjalan menuju sumber suara air, dan kami bisa melihat mulut gua dengan aliran sungai yang tumpah keluar dari mulutnya. Airnya berwarna biru kehijauan namun jernih dan sangat mengundang. Beberapa bule yang sudah selesai tur tak sungkan-sungkan langsung menceburkan diri ke air tersebut. Dari mulut gua, kami masuk menuju kegelapan. Tak jauh dari sana, barisan perahu kayu bermotor sudah siap mengantar pengunjung. Ternyata si anak muda yang mengantar kami adalah asisten boat driver karena dia duduk di ujung depan perahu, sedangkan boat driver duduk di ujung belakang perahu mengendalikan mesin.


Perahu long-tail berperahu motor siap mengantar penumpang menelusuri Kong Lor Cave

Perahu long-tail berperahu motor siap mengantar penumpang menelusuri Kong Lor Cave

Mesin mulai menderu dan kami pun semakin tenggelam ke dalam kegelapan. Kami berdua menyalakan head lamp, sang asisten dan boat driver  juga punya head lamp berwarna kuning yang nyalanya lebih terang. Angin dingin berhembus menerpa, kami serasa masuk ke dunia lain. Gelap, namun tidak menyeramkan. Saya menggerakkan kepala kesana kemari untuk menyorot sinar lampu di menempel di dahi saya ke formasi bebatuan yang menggantung di dinding maupun ke langit langit gua yang amat sangat tinggi. Jangan khawatir untuk yang punya claustrophobia, karena gua ini tidak sempit, malah sangat luas, tapi gelap 😉

Setelah beberapa menit mengarungi kegelapan, saya melihat guratan warna kuning berpendar di tengah kegelapan. Perahu mendekati daerah yang sangat dangkal dan kami pun diminta turun. Sang asisten menuntun kami melewati jalur berpasir, sampai akhirnya kami melihat sebuah chamber raksasa yang dipenuhi formasi-formasi stalaktit dan stalagmit yang diterangi lampu sorot berwarna-warni. Setiap formasi diberi pembatas supaya pengunjung tidak bisa terlalu dekat dengan bebatuan kapur tersebut. Cukup mengesankan karena lantai yang kami pijak terbuat dari semen dan ada anak-anak tangga. Chamber ini memang sengaja difasilitasi agar pengunjung bisa mengagumi formasi batuan kapur tersebut.


Chamber berisi formasi stalaktit & stalagmit di Kong Lor Cave

Chamber berisi formasi stalaktit & stalagmit di Kong Lor Cave

Selesai menikmati chamber, sang asisten menggiring kami ke arah perahu yang sudah menunggu, tapi dari tangga daratan chamber menuju perahu ternyata harus kecipak-kecipuk dulu jalan kaki beberapa meter karena airnya terlalu dangkal untuk mesin perahu. Oleh karena itu jangan lupa kalau mau eksplore Kong Lor cave pakailah sendal jepit, jangan pakai sepatu!

Perahu kembali berjalan meninggalkan remang-remang chamber menuju kegelapan. Di depan saya melihat ada perahu dimana penumpangnya harus turun karena ada jeram kecil. Jeramnya bukan arah turun, tapi arah naik….yah sekitar 30 cm lah. Saya sudah mau siap-siap turun, ternyata asistennya turun dan mendorong perahu ke arah jeram tersebut. Lebar jeram cuma pas-pasan selebar perahu, jadi waktu perahu memaksa naik jeram dan terbentur batu, perahu sedikit miring dan air pun terciprat masuk ke perahu dan membasahi saya….cuma sedikit sih, tapi lumayan bikin seger (loh, tapi kan udara di gua dingin, ga panas? Iya juga sih…).

Perahu terus melaju menembus kegelapan di ruang yang sangat luas. Saya melihat ada batang pohon yang muncul dari dalam air dan menembus ke atas gua. Entah pohon tersebut masih hidup atau tidak di luar gua sana. Tak lama sesudah itu, ada jeram lagi. Kali ini kami diminta turun dan dijemput lagi beberapa meter di depan. Tak jauh dari sana terlihat bukaan dengan cahaya, ternyata kami sudah sampai di ujung gua. Namun perahu masih melaju, kali ini pemandangan sangat terang, dihiasi pohon-pohon di pinggir sungai dan gunung- gunung batu menjulang tinggi sebagai latar belakang.

Pemandangan setelah keluar dari Kong Lor Cave sisi lain

Pemandangan setelah keluar dari Kong Lor Cave sisi lain

Semua perahu beristirahat sejenak di sebuah desa kecil dimana ada warung untuk beli cemilan dan minuman sebelum melanjutkan perjalanan masuk lagi ke gua untuk kembali ke mulut gua. Setelah kurang lebih 30 menit, kami kembali lagi naik perahu, menembus kegelapan, menerjang jeram (kali ini arah turun) dan melewati chamber batuan kapur tanpa berhenti. Total perjalanan kurang lebih 1.5 jam.

Menurut saya, pengalaman ini sangat worth it. Menarik karena seru, deg deg serrr menembus kegelapan hanya dengan senter kepala dan bisa naik turun perahu untuk melihat formasi batu kapur. Saya pernah mengikuti tur serupa di underground river Puerto Princesa di Filipina, namun agak membosankan karena kami hanya duduk di perahu dengan guide menyenter ke beberapa formasi bebatuan. Perjalanannya pun tak lama karena dari sungai yang katanya panjangnya 8.2 km, hanya 1.5 km yang bisa dijelajahi oleh pengunjung, sisanya terlalu berbahaya.

Serunya pengalaman menjelajahi Kong Lor Cave

Serunya pengalaman menjelajahi Kong Lor Cave

Jadi, kalau kebetulan sedang berkunjung ke Laos, jangan lupa sempatkan waktu untuk mengunjungi Kong Lor Cave ya 🙂 Ada tour yang bisa diambil langsung dari Vientiane, biasanya memakan waktu 5 jam. Atau kalau mau ke Thakhek dulu yang letaknya 354 km dari Vientiane, bisa naik bis ke Thakhek kemudian atur transportasi dari sana. Dari Thakhek bisa sewa motor atau naik song thaew ke desa Na Hin kemudian sambung song thaew lain ke desa Kong Lor.

Join the discussion 2 Comments

  • ai says:

    Cerita sangat menarik , pingin banget ke Kong lot cave
    Bisa minta info agent tour disana ?
    Minta bantuannya hehehe

    • Adam says:

      Nggak tahu! Waktu di Vientiane, ada banyak yang jual paket tur kemana mana. Jadi, pasti bisa ikut tour dari sana langsung.

Leave a Reply