Profil Traveler: Sharon Loh – Food & Travel Blogger

Di deck kapal di Danau Ashi

Halo halo! Setelah sempat vakum sejak kami berangkat CaminoDulu sesi 2 bulan Maret-April 2015 kemarin, akhirnya bulan ini kami hadir lagi dengan Profil Traveler yang mudah-mudahan bisa menginspirasi kalian para pembaca setia blog PergiDulu. Profil Traveler terakhir yang kami tampilkan di bulan Maret adalah Fahmi @catperku. yang sempat mencicipi kehidupan nomad selama beberapa bulan. Agustus ini kami memperkenalkan seorang blogger yang bergerak di bidang kuliner dan traveling. Kedua bidang ini sedang booming dan populer di media sosial. Yuk simak wawancara lengkapnya!


Nama: Sharon Loh

Twitter:

URL (blog)http://sharontravelogue.com

Kota Asal: Jambi

Domisili: Jambi

Ceritakan sedikit tentang Sharon.
Halo halo! Sebelumnya, kenalan dulu ya. Namaku Sharon. Aku berasal dari Jambi, tapi dari tahun 2010 – 2014 aku tinggal di Bandung untuk kuliah. Disanalah awal mula aku mulai merintis blog aku.

Sekarang lagi sibuk apa sih?
Karena udah lulus kuliah taun lalu (2014), sekarang aku lagi sibuk melanjutkan hidup dengan banting tulang! Aku kerja sebagai programmer sekarang. Ya bisa dibilang setiap hari aku sibuk melototin tulisan tulisan kecil di laptop. Tapi di waktu senggang, aku tetep sempetin foto-foto dan ngeblog kok.Di Great Wall of China

Kapan kamu mulai tertarik dengan dunia traveling dan apakah ada trigger yang membuat kamu ingin lebih berkecimpung di dunia traveling?
Kalo mau di-flashback dari jaman dulu banget nih, waktu SMA aku suka ikut lomba. Dan kalo dipikir-pikir, yang bikin aku aku kepingin ikutan itu bukan karena gengsi atau supaya keliatan pinter. Tapi karena lombanya rata-rata diadakan di luar kota. Eh, di luar pulau bahkan. Aku inget aku selalu kepengen banget bisa masuk babak final supaya aku bisa ke luar kota. Waktu SMA sih, kota yang pernah aku kunjungi adalah Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar. Walau semua lomba yang aku ikuti kalah :p, aku seneng banget karena bisa jalan-jalan dan ngeliat kota lain itu kayak apa sih.

Dari sekian banyak pengalaman travelingnya, ceritakan tentang pengalaman paling berkesan waktu traveling itu di mana & kenapa? 
Pengalaman yang paling berkesan itu waktu ke Jepang. Waktu itu aku lagi iseng-iseng daftar pertukaran pelajar selama 2 minggu. Ga nyangka banget bisa keterima! Aku berangkat ke sana sekitar awal Maret 2014. Waktu itu, winter udah selesai tapi spring belum mulai. Lagi musim peralihan. Walau begitu, di sana dingin banget! Aku sampe ngerti kenapa orang-orang di luar sana lebih prefer summer daripada winter.

Yang bikin berkesan di sana karena aku berangkatnya bareng teman-teman yang juga baru kenal. (Plus, tiket dan penginapan dibayarin sih, jadi makin berkesan deh 😛 hihi) Setiap hari kami berinteraksi dengan orang-orang lokal. Bahkan ada beberapa teman dari Jepang yang sampai sekarang masih keep in touch loh. Kami juga mencicipi makanan lokal, dll. Jadi emang kerasa banget hidup di sana bukan sebagai turis.

Waktu itu, kami cuma punya waktu 1 hari untuk jalan-jalan sendiri, karena hari lainnya sudah penuh dengan jadwal yang diatur oleh pihak universitas. 1 hari itu aku bersama 2 orang temanku jalan-jalan keliling Tokyo naik kereta. Seruuuu banget! Kami merencanakan rute perjalanan kami malam sebelumnya. Termasuk jam berapa kereta datang, berapa harga tiketnya, dll. Dan jadwal kami sukses besar! Kami sampai ke dorm tepat untuk ikut makan malam bareng 😉

Aspek apa yang paling kamu suka saat traveling?
Yang aku suka dari traveling adalah melihat dan merasakan hal yang baru. Rasanya dunia kita ini luas banget dan ngak habis-habis kalau mau dijelajahi.

Awalnya waktu memulai blog, rencananya mau ke arah travelblog, foodblog atau dua-duanya?
Awalnya sih aku pingin bikin travel blog (gara-gara keseringan ngestalk travel blog temen-temen yang pada kece). Tapi apa boleh buat, perut ini lebih besar daripada keinginan kaki untuk bergerak ^^ Jadinya aku lebih sering makan daripada jalan-jalan. Karena alasan biaya juga siiih sebenarnya. Selain itu juga karena waktu aku jalan-jalan, yang aku cari kebanyakan ya makanan lagi makanan lagi. Jadi blog aku mayoritas tentang makanan dan sedikit tentang travelling. Ya bisa dibilang Food & Travel Blog 😀With Bandung Foodies

Bisa ceritakan perbedaan keseruan dan kesulitan dari travelblogger dan foodblogger?
Kalo lagi nulis tentang travel nih, serunya adalah karena aku bisa flashback. Semua memori traveling rasanya jadi melekat lagi #ciye. Sulitnya itu, karena aku kadang suka lupa ^^ Lupa nama tempatnya apa, gimana caranya ke sana, dll. Jadi biasanya harus browsing-broswing dulu deh untuk mengingat.

Nah, kalo lagi nulis tentang food nih, serunya itu kita bisa mendeskripsikan makanan yang simple jadi keliatan keren! Yang serunya lagi itu kalo bisa membantu temen-temen untuk nyari referensi makanan. Kalo sulitnya sih… menahan lapar waktu nulis. Apalagi kalau nulisnya malam-malam. Duh… #pegangperut


Apa pendapat kamu tentang sistem endorsement makanan yang berkaitan erat dengan foodblogger?
Menurut aku endorsement cukup fair sih. Foodblogger jadi punya bahan untuk dipublish, dan penjual makanan juga dapat “cheap” promotion yang tepat sasaran. Tepat sasaran karena… orang2 yang ngefollow foodblogger tentu adalah orang-orang yang suka makan dan/atau orang-orang yang suka hunting makanan. Win win solution kan? 😉

Apakah kamu menerima semua endorsement makanan yang ditawarkan? Jika tidak? Apa yang jadi kriteria/standar untuk menerima sebuah kerjasama?
Wah tricky nih. Kalau sejauh ini sih, aku terima semua kecuali makanan mentah. Misal : lumpia yang belum digoreng, cireng yang masih berbentuk adonan tepung, dll. Karena makanan yang masih mentah itu nambah kerjaan aku. Selain mesti menata makanan (food styling) dan foto-foto, aku juga jadi mesti masak dan cuci alat masak. Hehe. Selain itu, karena aku punya pengalaman buruk dengan endorsement makanan mentah. Pernah ada yang endorse makanan, tapi karena ekspedisi nya telat, makanannya jadi basi. Big no no!


Untuk yang tertarik untuk mengandalkan hidup dari blogging, menurut kamu mana yang prospeknya lebih bagus, travelblogging atau foodblogging? Alasannya?
FOOD! Mungkin karena aku belum ngerasa ada yang ngeprospek aku karena travelling-nya kali ya? Secara, travelling nya cuma kadang-kadang doang. Hihi. Yang kerasa sih, kalau dari food blogging, banyak banget kesempatan untuk “hidup”, bisa dari online shop yang jual makanan, restoran, brand makanan tertentu, dll. Kasarannya sih, lebih banyak orang yang makan daripada jalan-jalan.Belajar meracik minuman

Apakah terbayang suatu hari kamu akan melepaskan kehidupan kantor dan hidup sepenuhnya dari blogging? (Ada rencana untuk ke sana?)
BIG YES! Itu impian aku waktu masih kuliah. Karena sering ngestalk temen-temen blogger (termasuk kalian berdua, PergiDulu), aku yakin kalo yang namanya kerjaan itu ngak cuma duduk di kantor, pasang muka serius. Ternyata orang yang keliatannya cuma main-main (makan-makan, jalan-jalan), juga bisa dapet penghasilan dari sana. Apalagi, aku sempet magang kantoran beberapa kali dulu waktu masih kuliah, aku ngerasain banget tuh jenuhnya rutinitas kantor. Padahal magang nya juga cuma 2 bulan-an loh.

Bagian mana dari traveling yang membuat kamu ingin jadi seorang travel blogger?
Kalau aku traveling nih, pasti aku foto-foto kan. Nah, aku bingung foto-foto nya mau diapain. Sayang dong kalau cuma mejeng di laptop pribadi aja. Aku pingin bisa sharing apa yang aku liat dan aku rasakan ke orang-orang. Karena itu lah aku jadi travel blogger. Alasan itu juga lah yang membuatku juga nulis tentang makanan 😉

Apakah rencana ke depannya? Tetap menggabungkan food dan travel blogging, atau akan fokus ke salah satunya?
Dua-dua nya dong. Untukku, travel dan food tuh ngak bisa dipisahkan. Kalo lagi jalan-jalan, ya pasti makan. Plus, kalo aku lagi ngak travelling, aku bisa ngeblog tentang restoran-restoran di sekitarku, atau tentang resep makanan yang baru aja aku coba. Writing about both won’t hurt anyone 😉

Apakah ada tujuan wisata impian yang bener-bener pengen kamu datangin? Kalau ada, ke mana & kenapa pengen ke sana?
AKU PINGIN BANGET KE EROPA T_T #cry Bebas deh kemananya, yang penting kotanya cantik, bisa jalan kaki keliling kota, dan makanannya enak-enak. Kayaknya Italia asik ya? 😛Liburan di Bali

Sebutkan lima barang yang wajib  dibawa setiap kali travelling selain uang & paspor.
Satu. Hp! Supaya aku bisa tetep update di soc-med, pamer foto jalan-jalan.
Dua, kamera! Ini senjata aku banget. Kalo foto pake HP, rasanya kurang gimanaaa gitu.
Tiga, concealer! Aku malu banget kalo jerawat aku keliatan. Hiks. Walau kadang kalo pake concealer tetep keliatan sih. Ya, gimana dong. Namanya cewek ya. Haha.
Empat, pensil alis!
Lima… baju yang banyak. * iya, pensil alis lebih penting daripada baju *

Sebagai ucapan terima kasih atas kesediaannya dijadiin profil traveler bulan Agustus, silahkan boleh promosi apa saja 🙂
Terima kasih ya temen-temen udah baca profile aku! Kalau kalian bosen, boleh tuh di cek www.sharontravelogue.com. Atau kalau males baca tapi cuma mau liat foto-foto aku doang, silahkan cek Instagram aku di @foodialogue. Mayoritas foto makanan sih, jadi siap-siap aja ya! Hihi. Ciaoooo ~ !

Join the discussion 2 Comments

  • Elangg says:

    Cantik yah! Hihihi..

    Emang bener sih, travel dan kuliner itu dua hal yang nggak bisa dipisahkan sebenarnya. Kemanapun pergi, pasti ada kuliner baru yang wajib banget buat dicobain. Sayang dong kalo nggak di share di blog. 🙂

  • winny says:

    pernah blog walking ke blognya sharon dan dia emang keren sih kak

Leave a Reply