Turnamen Foto Perjalanan Ronde 21: Jalanan

By May 15, 2013Photography
Jalanan di Australia

Turnamen foto perjalanan ronde 21 dengan tema Jalanan ini sudah ditutup tanggal 23 Mei 2013 kemarin. Sebelum dipilih pemenangnya, kami memilih 10 foto favorit. Silakan lihat di Top 10 Turnamen Foto Perjalanan Ronde 21: Jalanan.


Tidak terasa Turnamen Foto Perjalanan sudah memasuki ronde 21. Kali kami mengangkat tema yang sangat erat kaitannya dengan perjalanan itu sendiri, yakni JALANAN. Apapun bentuk atau gaya traveling kamu, baik backpacker, flashpacker ataupun luxurious travel, semua orang mau tidak mau akan melewati jalanan. Tidak ada perjalanan laut maupun udara yang bisa dilakukan tanpa terlebih dahulu melewati jalanan (darat).

Jalanan menggambarkan situasi dan kondisi kehidupan tempat yang saat itu sedang kita lewati. Jalanan yang tak beraspal dan bergelombang di Laos menunjukkan kehidupan di desa tersebut masih sangat sederhana. Jalanan yang macet di kota-kota besar menandakan kehidupan modern dimana sebagian besar penduduknya memiliki kendaraan pribadi.

Jalanan di New Zealand

Jalanan di New Zealand

Jalanan juga bisa menunjukkan musim, seperti foto di atas yang diambil saat musim dingin. Jalanan yang sama di musim yang berbeda akan menunjukkan pemandangan yang berbeda. Di bagian tengah Australia banyak gurun dengan jalanan yang lurus saja sepanjang ratusan kilometer, namun pemandangannya tidak membosankan karena vegetasi yang tumbuh pun beragam sesuai dengan musimnya.

Foto jalanan tentu tidak hanya bagus dari segi artistik dan teknis, tetapi juga menarik dan mengandung cerita di baliknya. Silahkan jika memang ada yang ingin membagikan filosofi yang berkaitan dengan jalanan yang dilewati saat perjalanan. Misalnya saat melewati jalan yang berliku-liku dan curam menuju puncak gunung itu seperti menghadapi kesulitan hidup yang nantinya akan berbuahkan hasil yang sangat rewarding seperti pemandangan indah dari puncak gunung.

Jalanan di Australia

Jalanan di Australia

Selamat berbagi cerita perjalanan kalian melalui foto-foto jalanan yang pernah kalian lewati selama perjalanan!

Aturan main Turnamen Foto Perjalanan

1. Masa submisi : 15 – 23 Mei 2013 jam 23.59 WIB
2. Foto HARUS merupakan hasil jepretan alias karya kamu sendiri
3. Host foto ‘Jalanan’ – mu di situsmu sendiri. Web, blog, Flickr, Picasa, Photobucket, dsb terserah.
4. Submit foto pada kolom comment artikel ini dengan format berikut :
     Nama/nama blog (akun Twitter bila ada)
     Link blog
     Judul/keterangan foto (maksimal 1 paragraf)
     Link foto (ukuran foto maksimal 600 pixel pada sisi terpanjang)
5. Ada kemungkinan foto yang kamu kirim akan di-rehost di web tuan rumah. Terutama kalau terlalu besar atau bermasalah
6. Submisi lebih cepat lebih baik, sehingga fotomu bisa tertampil seatas mungkin.
7. Foto yang tidak patut, tidak akan di-upload disini, sesuai kebijaksanaan tuan rumah (misal : mengandung kebencian SARA, nyeleneh, menghina pihak lain)
8. Foto tidak diperkenankan dalam bentuk kolase
9. Pengumuman pemenang : 2-3 hari setelah batas masa submisi
10. Foto akan dipampang di dalam post setiap harinya berdasarkan queue Comment post ini.

Turnamen Foto Perjalanan untuk Traveller Indonesia

Mengapa mengikuti Turnamen Foto Perjalanan?
  • Ajang sharing foto. Bersama, para travel blogger Indonesia membuat album-album perjalanan yang indah. Yang tersebar dalam ronde-ronde turnamen ini. Untuk dinikmati para pencinta perjalanan lainnya.
  • Kesempatan jadi pemenang. Pemenang tiap ronde menjadi tuan rumah ronde berikutnya. Plus, blog dan temamu (dengan link ybs) akan tercantum dalam daftar turnamen yang dimuat di setiap ronde yang mendatang. Not a bad publication.
Siapa yang bisa ikut?
  • (Travel) blogger – Tak terbatas pada travel blogger profesional, blogger random yang suka perjalanan juga boleh ikut.
  • Setiap blog hanya boleh mengirimkan 1 foto. Misal DuaRansel yang terdiri dari Ryan dan Dina (2 orang) hanya boleh mengirim 1 foto total.
  • Pemenang berkewajiban menyelenggarakan ronde berikutnya di (travel) blog pribadinya, dalam kurun 1 minggu. Dengan demikian, roda turnamen tetap berputar.
  • Panduan bagi tuan rumah baru akan diinformasikan pada pengumuman pemenang. Jika pemenang tidak sanggup menjadi tuan rumah baru, pemenang lain akan ditunjuk.
Nggak punya blog tapi ingin ikutan?
  • Oke deh, ga apa-apa, kirim sini fotomu. Tapi partisipasimu hanya sebatas penyumbang foto saja. Kamu nggak bisa menang karena kamu nggak bisa jadi tuan rumah ronde berikutnya.
  • Eh tapi, kenapa nggak bikin travel blog baru aja sekalian? WordPress, Tumblr, dan Blogspot gampang kok, pakainya. Jangan pake Multiply ya, karena Multiply sudah gulung kasur.
Hak dan kewajiban tuan rumah:
  • Menyelenggarakan ronde Turnamen Foto Perjalanan di blog-nya
  • Memilih tema
  • Melalui social media, mengajak para blogger lain untuk berpartisipasi
  • Meng-upload foto-foto yang masuk
  • Memilih pemenang (boleh dengan alasan apapun)
  • Menginformasikan pemenang baru apa yang perlu mereka lakukan (panduan akan disediakan)
Ronde Turnamen Foto Perjalanan:
  1. Laut – DuaRansel
  2. Kuliner – A Border that breaks!
  3. Potret – Wira Nurmansyah
  4. Senja – Giri Prasetyo
  5. Pasar – Dwi Putri Ratnasari
  6. Kota – Mainmakan
  7. Hello, Human! (Manusia) – Windy Ariestanty
  8. Colour Up Your Life – Jalan2liburan
  9. Anak-Anak – Farli Sukanto
  10. Dia dan Binatang – Made Tozan Mimba
  11. Culture & Heritage – Noni Khairani
  12. Fotografer – Danan Wahyu Sumirat
  13. Malam – Noerazhka
  14. Transportasi – Titik
  15. Pasangan – Dansapar
  16. Pelarian/Escapism – Febry Fawzi
  17. Ocean Creatures – Danar Tri Atmojo
  18. Hutan – Regy Kurniawan
  19. Moment – bem
  20. Festival/Tarian – Yoesrianto Tahir
  21. Jalanan – PergiDulu
  22. Kamu?

Pendiri dan koordinator Turnamen Foto Perjalanan:
Dina DuaRansel.com
email: dina@duaransel.com
Twitter: @duaransel
Facebook: fb.com/duaransel
Pertanyaan seputar penyelenggaraan dan lain sebagainya? Hubungi Dina.
Untuk menilik status terbaru beserta FAQ Turnamen Foto Perjalanan, silahkan cek: Turnamen Foto Perjalanan untuk Traveler Indonesia


Turnamen Foto Perjalanan Ronde 21: Jalanan

1. Pradikta Dwi Anthony (@travellersid)

Jalanan Ini Khusus Untuk Bapak

Jalanan Ini Khusus Untuk Bapak

Kita perlu lari ke pedesaan untuk mendapati jalanan lengang yang “khusus dibuat” untuk Bapak ini.

2. Maya Indah (@chiemay_acc)

Merekam Keramaian

Merekam Keramaian

Siapa yang tidak tahu Orchard, Singapura. Lokasi ini merupakan salah satu ikon Singapura yang sangat terkenal. Rasanya tidak ada pelancong yang berkunjung ke Singapura dan tidak mampir ke sini. Tidak perlu berbelanja, cukup hanya berjalan-jalan di sepanjang jalan ini. Foto ini mencoba merekam keramaian jalanan Orchard di suatu malam. Penuh lampu, lalu lintas kendaraan dan manusia.

3. Anti Siladja (@antimbon)

Paradise

Paradise

– paradise is where you can share a space with other people, street space, for example –

4. Yoesrianto Tahir (@yoesrianto)

Kembali dari Gili Trawangan

Kembali dari Gili Trawangan

Apa Yang anda lakukan jika menemukan jalan sepi dan indah seperti ini ? Jika saya dan beberapa teman selepas berkeliling di Gili Trawangan 2 hari, perjalanan kembali ke senggigi terasa panjang dan lama, karena menemukan 3 – 4 bukit yang “pictureable” atau sangat cantik untuk diabadikan. di sebelah kiri gambar bahkan seharusnya lebih cantik karena pemandangan pantai dan bukit malimbu dari atas.

5. Mindy (@mindoel)

Una noche en Avenida 9 de Julio

Una noche en Avenida 9 de Julio

Jalan Av. 9 Juli di Buenos Aires merupakan avenue terlebar di dunia yang diberi nama sesuai Hari Kemerdekaan Argentina yaitu 9 Juli 1816. Jalanan yg tidak pernah sepi dan obelisk yg tampak di foto adalah icon dari Buenos Aires.

6. Danan Wahyu Sumirat (@dananwahyu)

Jalan dan Makam

Jalan dan Makam

Jangan heran jika berjalan-jalan di kota Sungai Penuh menemukan makam di tengah jalan. Pada awalnya saya mengira bangunan tinggi dengan hiasan gong dan payung di atas adalah tugu biasa. Namun ketika membaca nisan di bagian bawahnya barulah yakin ini benar makam. Makan Sutan Kamat, bergelar Depati Payung NegeriPanjang yang hidup di tahun1312-1407.

7. Ramdan (@mutssu)

Habis gersang terbitlah terang

Habis gersang terbitlah terang

Terkadang kita harus menempuh jalan yang berliku, gersang dan panas demi mencapai tujuan, akan tetapi sebuah jalan yang gersang pun bisa menakjubkan jika kita melihat dari sisi berbeda..seperti jalan yang harus kita tempuh di pulau Rinca, dimana sang naga purba yang menjadi tujuannya.

8. Rotua Damanik (@rotyyu)

Cermin Di Jalanan

Cermin Di Jalanan

Di negeri ini, jalanan adalah cermin kehidupan yang sesungguhnya. Termasuk tidak terurusnya jalanan yang membuat air tergenang kala musim hujan tiba. Mari bercermin di jalanan!

9. Kokoh (@kokohrocha)

Calesa di Calle Crisologo

Calesa di Calle Crisologo

Tidak seperti Intramuros di Manila, bangunan-bangunan bergaya campuran Spanyol, Filipino, & Mestizo yang terletak di jantung kota Vigan (UNESCO World Heritage Site) selamat dari serangan bom Jepang di Perang Dunia II. Satu hal yg unik, kendaraan bermotor dilarang melewati jalanan ini. Menyisakan sepeda dan calesa berkeliaran di antara gedung-gedung tua yang hingga kini masih aktif dirawat dan digunakan baik sebagai toko souvenir, museum, restoran, hotel, bahkan klub malam. Singgahlah saat matahari terbenam di Calle Crisologo ketika lampu-lampu mulai dinyalakan, serasa berada di dalam adegan opera sabun Little Missy.

10. Dian Ruzz (@awardeean)

Silahkan Menyeberang

Silahkan Menyeberang

Lampu merah dan persimpangan yang mendadak lengang membuat kami para pejalan kaki dapat menyeberang dengan tenang setelah beberapa saat menunggu waktu diantara padatnya arus lalu lintas di sekitar Pasar Seni.

11. Febry Fawzi (@febryfawzi)

Blue way

Blue way

Kalau dihitung-hitung, sepanjang perjalanan yang saya lakukan, sepertinya lebih banyak dihabiskan di jalan(an). Di saat-saat itu lah saya juga sangat menikmatinya. Pemandangan, orang-orang, dan kejadian yang sering terjadi secara kebetulan, semuanya dapat ditemukan di jalanan. Paling gampang, di jalanan kita bisa menemukan pemandangan yang bukan objek wisata tapi sayang untuk tidak dijepret.

12. Gilang Rausin (@gilang8r)

Masih Jauh (punggung enggan pulang)

Masih Jauh (punggung enggan pulang)

1 … 2 … 3 … 4 … Menulis Jalanan jalan-jalan.
(kata ungkapan terimakasih untuk “jalanan-jalanan” oleh langkah adalah jejak, ingatan dan seribu gambar)

13. Helenamantra (@helenamantra)

Dermaga Beras Basah

Dermaga Beras Basah

Dermaga Beras Basah ini melindungi kekayaan terumbu karang di bawahnya

Kapal-kapal cukup bersandar di dermaga sehingga tidak merusak karang di bibir pantai

Dermaga kayu sederhana ini selalu menyambut dan mengantar para tamu yang berkunjung di pulau kecil namun mempesona di Bontang.

14. Isna Nugraha Putra Saragih (@isna_saragih)

Jalan Menuju Langit

Jalan Menuju Langit

Dibilang jalan bukan, dibilang bukan jalan kurang tepat. Para petani menjemur padi dan memelihara kerbau di salah satu sisinya. Jalan lebar beraspal ini adalah landasan pacu bandara Depati Parbo. Bandara dengan status perintis di Kerinci ini sudah bertahun-tahun tidak melayani penerbangan apapun. Siapaun bisa bebas masuk dan bersantai-santai disini. Termasuk para kerbau.

15. Artha Tria (@ataamoy)

Turn Left, Go Ahead

Turn Left, Go Ahead

Anda pernah melintasi daerah ini? Anda akan terpana dengan hamparan pemandangan hijau bersuhu dingin, melewati terowongan dan keluar masuk bukit. Dari sekian banyak potret perjalanan dari dalam kereta, Bandung diantaranya.

16. rifqybroody (@rifqybroody)

Jalanan Khusus

Jalanan Khusus

Keterangan: Jalanan, bukan hanya jalan raya, jalan setapak saja, masih ada satu lagi jalanan yaitu rel. Jalanan untuk si roda besi ini merupakan peninggalan jaman kolonial Belanda dan masih digunakan sampai sekarang. Jembatan di belakangnya adalah jembatan rel yg melintasi Kali Progo, Yogyakarta.

17. azia azmi (@zhya_azmee)

Jalan yang Tak Asing

Jalan yang Tak Asing

Menapakkan kaki di negara ini,saya tidak merasa asing sama sekali. Jika tidak karena bahasanya yang berbeda mungkin saya menganggap diri saya masih berada di Indonesia. Foto ini diambil dalam perjalanan setelah mengunjungi Chu Chi Tunnel di Vietnam. Suasana jalan tampak lengang di sore itu. Kendaraan lebih banyak didominasi oleh sepeda dan sepeda motor. Salah satunya yaitu wanita yang membawa seikat kayu di atas sepeda motornya.

18. Backpacker Borneo (@bpborneo)

Berjalanlah

Berjalanlah

(On the way to Gili Nanggu) Walau Rasort di Gili Nanggu harga koper tapi bukan berarti para pemangggul ransel tidak sanggup menginap disana bukan? dan dalam hidup tak semua hal bisa dicapai dengan mudah, semuanya harus dijalani. Jalannya tertutup?carilah Jalanan lain.

19. Yuhdi Susanto

Selamat Datang di Putussibau

Selamat Datang di Putussibau

Jalan Lintas Kalimantan bukanlah jalan yang mudah. Jalan menuju Putussibau, Ibu Kota Kapuas Hulu, Kabupaten paling timur Kalimantan Barat, adalah kombinasi kepiawaian supir menghindari “jebakan” dan “keikhlasan” penumpang terhadap guncangan-guncangan yang melelahkan. Setelah lebih dari 6 jam perjalanan dari Sintang, Lek Dar berkali-kali mabok dan To’ing sudah tidak sabar lagi ingin segera sampai.

20. Fahmi (@fahmianhar)

Heritage Street

Heritage Street

Jalan Dasun di Lasem bukanlah jalan kampung biasa. Sungai Bagan dan Jalan Dasun menjadi saksi bisu peradaban Lasem dari masa ke masa. Dibalik tembok-tembok tinggi dan rumah² kuno ini, tersimpan “harta karun” yang tak terkira nilainya. Prove it by yourself !! & lets #SaveHeritage

21. Philardi Ogi (@philardi)

Becak Laweyan

Becak Laweyan

Jalanan Di Kampung Batik Laweyan memberikan ambience Jadul yang berbeda, selain batik, yang dibanggakan dari kampung ini adalah bangunan lama yang berdiri di kanan kiri jalan. Masuki juga gang-gang kecil yang seakan seperti labirin dengan bangunan retro di kiri kanan. Seru!

22. Fanny Fristhika Nila (@f4nf4n)

No title

No title

Serbia. Negara ini mengalami perang di awal tahun 1992, hingga kurang lebih 1995. Beberapa gedung yang terkena bom, bahkan masih terlihat saat aku kesana 2010 kemarin. Tapi coba lihat jalanannya.

Besar, halus, teratur dan jauh dari kata macet.

Negara yang baru berbenah seperti mereka bisa seperti ini, kenapa Jakarta engga??

23. Omnduut (@Omnduut)

Berebut Membelah Kota

Berebut Membelah Kota

Walaupun Bangkok dikenal memiliki akses transportasi yang baik namun tetap saja di jam-jam tertentu jalanan di pusat kota akan dipadati kendaraan. Seperti yang terlihat di suatu sore saat orang-orang berebut menggapai tujuan masing-masing. Walau begitu, Bangkok tetap memperhatikan kenyamanan pejalan kaki dengan menyediakan jembatan penyeberangan dan juga terlihat jalur skyline yang merupakan salah satu transportasi kebanggaan masyarakat Thailand. Indonesia kapan? Sebentar lagi!

24. inggrid (@inggridkoe)

Winter and Daylight

Winter and Daylight

Matahari tak sanggup mencairkan hamparan salju di jalanan negeri China yang tetap tampak putih dan dingin. Namun ia sanggup menghangatkan dan memberikan ketentraman hati yang merindukan sinarnya. Ia bagai secerca harapan yang akan dirindukan semua makhluk, manusia dan aktivitasnya, pepohonan dengan tanah penyangganya, kehangatan dengan harapannya.

25. Meidiana Kusuma (@geretkoper)

Jakarta Pagi Ini

Jakarta Pagi Ini

Menyenangkan yah jika bisa melihat jalanan ibukota sekosong ini, gradasi hijaunya pepohonan dipinggir jalan terlihat dengan baik. Hello Jakartans, rindu kah kalian dengan suasana seperti ini ?

26. DebbZie (@twitdebbzie)

Setapak Menuju Gunung Sinai

Setapak Menuju Gunung Sinai

Untuk mencapai titik awal pendakian gunung Sinai di Mesir, harus melewati jalan setapak terjal penuh debu dan batu selama lebih dari 2 jam. Namun anak-anak suku Bedouin melewatinya dengan mudah tanpa kepayahan. Bahkan dalam sehari mereka bisa naik turun gunung beberapa kali untuk menuntun onta para turis. Mereka giat mengumpulkan upah agar dapat meneruskan sekolah.

27. Muhammad Ikhsan (@pararang)

No title

No title

Foto ini saya ambil dari atas kereta api uap Sepur Klutuk Jaladara yang sedang melaju disepanjang jalan utama kota Surakarta — Jl. Slamet Riyadi. Dimana pada saat itu sedang ramai-ramainya oleh penduduk dan wisatawan karena adanya car free day (CFD). Dari gambar si bocah laki-laki kelihatan cemberut begitu kereta Jaladara akan melewati sepeda yang dikayuh oleh kakaknya.

28. Timothy W Pawiro (@timothywpawiro)

Berhenti untuk menikmati

Berhenti untuk menikmati

Foto ini diambil dari pinggir jalan di area Kelok 44 yang menuju Danau Maninjau di Sumatera Barat. Sebenarnya ketika naik kendaraan, bakal terasa kelokannya agak sedikit ngeri utk yang blum terbiasa, apalagi pas perjalanan naik ke atas. Konon kata temen, pas di kelokan kendaraan harus membunyikan klakson sbg tanda utk kendaraan di arah lawannya. Dan konon, kalau sudah sampai sini, jangan lupalah untuk berhenti di pinggir jalan dan menikmati pemandangannya! Haha

29. Liza Fathia (@fatheeya)

Twillight and The Bridge

Twillight and The Bridge

Menatap senja sambil terus berjalan pulang. Letih dan penat hilang seketika. Langit berwarna jingga semakin memesona dibalik cahaya lampu jalanan. Indahnya senja.

30. Marthoenis (@ceudah)

WC di Petunjuk Jalan Polandia

WC di Petunjuk Jalan Polandia

Aku tiba-tiba terperangah saat menelusuri jalanan Polandia. Bukan karena keindahan kotanya. Bukan. Tapi karena melihat petunjuk yang ada di jalannya. Ada tulisan WC di sana. Ternyata mereka juga menyebut WC untuk kamar kecil, sama seperti di Indonesia.

31. qwunuz (@qwunuz)

Traffic light

Traffic light

Kadang kala dipersimpangan jalan kita harus berhenti sejenak, untuk menentukan tujuan berikutnya. Dan kemudian berjalan kembali menuju tempat berikutnya. Layaknya Traffic light.

32. sari widiarti (@MentionSari)

Siapa bilang surabaya itu panas?

Siapa bilang surabaya itu panas?

siapa bilang surabaya panas? sekarang lebih sejuk loh, selain taman-taman di surabaya makin diperbanyak, kampung-kampung di surabayapun ikut andil dalam penghijauan, dimulai dari lingkungan kita untuk go green

33. laili irawati (@lai_ira)

Walk Beside Me

Walk Beside Me

Don’t walk behind me, I may not lead
Don’t walk in front of me, I may not follow
Just walk beside me and be my friend

(Albert Camus)

34. Halim

No title

No title

Jalan Sudirman di kota Solo hampir tidak pernah sepi dari kendaraan bermotor. Festival Solo Menari 24 Jam menjadi moment istimewa yang berani membuat jalan raya dikosongkan selama empat jam dari kendaraan bermotor agar para penari bisa menari dengan leluasa di sana.

35. Fiqy (@pikooy)

Kesunyian dan Kegagahan Landscape Tongging – Silalahi

Kesunyian dan Kegagahan Landscape Tongging – Silalahi

36. Jalan2Liburan (@jalan2liburan)

No title

No title

It s a hot day and long drive.
Well worth a trip from the busy coast as desert could be pretty too.
-Anza Borrego Desert State Park, California-

37. Sharon Loh (@lohsharon)

Morning Walk

Morning Walk

Morning has always been my favorite time of a day. Walking all alone, watching the light in the sky and listening to the bird chirping gives me time to think about things.
It gives me fresh air to breathe in. It gives me hope.

38. Ribka (@RibkaJulia)

Get Lost

Get Lost

Jangan pernah takut untuk tersesat, apalagi ketika berada di Venice. Justru di tempat yang tersembunyi itulah, tersimpan banyak keindahan kota mungil ini.

39. Chicko (@gembrit)

Jembatan Cirahong

Jembatan Cirahong

Menghubungkan Ciamis dan Tasikmalaya, Jembatan Cirahong membentang di atas sungai Citanduy. Bagian atas jembatan digunakan sebagai lajur kereta api, sementara bagian bawahnya hanya bisa dilalui satu mobil saja.

40. Danar Tri Atmojo (@nnkq)

Lelah

Lelah

Public transport – pasar – TNGR – Sembalun – Aikmel – Bak terbuka – Colt – Mitsubishi – Pendaki – Lombok Timur – Indonesia

41. Teuku Amir (@zamerseven)

Usang. Berdebu. Mati!

Usang. Berdebu. Mati!

Salah sudut kumuh Pasar Aceh. Jalannya penuh barang-barang dagangan tak beraturan dan kepulan debu. Lebih jauh lagi, penuh dengan deru kesendirian. Kabel-kabel kecokelatan yang usang dimakan asap usia. Jendela-jendela retak. Dedauan kering dan sampah dekil. Jalan berujung yang dihimpit dinding suram dan keacuhan.

Pasar Aceh, Aceh.

42. kiky (@sikiky)

Balerang Siang Itu

Balerang Siang Itu

43. Wisnu Yuwandono (@dalijo)

Setapak di Rinca

Setapak di Rinca

Di jalur jalan setapak di atas suatu bukit di Pulau Rinca ini tak hanya manusia saja yang sering melewatinya, tapi juga komodo.

44. dini lintang asri (@dinilint)

Lavender

Lavender

Just enjoy this picture like I enjoy that road.
Taken in Oro Oro Ombo, Mt. Semeru 3676 mdpl

45. harry mdj (@harry_mdj)

Jalan Berundak Kematian

Jalan Berundak Kematian

Jalan terakhir yang harus dilalui untuk mencapai akhir dari semua inti jiwa dan tertidur selamanya, jalan berundak kematian.
Lokasi: Ketekesu – Tana Toraja

46. Lina Maharani (@akulina)

dari/ke masjid

dari/ke masjid

setiap waktu shalat, melewati jalanan ini beradu dengan mobil-mobil yang notabene berwarna putih, suhu udara diatas 40 derajat bercampur asap kendaraan, debu pembongkaran hotel. Ibrahim Al Khalil road, Makkah pada April 2012.

47. Reza Irwanto (@zavitto)

Jalanan menunjukkan Bangsa

Jalanan menunjukkan Bangsa

Ribuan tahun India membangun negara dengan gemilangnya menyisakan ketertinggalannya pada lorong-lorong sempit dengan hiruk pikuk manusianya. Namun, jika ditelusuri, lorong-lorong inilah yang menunjukkan bagaimana suatu bangsa yang besar bermula. Lorong di Agra, Uttar Pradesh, India ini mempertemukan saya dengan keaslian baik buruknya India, manusia-manusianya yang sederhana dengan segala sifat yang mereka bawa.
Lokasi: Agra, Uttar Pradesh, India

48. Jurnal Evi Indrawanto (@eviindrawanto)

No title

No title

Jalan di atas gunung ini saya lihat saat melewati Lintas Barat Sumatera, sesaat setelah turun dari Puncak Sedayu menuju Kota Agung, Tanggamus, Lampung Selatan. Saat itu menjelang Magrib dan baru saja selesai hujan. Area yang saya kira bagian lembah dari kaki Gunung Tanggamus itu begitu hening. Kabut membungkus puncak pegunungan Bukit Barisan di sekitarnya. Merasa sayang melewatkan pemandangan langka seperti itu saya minta suami berhenti sejenak. Kapan lagi bisa motret jalan di atas gunung.

49. Nobi (@prajuritketiga)

“Aku pernah hampir setinggi langit dan menyentuh awan. Apakah kau lihat jalan setapak yang mengantarku?”

“Aku pernah hampir setinggi langit dan menyentuh awan. Apakah kau lihat jalan setapak yang mengantarku?”

Foto diambil di Dusun Kekurak, salah satu dusun yang terserak di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

50. Aggy (@dewtraveller)

A simple yet stunning road in the petit town of Alessandria in Italy.

A simple yet stunning road in the petit town of Alessandria in Italy.

A simple yet stunning road in the petit town of Alessandria in Italy.

51. Olive (@oli3ve)

Perjuangan menuju Kawah Bromo

Perjuangan menuju Kawah Bromo

Perlu perjuangan untuk melihat yang indah di depan mata, lika liku di sepanjang perjalanan adalah satu proses untuk belajar arti kekuatan, ketahanan dan kesabaran.

52. Sputnik18 (@Sputnik18)

Turun Gunung

Turun Gunung

Menurun dari Gunung Kelimutu, Flores dengan motor bawaan, tidak kerasa mentari sudah dibelakang awan sore hari. Kabut dingin cebat menyelimuti jalan, membuat pemandangan dan suasana lebih tenang dan tentram. Waktu yang tepat untuk hentikan mesin motor, dan kendalikan motor hanya dengan gravitasi jalan menurun berserta rem, tanpa gangguan suara mesin.

53. Bobby Ertanto (@virustraveling)

Menuju Puncak

Menuju Puncak

Jalanan ini awal dari perjalanan yang mengantarkanku menuju puncak.

54. Ary Hartanto (@desainary)

Happy New Year 2013

Happy New Year 2013

..menyusuri malam tahun baru di Jakarta

55. Farid S. Widagdo (@faridswidagdo)

Rombongan

Rombongan

Serame mungkin mendaki gunung akan menjadikan perjalanan semakin indah dan menyenangkan. Meskipun berjalan jauh melalui jalanan terjal dan berbatu, tidak akan menurunkan semangat kebersamaan.

56. tesyasblog (@tesyasblog)

The Bridge to Remember

The Bridge to Remember

It was our dream to see the Harbour Bridge in Sydney. We made it on our fifth or sixh honeymoon:p And we have never thought that the most beautiful sight of the Harbour Bridge is the one take from the Rocks. It’s such a picture to remember 🙂

57. Shella Hudaya

No title

No title

Karimunjawa nggak melulu wisata pantai dan laut. Daratannya pun wajib dieksplor. Cara yang saya pilih yaitu dengan sepeda. Menyusuri jalanan yang menanjak dan menurun menambah sensasi tersendiri, apalagi ditambah dengan adegan nyusruk di kebon seperti yang saya alami. Tapi segala keringat yang menetes dan luka lebam yang diperoleh tentunya sebanding dengan view yang indah ini…

58. Ari (@buzzerbeezz)

Menuju Biru

Menuju Biru

Ya, tampak seolah di ujung jalan ini terhampar birunya samudera yang berpayung langit biru. Jalan lebar yang membelah bukit ini ada di Aceh. Hancur oleh terjangan tsunami delapan tahun lalu membuat jalan raya Banda Aceh – Calang (Aceh Jaya) ini dibangun dengan sangat serius dan berkualitas menggunakan dana dari Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID. Berkesempatan berkunjung ke Aceh? Susuri jalan pantai barat Aceh ini dan nikmati pemandangan membelah bukit batu karst, perbukitan hijau di sebelah kiri, serta pantai berpasir putih dan warna biru laut di sebelah kanan. Saya jamin, siapa saja akan terpukau.

59. Diah

Underpass. 100 M jelang Masjidil Haram, Mekah.

Underpass. 100 M jelang Masjidil Haram, Mekah.

Underpass. 100 M jelang Masjidil Haram, Mekah.

60. Alderina (@alderina)

No title

No title

Sejak tinggal di Bangkok, setiap hari selalu berdesakan dengan manusia lain saat akan menaiki kereta. Pergi dan pulang dengan kereta langit menyenangkan karena jadi bisa memerhatikan berbagai manusia dengan berbagai ekspresinya.

61. Putri Sari Soraya (@putrissoraya)

Saksi Bisu dari Bengkulu

Saksi Bisu dari Bengkulu

Jalan ini merupakan saksi bisu dari perjalanan sejarah Indonesia di provinsi Bengkulu. Jalan ini adalah akses utama untuk memasuki benteng peninggalan kolonial Inggris di Bengkulu. Benteng ini bernama Fort Malborough atau yang dikenal dengan Benteng Malboro. Hanya memerlukan waktu 10 menit dari pusat kota Bengkulu, Benteng ini dapat kamu temui. Benteng ini adalah Benteng utama pertahanan Inggris di Bengkulu pada masa itu karena letaknya dipesisir laut dan langsung menghadap Pantai Paderi dan Pantai Jakat yang berhubungan langsung ke Samudara Hindia.

62. hanny (@tentanghanny)

foto ini adalah jantho

foto ini adalah jantho

foto ini adalah jantho

63. Christina Eka (@christinaeka)

Long Road, Long Journey

Long Road, Long Journey

Long Road, Long Journey

64. Rinta Adita (@rintadita)

Menuju Bosphorus

Menuju Bosphorus

Jalanan di tepi Eminonu ferry terminal di Istanbul, dengan pemandangan selat Bosphorus, jembatan Galata dan kapal-kapal ferry megah yang siap membawa kita menyusuri selat Bosphorus yang melegenda.

65. Ridwan Syahrani (@cak_ridwan)

Sepi

Sepi

Sebuah jalan sepi dan beraspal bagus ini banyak di temui di Jawa Tengah.

66. Utia (@hanyasuarma)

Gagah di kejauhan

Gagah di kejauhan

ni adalah potret jalanan di daerah Kapadokya, Turki. Selain terkenal dengan bentang alamnya yang unik, daerah ini juga menyimpan keindahan seperti yang satu ini, yaitu Gunung Hassan. Jalanan sepi ketika kami menepi, hanya ada satu atau dua kendaraan yang lewat itupun jaraknya berjauhan, jadi kami dengan leluasa bisa menikmati panorama nan cantik ini.

67. haramkelilingdunia (@enefwe)

Berjalan Mengejar dan Meninggalkan Bayangan

Berjalan Mengejar dan Meninggalkan Bayangan

baca di blognya aja yuk

68. Niken Andriani (@andrianiken)

start the day, start to work

start the day, start to work

Berjumpa sang surya yang baru terbangun. Meniti jalan, melangkahkan kaki demi sesuap nasi. Jalan berkabut di pagi, menjadi teman setia memulai hari.
– Pangalengan, Bandung
11 Februari 2012

69. Narastika (@narastika)

No title

No title

Hari Minggu pagi di Georgetown, Pulau Penang. Matahari terik bersinar dan jalanan cukup lengang. Ada satu dua becak wisata yang penuh hiasan lewat di depan mata, mencari penumpang yang ingin mengelilingi kota Georgetown di atas becaknya yang teduh tanpa perlu berlelah-lelah dan berpanas-panas. Yah, jalanan memang wajah kota, dan inilah wajah kota Georgetown.

70. Fetty Indria

Jogging Pagi di Pemukiman Woodlands Singapore

Jogging Pagi di Pemukiman Woodlands Singapore

Jogging pada saat traveling bukanlah tidak mungkin. Ini adalah potret jalan di pemukiman Woodlands Singapore pada saat jogging pagi.

71. atik (@tikotik)

Bersepeda di Yangshuo

Bersepeda di Yangshuo

Terkadang ngiri sama pemerintah China, yang begitu memperhatikan pariwisatanya. Bahkan untuk nyasar-nyasaran dengan sepeda di Yangshuo County Propinsi Guangxi – China, kita diberi fasilitas jalan yang mulus untuk menikmati karst karst menjulang yang tersedia.

72. Ichil (@ioflife)

Road to Emptiness

Road to Emptiness

Berhari-hari menaklukan gunung rinjani..melihat jalan setapak menuju danau segaranak ini rasanya terbayar sudah semua keletihan yang dirasa.. Pemandangan indah danau Segaranak membuat saya terbius, hanya ingin berdiam menikmati sepuasnya apa yang disuguhkan alam. Damai dan nyaman.

73. Hassan Hans (@TravelerKere)

Meliuk

Meliuk

Ehm. Jalanan menuju Gunung Kelud (Kediri) yang meliuk-liuk ini mirip Gitar Spanyol, yah. Iyah. :p

74. Honeylizious (@honeylizious)

Hidup Itu Perjalanan

Hidup Itu Perjalanan

Kita tak bisa meminta apa-apa di dalam ‘perjalanan’ selain mengatakan pada diri sendiri untuk ‘keep going’. Just go on. Karena memang itu yang harus dilakukan. Kita tak boleh berhenti karena tanpa perjalanan tak akan ada yang bisa dikatakan kehidupan. Hidup tak hanya memberi teman seperjalanan tetapi juga langit mendung atau panas bedengkang. Ada yang menjadi musafir lusuh selama berjalan. Ada yang berlari melewati banyak orang. Berbeda arah. Terhenti sejenak di persimpangan. Ada yang menangis di tengah perjalanannya. Tapi kaki tak bisa dihentikan, terus melangkah di dalam kehidupan.

75. Toliq Anshari (@toliq_anshari)

Car Free Day

Car Free Day

Suasana jalan Jend. Sudirman-Jakarta di hari minggu/car free day, menjadi tempat yang asik untuk bersepeda.

76. dansapar (@dansapar)

keliling bolaang mongondow timur

keliling bolaang mongondow timur

keliling bolaang mongondow timur

77. BunDit (@omahbundit)

Good Bye Steyr

Good Bye Steyr

Karena waktu jualah, dengan berat hati raga harus beranjak dari Steyr, sebuah kota kecil yang terletak di Upper Austria, salah satu negara bagian Austria. Perjalanan dari Steyr menuju Linz Airport yang terletak di Linz-ibukota Upper Austria ini begitu membuat patah hati. Jarak Steyr – Linz Airport hanya sekitar 44 km dan memakan waktu sekitar 35 menit. Jalanannya lega dan lengang. Kanan kiri jalan menghampar padang rumput. Rumah-rumah pun satu sama lain berjarak cukup jauh. Pemandangan jalanan ini begitu indah tapi rasanya hati ini enggan melaluinya. Enggan meninggalkan kota Steyr nan tenang dan damai, nir macet, jauh dari gegas hiruk pikuk. Walau sudah 7 tahun silam, sampai kini masih terkenang saat duduk santai menikmati jernihnya sungai steyr sambil ngopi cantik di outdoor cafe.

78. Rendy Apriansyah (@gembelpacker)

Jalan Kebenaran

Jalan Kebenaran

Jalan diatas puncak Gunung Gede menuju Gunung Pangrango (31 November 2012).

79. Annisa Alhamdani (@bouc_cha)

Walk ahead. Follow your dream.

Walk ahead. Follow your dream.

Jalanan tidaklah selalu mulus dan sering tersusul oleh orang lain. Teruslah berjalan, ikuti mimpimu, dan raihlah.

80. tatz sutrisno (@t4tz18)

One Fine Morning

One Fine Morning

Ketika melewati sebuah jalan kereta di pagi buta di Nuwara Eliya, Srilanka, timbul dorongan untuk mengabadikannya secara kilat dari atas mobil. jepret! …dan sebuah jalan kereta misterius dengan siraman sinar matahari pagi tersaji di lcd kamera saku saya.

81. zulfynoise (@zulfynoise)

Ring road kota Ngawi

Ring road kota Ngawi

hari kedua solo traveling dengan sepeda menuju kota Bandung. Berteman dengan panas, angin bercampur debu jalan, dan yang tak terlewatkan adalah harus berteman dengan bus dan truk yang melaju kencang.

82. Shu Travelographer (@travelographers)

The Road of Heaven.

The Road of Heaven.

Aku menghela nafas dalam-dalam, mataku tersihir oleh indahnya pemandangan yang terhampar luas dihadapanku. Kabut tipis musim dingin mengambang dan menyelimuti pepohonan dan perbukitan Gunung Tianment. Semua tampak putih.. Suci seperti surga.. Dalam diamku aku tertegun memandangi jalanan berliku menuju surga yang akan kulewati, begitu curam dan terjal. Jalan menuju ke surga yang terbentang sepanjang 10 kilometer ini terletak di propinsi Hunan, China. Ya jalan menuju surga itu berliku, aku harus melewati 99 tikungan tajam untuk mencapai pintu surga itu. Gumamku dalam hati.

83. Fahmi (@catperku)

Kitakami Tensochi No Sakura Road

Kitakami Tensochi No Sakura Road

Jalan yang dipenuhi dengan bunga sakura ini ada di Tensochi Park, Kitakami Iwate Perfecture. Perlu waktu 3 Jam perjalanan dengan Shinkansen dari Tokyo untuk mencapainya. Saya memang tidak mau melewatkannya, karena musim sakura di Tokyo sudah selesai. Dan memang, jalanan yang dipenuhi ribuan bunga sakura ini benar – benar cantik. Tidak salah kalau tempat ini adalah salah satu dari 100 tempat melihat bunga sakura di Jepang.

84. Orin (@rindrianie)

Melangkah

Melangkah

Kau selalu bisa berhenti sejenak, berbelok ke arah lain, atau berbalik menuju tempat kau memulai segalanya kalau perlu. Yang penting adalah kau terus bergerak, tetap melangkah, karena diam di tempat selalu bermakna sia-sia belaka.

85. Evy Priliana Susanti (@EvyPriliana)

Damainya Indonesiaku

Damainya Indonesiaku

Jalanan desa yang terdapat di pinggir Jalan Raya Batusangkar – Tabek Patah, Kec. Tanah Datar, Sumatera Barat. Merindukan suasana tenang, nyaman, damai seperti ini lagi. Perjalanan Trip Minangkabau hari ke-2, Bukittinggi-Padang (10 Maret 2013).

86. Mumun (@indohoy)

No title

No title

As typical as this street is, the picture is not. This photograph is taken with a conventional film camera. Seriously, who does that in this digital era? Mang Ista does, and he still has the time to develop it to be uploaded. In the end, is this or is this not a typical picture?

87. Ludy Chyntia

Perbatasan

Perbatasan

gapura yang menjadi perbatasan antara Jawa Timur Dan Jawa Tengah.

88. Adriani Zulivan (@adrianizulivan)

Katanya Sudah Merdeka?

Katanya Sudah Merdeka?

Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta apakah bagian dari republik merdeka? Lihatlah kondisi jalan ini tahun lalu (31/05), 64 tahun pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setengah badan jalan rusak, hingga tak memungkinkan dilewati kendaraan roda empat. Katanya sudah merdeka?

89. Andi Fachri (@andifa)

Jalan cahaya, Jalan menuju rumah

Jalan cahaya, Jalan menuju rumah

Seringkali, alasan-alasan para pelintas batas (pejalan) adalah mengisi periuk-periuk nasi di rumah. Mereka berdagang, menulis, memotret, menjadi supir atau apapun melintasi batas demi sebuah ujung yang bernama mengisi perut keluarga di rumah. Sesederhana itu, tanpa kemegahan, tanpa kesombongan, yang ada cuma tuntutan hidup.

Perapian di dalam rumah di Wae Rebo, Ruteng, Flores ini mungkin bisa jadi perlambang. Berkumpul untuk masak, makan dan bercengkerama dan jika memang harus bekerja ya ditinggalkan untuk kembali di ramaikan nanti saat makan. Jendela, sebagai pintu cahaya, memberikan jalan bagi cahaya agar keluarga tersebut dapat memasak tanpa kegelapan.

Jalan, tidak usah jauh-jauh keluar rumah. Jalan ada di dalam rumahmu sendiri.

90. The Emak (@travelingprecil)

Goyang Caravan

Goyang Caravan

Entah ini kilometer ke berapa dari seribu lima ratus kilometer road trip Adelaide – Melbourne kami. Hari itu langit tampak aneh dan sinar matahari mencoba menerobos melalui awan. Angin bertiup kencang, membuat caravan kami bergeliyang-geliut di jalanan. Entah ini kilometer ke berapa, ketika negosiasi kami ke the precils berhasil. Izinkan Ayah dan Emakmu berhenti, untuk sekedar mengabadikan momen ini.

91. windy ariestanty (@windyariestanty)

brrrmmm!

brrrmmm!

brrrmmm! an harajuku pretty woman riding her blue motorcycle on the most extreme teenage cultures and fashion styles street in tokyo, japan: harajuku. harajuku refers to the area around tokyo’s harajuku station, which is between shinjuku and shibuya.

92. Jaka Setia (@jeJAKAki)

Bordeaux dan Batu

Bordeaux dan Batu

Pusat kota Bordeaux menawarkan pesona jalanan sempit terbuat dari batu yang tertata apik, selaras bentuk dan warnanya dengan bangunan-bangunan buatan abad ke-18 yang sebagian besar juga terbuat dari potongan batu.

Batu yang biasa menjadi penghalang justru menjadi penghantar, menjadi jalanan yang melancarkan aktivitas sehari-hari.

93. Hanny Kusumawati (@beradadisini)

On The Road

On The Road

After all the news reports I heard about bombings and killings and everything else in Pakistan, I was amazed when a bajaj driver flashed a friendly smile to my camera and made a peace sign with his fingers as I passed him on the street. I was amazed to see the bustling city; full of lights and laughter, when a friend of mine took me out to the street for some sweets after midnight. I was touched when a cloth seller in Zainab Market told me how much he loved batik when he found out that I came from Indonesia. I was humbled throughout the journey. It was definitely mind-blowing. And from all the countries I have ever visited, I make the most friends in Pakistan. The friends I am still frequently in touch with until today.

The picture above was taken on a street-side in Karachi, Sindh.

94. Regy Kurniawan (@regycleva)

Ada Asap Ada Api

Ada Asap Ada Api

Ini lebih tepatnya bukan foto jalanan tapi moment jalanan, hehehe. Sore itu, sebuah mobil mendadak berasap, terbakar, dan hampir meledak dengan dahsyat seandainya pria gagah berani yang bukan siapa-siapanya pemilik mobil ini tidak membantu memadamkan apinya. Jalanan tidak selamanya keras, bukan?

Join the discussion 98 Comments

Leave a Reply