Camping di Gunung Papandayan bersama Base Camp Adventure

Bersama Abex & Billy dari Base Camp Adventure

Sebenernya sudah bertahun-tahun kami pengen naik Gunung Papandayan. Selain lokasinya yang lumayan dekat dari Bandung juga karena katanya itu gunung untuk pemula. Namun karena kurang komitmen dan (sok) sibuk ke sana ke mari, malah tidak jadi-jadi. Akhirnya bulan Juli kemarin kami tanya Abex sang penakluk gunung (halah…) tentang naik Gunung Papandayan. Kebetulan banget dia bilang bakal ada open trip ke Gunung Papandayan tgl 13-14 Agustus 2016 dan dia ajak kami untuk naik bareng Base Camp Adventure.Gunung PapandayanSalah satu alasan kami tidak jadi-jadi naik gunung adalah karena kami tidak punya peralatan naik gunung. Karena kebanyakan kegiatan naik gunung di Indonesia artinya harus bawa peralatan camping, panik lah kami karena tidak punya peralatan camping sama sekali. Sempat mau nekad langsung ke kaki gunung Papandayan dan sewa peralatan di sana, tapi tanya sana sini tidak ada yang yakin prosedurnya bagaimana dan apakah tersedia atau tidak karena dengar-dengar kebanyakan yang berangkat ke sana sudah siap dengan peralatan camping masing-masing.

Untungnya open trip yang kami ikuti bersama Base Camp Adventure ini adalah trip yang memanjakan pesertanya karena dalam trip ini semua perlengkapan camping sudah disediakan oleh pihak organizer. Jadi kita tinggal bawa badan dan peralatan pribadi saja seperti baju ganti, senter, baju hangat, jas hujan, dll. Sangat membantu banget deh buat kami yang memang ga punya peralatan camping.Pagi hari masih hujanKarena kami saat itu sedang berada di Garut, kami dijemput di hotel kami di Cipanas. Di dalam bis kecil tersebut sudah ada peserta lain yang semuanya berangkat dari Jakarta. Hari itu kami agak khawatir karena semalam sebelumnya hujan deras dan selama perjalanan ke kaki gunung juga cuacanya sangat mendung. Begitu sampai area parkir Papandayan, hujan rintik-rintik mulai turun dan kabut pun mulai menyelimuti area kaki gunung.

Sebelum berangkat kami diberi nasi box yang sudah disiapkan oleh warung lokal. Porsinya sangat mengenyangkan karena ada nasi, lauk dan beberapa sayuran. Selesai makan siang hujan sempat berhenti dan langit sempat biru. Abex dan pihak organizer pun bersiap-siap sambil memberikan briefing singkat. Akhirnya kami mulai jalan meskipun hujan mulai turun lagi. Semua orang pun sudah siap mengenakan jas hujannya.Gober Hut PapandayanDari pertama kali kami memasuki area Gunung Papandayan sampai ke area perkemahan, hujan tidak pernah berhenti sedikitpun. Awalnya area pinggir kawah yang kami lewati berupa bebatuan sehingga tidak terlalu licin. Saat vegetasi mulai berubah jadi hutan rimbun, di sanalah jalanan mulai menanjak dan becek. Namun suasana tetap positif karena semua peserta dan pihak organizer saling membantu dan memberi semangat.


Sekitar 2.5 jam kemudian kami tiba di area perkemahan di Gober Hut. Karena keadaan hujan cukup deras dan sepertinya ada miskomunikasi, lokasi tenda sedikit bergeser dan belum siap untuk dimasuki. Namun Abex dan staff lainnya langsung dengan cekatan membereskan tenda untuk masing-masing peserta. Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya kami semua bisa masuk tenda untuk meluruskan kaki dan ganti baju dengan pakaian yang kering dan hangat.Area camping di Gunung PapandayanHujan masih tidak berhenti hingga sore hari sehingga keadaan semakin dingin. Lagi-lagi pihak organizer sigap dengan menawarkan teh/kopi/jahe panas dan menyiapkan pisang goreng panas yang fresh from the penggorengan. Butuh waktu agak lama bagi mereka untuk menyiapkan makan malam karena salah satu kompornya sempat terendam air sehingga tidak bisa digunakan. Sekitar jam 8 malam makan malam disajikan langsung ke tenda masing-masing. Sebuah porsi makan malam yang sangat mewah untuk ukuran camping di gunung: nasi, kari ayam & sayuran, pepes tahu serta gorengan tahu & tempe.Makanan selama camping di PapandayanSayang sekali hujan memang non-stop sehingga kami tidak bisa hang-out di luar tenda karena angin cukup kencang dan udaranya cukup dingin. Padahal kami sudah membayangkan nikmatnya kongkow-kongkow di sekeliling perapian sambil menikmati langit bertabur bintang. Ok, lupakan semua itu.

Besok paginya hujan masih betah juga, tetesan air di atas tenda masih terdengar begitu kami bangun. Meskipun di sekitar perkemahan agak berisik malam harinya karena ada beberapa kelompok lain yang pasang tenda tak jauh dari lokasi tenda kami, namun kami masih bisa tidur dengan nyenyak karena di dalam tenda cukup nyaman. Sleeping bag, matras dengan bantal yang diisi udara serta alas yang bagus rupanya sangat membantu kami untuk tidur dengan cukup nyaman meskipun di luar keadaan cukup berangin dan dingin.Hutan mati Gunung PapandayanSetelah disuguhi teh panas dan pisang goreng, lagi-lagi kami mendapat tent-service alias sarapan pagi nasi goreng diantar langsung ke depan tenda karena di luar masih hujan. Selesai sarapan, tak lama kemudian kami semua siap untuk melanjutkan perjalanan ke Pondok Salada dan Hutan Mati. Melewati Pondok Salada rupanya di sana ramai sekali dengan tenda-tenda para pengunjung lain. Pantas pihak organizer memilih untuk memindahkan lokasi camping ke Gober Hut karena suasananya yang lebih tenang.

Dari Pondok Salada, medan menuju ke Hutan Mati semakin becek karena hujan yang turun sudah 2 hari tidak berhenti. Hampir tidak diperbolehkan melanjutkan ke jalur turun dari hutan mati karena katanya berbahaya, namun pihak organizer meyakinkan bahwa lewat jalur tersebut bisa menghemat waktu dan lewat jalur yang lainnya pun akan sama sulitnya karena berlumpur.Melewati Hutan MatiSetelah foto-foto sebentar di hutan mati, kami semua turun perlahan-lahan hingga mencapai warung rest area kemudian melanjutkan dengan jalur yang sama dengan jalur naik kemarin. Begitu sampai area parkir, kami langsung buka sepatu dan ganti sendal karena sepatu sudah sangat basah kuyuh dan tidak nyaman dengan keadaan kaki basah. Sementara itu Abex kembali menyiapkan nasi box yang dipesan dari warung lokal untuk makan siang kami.

Sebelum kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan pulang, kami sempat foto bersama dengan peserta lainnya. Overall, meskipun cuaca kurang mendukung, kami sangat menikmati pengalaman pertama kali kami camping di gunung di Indonesia. Selain karena peserta lain yang sangat bersikap positif, menurut kami Base Camp Adventure sangat menunjukkan profesionalismenya dengan servis yang sangat baik dan selalu memastikan bahwa semua pesertanya bisa menikmati pengalaman ini.Bersama semua peserta Base Camp Adventure ke PapandayanJadi, kalau kalian tertarik untuk naik gunung sambil dimanjakan, langsung saja kontak Base Camp Adventure. Dijamin ga akan kecewa deh! Oh ya, selain naik Gunung Papandayan mereka juga punya banyak destinasi lainnya mulai dari rafting, mountain climbing baik yang di dalam negeri maupun sampai ke Base Camp Mount Everest di Nepal. Kepoin aja langsung website dan sosmed mereka ya.

Base Camp Adventure
Jalan Arif Rahman Hakim No.4, 1st Floor, Depok – 16432
(081) 1110 0968
info@basecampadventureindonesia.com
http://www.basecampadventureindonesia.com
Instagram: @basecamp.adventure

Join the discussion 3 Comments

  • Swei chen says:

    Mau tanya kalau untuk kamar mandi dan bersih2nya gmn? Pengen juga ngerasain camping, cuma males ribet urusan bersih.

    • Susan Natalia Poskitt says:

      oh jangan khawatir. Papandayan ini sangat memanjakan pendakinya. Ada banyak toilet di beberapa titik dan bisa mandi juga karena ada pipa yang dialirkan ke dalam kamar mandi & toiletnya. Semoga bisa segera ngerasain camping di gunung 🙂

Leave a Reply