
Tahun 2013 sebenarnya sayaΒ sudah pernah ke Flores bersama Adam dan keluarganya. Waktu itu kami ke Kanawa & Seraya masing-masing 3 malam dan sempat 1 hari keliling Taman Nasional Komodo, kemudian overland dari Labuan Bajo sampai Maumere sekitar 5 hari.
Pertengahan Desember 2016 kemarin kami dapat tawaran jalan-jalan bareng salah satu provider telekomunikasi dan dari itinerary-nya ada beberapa tempat baru yang Β belum pernah dikunjungi.Β Berikut ini Itinerary Liburan ke Flores 5 Hari 4 Malam, siapa tau bisa dijadikan gambaran buat yang mau liburan ke sana.
Hari ke-1 : Labuan Bajo – LOB
Begitu sampai di Bandar Udara Komodo dengan terminal baru yang diresmikan tahun 2015 lalu, kami dijemput oleh driver dan langsung menuju pelabuhan. Di sepanjang jalan ada banyak spanduk bertuliskan ‘Telkomsel 4G’. RupanyaΒ menurut Bang Iron, driver kami, Flores sudahΒ kebagian jaringan 4G sejak 2 bulan yang lalu. Profesi driver sewaan pun jadi makin digemari karena komunikasi mudah. Kalau lagi tidak bisa ambil job, mereka tinggal telepon dan mengoper job tersebut ke temannya.
Sampai pelabuhan, kami dijemput dengan kapal kecil dan diantar ke kapal LOB (Live On Board) kami. Ini pertama kalinya saya ikut LOB dan saya langsung terkagum-kagum lihat kapal besar dengan model phinisi yang gagah. Katanya bagian bawah kapalnya didatangkan dari Sulawesi, tapi bagian atasnya ditambahkan di Labuan Bajo.
Kapal yang kami naiki namanya Aqua Luna Selini, staff-nya semua berasal dari pulau tetangga yaitu Bima, NTB. Sempat ngobrol dengan beberapa staff dan katanya mereka pulang sekitar satu bulan sekali. Tapi katanya meskipun jarang ketemu keluarga, setidaknya tiap hari bisa telepon atau sms-an sinyal henpon masih lancar.
Hari itu destinasi kami cuma menuju Pulau Kalong, menunggu sampai matahari terbenam dan ribuan kalong terbang keluar dari hutan di pulau tersebut untuk mencari makan. Pemandangannya sangat unik, langit merah muda cantik ditemani oleh ribuan titik hitam yang terbang melewati kami. Hari semakin gelap dan kapal kami mulai bergerak bergeser mendekatiΒ destinasi kami keesokan harinya. Malam itu kami tidur nyenyak di dalam kapal yang punya 5 kamar ini.
Hari ke-2: Β LOB – Labuan Bajo
Pagi-pagi kapal kami sudah jalan menuju Pulau Padar untuk menikmati sunrise. Ombak di sekitar Pulau Padar saat itu lumayan tinggi akibat angin kencang. Begitu kami merapat, sudah ada beberapa kapal lain yang tiba lebih awal. Terlihat beberapa kelompok pengunjung lain sudah mulai menaiki bukit untuk mendapatkan view dari puncak.
Ada beberapa spot yang sudah terkenal sebagai ‘the spot’ untuk ambil foto dengan angle terbaik. Tinggal disesuaikan saja dengan kemampuan mau naik seberapa jauh. Tapi kalau naik terus sampai atas, bisa dapat sinyal buat posting (biar eksis!). Bahkan salah satu teman kami ada yang sampai bisa balas email kerjaan di atas bukit sana π
Menurut Pak Hakim, ranger kami, kebutuhan ranger semakin meningkat karena jumlah turis yang datang ke Pulau Komodo juga semakin bertambah. Bahkan kalau sedang peak season (biasanya bulan Agustus), pengunjung harus antri trekking karena jumlah ranger tidak cukup untuk mendampingi pengunjung.
Dari Pulau Komodo, tadinya kami mau lanjut ke Pink Beach, namun begitu lewat di depannya rupanya saat itu lumayan ramai. Sudah ada hampir 10 kapal yang parkir dan pantainya terlihat lumayan padat. Untungnya Tina (guide lokal kami) dan kapten kapal punya pengetahuan yang banyak tentang Taman Nasional Komodo ini sehingga kami langsung ganti destinasi menuju Pulau Mauwang yang pasirnya juga sama-sama berwarna pink tapi tidak ada orang lain di sana. Yay! Serasa pulau pribadi π

Hari ke-3: Labuan Bajo – Ruteng
Pagi-pagi setelah sarapan kami langsung check-out dan menuju ke Cunca Rami. Dalam bahasa lokal cunca artinya air terjun, sedangkan rami artinya hutan. Lokasinya memang di tengah hutan. Biasanya trekking dari tempat parkir butuh waktu sekitar 1.5 jam.
Untungnya dengan komunikasi & jaringan yang mantap, semalam sebelumnya Tina berusaha mengkontak para guide lokal lain dan teman-teman driver lokal, berhasil dapat info kalau ada jalur pintas yang medannya datar dan cuma makan waktu sekitar 20-30 menit trekkingnya. Yay! The power of kearifan lokalΒ π
Sampe di Cunca Rami memang keren banget pemandangannya. Air terjunnya tinggi dan debit airnya lagi lumayan besar. Area kolamnya cukup besar dan banyak bebatuan di sekelilingnya. Cuma harus hati-hati karena batu-batunya licin Β akibat berlumut. Lebih baik jangan pakai sendal deh. Untuk foto juga agak sulit karena cipratan airnya cukup kencang, jadi kameranya gampang basah. Jadi memang mending dinikmati aja deh air terjunnya.
Hari ini rencananya ada destinasi lain tapi karena keenakan di Cunca Rami ditambah sedikit nyasar trekking, akhirnya sudah terlalu sore sehingga kami langsung check-in di Hotel FX 72 Ruteng yang lokasinya dikelilingi area persawahan hijau.
Hari ke-4: Ruteng – Labuan Bajo
Check-out dari hotel di Ruteng kami langsung menuju arah kembali ke Labuan Bajo. Di perjalanan kami mampir ke Cancar, area yang terkenal dengan sawah berbentuk jaring laba-laba yang sebenarnya merupakan sistem pembagian lahan tradisional untuk warga setempat.
Untuk bisa melihat bentuk jaring laba-laba kita harus naik ke atas bukit kecil lewat area perkebunan warga setempat. Biasanya pengunjung diminta mengisi buku tamu dan membayar recommended fee sebesar Rp 20.000/orang karena mereka sudah membuat tangga ke atas sehingga jalurnya lebih nyaman. Sampai di atas sinyal sangat kuat karena ternyata ada BTS menjulang tinggi di area kampung tersebut.

Karena waktu kami sampai ke Kampung Todo sedang hujan, tiba-tiba kami tergoda dengan penjual baso yang sedang keliling kampung sebelah. Untungnya Bang Iron langsung sigap minta nomor HP si penjual baso sehingga begitu kami sampai di Kampung Todo, Bang Iron langsung telepon dan mengarahkan si penjual baso untuk menyusul kami ke Kampung Todo. (Gak jauh koqβ¦paling cuma 1km).

Hari ke-5: Labuan Bajo – (pulang)
Hari terakhir santai-santai saja. Penerbangannya tengah hari, jadi ada waktu beberapa jam buat nongkrong-nongkrong di pusat kota Labuan Bajo. Kemarin kami nongkrong di Le Pirate (iya…sama dengan yang ada di Nusa Ceningan, Bali) sampai tiba waktunya penerbangan pulang.




Aku suka guide milih trekking terpendek di cunca rami jd ngak lelah hahaha. Air nya dingin banget tp seneng karena sepi ngak ada orang
enak ya sepiii….jadi bisa foto2 manja π
Hai.. Minta kontak local guidenya yaa, terimakasih
sip…nanti di-email ya π
Aku boleh minta juga kah mbk ? π
Langsung aja kontak Tina (akun Instagram β> @tinaedenae) no tlp: 085238883006.
Aku dulu ke Flores cuma sampai ke Wae Rebo doang, baiklah ini di save buat petunjuk di masa depan. Udah ngempet pengen balik lagi ke Flores.
Lah…aku malah belum pernah ke Wae Rebo π
Ya ampun Susan berani bangetttt foto ama komodonya ?? seru ya sepertinya, kira2 berapa estimasi biaya yang diperlukan dan boleh ya minta contact personnya semoga febuari ini ada kesempatan bisa kesana. Salam kenal π
salam kenal juga π
Will email the detail ya, langsung aja tanya2 sama TO-nya karena bisa customised koq π
Mbak Susan minta contact utk kapal dan guide dong. Akhir Agustus ada rencana mau ke sana nih
siap…nanti di-email ya π
Sounds like an awesome adventure! Trip ini sesuai untuk anak-anak juga kah?
yes…we think it’s quite suitable for everybody. Nothing’s too difficult or dangerous for kids.
Hai, bisa tolong diinfo guide lokalnya?
Terima kasih
sudah dikirim ya π
Very much enjoyed your story. Kita planning ke Flores bulan Mei ini, boleh minta infos re tour guide, driver dan juga boatnya.
Terima kasih.
sudah dikirim ya π
Mba Susan, seru banget bacanya. Kebetulan punya libur 5hari dan pengen banget ke bajo. Boleh minta CP-nya? terimakasih
sudah dikirim ya π
Hi Mbak Susan, salam kenal… Boleh minta contact untuk local guide (mbak Tina) dan kapalnya-kah ? Terima kasih ?
sudah dikirim ya barusan π
Mba salam kenal, bs mnt contact local guide dan kapal nya ya..
Bawa balita n org tua, explore flores bs tdk ya??
Thx u.
Ga masalah bawa ortu dan balita π
Kontak dikirim via email ya!
Halo mba susan, salam kenal.. Wah makin excited aku dengar cerita mba susan nih.. Kalo boleh tau aku bisa minta CP untuk boat, driver and tour guide ny gak yah? sama estimasi biaya mba susan waktu disana thanks before mba π
sudah dikirim ya π
pengen LOB tp blm kesampaian…boleh minta estimasi budget nya gag sama CP LOB nya
Langsung aja tanya2 ke CP LOB-nya ya. Budget bisa disesuaikan koq π
Kontak aja Tina (akun Instagram –> @tinaedenae) no tlp: 085238883006.
Hallo, boleh minta kontak untuk local guide nya? Terima kasih
Kontak aja Tina (akun Instagram β> @tinaedenae) no tlp: 085238883006.
hi, boleh minta kontak TO sama local guide untuk disana? thx
Kontak aja Tina (akun Instagram β> @tinaedenae) no tlp: 085238883006.
bagusnya pergi ke flores itu di bulan apa y ? dan yang sepi juga maksudnya ? dan tanpa guide lokal agak susah y ?
Bisa keliling sendiri tapi kebanyakan kan butuh kendaraan. Biasanya drivernya jadi guide lokal.
Hai ka, boleh minta kontak TO nya ada rencana maret kesana.
Penasarannn bgt sm flores ini, ditunggu emailnya ya ka.
arief.verina@gmail.com
Terima kasih ?
Langsung aja kontak Tina (akun Instagram β> @tinaedenae) no tlp: 085238883006.
Ka boleh minta kontak guaide nya? Terimakasih ?
Langsung aja kontak Tina (akun Instagram β> @tinaedenae) no tlp: 085238883006.
Hai ka, aku mau tanya kaka kelabuan bajo kan di bulan desember pertengahan kiraβ tanggal berapa ya? Dan bagaimana cuaca disana?
sekitar tanggal 16 des. cuaca ok. cerah. ada hujan sedikit tapi ga sampe ganggu.
Hi. Susan… Minta perhitungan budget Dan cp kapalnya and local guide
Untuk budget langsung aja kontak Tina (akun Instagram β> @tinaedenae) no tlp: 085238883006.
Halo.. boleh minta kontak local guidenya kah? terimakasih?
Langsung aja kontak Tina (akun Instagram β> @tinaedenae) no tlp: 085238883006.