16 Kuliner Lokal Jepang yang Wajib Dicoba di Negara Asalnya

By March 8, 2018 Jepang
Hunting Kuliner Lokal Jepang

Ada ga sih yang punya makanan non-Indonesia favorit yang kepengen banget dicoba di negara asalnya? Karena makanan Jepang lumayan banyak masuk ke Indonesia, suka penasaran ga sih gimana aslinya makanan Jepang di Jepang? Waktu mengunjungi Jepang musim panas 2017 lalu dan mampir ke 3 destinasi paling populernya — Tokyo, Kyoto & Osaka, kami menggunakan kesempatan tersebut untuk mencicipi sebanyak-banyaknya kuliner lokal Jepang.

Simak perjalanan kuliner kami ngubek-ngubek makanan Jepang selama 8 hari.

1. Ramen

Mutekiya Ramen TokyoMakanan yang satu ini kayaknya udah pasti bertengger di nomor 1 daftar makanan Jepang yang paling populer yang mesti dicoba di negara aslinya. Namun rupanya ada banyak sekali jenis ramen yang ada di Jepang. Kami ‘memaksakan diri’ mencoba ramen sebanyak-banyaknya dan berhasil mencicipi 8 ramen dalam 8 hari.Kedai Ramen Di JepangMenurut kami orang Jepang sangat passionate dalam membuat ramen khususnya kuahnya. Oleh karena itu semua ramen yang kami makan punya karakter tersendiri dan rasanya pun sangat intense, tidak cuma satu dimensi. Kebanyakan ramen di Jepang memang non-halal dan semua yang kami coba non-halal, namun bukan tidak mungkin untuk menemukan ramen halal yang enak. Mungkin next time ke Jepang kami coba hunting ramen halal.

Rekomendasi: (Review 8 ramen enak di Jepang akan segera diposting di sini ya).

2. Sushi

Sushi Di AsakusaApa yang bikin sushi di Jepang berbeda dengan sushi di Indonesia? Meskipun di Indonesia sudah banyak restoran Jepang yang memperlihatkan cara penyajian sushi sehingga terlihat fresh, namun mungkin ukuran kedai sushi di Jepang yang kecil dan servisnya yang lebih casual membuat pengalaman makan sushi di Jepang lebih intimate.Sushi Di JepangDari cara chef sushi mengiris tipis-tipis daging ikan, menebak-nebak piring apa yang bakal ditaruh di sushi train berikutnya, rikues khusus dari pelanggan tetap hingga interaksi antara para customer dengan para chef. Mungkin pengalaman tersebutlah yang membuat unik dibandingkan makan di restoran Jepang yang dilayani oleh para waiter secara kaku.

Rekomendasi: Hinatomaru, Asakusa, Tokyo.

3. Udon

Udon KyotoSebelumnya image udon adalah semangkuk mi kuah yang mirip ramen tapi ukuran mi-nya lebih gendut. Namun udon ternyata adalah sebuah sajian yang benar-benar berbeda baik dari jenis mi, kuah, topping hingga cara penyajian. Meskipun bahan utamanya sama dengan mi ramen yaitu tepung terigu, namun bentuk mi udon lebih tebal dan teksturnya pun jauh lebih kenyal. Kuah udon biasanya bening (tidak creamy seperti ramen) dengan komposisi utama dashi, soy sauce dan mirin.Udon Kuah TomatKemudian bicara soal topping udon bisa jadi seni tersendiri. Ada potongan-potongan sayuran seperti irisan daun bawang serta berbagai acar, di piring terpisah ada tempura udang dan sayuran. Udon seperti ini biasanya disajikan panas. Namun kami sempat coba juga udon dingin. Waktu itu Susan pesan udon dengan kaldu tomat yang terasa segar.

Rekomendasi: Omen Shijo Pontocho, Kyoto.

4. Tonkatsu

Marugo TonkatsuMungkin kedengarannya sederhana saja, tonkatsu itu daging babi yang digoreng pakai tepung roti. Mirip seperti chicken katsu, cuma dagingnya saja pakai babi. Tapi lagi-lagi kami kagum dengan keseriusan Jepang mengolah makanan. Kami menemukan sebuah kedai kecil di Tokyo yang spesialis tonkatsu, antrinya itu…bisa sampai 1 jam kalau lagi jam makan siang.Tonkatsu TokyoKedainya kecil, paling cuma muat 10 orang, tapi bahkan sebelum makan pun kami sudah tahu makanannya pasti enak. Passionnya terasa banget saat menyiapkan makanan untuk para tamu. Tonkatsu disajikan dengan setumpuk kol iris, tomat dan lemon. Staff yang bisa bahasa Inggris seadanya sengaja menghampiri kami untuk menjelaskan berbagai kondimen saus dan acar yang ada di meja. Selain tonkatsu di sini juga ada pilihan daging sapi dan udang yang dibalur tepung roti. Harganya memang mahal tapi kualitas tidak bisa bohong.

Rekomendasi: Marugo, dekat Akihabara, Tokyo.

5. Soba

Soba Di AsakusaRamen, udon, soba. Pokoknya sama-sama mi Jepang. Soal ramen dan udon sudah dibahas sekilas. Bagaimana dengan soba? Nah soba ini bentuknya kecil-kecil mirip dengan ramen tapi bahannya beda karena terbuat dari kombinasi buckwheat dan tepung gandum. Biasanya warnanya agak gelap dan bentuk penampangnya kotak kecil (sisinya tajam, bukan bulat) karena dipotong menggunakan pisau.Kedai Soba Di AsakusaSoba biasa disajikan dengan kuah panas ataupun dingin. Kalau panas disajikan seperti mi kuah, kalau dingin kuahnya disajikan terpisah dan dimakan dengan cara dicelup sebelum disuap ke dalam mulut. Di area Asakuasa ada sebuah kedai spesialis soba yang sangat populer. Pengunjung sudah mulai antri bahkan sebelum kedai buka. Kebanyakan staff-nya orang tua dan servisnya sangat menyenangkan. Pengalaman makan soba di sini sangat otentik.

Rekomendasi: Namiki Yabusoba, Asakusa, Tokyo.

6. Tempura

Tempura JepangKami sempat memasukkan tempura sebagai daftar makanan yang harus dicoba di Jepang. Namun ternyata kami menemukan tempura sebagai side dish ataupun topping dari soba atau udon. Jadi sepertinya tempura memang bukan sajian utama. Jangan salah karena tempura ini bukan gorengan yang pakai tepung roti seperti katsu.Tempura Side DishAdonan tempura punya kombinasi khusus tersendiri yaitu air dingin, tepung terigu, telur, baking soda, minyak. Hasilnya gorengan tepung jadi sangat ringan dan garing. Dan dulu pernah salah kaprah kalau tempura itu cuma untuk udang goreng tepung. Ternyata tempura itu adonan tepung gorengnya. Tempura bisa digunakan untuk sayuran seperti bayam, lotus root, terong, paprika, ubi, jamur, dll.

Rekomendasi: Chao Chao Dumpling, Kyoto.

7. Gyoza

Gyoza Di KyotoSimplenya, gyoza itu mirip dengan kuotie atau kalau dalam bahasa Inggris makanan kayak gini sering disebut potsticker. Bedanya dengan Chinese kuotie, gyoza ini ukurannya lebih kecil dan kulitnya lebih tipis, tapi fokus pada isian yang juga dibuat lebih halus.Chao Chao Dumpling KyotoKami sempat cobain Gyoza di kedai yang memang spesialis gyoza. Di sini ada banyak pilihan isian mulai dari pork, udang, kari, jamur, dll. Dibuatnya fresh sesuai pesanan. Dan betul ternyata ukurannya mungil banget. Untungnya di sini ada makanan lain yang menggoda untuk dicoba seperti karaage. Serunya makan di kedai gyoza ini karena ternyata kebanyakan orang yang ke sini mau makan gyoza sambil minum bir. Jadi kayak tempat nongkrong sepulang kerja gitu.

Rekomendasi: Chao Chao Dumpling, Kyoto.

8. Karaage

Karaage JepangKaraage itu sebenarnya ‘cuma’ ayam goreng tepung. Tapi sepertinya mereka punya teknik sendiri dalam menggoreng ayam ini sehingga kulitnya crispy tapi ayamnya masih juicy dan tasty banget. Kalo ga salah rahasianya adalah digoreng dua kali. Sebelum disajikan disiram tipis pakai kecap khusus. Yummm!

Rekomendasi: Chao Chao Dumpling, Kyoto.

9. Okonomiyaki

Okonomiyaki JepangMirip martabak telur sih. Intinya okonomiyaki ini irisan sayur campur telur yang dimasak di atas besi panas seperti membuat martabak telur, tapi di okonomiyaki ini sebagian besar sayurnya adalah kol. Okonomiyaki ini lebih seperti jajanan, banyak yang jual di night market. Tapi waktu jalan-jalan di Dotonbori Osaka sempat lihat ada restoran spesialis okonomiyaki, antriannya panjang gila.

Rekomendasi: Dotonbori Night Market, Osaka.

10. Takoyaki

Takoyaki JepangSudah banyak beredar di Indonesia, takoyaki ini juga semacam jajanan di pasar malam. Bentuk dan cara buatnya seperti poffertjes tapi gurih. Adonan tepung diisi dengan potongan gurita, dimasak di alat masak seperti panggangan kue cubit kemudian sesudah matang diberi taburan bonita flakes yang kalau kena panas bisa bergerak-gerak.

Rekomendasi: Dotonbori Night Market, Osaka.

11. Curry Katsu

Curry KatsuMakanan ini gampang banget ditemukan di restoran fast food ala Jepang. Sepiring nasi putih yang ditumpuk dengan potongan chicken katsu kemudian disiram dengan kuah kari kental berwarna coklat gelap. Wanginya khas dan rasanya juga sangat khas, beda dengan kari Indonesia ataupun kari India.

Rekomendasi: Curry House Coco Ichibanya (ada outlet yang HALAL), banyak lokasi di Jepang.

12. Donburi

DonburiSalah satu makanan Jepang kesukaan di Indonesia. Karena biasanya kalau chicken katsu agak seret dimakannya, tapi kalau ditambah siraman kocokan telur setengah matang dan irisan bawang bombay jadi lebih nikmat. Sama seperti curry katsu, donburi ini juga biasa ditemukan di restoran fast food ala Jepang karena penyajiannya sangat cepat.

Rekomendasi: Nakau (fast food restaurant), banyak lokasi di Jepang.

13. Miso soup

Miso SoupMiso soup di  Jepang bisa dibilang side dish wajib. Apapun makanannya, wajib pakai semangkuk miso soup. Sarapan pagi di hotel-hotel pun selalu sedia sepanci kuah miso. Di sini miso soup-nya tidak sebening miso soup di resto cepat saji ala Jepang di Indonesia. Agak kental dan pakai potongan daun bawang, telur dadar dan okra. Beda kota bisa beda jenis miso-nya. Kalau ke Nagoya mereka punya red miso yang warnanya lebih gelap dan rasanya sedikit lebih pahit.

Rekomendasi: Nakau (fast food restaurant), banyak lokasi di Jepang.

14. Onigiri

Onigiri JepangSiapa yang tidak kenal onigiri, opsi makan murah yang tersedia di semua minimarket di Jepang? Onigiri ini sering disebut nasi kepal. Nasi ketan dibentuk segitiga atau bulat yang diisi dengan berbagai kombinasi seperti daging ikan, telur, ayam, dll. Kadang ada yang pakai nasi polos kadang ada juga yang nasinya sudah diaduk-aduk dengan daging. Kemudian kebanyakan luarnya dibungkus pake lembaran nori (rumput laut kering).

Rekomendasi: cobain semua kombinasinya, tersedia di semua minimarket di Jepang.

15. Matcha Ice Cream 7 level

Suzukien Asakusa MatchaBelum afdol kayaknya kalau ke Jepang belum cobain matcha aslinya. Entah karena di Indonesia bubuk matcha sering dicampur dengan susu atau memang kualitas matcha yang dipakai beda, di Jepang matcha-nya biasanya lebih intense dan agak pahit. Kalau penasaran gimana rasanya matcha kualitas premium, cobain deh Matcha Ice Cream level 7 yang ada di Suzukien, gerai ice cream yang menawarkan 7 level ice cream matcha. Dari warnanya aja udah keliatan banget komposisi matcha-nya mulai dari yang ringan sampai yang intense.

Rekomendasi: Suzukien, Asakusa, Tokyo.

16. Matcha Parfait

Matcha ParfaitKalau sudah banyak nyobain matcha ice cream di Jepang, cobain Matcha Parfait yang beda-beda komposisinya tergantung kedainya. Intinya matcha parfait ini dessert yang disajikan pakai gelas tinggi. Isinya terdiri dari banyak sekali elemen berbahan matcha mulai dari matcha ice cream, matcha jelly, matcha syrup, matcha whipped cream yang dikombinasikan dengan bahan-bahan lainnya seperti mochi, kacang merah, dll. Pokoknya 1 gelas bakal kenyang banget dan puas makan matcha-nya.

Rekomendasi: Saryo Tsujiri Gion Honten, Kyoto.

Kuliner Lokal JepangWah….ternyata lumayan banyak juga ya makanan Jepang yang lumayan populer dan mungkin sudah banyak beredar di Indonesia tapi seru dan wajib dicoba di negara aslinya. Intinya ga melulu untuk membandingkan mana yang lebih enak, karena bisa jadi lidah kita sudah terbiasa dengan rasa makanan Jepang di Indonesia (yang sebagian besar pasti sudah di-adjust sesuai selera orang Indonesia). Tapi kalau sudah berkunjung ke Jepang, kenapa ga sekalian cobain makanan aslinya itu seperti apa sih. Kan lumayan membuka cakrawala terhadap kuliner internasional. Ciehhh… Itadakimasu!!

Btw, dari daftar di atas, makanan mana yang paling kamu suka dan pengen banget dicoba saat kamu ke Jepang?

 

Leave a Reply