Labuan Bajo: Kota pelabuhan di Flores

By September 25, 2012July 20th, 2013Indonesia
Pemandangan Kota Labuan Bajo

Labuan Bajo awalnya saya kira hanyalah pintu pembuka untuk menuju ke kepulauan Komodo. Waktu pertama kali ke Labuan Bajo tahun 2011, saya nggak kepikir sama sekali untuk menghabiskan malam di sana dan juga hasil bertanya ke Mr. Google nggak nemu suatu hal yang menarik untuk diulik di Labuan Bajo 😀 Nah, di tahun 2012 saya dapet kesempatan untuk kembali ke Labuan Bajo dan kali ini saya malah menginap 2 malam. Ternyataaa… Labuan Bajo sedang bersolek!

Pemandangan Kota Labuan Bajo

Pemandangan Kota Labuan Bajo

Labuan Bajo ini sesungguhnya merupakan kota pelabuhan, seperti Tanjung Priok, bedanya Labuan Bajo punya bonus pemandangan menarik dari bukit-bukit di seberangnya, kapal-kapal wisata yang bersender, dan sunsetnya yang menawan. Di Labuan Bajo hanya ada 1 ruas jalan yang paling ramai, yaitu Jl. Soekarno Hatta, dan di jalanan ini berjejer segala macam hotel, restoran, warung, rumah makan, tour operator dan dive center yang bisa disesuaikan dengan budget. Saya bisa melihat banyaknya perbedaan yang terjadi dalam rentang waktu 1 tahun di kawasan Jl. Soekarno Hatta ini.

Jl. Soekarno-Hatta, Labuan Bajo

Jl. Soekarno-Hatta, Labuan Bajo

Dulu, kota ini tampak kurang hidup, semua bangunan terlihat ala kadarnya, hotel-hotel pun tampak kurang menarik untuk diinapi dan restoran-restorannya nggak bikin kita pengen makan disana, hanya ada 1 cafe yang menjadi tujuan utama tamu saat berada di Labuan Bajo, yaitu Paradise Bar. Paradise Bar ini seru deh, letaknya diatas bukit dan pemandangannya laut lepas yang kalau malam hanya telihat lampu-lampu dari kapal yang bersandar, cahaya bulan dan bintang. Ihiy!

Sekarang, jalanan ini mulai membenahi diri terlihat dengan munculnya beberapa hotel baru, bahkan ada butik hotel! Bangunan restorannya mengundang orang untuk datang, selama 2 hari disana saya cuma sanggup masuk ke 2 restoran yang ada karena keenakan berada di dalamnya (makanannya juga enak!), yaitu: Mediterraneo dan Tree Top.

Mediterraneo merupakan restoran yang menyajikan makanan Italia dan punya pizza yang super enaaak, sementara itu Tree Top bangunannya terbuat dari kayu dan di lantai 3 isinya hanya bean bag, TV dan pemutar dvd yang sukses bikin saya nyaris nginap disana. Makanan yang disajikan di Tree Top merupakan makanan Indonesia. Adalagi resto yang saya incar untuk dicoba, Made in Italy (ada juga di Bali loh!), sayangnya bahan-bahan pizza-nya belum datang jadi nggak sempet nyobain.

Oh, nggak lupa ada butik kecil, bakery, salon dan spa juga di Jl. Soekarno-Hatta ini! Ah, Labuan bajo kini menjadi kota pelabuhan yang kece!

Suasana Mediterraneo Resto

Suasana Mediterraneo Resto

Labuan Bajo Bakery

Labuan Bajo Bakery

Selain menggila di Jl. Soekarno-Hatta, kegiatan lain yang bisa kita lakukan adalah mengunjungi objek wisata Batu Cermin dan air terjun Cunca Rami. Batu Cermin ini lokasinya deket banget sama Labuan Bajo, sekitar 40 menit naik mobil. Kalau yang air terjun sedikit lebih jauh.

Kendaraan di Labuan Bajo selain menyewa mobil/motor kita juga bisa muter-muter naik angkot. Kalau saya pribadi sih memilih untuk naik angkutan umum, karena kotanya yang kecil bikin nggak pusing nentuin naik angkot yang mana dan satu hal yang suka dari kota kecil adalah kita bisa ke bandara dengan naik angkot 😀 Gak sabar rasanya untuk kembali ke sana tahun depan!

Cari hotel murah lewat Agoda. Best price guarantee!

Join the discussion 6 Comments

Leave a Reply