Lao Massage – mau tau bagaimana pijat ala Laos?

By September 28, 2012 January 22nd, 2016 Tempat Wisata Laos

Sejak menginjakkan kaki di Houay Xai (kota perbatasan di Laos dengan bagian utara Thailand), saya sudah mengidam-idamkan untuk mencoba sauna dan Lao massage. Soalnya waktu tahun 2010 berkunjung ke Laos tidak sempet coba pijet dan saunanya. Tapi berhubung rute perjalanan dari Houay Xai itu melewati kota (atau lebih tepatnya desa) kecil, kita ga nemu tempat massage yang beroperasi. Saat di Luang Namtha, kota yang lumayan besar, cari-cari tempat massage dan sauna ga ada yang buka. Saking sepinya turis di Laos, banyak usaha yang ga berjalan normal (baca: sering tutup).

Akhirnya kesempatan datang saat kita menginap di Phongsali Hotel, ternyata di sebelah hotel ada salon yang menawarkan jasa Lao Massage. Waktu yang tepat nih, soalnya beberapa hari sebelumnya kita menjalani perjalanan naik motor yang sangat berat. Dengan memanggul backpack 60L di jok belakang motor yang keluar masuk lubang karena saking jeleknya jalanan selama 11 jam, alhasil badan remuk. Ditambah keesokan harinya turun tangga dari atas bukit sesudah mengunjungi Phou Fa Stupa sebanyak 822 anak tangga, badan makin minta dipijat.

Massage

Massage

Akhirnya kami coba Lao Massage di sebelah hotel, eh ternyata dari salon kami digiring ke lantai 3 hotel yang kami inapi. Sharing lokasi toh? Ok, masuk kamar ada beberapa tempat tidur dengan seprai putih. Hampir sama dengan Thai massage, untuk menikmati Lao Massage ini kita juga tidak perlu buka baju. Kadang Thai Massage mengharuskan kita ganti dengan pakaian yang telah mereka siapkan (biasanya berupa fisherman’s pants beserta atasannya yang dipakainya mirip kimono).

Tahapan dalam Lao Massage

Proses pijat dimulai dengan posisi terlentang, bagian kaki. Pijatannya ternyata tidak terlalu keras (entah karena orang yang memijat saya tubuhnya kecil ya?) tapi enak karena gerakannya lincah dan gesit. Jari jemari lentiknya menari-nari dengan gerakan yang tak terputus. Setelah kaki, pijatan pindah ke bagian pundak dan kedua tangan. Setelah itu posisi tertelungkup, dimulai dari bahu kemudian punggung dan turun ke kaki. Sesi terakhir adalah pijat bagian kepala.

Gerakan Lao Massage ini ada beberapa yang mirip dengan Thai Massage. Misalnya, merentangkan bahu atas dengan lutut dalam posisi kaki menyilang.  Namun ada beberapa gerakan unik yang baru kali ini saya rasakan. Salah satunya adalah menahan pergelangan tangan kemudian mengibas-ngibaskan tangan ke atas dan ke bawah dengan cepat. Kemudian ada lagi gerakan yang saya sebut ‘gigitan segerombolan semut’ pada saat pijat punggung. Gerakannya dibuat dengan menekan kesepuluh jari sambil bergerak lincah dan sangat cepat dari bawah punggung sampai ke dekat pundak. Kenapa disebut ‘gigitan’? Karena sensasinya lumayan seperti digigit semut, tapi segerombol.

Sesi Lao Massage akhirnya berakhir setelah 1 jam, yang sebenarnya terasa sangat cepat. Biaya untuk 1 jam Lao Massage adalah 50.000 kip (sekitar Rp 62.000,-) Entah itu tergolong mahal atau murah karena ini yang pertama dan belum bisa dibandingkan dengan Lao Massage di tempat lain. Nanti sekalian kami coba di tempat yang ada saunanya. Penasaran dengan Lao Massage ini? Ayo jangan lupa mampir & coba Lao Massage waktu berkunjung ke Laos.

Join the discussion 2 Comments

  • Fau says:

    Saya kemaren coba Lao massage di Vientiane. Judulnya Lao Traditional Massage with Mixed Herbs. Tangan pemijatnya memang terampil sekali menekan joint muscles di sekujur punggung.
    Mixed herbs-ya (kalo di Thai disebut look prakob) dimasukkan ke mesin steam, dan dipakai untuk memijat di setengah sesi terakhir. Nikmat sekali rasanya, anget dan ditekan di titik2 yang tepat (tapi aromanya mengingatkan pada ayam ungkep sereh :P).
    Beberapa gerakan uniknya:
    therapist “menduduki” paha saya (saya telungkup) dan memijat menggunakan lututnya sambil tangannya memijat punggung. Dalam posisi spt itu juga tangan saya ditarik ke belakang sehingga dada terangkat dari bed dan tepat saat saya merasa (ngeri) akan sakit, dia lepas, entah momen melepas tarikan ini kebetulan atau memang sudah diperhitungkan.
    Walaupun pijatannya cukup kuat, ini adalah massage terbaik yang pernah saya coba (dibanding massage di Thai, Cambodia, Malaysia, dan beberapa tempat di Indonesia). Just sharing 🙂

    • Susan says:

      Thanks for sharing :)) kalau saya sih, biarpun jenisnya sama, tiap tangan pasti beda hasil pijitannya. Ada yg memang enak, ada yg terlalu kuat malah jadi sakit 😐

Leave a Reply