
Nasi campur Bali adalah salah satu menu favorit buat turis asing di Bali yang mau mencicipi makanan lokal karena dalam sepiring nasi campur Bali ada berbagai komponen makanan dan berbeda-beda di tiap tempat. Berbeda dengan nasi Padang ataupun nasi rames yang biasanya sayurnya ditumpuk semua di atas nasi, nasi campur Bali yang memang dijual di banyak cafe atau restoran di Bali ini penampakannya lebih rapih dan menggoda.
Nasi campur Bali biasanya ada pilihan vegetarian dan non-vegetarian, dan harganya pun beragam. Waktu kami liburan ke Ubud bulan Juni 2022 lalu, kami sempat mencicipi 4 nasi campur Bali di tempat berbeda di Ubud. Mau tau di mana aja dan bagaimana perbedaannya? Simak reviewnya di bawah ini!
1. Kafe Batan Waru
Lokasi: Jalan Dewisita, Ubud
Cafe/resto ini merupakan old time favourite para wisatawan asing yang sepertinya sekarang mulai agak ketinggalan dibandingkan cafe/resto baru yang bermunculan di Ubud. Tapi kualitas makanannya tidak perlu diragukan lagi. Nasi Campur di Kafe Batan Waru harganya paling mahal dibandingkan tempat lain yang kami cicipi. Untuk yang special harganya di atas Rp100.000 (++) sedangkan yang biasa Rp 85.000 (++). Tapi harga yang lebih mahal tersebut wajar karena yang spesial pakai daging rendang dan gorengan udang. Untuk komponen lainnya ada sayur urap, nangka, telur, sate sapi, ayam suir, kering tempe, sambal matah dan sambal merah. Semua komponennya sempurna dan rasanya enak. Ini nasi campur favorit kami!
2. Sun Sun Warung
Lokasi: Jalan Jembawan, Ubud
Nemu tempat ini sebetulnya random waktu zooming Google maps tiba-tiba nemu tempat yang ratingnya tinggi. Liat fotonya lumayan menarik makanannya. Begitu datang agak kaget karena ternyata rame banget sampe ada antrian. Beberapa malah batal antri karena takut lama nunggunya padahal antrian bergerak lumayan cepat. Sun Sun Warung ini lokasinya di komplek rumah tradisional Bali yang bentuknya ada beberapa bangunan. Di bangunan utama meja-mejanya berupa lesehan. Tapi ada beberapa area di bangunan lain yang mejanya biasa, bukan lesehan. Sebagian besar pengunjung di sini orang asing, hampir tidak ada orang Indonesia yang makan di sini.
3. Puspa’s Warung
Lokasi: Jalan Goutama Selatan, Ubud
Sesuai namanya, tempat ini bentuknya beneran warung yang memang tidak terlalu besar sehingga mejanya juga tidak terlalu banyak. Lagi-lagi di sini hampir semua pengunjungnya bule, kebanyakan backpacker yang masih muda. Kemungkinan karena harganya murah. 1 porsi Nasi Campur harganya Rp 40.000 (tidak ada pajak lagi) dan disajikan menggunakan piring beralaskan daun pisang. Nasinya berupa campuran beras putih dan beras merah.
4. Compound’s Warung
Lokasi: Jalan Goutama, Ubud.
Hampir serupa dengan Sun Sun Warung, tempat ini juga lokasinya di dalam komplek rumah tradisional Bali yang terdiri dari beberapa bangunan. Ternyata selain warung, di sana 3 penginapan berbeda, dikelola oleh 3 bersaudara. Kemungkinan rumah warisan yang dibagi-bagi. Begitu masuk ke dalam, kita akan disambut oleh beberapa ekor kelinci yang berkeliaran bebas di halaman di depan kamar-kamar penginapan. Lokasi warungnya agak masuk ke dalam. Untuk suasana, kami lebih suka Compound’s Warung dibanding Sun Sun Warung yang terlalu ramai. Di sini lebih tenang dan antar meja ada sekat-sekat sehingga lebih private. 




