Ada Apa di Observatorium Bosscha, Lembang?

observatorium-bosscha-lembang

Dari dulu sewaktu saya kecil setiap kali menuju ke Lembang entah kenapa orang tua selalu menyebut-nyebut Bosscha saat lewat jalan masuknya. Barulah kemudian saya mengerti kalau di sana ada observatorium yang punya teropong bintang. Butuh waktu lama hingga akhirnya kami berdua berkesempatan mengunjungi observatorium Bosscha ini. Awal tahun 2016 lalu kami diajak ke sini dalam rangka liputan bersama NetTV untuk acara “One Day In …”.liputan-ke-bosscha-bareng-nettv

Ada apa saja di Observatorium Bosscha?

Meskipun observatorium ini dibangun pada masa kolonial Belanda sekitar tahun 1923-1928, namun tempat ini masih berfungsi normal sebagai observatorium yakni digunakan oleh para peneliti untuk mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan astronomi. Hingga saat ini masih ada setidaknya 10 teleskop yang aktif digunakan namun teropong yang paling populer di observatorium Bosscha ini adalah sebuah teropong bintang raksasa yang bernama teleskop ganda Zeiss. Teleskop ini dirumahkan di dalam sebuah bangunan dengan atap kubah raksasa yang bisa dibuka tutup.

Dalam kunjungan resmi ke observatorium Bosscha, semua pengunjung akan diajak masuk ke dalam bangunan kubah tersebut untuk melihat cara kerja Teleskop Zeiss. Kami (dan semua pengunjung lainnya) paling terkagum-kagum saat lantai berat yang berada di tengah ruangan bisa dinaik-turunkan untuk menyesuaikan posisi teleskop. Demikian juga saat kubah di atas kami terbuka dan kami bisa melihat langit biru langsung di atas kepala kami.teleskop-ganda-zeiss

Selain teleskop Zeiss, kadang-kadang kalau kunjungannya di malam hari para pengunjung diperbolehkan untuk mencoba menggunakan teleskop Bamberg yang dirumahkan di sebuah bangunan di bawah tanah dengan atap melengkung yang bisa dibuka juga.

Selain teleskop-teleskop yang ada di observatorium Bosscha, sebenarnya pemandangan di kompleks Bosscha sendiri sangat menarik. Rumah-rumah kuno yang memang dibangun sejak jaman Belanda masih berdiri kokoh di sana-sini dan kini dijadikan bangunan kantor dan rumah tinggal kepala observatorium. Lapangan rumput hijau terhampar di setiap area depan bangunan sehingga membuat pemandangan di kompleks Bosscha sangat cantik.bangunan-kuno-di-observatorium-bosscha

Cara Mengunjungi Observatorium Bosscha

Untuk masuk ke kompleks Bosscha sebenarnya tidak sulit karena tidak membutuhkan tiket dan pengunjung bisa bebas berkeliaran di sekitarnya. Namun jika ingin melihat Teleskop Zeiss dan masuk ke beberapa bangunan, maka  pengunjung harus datang sesuai jadwal kunjungan yang disediakan (ada slot jam khusus). Hari Selasa-Jumat Bosscha hanya menerima kunjungan dari instansi/sekolah/organisasi, sedangkan untuk kunjungan perorangan bisa di hari  Sabtu jam 09.00 – 13.00. Di masing-masing hari tersebut ada kapasitas maksimum pengunjung 200 orang. Hari Minggu dan Senin Bosscha tidak menerima pengunjung.

Di musim kemarau (April – Oktober), Bosscha mengadakan program kunjungan malam di mana para pengunjung bisa mencoba meneropong menggunakan Teropong Bamberg jika langit cerah. Untuk program tersebut pengunjung harus daftar terlebih dahulu dan kunjungan pun hanya dibuka untuk hari Kamis dan Jumat.

Untuk jadwal kunjungan yang lebih update dan detail, silakan langsung cek website http://bosscha.itb.ac.id/ .

teleskop-bamberg

Observatorium Bosscha
Lokasi: Jalan Peneropong Bintang, Lembang
Jam kunjungan siang untuk perorangan: Sabtu 09.00 – 13.00
Harga tiket kunjungan siang: Rp15.000
Harga tiket kunjungan malam: Rp20.000

Leave a Reply