Panduan Trekking Annapurna Base Camp Nepal Secara Independen untuk Pemula

Annapurna Base Camp Trek Himalaya Nepal

Akhirnya, setelah lebih dari setahun tidak disentuh, kali ini blog PergiDulu dibersihkan dari sarang laba-laba demi membagikan cerita hiking di Nepal bulan Maret 2025 lalu. Nepal merupakan negara yang cukup affordable (baca: murah) untuk orang Indonesia dan visanya pun tidak sulit karena bisa dilakukan secara online ataupun saat kedatangan di bandara. Selain itu orang Nepal pun cukup ramah menyambut turis, termasuk bagi mereka yang berniat hiking di berbagai lokasi pegunungan cantik dengan puncak berselimut salju. Oleh karena itu wajar kalau Nepal jadi salah satu destinasi populer, khususnya bagi para pejalan independen.

Jujurly, alasan utama kami ke Nepal bulan Maret 2025 lalu adalah untuk menjajal pegunungan Himalaya yang terkenal. Sebetulnya ada banyak sekali jalur trekking di Nepal, beberapa yang terkenal di antaranya Everest Base Camp (EBC) dan Annapurna Base Camp (ABC).Annapurna Base Camp Salah Satu Jalur Trek Terkenal Di Nepal

EBC vs ABC

Dari namanya sudah terlihat kalau EBC dan ABC ini dua jalur yang sangat berbeda. Everest adalah gunung tertinggi nomor 1 di Nepal, sedangkan Annapurna (II) merupakan gunung tertinggi nomor 10 di Nepal. Jadi meskipun sama-sama termasuk pegunungan Himalaya, jalurnya sangat berbeda karena areanya juga berbeda. Kenapa kami pilih ABC? Alasan pertama dan utama adalah karena ini pertama kali kami ke Nepal dan kami belum pernah hiking di Nepal sama sekali. Meskipun kami sudah banyak mendengar cerita positif tentang hiking di Nepal, namun karena ini pertama kalinya, maka kami memutuskan untuk memilih jalur ABC.

ABC cocok untuk pemula karena durasi treknya tidak terlalu lama. Cukup dengan 5-7 hari sudah bisa PP. Sedangkan EBC memakan waktu lebih lama (sekitar 10-14 hari) karena butuh waktu untuk aklimatisasi. Titik tertinggi di ABC adalah 4130mdpl, sedangkan untuk EBC ada di 5364mdpl. Semakin tinggi gunungnya semakin besar pula resiko terkena Altitude (Mountain) Sickness.Pemandangan Menuju Annapurna Base Camp Di Himalaya Nepal

Itinerary Awal vs Kenyataan

Sebelum berangkat, kami sudah membaca lumayan banyak blog baik blog orang luar maupun orang Indonesia. Namun setelah membaca banyak referensi justru makin bingung karena itinerary setiap orang berbeda-beda tergantung kemampuan fisik dan ketersediaan waktu. Orang Indonesia biasanya ingin lebih cepat karena keterbatasan waktu cuti atau memang sudah terbiasa naik gunung. Sedangkan orang bule terbagi 2 kelompok, ada yang memang cepat karena fisiknya kuat, ada juga yang memilih jalan lebih santai dan menikmati waktu tanpa terburu-buru.

Intinya, waktu tersingkat yang paling standar yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rute ABC PP adalah 5 hari — 3 hari naik, 2 hari turun. Rute ABC ini jalur naik dan turunnya sama. Kenapa naiknya lebih lama? Karena menuju ketinggian yang lebih atas beresiko terkena altitude sickness kalau terlalu cepat, jadi kalau naik memang tidak boleh terburu-buru atau memaksakan diri terlalu cepat. Sedangkan kalau sudah mencapai puncak (base camp), tidak masalah kalau turunnya ngebut, toh semakin cepat turun semakin tidak beresiko kena altitude sickness.Area Hutan Di Jalur ABC Trek Himalaya Nepal

Selain itu, satu hal yang perlu dicatat, kondisi di sekitar pendakian ABC berubah setiap saat, bahkan beda hari bisa beda kondisinya. Jadi, apa yang kamu baca hari ini belum tentu akan sama kondisinya pada saat dijalani. Contohnya: kalau baca blog dari beberapa tahun yang lalu, titik awal pendakian ABC adalah di desa Ghandruk. Namun sejak dibangunnya jembatan gantung di Jhinu Dhada, sekarang jalur tercepat untuk ABC adalah dengan mulai dari Jhinu dan berakhir di Jhinu juga. Dulu orang-orang mulai dari Ghandruk dan turunnya lewat Jhinu karena di Jhinu ada natural hot spring.

Awalnya itinerary kami adalah sbb:
Day 1 – Pokhara by jeep to Ghandruk, jalan kaki dari Ghandruk ke Chomrong.
Day 2 – Chomrong ke Bamboo
Day 3 – Bamboo ke Deurali
Day 4 – Deurali ke ABC
Day 5 – ABC turun ke Bamboo
Day 6 – Bamboo ke Jhinu (menginap di sini karena ada hot spring)
Day 7 – Jeep dari Jhinu kembali ke Pokhara

Namun karena kondisi di lapangan yang selalu berubah-ubah, akhirnya yang terjadi adalah sbb:

Day 1 – Pokhara by jeep, jeep-nya tidak sampai ke Ghandruk karena sedang ada perbaikan jalan, jadinya kami share jeep lanjutan ke Jhinu karena hiker lainnya mau mulai dari Jhinu. Dari Jhinu kami hiking sekuatnya dan menjelang sore kami tiba di Lower Sinuwa.

Day 2 – Lower Sinuwa ke Himalaya. Di sini kami banyak ketemu dengan hiker lain yang rencananya besoknya mereka akan langsung sampai ABC. Kami masih galau karena dari Himalaya ke ABC itu gain altitude lebih dari 1000 meter (tidak disarankan, beresiko kena altitude sickness).

Day 3 – Himalaya – MBC. Akhirnya kami memutuskan jalan sampai MBC saja karena sebenarnya kami punya waktu, tidak perlu terburu-buru. Beberapa orang yang kami temui harus ngebut karena mereka punya limit waktu yang sangat mepet. Tapi malamnya kami galau lagi karena awalnya kami pengin nginap di ABC supaya besok paginya bisa liat sunrise hanya dengan buka pintu penginapan. Namun banyak berita tentang cuaca yang kurang baik sehingga apapun keputusannya, semuanya gambling, tidak bisa dipastikan hasilnya.

Day 4 – MBC- ABC – MBC – Bamboo. Untuk menghindari malam kedua yang super dingin dan resiko AMS, akhirnya kami memutuskan bangun jam 5 pagi, pakai head torch dan jalan dalam kegelapan menuju ABC. Kebetulan malam itu memang saya tidak bisa tidur, mungkin cuma bisa tidur 2-3 jam saja. Selebihnya tidak nyenyak, kemungkinan efek AMS dan kurang oksigen juga. Setelah foto-foto di ABC sekitar 30 menit, kami langsung turun lagi, sarapan di MBC dan check-out untuk langsung turun ke area serendah mungkin. Sekitar jam 4 sore kami tiba di Bamboo.

Day 5 – Bamboo – Jhinu. Kami memutuskan menginap di Jhinu karena mau berendam di natural hot spring. Kalau tidak mau berendam, bisa langsung pulang ke Pokhara. Jadi sebetulnya trek ABC ini bisa dilakukan dalam 5 hari.

Natural Hot Spring Di Jhinu ABC Trek Himalaya Nepal

Apakah ABC perlu Guide?

Mungkin beritanya sudah tersebar luas kalau sejak 1 April 2023 pemerintah Nepal mengeluarkan edaran yang melarang independent trekking. Ini sudah 2 tahun lebih sejak peraturan itu dikeluarkan, jadi tentunya sudah banyak yang bisa menceritakan kondisi di lapangan yang sesungguhnya. Dari hasil pantauan baca beberapa blog bule, ternyata aturan tersebut tidak dijalankan secara ketat. Bahkan saat pembuatan permit pun tidak ditanya sama sekali apakah punya guide atau tidak.

Alasan kami jalan tanpa guide adalah karena memang di lapangan tidak ada keharusan untuk menggunakan guide. Sepanjang perjalanan kami selama 5 hari di ABC trek memang banyak yang menggunakan guide, namun tidak sedikit juga yang jalan independent alias tanpa guide. Interaksi selama perjalanan pun tidak ada unsur intimidasi sama sekali jika tidak menggunakan guide, hanya basa-basi ramah dari guide lain saat ngobrol “Oh, you don’t have a guide?”.Guide Orang Lain Yang Sangat Ramah ABC Trek Himalaya Nepal

Secara pribadi, kami memang jarang ikut tour yang dipandu oleh guide, simply karena kami suka privasi. Kami lebih suka jalan sendiri (baca: berdua) tanpa ada orang yang terlalu dekat dengan kami, apalagi dalam hal ABC ini kita harus jalan bareng selama setidaknya 5 hari. Bukan soal biaya, tapi males aja basa-basi mesti tetep ngajak ngobrol selama 5 hari itu. Kan ga mungkin sewa guide ga diajak ngobrol sama sekali.

Kalau dibilang, kan enak kalo ada guide jadi ada interaksi dengan lokal. Justru tanpa guide kami lebih banyak interaksi dengan guide-guide lainnya dan para pemilik penginapan. Kalau kamu punya guide sendiri otomatis kamu akan “dijaga/diurus” oleh guide kamu sehingga meminimalisir kebutuhan kamu untuk ngobrol dengan guide lain atau pemilik penginapan.

Dari pengalaman kami mengamati situasi di lapangan, biasanya saat berhenti di teahouse, guide akan berperan sebagai “Personal Assistant” sekaligus menjembatani komunikasi kamu dengan business owner. Jadi ga usah repot-repot cari menu atau cari siapa owner atau pegawai teahouse itu saat mau order ataupun bayar. Biasanya guide langsung sigap ambilin menu dan pesankan orderan kamu dan bahkan bayarin bill. Jadi kamu tinggal duduk manis saja.Suasana Dining Room Di Teahouse ABC Trek Himalaya Nepal

Selain itu menurut kami opsi sewa guide juga sangat cocok untuk solo traveler khususnya female. Tanpa bermaksud diskriminasi gender namun kenyataannya di lapangan dari hasil observasi banyak solo female traveler (khususnya Asian) yang jalan berdua saja dengan guide, jadi mereka pilih sewa guide private dibandingkan join group.

Apakah perlu pakai porter?

Jawabannya kembali ke kondisi masing-masing. Kami sendiri tidak pakai porter karena memang sudah biasa bawa backpack sendiri dan sudah biasa light packing. Nah….menurut kami kuncinya adalah light packing, kalau bawa barang secukupnya dan tidak berlebihan, seharusnya semua barang yang esensial tersebut bisa dibawa sendiri, tidak perlu dibawakan oleh orang lain. Sebetulnya kalau lihat orang-orang yang pakai porter pun mereka sendiri bawa backpack juga, jarang yang cuma lenggang kangkung tidak bawa backpack cuma pegang walking stick saja.

Kalau meniru teknik porter di pegunungan Himalaya, sebetulnya mereka jalannya cepat tapi banyak istirahat juga. Jadi kalau misalnya agak berat bawaannya, tidak masalah karena bisa banyak istirahat juga di sepanjang jalan.Barang Yang Dibawa Porter ABC Trek Himalaya Nepal

List Packing

Kami menjalani ABC Trek ini sekitar pertengahan Maret (14-19 Maret), jadi hitungannya hampir musim semi. Cuacanya masih agak dingin (dingin sekali kalau malam), tapi kalau cerah dan matahari bersinar terik bisa panas juga siang harinya. Selain itu beda ketinggian, beda juga set pakaiannya. Yang pasti makin ke atas makin dipakai semua pakaiannya. Jadi intinya, siapkan pakaian untuk berbagai kondisi, jangan cuma mikir salah satu (dingin atau panas) saja karena dalam satu hari bisa panas dan dingin.

List packing saya adalah sbb:

  • 2 x hiking pants (sebetulnya 1 juga cukup, tapi lumayan enak ada back-up kalau misalnya yang 1 basah kena lelehan salju atau kehujanan)
  • 2 x quick dry T-shirt lengan pendek
  • 1 x T-shirt lengan panjang (bisa untuk top up layer saat hiking, tapi saya lebih sering pakai setelah check-in karena malam hari biasanya dingin)
  • 1 x fleece jacket
  • 1 x puffy jacket super warm (ini senjata paling penting buat penangkal dingin, tapi pilih yang light weight karena kalau tidak dipakai harus dibawa di dalam backpack)
  • 3 x kaos kaki (2 untuk hiking, 1 untuk tidur)
  • beanie
  • topi (untuk cuaca panas)
  • neck warmer (bisa juga diganti scarf, tapi scarf lebih besar ukurannya karena kainnya panjang sehingga lebih bulky)
  • underwear secukupnya (karena tidak bisa cuci, at least bawa sejumlah lama hari tapi pilih yang light weight)
  • poncho
  • sleeping liner (sleeping liner ataupun sleeping bag sebetulnya tidak terlalu diperlukan karena penginapan sediakan selimut, tapi lebih ke alasan higienis saja karena selimut mereka tidak dicuci setiap hari).
  • head torch
  • walking stick
  • toiletries seminimal mungkin (size terkecil untuk pasta gigi, sabun, dll)
  • crampon (kami sewa dari Pokhara, 2000 rupees untuk 2 pasang crampon selama 7 hari) — sangat membantu kalau di atas masih tebal saljunya dan ada sisa-sisa avalanche.

Bawa Backpack Sendiri Tanpa Porter ABC Trek Himalaya Nepal

Opsi makanan di jalur ABC Trek

Soal makanan, tidak perlu khawatir karena di Nepal mereka makan (banyak) nasi, jadi orang Indonesia pasti survive kalau bisa makan nasi 😉 Salah satu makanan khas Nepal yang jadi icon di mana-mana adalah “Dal Bhat”. Dal itu sendiri adalah sup lentil dan Bhat artinya nasi. Tapi bukan cuma 2 item itu saja, dal bhat secara simple bisa digambarkan seperti nasi campur ala Nepal, atau kalau di India mungkin mirip dengan Thali. Selain nasi dan sup lentil, ada banyak komponen lauk seperti acar, sayuran hijau, kerupuk papadam, sambal, dll. Opsinya bisa vegetarian ataupun non-vegetarian.Dal Bhat Kuliner Khas Nepal

Selain dal bhat ada banyak menu menarik lainnya seperti momo (gyoza khas Nepal). Kami suka Gurung Bread yang dibuat fresh dengan cara digoreng, teksturnya sedikit chewy, agak mirip cakwe. Enak dicocol ke dalam kuah mie panas. Konon katanya garlic bisa membantu melawan altitude sickness, jadi menu Garlic Soup atau garlic noodle soup juga populer di jalur trek. Garlic Soup nya bukan sup krim kental ya, tapi kuah bening dengan potongan bawang putih. Mie kuahnya juga berasa makan indomie kuah, enak lah kalau lagi cuaca dingin. Western menu juga ada, seperti spagheti, pizza, dll.Gunung Bread Garlic Noodle Soup Dan Pizza Di ABC Trek Himalaya Nepal

Salah satu hal menarik dari observasi dan juga ngobrol-ngobrol dengan pemilik penginapan adalah, semua buku menu di setiap penginapan di jalur trek diseragamkan untuk jenis menunya, sedangkan harganya meningkat secara bertahap sesuai dengan ketinggian tempat tersebut. Jadi misalnya dal bhat di desa bawah harganya 300 rupees, di ABC menu yang sama bisa 900 rupees. Isi menunya sama, cuma harganya saja yang berbeda.Nasi Goreng Di ABC Trek Himalaya Nepal

Penginapan di jalur ABC Trek

Sama halnya seperti makanan, di jalur ABC Trek ini makin tinggi lokasinya, makin mahal juga harga penginapannya. Harga penginapan di jalur ABC tergolong cukup murah tapi biasanya hanya hitung bed-nya saja. Selebihnya banyak ‘add-ons’, di antaranya extra charge untuk mandi air panas, charging phone, wifi, dll. Kami pernah baca kalau lagi low season alias lagi sepi, biasanya ada penginapan yang menawarkan “kamarnya gratis asal makan di sini” karena memang pengeluaran untuk makan minum ataupun jajan-jajan jauh lebih tinggi dibanding harga kamar.Penginapan Di Jalur ABC Trek Himalaya Nepal

Oh ya, sistem harga di sini hitungannya per bed ya. Karena 1 kamar biasanya isinya bisa lebih dari 2 bed, jadi kalau lagi high season akan terasa seperti dorm, bahkan kalau sampai kamar penuh, mereka akan buka dining room sebagai tempat tidur (sudah dipasang matras dan selimut). Tapi kalau lagi low season mereka juga santai, kalau cuma berdua ga akan digabung-gabung dengan orang lain walaupun kapasitas kamarnya lebih dari 2.Kamar Isi 2 Di Jalur ABC Trek Himalaya Nepal

Kami juga pernah ngobrol dengan salah satu pemilik teahouse di Himalaya, konon katanya mereka sudah ada kesepakatan dengan seluruh pemilih usaha di sepanjang jalur ABC soal harga dan menu makanan. Jadi misalnya di 1 desa perhentian ada 3 teahouse, harga basic penginapannya itu harus sama, yang bisa mereka ‘mainkan’ adalah add-ons nya untuk menarik tamu.Kamar Isi 4 Di Jalur ABC Trek Nepal

Menurut kami sistem seperti ini cukup bagus karena mendukung fair price competition. Masuk akal juga karena kalau harganya beda-beda, kebanyakan orang pasti akan pilih yang harganya paling murah, tapi kalau harganya sama, mereka akan bandingkan aspek lainnya. Yang menang biasanya adalah yang fasilitasnya lebih bagus atau servisnya lebih friendly atau makanannya lebih enak (tapi yang ini susah karena mesti dicoba dulu atau baca dari review).

Budget Hiking ABC Trek

Secara singkat, sebenernya traveling di Nepal pada umumnya dan hiking di ABC Trek pada khususnya masih tergolong sangat terjangkau. Jadi tidak perlu terlalu khawatir soal budget. Satu lagi yang kami ingat dari brosur yang dibuat oleh kantor ACAP (Annapurna Conservation Area Project) permit di Pokhara adalah soal bargaining. Di sana tertulis kalau turis disarankan untuk tidak tawar-menawar soal harga. Alasannya bukan semata-mata karena “kasihan mereka ekonominya lemah, jangan ditawar lagi”, namun untuk menciptakan iklim fair price yang sehat. Jadi di sana bukan seperti di negara Asia lainnya (termasuk Indonesia) yang kadang buka harga sangat tinggi dan langsung ditawar setengah harga.

Gambaran biaya sepanjang ABC Trek:

  • ACAP permit: 3000 rupees
  • Jeep dari Pokhara: 2000 rupees untuk 7-8 orang
  • Penginapan: 200-600 rupees per orang per malam
  • Makan minum jajan: 500-2000 rupees per orang per hari

Jeep Sharing Dari PokharaUntuk kebutuhan basic, persiapkanlah  budget sekitar Rp 2.000.000 – Rp 2.500.000 untuk aktivitas trekking selama 5 hari dari Pokhara. Selebihnya silakan atur sendiri untuk transportasi dari Kathmandu ke Pokhara dan juga flight ke Kathmandu. Ongkos bis luxury Kathmandu-Pokhara seperlima dari harga tiket pesawat Kathmandu-Pokhara, tapi waktunya 20 kali lipat lebih lama. Jadi silakan pilih-pilih aja sesuai sikon. Kemarin kami kebetulan redeem miles Singapore Airlines jadi ongkos pesawatnya hanya 5 juta untuk berdua dari Denpasar-Kathmandu PP.Luxury Sofa Bus Dari Kathmandu Ke Pokhara

Monmaap curhatnya jadi kepanjangan karena sebenernya banyak banget detail yang pengen diceritain soal trip ke Nepal ini. Sementara segini dulu sharing pengalaman kami ke Nepal dan hiking untuk pertama kalinya, semoga informasinya berguna buat yang sedang mempertimbangkan atau tertarik ke Nepal untuk hiking ABC tapi masih ragu-ragu.

See you on the next post! — mudah2an ga berdebu lagi blog ini 😉

Join the discussion 2 Comments

  • Lena says:

    Hallo mbak dan Mas..
    Kami berdua berencana ke ABC bulan ini..
    Apakah perlu permit TIMS untuk tracking kesana? Ada info yg kami baca diperlukan assuransi untuk permit TIMS itu
    Terimakasih

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Halo…skrg udah ga ada TIMS. Cuma ada ACAP itu aja skrg. Bisa didapat dari kantor entry permit di Pokhara ataupun Kathmandu. Bawa paspor, pas foto dan bayar 3000 npr per orang.

Leave a Reply