
Bulan Februari 2017 yang lalu kami terbang dari Jakarta ke Nagoya lewat Hong Kong dan pulang dari Nagoya ke Bangkok lewat Hong Kong juga, dalam rangka Media Trip yang diadakan oleh JNTO bekerja sama dengan Cathay Pacific. Dari 4 penerbangan tersebut kami mendapatkan kesempatan berada di business class Cathay Pacific di 4 jenis pesawat yang berbeda.
Masing-masing pengalamannya sangat menyenangkan, namun karena jenis pesawatnya berbeda maka tentunya ada sedikit perbedaan dalam hal cabin & fasilitasnya. Kalau penasaran apa bedanya, silakan simak review kami berikut ini 😉
Rute penerbangan, tipe pesawat & lama penerbangan
Jakarta – Hong Kong (CX798) — Boeing 777-200 — 4 jam 45 menit
Hong Kong – Nagoya (CX 536) — Boeing 777-300ER — 3 jam 30 menit
Nagoya – Hong Kong (CX533) — A330-300 — 4 jam 45 menit
Hong Kong – Bangkok (CX701) — A350-900 — 3 jam
Konfigurasi Tempat Duduk
Penerbangan leg pertama dari Jakarta ke Hong Kong kami menggunakan pesawat jenis Boeing 777-200 di mana konfigurasi tempat duduk di business class adalah 2-3-2 dan kursinya cuma bisa reclining tanpa bisa dibuat flat bed.
Boarding & Landing
Proses boarding di masing-masing airport baik di Jakarta, Hong Kong ataupun Nagoya sangat cepat dan lancar karena mereka memiliki jalur khusus bagi penumpang business class. Sebelum landing di Bangkok, kami diberikan ‘tiket’ khusus untuk jalur cepat imigrasi sehingga bisa menghemat waktu dibandingkan jalur biasa yang biasanya lebih panjang.
Staff di bagian ground handling sangat ramah dan juga sangat membantu. Mereka menjelaskan bahwa tempat duduk yang di tengah untuk 2 orang sudah fully-booked sehingga menawarkan apakah mau duduk berseberangan di satu baris atau depan belakang.
Makanan
Makanan di Cathay Pacific Business Class sudah kami duga, enak dan berlimpah. Kalau dibandingkan dengan kelas ekonomi, jelas lebih terasa mewah baik dari segi menu maupun penyajiannya.
Dari 4 penerbangan Cathay Pacific Business Class, makan siang atau makan malam selalu disajikan dengan 3 courses ditambah dengan free flow minuman.
Dalam penerbangan Jakarta-Hong Kong, nampan makanan diantar dan sudah diisi dengan makanan pembuka dan penutup, baru kemudian main menu akan diberikan sesuai dengan pilihan kamu.


Tempat Duduk
Cathay Pacific Business Class dengan tipe pesawat Boeing 777-200 masih memiliki konfigurasi lama, yaitu 2-3-2. Kami waktu itu dapat seat di pinggir dekat jendela. Space untuk kaki sangat leluasa karena ada ‘lubang’ di bagian depan. Tidak bisa recline sampai flat, tapi setidaknya bisa bebas mundurin kursi tanpa mengganggu penumpang di belakang karena sudah ada fixed pod di sekeliling kursi.

Hiburan
Untuk pesawat tipe Boeing 777-200 layar monitor menempel di belakang kursi penumpang seperti biasa. Sedangkan untuk Boeing 777-300, A330 dan A350, layar bisa swing dan dilipat ke pinggir. Ukuran layar TV-nya sangat besar khususnya A350. Hiburan yang tersedia ada banyak film layar lebar, musik, games, film pendek, dll. Khusus untuk A350 ada 3 live TV channel di antaranya BBC World dan CNN.
Konektivitas
Khusus untuk pesawat tipe A350, sudah dilengkapi dengan wifi cukup cepat yang bisa dibeli dengan harga reasonable. Kami mencobanya dan hasilnya hampir secepat 4G jadi bisa digunakan untuk Instagram, Facebook dan Twitter tanpa masalah.
Harganya lumayan reasonable dibandingkan dengan harga wifi di carrier lain yang pernah kami lihat sebelumnya:
1 jam – $9.95
Sepanjang penerbangan – $12.95
$12.95 untuk sepanjang penerbangan merupakan deal yang bagus karena sepertinya data yang diberikan unlimited.
Toilet
Untuk pesawat tipe Boeing 777 dan A330-300, kami tidak terlalu melihat keistimewaan dari toiletnya selain amenities berkualitas tinggi dan kaca yang besar. Namun begitu masuk toilet di business class A350, kami cukup dikejutkan karena di dalamnya ada jendela. It’s very cool. Dari dalam toilet bisa lihat awan-awan terang dan langit biru di luarnya.
Dengan adanya jendela tersebut, maka toilet jadi lebih terang dan membuat toilet terlihat lebih besar dan bersih. (Note: kemungkinan toilet dengan jendela ini cuma ada di bagian depan business class cabin, karena toilet yang ada di bagian tengah tidak ada jendela tapi ada meja untuk ganti popok bayi).






