Posisi tidur: Apakah mencerminkan kepribadian/karakter kamu?

By May 18, 2012 June 25th, 2012 Miscellaneous

Sudah pernah dengar kan mengenai berbagai macam posisi tidur? Beberapa posisi tidur yang terkenal ada ‘the Foetus’, ‘the Starfish’, the Soldier’ dan the ‘Freefaller’. Kalau buat saya sih posisi paling nyaman adalah gaya foetus alias seperti bayi atau janin dalam perut. Konon katanya, orang yang tidurnya seperti posisi janin itu menandakan bahwa orang tersebut seringkali merasa ‘insecure’, terlihat tegar di luar namun di dalamnya ternyata ‘reckless’. Well….benar atau tidak….saya sebenarnya bukan mau membicarakan tentang posisi tidur saya.

Berbagai macam posisi tidur

Yang menarik yang akan saya bicarakan adalah the freefaller alias posisi tidur telungkup. Saat saya ikut tour ke China, jadwal sangat padat karena dalam 9 hari kita akan berkeliling mengunjungi 7 kota. Kebayang kan hampir tiap hari kita harus pindah kota? Demi memaksimalkan waktu, kadang kita baru pulang tengah malam dan besok subuhnya sudah harus berada di bis menuju kota lain. Oleh karena itu sang guide yang kebetulan sangat perhatian seringkali mengingatkan para peserta tour agar menjaga kesehatan. Salah satu ‘tips’ yang menarik darinya adalah bila kita kekurangan waktu tidur, maka untuk memaksimalkannya adalah dengan cara tidur telungkup. Menurutnya, tidur dengan posisi telungkup ‘khasiat’nya dua kali lipat lebih manjur daripada tidur terlentang. Jadi, bila tidur 4 jam dengan posisi tersebut, seakan-akan kita sudah tidur selama 8 jam. Percaya atau tidak, terserah Anda.

Yang jadi pertanyaan…nyamankah tidur dengan posisi telungkup seperti itu? Saya sudah seringkali mencoba, namun akhirnya terpaksa menyerah dalam waktu yang cukup singkat dengan muka megap-megap karena kurang oksigen. Ada beberapa pilihan posisi telungkup, yaitu kepala terbenam ke bawah, atau wajah menghadap ke samping kiri atau kanan. Posisi kepala terbenam ke bawah mungkin tidak akan bermasalah jika tempat tidur kita seperti tempat tidur di beberapa tempat massage atau spa yang memiliki lubang untuk meletakkan wajah. Dengan lubang tersebut, posisi tubuh akan tetap lurus namun hidung masih dapat dengan bebas menghirup udara. Sedangkan jika tidur telungkup dengan posisi wajah menghadap ke samping, masalahnya adalah leher akan cepat merasa lelah karena posisinya tidak ‘natural’.

Hmm…dengan segala permasalahan itu, dengan ajaibnya saya bertemu dengan orang yang selalu tidur dengan posisi telungkup. Saat saya ‘backpacking’ di Thailand, saya bertemu dengan seorang wanita asal Brazil dan kita sepakat untuk traveling bersama ke Laos dan Kamboja. Sebagai backpacker, tentu saja kita berprinsip untuk menekan budget, salah satunya adalah dengan sharing akomodasi. Nah…di kesempatan itu lah saya menyadari kalo dia selalu tidur dengan posisi telungkup. Dia bilang dia memang selalu tidur seperti itu, mungkin sejak bayi. Hah?? Kemudian saya tanya apakah dia percaya kalo tidur seperti itu lebih efektif daripada tidur posisi terlentang. Dia malah tertawa dan bilang kalo dia tidak pernah dengar alasan seperti itu. She’s just doing it by habit.

Memang posisi tidur setiap orang berbeda-beda dan masing-masing punya preference. Tapi salah seorang teman saya dari Australia berpendapat kalau tidur posisi telungkup itu kurang cocok untuk wanita. Saya tanya kenapa. Dia bilang akan sangat tidak nyaman karena wanita punya dua ‘bola’ di bagian depan yang pasti akan ‘tergencet’ bila tidur dengan posisi seperti itu. Hmmphhh……no comment deh.

Anyway, sedikit info mengenai arti dari posisi tidur tersebut :

Posisi tidur “The Starfish” :

Orang yang tidur dengan posisi seperti ini bisa dijadikan teman baik karena mereka adalah pendengar yang baik dan suka berbagi waktu untuk menolong orang lain. Dalam hal pekerjaan, mereka orang yang tepat untuk diajak kerja sama. Posisi tidur mereka menggambarkan bahwa mereka terbuka terhadap ide-ide baru dan menerima perubahan. Orang-orang dengan posisi tidur seperti ini tidak suka menjadi pusat perhatian. Mereka cukup senang dengan mendukung di belakang layar. (Koq kedengerannya sempurna banget ya?)

Posisi tidur “The Foetus” :

Menurut survey, 41% orang tidur dengan posisi seperti janin ini. Jumlah wanita yang tidur dengan posisi ini 2 kali lebih banyak daripada pria. Orang yang tidur dengan posisi ini terlihat keras namun memiliki hati yang lembut. Mereka cenderung malu saat pertama kali bertemu, tapi ketika mereka sudah merasa nyaman, mereka akan menunjukkan kehangatan mereka.

Posisi tidur “The Soldier” :

Mereka yang tidur dengan posisi seperti biasanya pendiam dan tertutup. Jika bukan merupakan hal yang benar-benar penting, mereka tidak mau ambil pusing untuk ribut-ribut tentang hal tersebut. Walaupun mereka tidak suka menonjolkan diri, namun mereka menetapkan standar yang tinggi bagi mereka dan orang lain serta berharap orang lain mematuhi instruksi dari mereka. (Hmm…seperti natur seorang tentara mungkin ya?)

Posisi tidur “The Freefaller” :

Menurut salah satu penelitian, posisi tidur seperti ini membantu fungsi pencernaan. (Wah.. koq bisa?) Wanita yang tidur dengan posisi seperti ini dikatakan suka bergaul dan cenderung blak-blakan. Namun mereka juga mudah tersinggung dan tidak suka dikritik. Mereka juga tidak memiliki reaksi yang baik dalam situasi-situasi yang ekstrim.

So, what’s your sleeping position? Ada pengalaman unik mengenai posisi tidur teman kamu?


Posisi Tidur "Starfish"Posisi Tidur "Foetus"

Posisi Tidur "Soldier"Posisi Tidur "Freefaller"

Join the discussion 8 Comments

  • @timothywp says:

    Haha … pernah coba posisi telungkup, sebenarnya secara ga sengaja (namanya juga lagi tidur), alhasil jadi ga bisa napas dan berusaha keras untuk ngangkat kepala biar bisa napas (no energy to lift my head! lol :D).

    Anyway, love the puppy that doing the soldier position! 😛

    • Susan says:

      Betul…makanya lumayan takjub liat yg posisi tidurnya telungkup sepanjang malam….kayanya punya persediaan oksigen di kasurnya :p *thanks…#pic*

    • siti mu'afah says:

      kalau posisi tidur saya sering telungkup dengan posisi kepala ke sebelah kanan,tapi saya merasa nyaman karena rasa cape,lelah,dan lain2 terasa hilang setelah selesai tidur,serta tidurpun terasa tenang dan nyaman.meskipun sering begadang dan tidur hanya 4 jam pun terasa sudah cukup dan gak gampang ngantuk
      tapi entahlah buat yang lain bagaimana
      karena setiap orang mempunya kebiasaa dan kenyamanan dengan posisi tidur.y masing2 🙂

  • Dina says:

    Gue variasinya foetus, spooning! foetus for two!
    (Spooning guling juga enak)
    (atau lebih enak…? hmmmm)

    • Susan says:

      Yap….spooning guling enak, sayangnya bentar lagi harus say ‘good-bye’ sama guling karena ada yg jealous sama guling 🙁 #upps *ehh…malah curcol*

  • Huahahahah! Kenapa harus digambarkan dengan kucing mba susan kenapa gak pake poto mba susan..hahahah..

    Saya bingung yang mana..kadang kalo tidur tergantung intensitas nyamuk juga sih,, semakin banyak, semakin liar tidurnya.. LOL

  • unang sunarya says:

    bagus tips nya

    eh tapi kalo posisinya miring namanya apa ya?
    koq ga dibahas

    • Susan says:

      Hehe….kalo ga salah log (batang kayu). Tp kebanyakan kalo miring, ujungnya narik kaki ke atas, jadinya posisi foetus 😉 nanti kalo udah dpt info lebih detail saya update lagi ya. Thanks 🙂

Leave a Reply