
Sebenarnya kami ke Korea Selatan tahun 2014, tapi sampai sekarang belum sempat banyak menuliskan artikel tentang Korea Selatan. Karena sepertinya Korea Selatan merupakan salah satu destinasi wisata yang sedang booming, kami mau bagikan itinerary kami sewaktu jalan-jalan ke Korsel waktu itu.
FYI aja, kami waktu itu first-timer, jadi itinerary ini sepertinya recommended untuk first-timer juga, bukan untuk yang sudah beberapa kali ke sana. Total waktunya 9 hari 8 malam, dihabiskan dari utara ke selatan dengan waktu masing-masing 2 malam di 4 kota berbeda.
Penasaran dengan itinerary Korea Selatan yang kami jalankan? Silakan disimak berikut ini:
Hari ke-1: Tiba di Seoul
Kami tidak ceritakan detail pakai penerbangan apa karena waktu itu berangkatnya dari Sydney, transit dulu di Taiwan sebelum mendarat di Seoul. Dari bandara kami naik kereta sampai ke tengah kota untuk check-in di hostel kami yang bernama Kimchee Seoul Station Guesthouse (Korstay) – Cek Harga di Agoda., tidak jauh dari Myeongdong. Tidak perlu mahal-mahal naik taksi karena transport umum di Korsel sudah sangat terpadu. Tiba di hostel sudah sore, istirahat sebentar sebelum jalan-jalan ke area pasar malam.
Sebelum tiba di Korsel kami sudah semangat bertekad akan mengunjungi dog cafe dan cat cafe. Di sana ada banyak cafe binatang yang bisa dikunjungi. Tadinya mau mampir ke cat cafe di Myeongdong, tapi karena tidak ketemu dan malahan ketemu dog cafe duluan jadinya mampir ke dog cafe. Lokasinya di ruko lantai 4, kecil tapi seru karena banyak jenis anjing yang jarang dilihat. Review dog cafe selengkapnya bisa dibaca di sini.
Hari ke-2: Seoul
Hari ini kami punya waktu seharian penuh untuk ngubek-ngubek Seoul. Dari pengalaman kami, Seoul sangat mudah untuk dieksplor. Distrik-distriknya terkoneksi dengan baik oleh metro system, namun selain itu kotanya juga sangat ramah untuk pejalan kaki dengan trotoarnya yang bersih dan lebar.
Hari ke -3: Seoul – Sokcho
Hari terakhir di Seoul ini kami sempat jalan-jalan setengah hari sebelum sorenya naik bis menuju Sokcho. Pagi-pagi kami jalan-jalan ke Hongdae district yang katanya distrik yang trendy. Banyak cafe-cafe hip dan ada jalanan yang terkenal dengan mural-nya. Makan siang ga sengaja nemu tempat yang keliatannya worth to wait karena antriannya lumayan panjang. Namanya “Mura“, resto kecil yang menyajikan makanan Jepang (haha…salah negara ya?!). Tapi enak sih, pantesan orang-orang pada rela antri panjang di depannya. Alamatnya: 411-15 Seogyo-dong, Mapo-gu, Seoul. 

Hari ke-4: Mount Seorak (Ulsanbawi Rock)
Taman Nasional Seoraksan sangat luas. Ada banyak tempat yang bisa dikunjungi dan ada banyak trekking routes yang bisa dijalani. Kami memilih untuk jalan kaki ke salah satu puncak Seoraksan yang bernama Ulsanbawi. ‘Cuma’ 4 km sih, tapi tahap akhir sebelum mencapai puncak adalah berupa 800 lebih anak tangga yang lumayan curam. Kami bersama ibu-ibu lain yang juga ngos-ngosan mesti berhenti untuk tarik napas tiap berhasil mencapai 1 set anak tangga. Sampai puncak….eh ada warung kecil yang jual minuman. Haha…pintar banget liat kesempatan bisnis.
Hari ke-5: Sokcho – Gyeongju
Hari dipakai untuk berpindah dari Sokcho ke Gyeongju naik bis. Sampai Gyeongju sudah sore dan dipakai untuk jalan-jalan santai saja. Gyeongju adalah kota dengan atmosfer santai. Kami menginap tidak jauh dari Tumuli Park, itu loh taman yang ada banyak gundukan tanah berumput hijau yang rupanya merupakan komplek kuburan kerajaan.
Hari ke-6: Gyeongju
Kami mengunjungi 2 tempat yang paling terkenal di Gyeongju menggunakan bis umum. Lumayan gampang karena di brosur panduan gratis sudah tertera bis-bis nomor berapa saja yang lewat sana. Yang pertama adalah Bulguksa Temple yang merupakan sebuah kuil kono yang awalnya dibangun sekitar tahun 500 pada masa Kerajaan Silla. Sempat mengalami banyak renovasi, dibakar habis pada masa invasi Jepang dan dijadikan target perampokan sesudahnya. Bangunan yang ada sekarang adalah hasil renovasi besar-besaran di tahun 1970an.
Pengunjung masuk ke bangunan kotak itu kemudian di dalamnya ada kaca yang mengarah ke patung Buddha terbuat dari batu berukuran besar yang lumayan agak jauh. Pengunjung tidak boleh foto dan tidak boleh berlama-lama di depan kaca tersebut. Kami agak kecewa sih, karena ternyata efek ‘gua’-nya tidak terasa sama sekali. Kami pikir kami akan masuk gua alami yang di dalamnya ada patung raksasa. Nyatanya kami serasa masuk gedung dan tidak terasa megah patungnya karena posisinya cukup jauh dari batas pengunjung.
Hari ke-7: Gyeongju – Busan
Hari ini dipakai untuk perjalanan dari Gyeongju ke Busan menggunakan bis. Begitu sampai Busan masih ada waktu untuk jalan-jalan ke Gwangbokro — disebut ‘cultural & fashion street’, ada banyak patung pahatan berbahan bronze di berbagai sudutnya.
Selain itu juga kami jalan-jalan ke pelataran Busan Tower, ga naik ke atas sih, cuma lihat pemandangan dari sana dasarnya aja sudah cukup bagus koq. Di sana ada banyak ‘love lock’ di pagar-pagarnya. Malamnya mampir ke Busan Lotte Mart yang di dalamnya ada pertunjukan Water Fountain di waktu-waktu tertentu dan jalan-jalan di sekitar sana.
Hari ke-8: Busan
Punya waktu sehari penuh di Busan, kami jalan-jalan ke Gamcheon Culture Village. Menarik karena awalnya Gamcheon ini hanyalah desa nelayan yang kumuh, namun sengaja dipercantik untuk menarik wisatawan. Hasilnya desa ini bertransformasi jadi desa yang berwarna-warni, kalau dilihat dari atas jadi mirip Cinque Terre di Italia bahkan ada yang bilang Gamcheon ini adalah Santorini-nya Asia (beneran loh ada lukisan Blue Church ala Santorini di salah satu muralnya).
Hari ke-9: Busan – Jakarta
Hari terakhir tidak ada waktu untuk ke sana kemari. Langsung menuju bandara dan pulang ke Indonesia lewat Kuala Lumpur. 









Yahhh kak susan baru update itinnya… hiks aku kemaren 9 hari pengin mampir ke sokcho tapi kendala waktu. Cuma main ke Busan dan seoul aja. Hiks next time mo coba itin ini… menarik banget lihat Tumuli Park. 🙂
hehe..sebenernya polos aja sih. cuma gundukan2 ijo gede. tapi menarik karena ternyata itu kuburan 🙂
Saya berencana untuk berdua bulan Des 2018 nanti. Saya sedang bingung antara Korea atau Jepang. Saya belum pernah pegi ke 2 negara tersebut. Apakah bisa memberikan saya saran negara mana yang harus saya kunjungi? Terima kasih
maaf…ga bisa kasih saran karena tiap orang punya preferensi masing-masing. Tapi kami jarang dengar orang yang tidak suka Jepang.