Terbang ke Vietnam pakai Vietnam Airlines

By May 13, 2017May 15th, 2017Vietnam
Terbang Ke Vietnam Pakai Vietnam Airlines

Vietnam merupakan salah satu destinasi favorit di Asia Tenggara buat para turis Indonesia karena biaya di sana murah, baik dari segi makanan, akomodasi dan transportasi. Rute penerbangan direct dari Jakarta ke Vietnam dilayani oleh Vietnam Airlines, cuma ada 1 flight per hari dan terbangnya ke Ho Chi Minh City (Saigon). Jadi kalau mau ke Hanoi harus transit dulu di Saigon, tapi ga usah khawatir karena ada banyak banget koneksi antara Saigon & Hanoi, hampir tiap 30 menit ada flight.

Kemarin ini kami terbang ke Hanoi dan pulang kembali ke Jakarta menggunakan Vietnam Airlines dalam rangka media trip yang diadakan oleh VNAT (Vietnam National Administration of Tourism) bekerja sama dengan Vietravel dan Vietnam Airlines, untuk mengunjungi beberapa lokasi syuting film Kong: Skull Island di Vietnam. Simak review kami berdasarkan pengalaman terbang 4 kali pakai Vietnam Airlines.

Rute penerbangan, tipe pesawat & lama penerbangan

Jakarta – Saigon (VN 630) — Airbus 321 — 3 jam 20 menit

Saigon – Hanoi (VN 276) — Airbus 330 — 2 jam 10 menit

Hanoi – Saigon (VN 209) — Airbus 332 — 2 jam 10 menit

Saigon – Jakarta (VN 631) — Airbus 321 — 3 jam 10 menitKonfigurasi 3 3 Di Vietnam Airlines

Konfigurasi Tempat Duduk

Untuk Airbus 321 dan Airbus 332 tempat duduknya memiliki konfigurasi 3-3 dan tidak terlalu sempit jarak antar barisan kursinya. Sedangkan untuk Airbus 330 konfigurasinya 2-4-2 dan di bagian belakang pesawat ada yang 2-3-2. Untuk rute Saigon-Hanoi sebetulnya pesawatnya tidak selalu A330, bahkan lebih banyak yang menggunakan pesawat dengan konfigurasi tempat duduk 3-3. Namun katanya di jam-jam sibuk di mana penumpangnya banyak, kadang mereka menggunakan pesawat yang lebih besar agar bisa terangkut semua.Dalam pesawat A321/A332 tidak ada layar monitor di masing-masing kursi sehingga entertainment hanya bisa dinikmati melalui beberapa layar monitor yang terbuka turun dari atap di beberapa titik. Earphone disediakan di masing-masing kursi. Sedangkan untuk A330 masing-masing kursi ada layar monitor di depannya, namun untuk acara hiburan yang ditayangkan tidak bisa dipilih sendiri melainkan sudah diatur dari pusat.

Boarding & Landing

Waktu berangkat dari Jakarta ke Saigon kemarin itu kami mengalami delay yang awalnya 45 menit menjadi lebih dari 1 jam. Hal tersebut membuat kami deg-degan karena kami cuma punya waktu 2 jam untuk menyambung flight kami ke Hanoi dan saat di bandara Saigon nanti kami harus clear custom, ambil bagasi, pindah terminal ke domestik dan check-in ulang.

Namun rupanya begitu tiba di bandara Saigon, staff dari Vietnam Airlines sudah sigap menunggu para penumpang yang baru tiba dari Jakarta dan punya connecting flight ke Hanoi. Mereka memberikan stiker bertuliskan ‘transfer’ untuk ditempelkan di baju para penumpang. Setelah clear custom dan ambil bagasi, di pintu depan terminal kedatangan internasional sudah menunggu pula para staff Vietnam Airlines untuk memberitahukan kepada para calon penumpang bahwa flight kami diganti ke penerbangan berikutnya.

Wajar sih, karena waktu itu kami pikir tidak mungkin bisa mengejar flight jam 19.30. Untungnya flight Saigon-Hanoi lumayan banyak frekuensinya sehingga kami cuma harus menunggu 30 menit lebih lama untuk bisa terbang ke Hanoi. Proses check-in ke flight berikutnya pun sangat lancar karena para staff di check-in counter sudah tahu situasi yang kami alami — flight sebelumnya delayed sehingga flight harus digeser.Saat kembali dari Hanoi ke Saigon pun lagi-lagi connecting time sangat mepet yakni cuma sekitar 1 jam 45 menit. Untungnya lagi, begitu tiba di bandara Saigon, sudah ada staff dari Vietnam Airlines yang menunggu dan mengumpulkan para penumpang yang akan terbang ke Jakarta. Setelah semua terkumpul, seorang staff mengantar kami pindah dari terminal domestik ke terminal internasional sampai ke depan gerbang keberangkatan.

Meskipun masih deg-degan karena antrian pemeriksaan paspor dan screening barang bawaan sangat panjang, setidaknya bagasi kami sudah ditransfer secara otomatis oleh pihak Vietnam Airlines sehingga tidak usah ambil bagasi sendiri dan check-in lagi. Akhirnya kami semua bisa boarding tepat waktu dan bagasi kami pun tiba dengan selamat (tanpa pake nyasar) di Jakarta.

So far dari pengalaman tersebut menurut kami proses boarding dan landing serta transfer dari Vietnam Airlines sangat baik. At least tidak ada peristiwa penumpang terlantar gara-gara pesawatnya delay atau tidak cukup waktu saat transit karena antrian yang panjang.Landing Vietnam Airlines

Makanan

Dari pengalaman terbang 4 kali menggunakan Vietnam Airlines kemarin, bisa dipastikan penumpang tidk akan kelaparan karena selalu disediakan refreshment dan meal. Makanan untuk lunch dan dinner disajikan dalam bentuk full meal, yakni ada makanan pembuka, main dish, dessert, roti, butter dan masih ditambah lagi free flow minuman mulai dari teh, kopi, jus, air putih sampai bir dan wine.

Rasanya tasty dan kualitas daging yang disajikan juga tidak mengecewakan. We enjoyed the food!Makanan Di Vietnam Airlines

Bagasi

Setiap penerbangan menggunakan Vietnam Airlines sudah termasuk free baggage allowance sebanyak 30 kg. Lumayan banget kan! Selain itu kami sempat melihat cara mereka handling bagasi untuk penyimpanan di dalam pesawat dengan menggunakan container tertutup. Jadi tidak perlu khawatir kehujanan, tercecer ataupun terbanting berkali-kali saat loading/unloading.

Lain-lain

Hal lain yang sempat kami perhatikan dalam penerbangan Vietnam Airlines adalah tersedianya selimut untuk digunakan oleh para penumpang. Jadi kalau misalnya siap tidur atau tidak tahan dinginnya AC, tinggal minta saja ke flight attendant.

Satu hal lagi yang kami suka, seragam flight attendant-nya keceh! Untuk flight attendant cewek mereka menggunakan baju tradisional Vietnam berupa semacam dress panjang sampai menutupi kaki, dan di dalamnya pakai celana panjang lagi. Dari pinggang ada belahan di dressnya hingga ke bawah, jadi saat jalan terlihat celana panjangnya. Suka karena khas banget dengan image Vietnam 🙂

Jadi, untuk liburan berikutnya sudah siap terbang pake Vietnam Airlines dong? 😉

Join the discussion 9 Comments

  • Tama says:

    Mba saya agak ga mudeng maksudnya 330 dan 332.
    330 itu kan A330-200/300 dan 332 maksudnya A330-200. Bukannya semua A330 itu selalu berkonfigurasi 2-4-2 dan 330 termasuk ke widebody aircraft?

    • Susan Natalia Poskitt says:

      iya betul. Maksudnya di rute saigon-hanoi ga selalu pakai A330, kadang pakai A332 yang konfigurasinya 3-3 (bukan 2-4-2 seperti A330). maaf mungkin kalimatnya membingungkan ya 😉

      • Tama says:

        Walah enak ya mba A330 nya 3-3 berarti luas bgt. Bahkan sekarang SGN HAN itu dia pakai 787 Dreamliner dan A350 loh. Vietnam Airlines keren 😀

  • cahyo says:

    halo mba susan, saya rencana juga mau jalan dr jakarta hanoi pake vietnam air dan transit di saigon/ho chi min. apakah waktu kita transit di saigon kita ambil bagasi dan customs clearance dulu? atau bagasi otomatis ditransfer dr flight jkt-saigon ke flight saigon hanoi? apakah waktunya nyampe buat clearance bagasi di customs?
    terimakasih

    • Susan Natalia Poskitt says:

      waktu itu sih harus ngambil bagasi dulu dan pindah terminal. Telat connecting flightnya sih, tapi udah langsung dilempar ke flight berikutnya karena mereka banyak banget flight dari Hanoi ke Saigon dan sebaliknnya. Jadi harusnya aman kalo memang masih 1 kode booking.

  • trisna says:

    mbak, aku punya penerbangan dari KL-HCM spare 2jam HCM-Hanoi beda pesawat dan kode booking, apakah itu memungkinkan?
    jarak dari kedatangan internasional (KL-HCM) terminal 2 ke terminal 1 keberangkatan domestik (HCM-Hanoi) apakah jauh?
    terima kasih

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Seinget saya ga jauh sih, cuma jalan kaki aja pindahnya. Tapi tergantung seberapa keluar bagasinya juga. kalo jalan kaki pindah terminalnya sih paling cuma 5-10 menit aja.

Leave a Reply