Tips dan Trik Mendapatkan Visa Turis USA

Berhasil mendapatkan Visa US

Beberapa hari yang lalu saya baru saja mendapatkan visa US. Prosesnya menurut saya sangat mudah dibandingkan Schengen Visa. Tapi ya deg-degannya sama saja, bahkan lebih deg-degan karena ada proses wawancara di US Embassy Jakarta yang notabene keamanannya sangat ketat. Prosedur apply visa USA sebenarnya sudah sangat jelas tertulis di website www.ustraveldocs.com/id, namun pada saat pelaksanaan memang banyak hal yang bikin saya harus tanya sana sini untuk memastikan saya sudah mengikuti prosedur yang benar. 

Untuk Cara Apply Visa US yang detail, akan saya tuliskan postingannya nanti. Namun sementara saya bagikan dulu tips & trik dari teman blogger Vika Octavia yang juga sudah berhasil mendapatkan visa US. Berikut ini adalah guestposting dari pemilik blog Jus SemangkaTips & Trik Apply Visa US


Sejak mendapatkan Visa USA tahun lalu, hampir setiap hari saya menerima email dari pembaca blog saya. Buat Pergidulu.com, saya mau berbagi beberapa tips. Penting nih, buat mereka yang mau ke Amerika tapi bukan dalam rangka tugas atau sekolah. Dari dulu saya memang mimpi pengen ke Amerika, tapi melihat kondisi yang sekarang, sepertinya sementara ini memang cuma mimpi. Kenapa?

Pertama, karena gak punya tabungan yang cukup yang karus diinformasikan pada saat wawancara, kedua (konon) perempuan single (mandiri) yang gak punya tanggungan seperti saya, sangat dikhawatirkan tidak mau pulang dan kemudian bekerja disana. Ketiga, isi stempel paspor saya cuma Asia Tenggara doang, plus Hongkong –Macau dan Saudi Arabia (buat umroh). Konon lagii.. (konon semua yaa…), negara-negara tetangga cenderung “gak dianggap” untuk membuktikan kita mampu menjadi wisatawan di Amerika. Belum lagi, saya menggunakan jilbab, yang mitosnya sering “diselidiki” lebih akurat. Pengalaman di depan mata, adalah teman saya yang berkali kali ditolak, meski akhirnya disetujui di kali ketiga aplikasi.

Tips & Trik berikut mungkin bisa sedikit membantu kamu Mendapatkan Visa Turis US:

  1. Isi form D160 sejelas-jelasnya (soal ini silakan googling sendiri). Jika ragu, di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, banyak studio foto yang bisa membantu. Tapi mereka total hanya membantu mengisi form agar tidak salah.
  2. Siapkan segala dokumen yang bisa menegaskan alasan kita pasti kembali. Saya menyiapkan rekomendasi kantor yang dengan jelas menyebutkan bahwa saya masih terikat pekerjaan dan benar-benar akan kembali. Lebih baik jika pada surat tersebut, gaji kamu ikut dicantumkan.
  3. Bukti rekening tabungan. Beberapa hasil googling menyebutkan kita harus punya minimal Rp 70 juta untuk satu kali perjalanan. Tapi itu sangat relatif, bahkan banyak yang tidak dicek.
  4. Surat sponsor jika ada (optional). Jika ada saudara/keluarga/teman yang mensponsori apalagi ia juga imigran, copy paspor lebih dipercaya dibanding KTP-nya orang sana. Kenapa? Karena imigran gelap disana banyak yang menggunakan ID palsu. Namun sekali lagi semua itu bukan jaminan kita pasti lolos loh!
  5. Dokumen-dokumen lain yang disarankan oleh banyak orang seperti Ijazah, Bukti Pajak, NPWP sampe surat rumah juga saya bawa untuk jaga-jaga.
  6. Ambil antrian yang paling pagi, saat mood konselor masih bagus dan peluang diterima lebih besar, karena yang wawancara masih sedikit;
  7. Siapkan jawaban dari rumah untuk pertanyaa standar seperti: pergi sama siapa, kerja dimana, mau ngapain aja, dll.
  8. Sampai anjuran di salah satu blog untuk menggunakan baju warna cerah pun saya ikuti!

Nah, pesen saya buat yang pengen coba-coba apply, dicoba aja. Gak ada salahnya kok! Gak usah terlalu khawatir dengan penyebab kegagalan orang lain. Beberapa di antaranya malah cuma mitos. Pastikan saja semua dokumen lengkap dan disampaikan dengan jujur. Good luck!

 

Join the discussion 22 Comments

  • Utie says:

    Hi Mba Vika dan juga Pergidulu 😀

    Saya pengen banget ke USA karena saya penggemar entertainment hollywood, musik, novel, pokoknya yg asalnya dari sana deh #keliatanUSAoriented :p momok terberat untuk applicant adalah soal rekening tabungan, saya agak khawatir sebenarnya tapi yang penting dokumen dilengkapi sesuai syaratnya yaa

    Terima kasih atas share-nya, jadi semangat siapin mental u/ apply visa!

  • Tommy says:

    Mbak, mo nanya dong, saya abis wawancara di US Consulat di Surabaya, tapi kok ga dikasih kertas apa2 ya? Rata2 semua yg wawancara cuma dibilang Visa disetujui, tanpa dikasih kertas putih. Apa sisdurnya udah berubah ya?

    • Susan Natalia Poskitt says:

      waduh kurang tau kalo gitu ya. Apa mungkin prosedurnya beda kantor beda lagi. Waktu abis wawancara dibilangnya apa? Kan dibilangin dong suruh balik lagi tanggal berapa buat ngambil paspor?

      • Tommy says:

        Waktu abis wawancara ada yg dibilangin “visa disetujui”, ada jg yg dibilangin “bila disetujui”

        Ga dikasih kertas putih, hijau, pink atau apa2. Paspor jg ga dibalikin langsung (kalaupun ditolak).. Jadi skrg lg harap2 cemas deh.. Padahal prosedur di website US Embassy masih dijelaskan soal kertas warna warni itu..

  • Daniella says:

    Hi, mba Susan. baru ketemu blog mba. Aku juga rencananya pengen apply visa us tahun depan.
    Mau minta saran mba. Kalau di buku tabungan ada mutasi biaya ganti 2 buku apa akan menjadi pertanyaan ya?

    Thanks mba.

    • Susan Natalia Poskitt says:

      harusnya ga masalah dan kalaupun ditanya kalau memang ada jawabannya dan tidak ada yang melanggar aturan harusnya sih ga perlu khawatir. Good luck!

  • Inka says:

    Foto pasport mba berhijab ga ?

  • Daniella says:

    Mba, aku kan pegawai swasta. Kalau mutasi rekening lebih banyak debit (dana keluar) dibandingkan kredit (dana masuk) apa akan jadi masalah ya? dan untuk pergi 10 hari sebaiknya persiapkan dana seberapa banyak ya?

    Saya rencananya mau coba apply visa turis di Maret/April taun depan cuma berhubung ada isu jika presiden US telah resmi berganti, kira-kira apa akan lebih dipersulit ya?

    Sebenarnya saya lebih prefer solo traveling ke sana dibandingkan ikut tur. Apakah ada tips dari mba karena saya cewe dan katanya kalo cewe solo traveling ksana akan dicurigai. Benarkah begitu?

  • Althea says:

    Halo Mba Vika & Mba Susan,

    sya berencana mau apply visa US nih bulan depan. boleh tau gak mba vika kira2 minimal saldo rekening koran nya berapa dan di cek gak ? kebetulan saya jg belum ada NPWP karena kerjaan nya lebih bantu ke bisnis keluarga… apakah itu di cek juga?
    terima kasih sebelumnya 🙂

    • Vika says:

      Tidak ada patokan sih sepertinya. Saya memang sempat menyiapkan, tapi malah tidak dicek sama sekali. Mungkin ada baiknya sih diatas 50 juta. Mungkin yaa… Bisa juga kurang..heheheh..

  • Vika says:

    Tidak ada patokan sih sepertinya. Saya memang sempat menyiapkan, tapi malah tidak dicek sama sekali. Mungkin ada baiknya sih diatas 50 juta. Mungkin yaa… Bisa juga kurang..heheheh..

  • Melinda says:

    Mba alum Ada rencana ke USA bulan juni bersama pacar saya, kebetulan pacar saya orang sana. Saya Ada sponsor dan semua kebutuhan saya di tanggung sama pacar saya, apakah saya tetap diharuskan mencantumkan rekening saya.? thanks

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Kalau saya sih lebih baik ngasih requirement lebih daripada kurang. Jadi, ga ada salahnya cantumin rek sendiri 🙂

  • Uli says:

    Mba saya ada planning mau apply.. Tentang surat dari kantor itu statement nya gimana ya? Trus kedutaan bakal nelpon ke kantor gitu? Trus kira2 ada standar harus gaji berapa gitu yg make sense mereka? Thx mba

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Statement yang menyatakan bahwa kamu kerja di sana dan dikasih cuti selama xxx hari untuk ke Amerika dan akan kembali lagi ke Indonesia setelahnya. Kadang mereka telepon untuk ngecek kebenarannya. Tidak ada standar gaji. Biasanya dilihat dari tabungan, kira2 cukup ga untuk menutupi biaya selama di sana (jangan terlalu pas-pasan).

      • Uli says:

        Oh gitu mba.. Trus kalo kita ada kenalan di US dan mereka mau kirim invitation letter itu disertain juga ga atau mending ga usah? Trus mending sertain bookingan hotel atau kasih tau kita stay ditempat kolega disana? Lebih baik yang mana mba? Thx

        • Susan Natalia Poskitt says:

          Invitation letter masukin kalau memang nginapnya bakal di sana.
          Kalau udah ada invitation letter ga usah booking hotel lagi, nanti malah curiga. Pokoknya kuncinya jujur aja.
          Jangan mikir ‘cara mana yang paling diterima’ karena kalo ketauan ga jujur malah kemungkinan besar ditolak.

Leave a Reply