
Belakangan ini tempat wisata yang populer biasanya harus memenuhi syarat sebagai ‘instagrammable places’. Seiring dengan digandrunginya tempat-tempat yang cakep untuk difoto, hal ini membuka peluang bagi pihak-pihak yang kreatif untuk menciptakan tempat seperti itu. Wabah ‘photoable spot’ ini rupanya meyebar juga di Jogja, khususnya di area Dlingo, Bantul. Di sana ada banyak bukit dan lembah yang kalau dipermak sedikit akan mudah aksesnya bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam sambil berfoto.
Dalam kunjungan kami ke Yogyakarta bulan Agustus 2017 lalu, kami pun penasaran dengan spot-spot wisata alam (plus selfie spot) yang lagi hits tersebut. Awalnya kami terlalu ambisius pengin mampir ke hampir semua spot yang ada, karena ternyata di daerah Dlingo tersebut ada banyak spot yang cukup berdekatan. Namun karena pengaruh cahaya matahari yang cuma bagus untuk foto kalau belum terlalu tinggi, akhirnya kami cuma berhasil mengunjungi 3 spot dalam 1 pagi. Berikut ini kami bagikan infonya berikut cara menuju ke masing-masing spot.
Bukit Panguk Kediwung
Kalau dilihat di peta, Bukit Panguk Kediwung ini spot paling ujung yang ada di area lembah Dlingo ini. Rencananya kami sengaja ke spot paling ujung dulu, kemudian baliknya nanti mampir satu-satu ke tempat lain. Tapi menurut kami, agak mirip viewnya, jadinya kami skip saja. Masuk area parkir Bukit Panguk Kediwung, motor akan ditagih Rp2.000 dan tiket masuk Rp2.500/orang. Dari sana jalan sedikit sudah sampai ke bibir tebing yang punya pemandangan cukup luas.
Untuk berfoto di platform, bayar lagi Rp3.000/spot/orang dan dikasih waktu 3 menit. Ya maksudnya sih supaya giliran sama yang lain. Tapi kalau tidak sedang ramai sih kayaknya ga terlalu strict. Di pinggiran platform ada ibu-ibu yang mengawasi dan menagih uang foto, bagus juga sih, biar ga berantem rebutan spot. Katanya sih kalau weekend bisa panjang antriannya. Untungnya waktu kemarin kami di sana cuma ada 1-2 orang yang mau foto, jadinya lumayan santai foto-fotonya.
Bukit Mojo Gumelem
Dari Bukit Panguk Kediwung, kami geser sedikit ke Bukit Mojo Gumelem. Dilihat dari peta ada jalan pintas dari spot Bukit Panguk Kediwung ke Bukit Mojo Gumelem, tapi kata warga lokal jalanannya jelek, jadi lebih baik balik lagi lewat jalanan utama kemudian belok kiri ke jalanan kecil (ada papan petunjuknya).


Puncak Becici (Becici Peak)
Karena lokasinya masih di area yang sama, kami pikir view dari beberapa spot di Dlingo agak mirip. Oleh karena itu kami langsung saja pindah ke daerah hutan pinus Asri. Dalam perjalanan ke Puncak Becici rupanya di sepanjang jalan ada banyak area hutan pinus yang semuanya menawarkan wisata foto-foto. Bahkan kami dipanggil-panggil supaya berhenti dan parkir di salah satu spot hutan pinus. Tapi kami sudah membulatkan tekad mau ke area hutan pinus yang paling atas.

Kalau sudah dari area Dlingo mau ke Puncak Becici, tinggal balik ke Perempatan Kebun Buah Mangunan kemudian masuk Jalan Hutan Pinus Nganjir melewati area hutan pinus hingga ketemu pintu masuk Puncak Becici di sebelah kiri.

