8 Kuliner Khas Pontianak yang Menarik untuk Dicoba

By September 22, 2017 February 24th, 2018 Indonesia

“Dalam rangka apa ke Pontianak?” Selama 4 hari keliling-keliling naik ojek online, selalu ditanya seperti itu. Jawabannya simple aja “Mau wisata kuliner di Pontianak!” Hehe….memang image ‘makanannya enak-enak’ itu sangat melekat di kota Pontianak. Banyak makanan non-halal di Pontianak, tapi banyak juga makanan halal yang tidak kalah enaknya di Pontianak.

Penasaran bisa makan apa kami selama 4 hari di Pontianak? Yuk simak laporan kuliner berikut ini:

1. Chaikue

Chaikue SiantanChai kue (atau sering juga disebut choipan) memang jadi salah satu makanan yang paling khas di Pontianak. Chai Kue sendiri dibuat dari adonan tepung beras (dicampur sedikit tepung tapioka) tipis yang dalamnya diisi dengan berbagai macam sayuran. Ada 2 jenis penyajian chaikue, yaitu digoreng atau dikukus. Karena ini memang makanan khas Pontianak, ada banyak penjual Chaikue di seluruh kota Pontianak. Kami sempat menanyakan lewat twitter, chaikue manakah di Pontianak yang jadi favorit.

Dari hasil riset dan tanya-tanya, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba Chaikue Parwasal (disebut juga Chaikue Tian Melly / Chaikue Siantan) yang lokasinya agak jauh di Siantan. Sekalian nyoba naik ferry nyebrang Sungai Kapuas, pagi-pagi kami menuju Gg. Parwasal di area Siantan di seberang sungai. Tempatnya memang kelihatan banget bernuansa lawas. Rumah model tua dengan halaman depan di atas selokan yang dipermak jadi area makan. Mereka jualnya chaikue kukus dengan 5 pilihan isian: bengkoang, kacang, kucai, rebung, talas ungu. Semuanya enak karena terasa sangat fresh. Tapi kayaknya favoritnya bengkoang dan rebung karena teksturnya lebih renyah.

Harga: Rp1.500/biji.
Lokasi: Gg. Parwasal, Jalan Khatulistiwa, Siantan.


2. Bakmi Pemangkat (non-halal)

Bakmi PemangkatHaha…ini makanan pertama yang saya makan di Pontianak. Waktu itu Adam belum datang, jadi saya pilih makanan yang tidak terlalu aneh biar Adam ga ngerasa “eh koq gw ga diajak makan ini?” Ternyata….enak banget!!! Jenis makanannya sih biasa aja, bakmi kering (yamien) dengan berbagai topping dam kuah bening. Di Bandung juga banyak toh yamien? Tapi di sini mie-nya kecil-kecil (my favorite!!) dan lebih renyah teksturnya. Rasanya gurih asin dan yang paling saya suka, toppingnya ada banyak macam.

Kalau di Bandung kan biasanya toppingnya standar, daging cincang atau daging ayam suwir. Bakmi Pemangkat ini pake topping babi merah (chasiu), udang, babi cincang, baso ikan, kulit babi, pangsit rebus, toge, baso ikan goreng. Kuahnya ga terlalu tawar, kerasa banget seledrinya. Ada potongan garlic dan kacang tanah.

Harga: Rp20.000
Lokasi: Jalan Siam

3. Kwecap Veteran (non-halal)

Kwecap VeteranIni juga jadi salah satu yang kami cari karena jarang ditemukan di luar Pontianak. Kwecap ini disajikan dalam 2 mangkuk. Satu mangkuk berisi kwecap (agak mirip kwetiaw tapi lebih lebar dan bergulung) dengan sedikit kuah kental dan taburan bawang putih goreng di atasnya.

Satu mangkuk lagi sup bening yang isinya campur-campur, ada kembang tahu, baso daging cincang kecil, tahu goreng, kacang tanah, paria, daging kering, kulit babi, telur puyuh, pork ribs (tanpa tulang) dan irisan daging rebus plus taburan bawang putih kering.

Kami sengaja tidak pakai jeroan, tapi kalau mau komplit pakai jeroan bisa pakai hati. Cara makannya: kuah sup dicampurkan ke mangkuk kwecap jadi tidak seperti makan sup daging karena ada kwecapnya. Rasanya gurih banget dari kuah kaldunya.

Harga: Rp40.000
Lokasi: Jalan Veteran

4. Bakmi kepiting Oukie (non-halal)

Bakmi Kepiting OukieWaktu tanya makanan apa saja yang recommended di Pontianak, banyak yang menyarankan untuk coba Bakmi Kepiting. Rupanya ada beberapa yang jual bakmi kepiting di Pontianak. Setelah riset sana-sinim kami memutuskan untuk mencoba Bakmi Kepiting Oukie.

Bakmi Kepiting Oukie ini lokasinya bukan di pusat kota seperti Jalan Gajah Mada, tapi sepertinya paling populer untuk urusan bakmi kepiting. Waktu kami di sana kami lihat banyak banget pengunjung yang sepertinya sudah jadi langganan tetap.

Seperti judulnya, bakmi kepiting ini adalah bakmi yang toppingnya pake daging kepiting. Tapi daging kepitingnya dikit banget sih, cuma secuil. Mungkin karena kepiting mahal ya. Tapi selain suwiran daging kepiting masih banyak isi toppingnya: Baso ikan kecil 4 butir, telur, baso ikan kotak-kotak tipis, baso kepiting, pangsit goreng dan babi kecap. Karena ada babi kecap makanya bakmi kepiting ini jadi non-halal. Kalau tidak mau pakai mie kuning, bisa diganti pakai kwetiaw. Recommended!

Harga: Rp30.000
Lokasi: Jalan Tanjung Pura

5. Nasi Campur Akwang (non-halal)

Nasi Campur AkwangDi Bandung juga ada nasi campur seperti ini. Tapi penasaran aja katanya nasi campur Pontianak agak beda style-nya. Nasinya pakai nasi putih biasa (bukan nasi hainam) dan toppingnya pakai casiu (BBQ pork), samcan, lapciong (chinese sausage), ayam dan setengah potong telur kecap. Di pinggirnya ada potongan sayur asin dan irisan timun (tawar, bukan acar).

Yang bikin beda dengan nasi campur Bandung, di Pontianak nasi campurnya disiram kuah kental bening. Lumayan sih jadi lebih enak makan nasinya. Karena kadang kalau cuma nasi putih dengan daging agak seret makannya, meskipun sama-sama ada tambahan semangkuk sup bening juga sih. Tapi seringkali sup beningnya tawar, jadi kurang nyambung sama nasi campurnya.

Harga: Rp43.000
Lokasi: Jalan Pahlawan

6. Nasi Ayam Afu (non-halal)

Nasi Ayam AfuSudah diwanti-wanti sebelumnya kalau nasi ayam ini isinya bukan cuma ayam, tapi malah lebih banyak babinya. Intinya nasi ayam ini serupa dengan nasi campur. Kemungkinan dinamai nasi ayam karena ayam di sini lumayan spesial. Direbus pakai kecap hingga meresap banget dan empuk dagingnya.

Toppingnya mirip dengan Nasi Campur Akwang: chinese sausage (lapciong), ayam kecap, chasiu, telur kecap dengan pinggiran sayur asin dan timun. Sama-sama disiram kuah kental bening. Kuah encernya lebih berwarna sedikit karena pakai seledri, kacang dan bawang putih kering. Sosisnya enak dan lebih lebar dari lapciong biasa, tapi sayangnya di sini ga ada samcan yang kulitnya kriuk kriuk.

Kalau ditanya lebih enak mana dibanding nasi campur Akwang? Sama-sama enak sih. Kekurangannya di Nasi Ayam Afu potongan telur kecapnya kecil banget, saya kebagian potongan yang tidak ada kuning telurnya, cuma ada putihnya aja. Tapi kayaknya di Nasi Ayam Afu ini dagingnya lebih banyak dibanding Nasi Campur Akwang.

Harga: Rp30.000
Lokasi: Jalan Gajah Mada

7. Baso Ikan Telur Asin Ahan

Bakso Ikan Telur AsinSebenernya saya ga suka ikan yang basah (direbus atau ditim), kalo digoreng masih ok. Makanya waktu direkomen bubur ikan, saya ga terlalu tertarik. Tapi kemudian kami menemukan ada Baso Ikan Telur Asin. Koq kayaknya menarik ya? Akhirnya saya memberanikan coba sendiri (waktu Adam belum datang).

Baso Ikan ini populer banget, waktu ke sana 2 kedainya penuh dengan orang-orang yang mampir makan siang. Baso ikan ini berupa semangkuk kuah bening yang isinya berbagai macam baso ikan dalam berbagai rupa dan bentuk. Ada 2 baso ikan kecil, 1 baso ikan goreng, 1 baso tahu, 1 baso brokoli, 1 baso cabe ijo (yang ini puedesss banget, gaes), 1 kulit ikan, 1 baso cumi kecil, 1 baso ikan isi telor asin. Ditambah lagi pakai rumput laut, bihun dan sejumput sayuran ijo. Kalau liat di gerobaknya sih ada baso ikan yang dikombinasikan dengan jagung muda dan paria juga. Tapi waktu itu ga dapet sih, mungkin random aja kombinasinya kecuali rikues khusus mau baso ikan yang mana saja. Kalo kurang kenyang bisa makan pakai nasi putih.


Rupanya enak juga baso ikan ini. Paling enak sih baso ikan isi telur asinnya, tapi sayang cuma 1 butir. Kalo minta yang isinya telur asin semua bakal dikasih ga ya? Hehe…. Oh ya, bakso ikan ini HALAL, ada tulisan besar di depan gerobaknya.

Harga: Rp31.000
Lokasi: Jalan Wolter Monginsidi, belakang Pasar Mawar

8. Sate Lontong Sayur Daging Sapi

Sate Lontong Sayur Daging SapiNemu ini ga sengaja waktu makan di Chaikue Siantan. Tertarik sama menu spesialnya mereka yang fotonya terpampang nyata di tembok. Akhirnya tergoda pesan yang sate sapi (ada juga sate ayam). Lontong sayurnya selain pake potongan lontong pake juga labu siam, nangka, kacang panjang, telur rebus, ditabur lagi pake serundeng kelapa, ebi, bawang goreng dan emping.

Di pinggirnya ditambah 4 tusuk sate sapi dengan saus kacang yang dominan manis rasanya. Kuahnya pake santan tapi sepertinya direbus pake udang juga soalnya nemu sebiji udang di kuahnya. Rasanya jadi enak, gurih-gurih manis.

Harga: Rp25.000
Lokasi: Chaikue Siantan, Gg. Parwasal, Siantan

Wisata Kuliner Di PontianakCuma segini? Koq ga ada Es Krim Angi, Warkop Asiang, Pisang Goreng Srikaya? Eitss…sabar dulu. Berikutnya bakal nongol daftar “Jajanan Khas Pontianak yang Wajib Dicoba”. Tungguin ya! Sementara itu, dari 8 kuliner khas Pontianak di daftar ini yang mana favorit kamu dan yang mana yang paling pengin dicoba buat kamu yang bakal jalan-jalan wisata kuliner ke Pontianak?

 

Leave a Reply