
Kalau sebelumnya kami sempat membahas mengenai Loy Krathong Festival, kali ini kami bahas mengenai Yee Peng Festival yang sebetulnya waktunya bersamaan dan biasanya jatuhnya di bulan November. Sebelumnya saya juga kurang tahu kalau Loy Krathong dan Yee Peng itu festival yang berbeda. Yang saya tahu cuma festival yang banyak lampionnya….hehe. Anyway, kalau di artikel Loy Krathong sudah dijelaskan bahwa di Loy Lrathong yang dilepaskan adalah ‘krathong’ alias dekorasi yang terbuat dari daun pisang dan bunga yang kemudian diapungkan di sungai atau perairan, dalam festival Yee Peng yang dilepaskan adalah lampion terbang.
Bagian penting lainnya adalah memastikan bahwa lampion sudah terisi cukup udara panas. Jika terlalu cepat dilepas, bisa jadi lampion belum siap terbang dan akhirnya malah tenggelam / jatuh lagi ke tanah. Jika sudah siap terbang, pegang sekeliling sisi bawah lampion dan angkat setinggi-tingginya. Lepaskan perlahan-lahan. Kalau belum siap terbang, lampion akan turun lagi karena udara panasnya belum cukup kuat untuk menerbangkan lampion.
Perayaan melepas lampion ini bagi warga lokal bukan hanya keramaian semata. Prosesi pelepasan lampion ini memiliki makna religius. Seiring dengan dilepasnya lampion, teriring doa untuk menyucikan diri dari dosa-dosa yang telah dibuat dan berharap akan kebersihan hati yang baru. Oleh karena itu setiap lampion yang terlepas dari tangan-tangan yang mengantar selalu diiringi dengan tepuk tangan dan tawa riang baik dari pelaku maupun orang-orang yang sekedar menonton. Percaya deh, atmosfernya membawa kebahagiaan bagai virus yang menular.
Tips Mengikuti Yee Peng Festival:
- Keramaian festival Yee Peng sebenarnya berlangsung selama seminggu penuh. Rajin-rajin cek website resmi pemerintah setempat untuk melihat jadwal acara yang berlangsung. Meskipun pelepasan lampion hanya dilakukan saat sudah gelap, di pagi dan siang hari ada banyak acara dan perlombaan di seluruh penjuru kota. Beberapa malam ada parade lampion dan iring-iringan mobil hias serta berbagai komunitas.
- Selain acara pelepasan lampion setiap malam, ada satu acara khusus yang biasanya dikejar oleh para turis, yakni acara pelepasan ribuan lampion di Mae Jo University (di pinggiran kota Chiang Mai). Acara ini diadakan 2 kali, ada yang gratis ada yang berbayar. Jika ingin mengikuti perayaan lokal gratis yang diadakan di Mae Jo University, rajin-rajin stalking info berita dari orang lokal. Biasanya di forum Couchsurfing ada orang lokal yang lebih tahu jadwalnya.
- Kalau acara pelepasan lampion gratis di Mae Jo sudah terlewat, masih ada perayaan untuk turis yang berbayar cukup mahal (1500 Baht?) dan harus booking jauh-jauh hari karena sering cepat habis.
- Kalau kelewat dua-duanya, tidak usah kecewa karena toh setiap malam selama seminggu orang-orang di pelosok kota Chiang Mai juga melepas lampion bersama-sama. Kami belum pernah ikut acara tersebut, tapi kedengarannya seperti acara pelepasan lampion di Borobudur yang sempat rusuh beberapa tahun lalu. Banyak turis yang sekedar mau foto-foto dan tidak mempedulikan instruksi para biksu.









Wuaaaaa sepertinya menyenangkan sekali.
Ha, udah nge book jauh2 hari berdasarkan estimasi bbrp blog Thai, ternyata meleset bbrp hari dari tgl resmi yg baru di info 2bln sblm nya.
Satu hal, sisi baik nya, hrg tiket maupun hotel 2x lbh murah dibandingkan stlh tgl resmi diumumkan.
Asikkk banyak sekali bentuk lampionnya lucu-lucu. Kalau pas saya ke Taiwan sempet nerbangin lampion yang dituliskan pesan2, tapi bentuknya biasa saja, sangat sederhana. I will visit this place in the future fore sure! 🙂