Ada Apa di Taichung, Taiwan?

Ada Apa Di Taichung

Entah gimana ceritanya tau-tau kami punya waktu 3 minggu untuk keliling Taiwan. Well, simple sih, gara-gara biasanya Adam kalau beli tiket suka asal cap cip cup kembang kuncup aja, “mau berapa minggu? 3 minggu cukup?” Jadinya begitu liat peta Taiwan yang pulaunya cukup mungil dan padat, langsung deh kami cari destinasi kota-kota lain selain Taipei City. Kota berikutnya yang kami kunjungi setelah beberapa hari hujan dan dingin di Taipei City adalah Taichung.

Kami ke Taichung naik kereta lokal, bukan HSR (High Speed Rail). Alasannya karena agak mendadak pas tau mau pindah ke Taichung jadinya tiket kereta cepat sudah habis. Ga apa-apa sih, jadi ngerasain juga naik kereta lokal. Harganya murah banget dan keretanya juga ga terlalu penuh jadi nyaman duduknya selama kurang lebih 4 jam. Model keretanya seperti MRT di Singapura, 2 deret kursi hadap-hadapan di masing-masing sisinya dan di tengahnya kosong untuk pengunjung yang tidak kebagian tempat duduk.Kalau selama di Taipei kami merasa kota Taipei itu modern dan sophisticated, segala sesuatunya sangat teratur, begitu sampai Taichung kami langsung merasa kalau kota Taichung lebih hectic dan berkarakter. Bukan cuma tentang trafficnya yang mungkin lebih tidak sabaran dibanding Taipei, tapi juga kehidupan ekonomi sosialnya yang lebih berwarna.Kami menghabiskan 3 malam di Taichung. Memang tidak banyak objek/tempat wisata megah seperti Taipei 101 di Taipei, tapi lumayan seru lah keliling-keliling di Taichung. Mau tau ada tempat wisata apa aja di Taichung? Simak pengalaman kami berikut ini ya!

1. Feng Chia Night Market

Kayaknya hampir di setiap kota di Taiwan ada pasar malam yang populer. Feng Chia Night Market ini lumayan rame karena ukurannya besar dan dekat dengan universitas jadi tiap sore banyak anak-anak muda hang out di sana. Sama seperti night market di Taiwan pada umumnya, di sini ada banyak banget stall penjual makanan, baik yang pakai roda ataupun kios-kios yang ada di sepanjang jalannya. Selain makanan, di Feng Chia Night Market ini juga ada banyak jual baju, sepatu serta pernak-pernik unik lainnya.

2. Taichung Park

Taichung Park ini hanyalah satu dari banyak taman umum di Taichung. Ukurannya lumayan besar, bersih tertata rapih dan menyenangkan. Di tengahnya ada danau dan di tengah danau ada pavilion. Di pagi hingga sore hari bisa sewa perahu kecil untuk dipakai keliling-keliling danau. Kayuh sendiri ya, bukan dikayuhin sama mamang-mamang perahu 😉 Di malam hari Taichung Park ini terlihat cantik karena ada lampu yang berganti-ganti warnanya dipasang sekitar danau dan jembatan.

3. Rainbow Village

Secara penampakan, tempat ini sangat menarik karena berwarna cerah. Tapi sebenarnya tempat ini hampir terancam punah. Rainbow Village ini dulunya sebuah area tempat tinggal para anggota militer yang kemudian perlahan-lahan ditinggalkan. Suatu hari seorang pensiunan militer mulai menggambar tembok di sekitar area tersebut hingga menarik perhatian publik dan akhirnya muncul gerakan untuk tidak menghancurkan area tersebut.

Waktu kami berkunjung ke sana, sebagian rumah sedang direnovasi sehingga tidak semua gang bisa dijelajahi. Seniman yang menggambar tembok-tembok itu masih ada dan selalu duduk di dalam rumah yang dulu ditinggali. Dibantu beberapa kerabat, di rumah tersebut juga dijual suvenir yang bertema mural tembok warna-warni tersebut. Rainbow Village areanya tidak besar dan tidak butuh waktu lama di sini. Paling foto-foto bentar, selesai deh.

4. Maple Garden

Sebenernya nemu Maple Garden ini ga sengaja waktu ganti bis jurusan ke Rainbow Village. Karena ganti bisnya di depan Maple Garden, jadinya kami sempat menikmati rapinya taman umum di tengah bangunan-bangunan tinggi yang membosankan. Tamannya terlihat modern futuristik dengan atap bangunan dan jembatan yang melekuk-lekuk, dihiasi dengan hijaunya rumput dan pepohonan di sekelilingnya. Pengunjung bisa jalan kaki menggunakan jalur board walk yang cantik dan nyaman. Selesai jalan-jalan di taman, di depannya ada Charlie Brown Cafe, siapa tau ada penggemar Snoopy yang mau mampir 😉

5. Chun Shui Tang

Suka bubble tea / pearl tea? Nah ternyata pearl milk tea asalnya dari Taichung. Tahun 1983 Chun Shui Tang yang memang sebuah teahouse mulai inovasi dengan membuat bubble milk tea. Sejak saat itu bubble milk tea mulai menyebar dan saat ini sudah mendunia. Chun Shui Tang sudah punya sekitar 40 cabang di seluruh Taiwan, tapi kalau mau ke lokasi pertamanya bisa mampir ke Chun Shun Tang di Siwei Street, Taichung. Di sana bukan cuma ada bubble tea tapi juga ada banyak menu makanan baik snack ataupun makanan berat. Bangunannya pun seru karena bangunan tua. Siap-siap antri karena kadang di waktu-waktu tertentu ada waiting list saking ramainya.

Chun Shui Tang

6. City Hall

Sebenarnya City Hall ini bukan objek wisata sih, tapi buat yang suka arsitektur bangunan ini cukup menarik karena merupakan City Hall kedua yang dibangun pada masa kolonial Jepang namun bangunannya mengadopsi gaya Perancis dengan atap model Baroque. Lumayan lah, berasa di Eropa 😉

7. Second Market

Buat yang suka blusukan ke pasar, Second Market ini lumayan seru untuk dijelajahi. Kalau kami sih ke sini dengan alasan banyak makanan enak. Di pasar ini selain pasar jual sayuran dan daging juga ada banyak kedai-kedai makanan di dalam pasarnya. Sebagian besar buka pagi dan tutup sore. Cari makanan yang enak gimana caranya? Lihat aja yang antriannya panjang, biasanya antrian panjang artinya ‘layak dicoba’….hehe.


Second Market Taichung

8. Liuchuan River

Kalau sudah pernah ke Seoul mungkin tau yang namanya Cheonggyecheon Stream, itu loh sungai yang mengalir di tengah kota tapi pinggirannya dipercantik sehingga orang bisa duduk-duduk nongkrong di pinggiran sungai. Beberapa area di sepanjang Liuchuan River di Taichung ini juga dibuat seperti itu. Sore hari banyak warga yang bawa anak-anak atau orang tua main-main di pinggir sungai yang bersih dan rapih itu. Selain jalur jalan kaki yang menyenangkan, di sepanjang jalur juga dihiasi pohon, rumput hijau dan bunga-bungaan.


9. Yi Zhong Street Night Market

Nemu pasar malam ini karena lokasinya cukup dekat dengan hotel yang kami inapi di Taichung (Fly Inn Hostel). Dari sana tinggal jalan kaki 10 menit, sampai deh ke Yi Zhong Street Night Market. Area utamanya di Yi Zhong Street, tapi melebar juga ke beberapa jalanan kecil di kiri kanannya. Ada banyak banget kios ataupun gerobak makanan dan minuman. Yang kami kurang suka dengan pasar malam ini adalah jalanannya tidak ditutup khusus untuk pejalan kaki, jadinya kalau jalan di sini harus siap-siap merapat kalau diklaksonin motor atau mobil.

 

10. Fantasy Story

Untuk bagian yang ini kami minta maap duluan karena ga bisa ngejelasin gimana sebenernya konsep tempat ini. Kalo dari hasil browsing sih katanya Fantasy Story ini semacam satu kompleks yang terdiri dari beberapa bangunan dengan cerita masing-masing. Tapi karena waktu ke sana kami ga nemu peta atau info penjelasannya, makanya agak kurang nangkep. Yang pasti sih di area ini ada banyak bangunan-bangunan yang menarik dan instagrammable. Buat yang ngerti seni, mungkin bisa lebih menikmati Fantasy Story ini. Kami sih cukup senang bisa menikmati Haritts Donut yang kebetulan lokasinya ada di area ini 😉

Fantasy Story TaichungNah…lumayan seru kan Taichung. Bisa lah 2 atau 3 hari keliling-keliling Taichung. Jaraknya juga ga terlalu jauh koq dari Taipei apalagi kalau naik HSR (High Speed Rail). Kulinernya juga lumayan asyik karena ada beberapa kuliner khas yang cuma ada di Taichung. Tunggu postingan berikutnya tentang kuliner Taichung ya 😉

Join the discussion 9 Comments

  • Sharon Loh says:

    Fix kayaknya tempat kesukaan ku Second Market! Atau night market 😛
    *bayangin mie, dumpling, dan babik*

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Astaga!! Koq kamu bisa baca pikiran? Di Second Market itu memang kami makan mie, dumpling dan babik……tapiiiii…kan belum ditulis tentang makanan di Taichung. Koqqqq…kamu bisa tau??!! *shocked*

  • Bulan says:

    Duh, Taiwan ni sudah dipasang banget depan mata. Tapi harus pilih-pilih waktu biar mama nggak ikut. Kalau mama ikut, kasian ai gak bisa makan babik (karena nggak enak hati aku makan enak masa mama engga.. hihihi)

    Eh ya, untuk komunikasi gimana ya? Ada kendala bahasa kah? Banyak yang bisa Bahasa Inggris kan ya?

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Iyaaaa….kulinernya gila banget di Taiwan. Jajan sana sini tiap ari juga ga keulik saking banyaknya. Hahaha…haduh gimana ya, memang banyak babiknya sih meski kalau mau strict makan yang halal semua juga pasti bisa — asal kamu makannya dobel, satu yg babik, satu yang halal buat nemenin mama ;))

      Komunikasi gampang banget. Banyak yang bisa bahasa Inggris, kalaupun ga bisa bahasa Inggris mereka orangnya sopan-sopan dan akan berusaha nolong sebisanya. You’ll love Taiwan! *pede banget* 😉

  • suka yang Rainbow Village tempatnya cakep, suka sama desain2nya juga salam kenal

  • Bulan kemaren kesini, yang paling Babang suka kemana-mana bayar bus nya gratis tis hehehe

    • Susan Natalia Poskitt says:

      wah….babang punya kartu transportnya ya? Kami beberapa kali naik bis karena ga punya kartu buat di-tap akhirnya bayar manual ke supirnya. Dan memang ditagih sih karena supirnya selalu merhatiin setiap yang naik tap atau ngga 😉

Leave a Reply