Laos Sauna Herbal & Massage

By October 22, 2012July 7th, 2017Tempat Wisata Laos

Kalau di artikel sebelumnya sudah saya ceritakan tentang Lao Massage, kali ini saya ceritakan pengalaman tentang Laos Sauna & Massage. Pertama kali mencoba Laos Sauna & Massage ini di Oudomxay, sebuah kota kecil yang biasa dijadikan persinggahan dalam perjalanan dari Luang Namtha menuju Phongsali atau menuju Luang Prabang. Tempat Laos Sauna & Massage ini bernama Lao Red Cross Sauna & Massage, mungkin asal muasal berdirinya tempat ini adalah gagasan pihak Red Cross yang memberikan pelatihan tentang pengetahuan medis kepada orang-orang lokal sekaligus menawarkan jasa Sauna & Massage.

Lao Red Cross sauna & Massage, Oudomxay, Laos

Lao Red Cross sauna & Massage, Oudomxay, Laos

Ternyata lokasi Laos Sauna & Massage ini memang di seberang bangunan Red Cross yang terlihat tidak aktif. Di depan bangunan Sauna & Massage ada semacam papan informasi yang berisi  foto-foto saat pelatihan bersama tim palang merah internasional. Tempat sauna & massage sendiri ternyata lumayan ramai. Menariknya semua pengunjung disana ternyata warga lokal. Mungkin karena untuk mendapatkan sauna & massage tersebut cukup murah. Tiket untuk sauna 10.000 kip (Rp 12.000,-) sedangkan untuk 1 jam massage 30.000 kip (Rp 36.000,-).

Pertama kali masuk bangunan berbentuk rumah sederhana yang terbuat dari bambu ini agak bingung semuanya warga lokal dan mereka sudah tahu tata caranya disana. Semua pengunjung ganti baju diganti dengan sehelai sarung. Kemudian pakaian dan barang bawaan ditaruh di beberapa deret loker yang berjejer, namun hanya beberapa yang kuncinya berfungsi. Kamar sauna untuk pria dan wanita dipisah. Ada dua pintu kayu yang beberapa kali terlihat orang keluar masuk dengan bercucuran keringat dan dari pintu tersebut terlihat kepulan asap yang mengintip keluar.

Laos Sauna Room

Laos Sauna Room

Masuk ke ruangan sauna, ternyata hawanya panas sekali sampai sulit bernafas. Tercium uap yang berbau herbal keluar dari sebuah pipa diujung ruangan. Cukup gelap di ruangan tersebut, namun bisa terlihat ada 2 jejer bangku kayu panjang yang menempel di kedua sisi dinding kayu, dan ada juga kursi kayu yang bisa digeser-geser di tengah ruangan. Kemungkinan untuk menambah kapasitas jika kursi panjang penuh.

[jbox color=”blue” vgradient=”#fdfeff|#bae3ff” title=”Special deal!” width=”350″]Kalau mau travel ke Laos, kami rekomendasikan Lonely Planet Laos. Buku ini harganya kira-kira Rp.300,000 di Indonesia, tapi kami punya special deals dengan the Book Depositorylebih murah dan ongkos kirim gratis!
[jbutton color=”red” size=”medium” link=”http://www.bookdepository.com/Laos-Nick-Ray/9781741799545?a_aid=pd” a_css=”nofollow”]Cek Harga[/jbutton] [/jbox]

Saking panasnya hawa di ruangan tersebut, kami cuma tahan 5-10 menit dan langsung ngacir ke luar. Orang-orang lokal mentertawakan kami berdua yang kepanasan. Namun mereka juga ternyata tidak bisa terlalu lama di dalam. Pria-pria lokal keluar masuk tiap 10 menit dengan handuk yang bercucuran keringat. Kami pun mencoba keluar masuk lagi beberapa kali. Selain cuma duduk menghisap uap panas, para perempuan lokal sih sudah siap dengan sebotol lulur di tangan.


Laos Sauna Herbal Pot

Laos Sauna Herbal Pot

Bahan-bahan Laos Sauna Herbal

Apa saja sih yang digodok dalam Laos Sauna herbal ini? Kami dapat informasi di tempat sauna herbal di kota lain (yang saat itu kebetulan tidak beroperasi karena sedang low season), bahwa mereka biasa memakai daun mint, basil, citronella dan beberapa bahan lainnya. Bahan-bahan tersebut digodok di sebuah kuali besar di belakang bangunan kemudian uap panasnya disalurkan melalui pipa ke ruangan-ruangan sauna. Setelah puas sauna, kalau mau bisa dilanjut dengan massage di bilik-bilik sederhana yang tersedia.

Menarik ya? Mungkin itu salah satu rahasianya perempuan di Laos merawat kulitnya. Mudah-mudahan ramuan herbal yang digodok tersebut memang bermanfaat bagi kesehatan. Silahkan mencoba Laos Sauna & Massage kalau lagi mampir di Laos. Butuh informasi akomodasi di Oudomxay? Cek dulu harga spesialnya di sini.

Join the discussion 2 Comments

Leave a Reply