#PergiDulukeIndia Series: Varkala — Tiga Hari Santai di Pantai & Cari Jatayu di Kerala, India Selatan

By August 24, 2020 India
PergiDulukeIndia Series Varkala

Sudah baca seri #PergiDulukeIndia yang sebelumnya kan? Kalau kemarin-kemarin kami jalan-jalan di Kochi dan Munroe Island, kali ini kami bergeser ke area pinggir laut. Masih di propinsi Kerala, Varkala ini salah satu destinasi yang cukup populer di kalangan wisatawan asing, terlihat dari banyaknya ‘fasilitas’ untuk turis asing seperti cafe dengan western menu serta pilihan akomodasi yang beragam.

Penasaran gimana cerita kami di Varkala selama 3 hari? Yuk simak!

Cara Menuju Varkala

Nyambung dari perjalanan kami sebelumnya, dari Munroe Island kami naik kereta lagi menuju Varkala. Karena perjalanannya ga terlalu jauh (cuma sekitar 1 jam), kami nekad ga pesan tiket dulu sebelumnya dan langsung beli tiket di konter. Sesuai perkiraan, kalo beli tiket langsung di stasiun, kebanyakan yang tersedia adalah Unreserved General Class, di mana mereka akan jual tiket tanpa peduli apakah ada tempat duduk atau tidak. Dan biasanya memang di Unreserved General Class ini hampir selalu penuh dengan orang-orang yang berhimpitan sangat dekat satu sama lain.Tiket Unreserved General Class

Stasiun awal: Sasthankotta
Stasiun akhir: Varkalasivagiri
Harga tiket: 30 Rupees/orang atau sekitar Rp6.000 saja.

Gerbong General Class India

Transportasi di Varkala

Begitu sampai Varkala, kami langsung tanya staff hotel apakah di sini bisa sewa motor. Beruntung kami lokasinya agak dalam di gang yang tidak terlalu ramai, staff hotel bilang dia akan sediakan motor. Dua teman kami yang sama-sama jalan dari Munroe Island menginap di sebuah hostel yang kebetulan lokasinya dekat dengan tempat rental motor, namun rupanya persaingan bisnis di daerah sana lumayan keras. Pihak rental motor tidak berani menyewakan motor kepada turis karena mendapat tekanan dari para supir tuktuk. (PS: kami mengalami kejadian yang sama di kota lain, jadi hal seperti ini memang banyak terjadi di area-area yang dikuasai oleh ‘mafia’ supir tuktuk)Sewa Motor Di VarkalaAkhirnya kami bantu sewakan motor dari tempat kami menginap. Tidak masalah tuh, dia cuma tinggal pinjam motor saja dari temannya untuk disewakan kepada kami. Jangan harap ada surat perjanjian sewa menyewa ya. Di sini pakai dasar saling percaya aja. Dia percaya sama kami karena kami memang menginap di hotel tersebut.

Biaya sewa motor: 300 Rupee per hari (hitungan 24 jam) atau sekitar Rp59.000 sudah termasuk 2 helm.Coastal Walk Di VarkalaKami sewa motor sebetulnya bukan untuk eksplor Varkalanya itu sendiri. Area pantai Varkala bisa dieksplor dengan jalan kaki dari satu pantai ke pantai lainnya. Jadi kalau cuma mau santai di pantai sebetulnya tidak perlu sewa motor lagi. Kami sewa motor karena mau eksplor beberapa area di sekitar Varkala, jadinya lebih enak sewa motor sendiri supaya bisa fleksibel.


Ada Apa di Varkala

Kebanyakan orang ke Varkala ini memang untuk menikmati suasana pantai yang santai. Jadi aktivitas yang bisa dilakukan di Varkala biasanya memang seputaran aktivitas pantai:Suasana Pantai Di Varkala

  • Coastal walk: ada beberapa pantai yang bisa disusuri dengan jalur jalan kaki mulai dari Varkala Beach yang posisinya di atas tebing, kemudian lanjut ke Black Beach, Odayam Beach, Edava Beach dan masih bisa lanjut terus kalau memang kuat jalan. Tapi ntar baliknya males kalo terlalu jauh 😉
  • Santai di pantai: tidak semua pantai enak dipakai buat berenang. Yang paling ramai adalah Varkala Beach, tapi buat ke sana mesti turun lewat tangga yang lumayan curam dan pulangnya mesti naik lagi. Black Beach juga enak buat berenang, dari jalur jalan kaki tinggal melipir lewat tumpukan batu ke arah pasir yang warnanya agak kehitaman.
  • Leyeh-leyeh di cafe: ada banyak cafe yang enak buat nongkrong kalau memang malas beraktivitas.
  • Sunset: karena lokasinya open ke arah laut, ada banyak spot yang ok buat menikmati sunset di Varkala.

Sunset Di Varkala

Eksplor sekitar Varkala

Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, kami sewa motor supaya bisa eksplor beberapa spot menarik di sekitar Varkala. Spot yang sempat kami kunjungi namanya Jatayu Rock. Jaraknya sekitar 30 km dan memakan waktu sekitar 1 jam dari Varkala Beach. Kalau di google maps cari saja “Jatayu Earth’s Center”.Jatayu Rock Dekat VarkalaJatayu Rock ini merupakan bangunan berbentuk Jatayu yang dibuat di atas bukit. Untuk naik ke sana bisa jalan kaki ataupun naik cable car. Tapi kebanyakan sih pilih cable car karena jalur jalan kakinya kelihatan panas dan terbuka. Tiket masuk ke Jatayu Rock ini 450 Rupees per orang sudah termasuk cable car PP. Penjagaan untuk naik ke cable car sangat ketat, ada banyak pemeriksaan dan tidak boleh membawa tas besar atau backpack. Semua harus dititip di locker di bawah. Kamera atau handphone boleh dibawa.

DCIM100GOPROGOPR0588.JPGSelain bentuk patung Jatayu-nya yang menarik, pemandangan di sekitarnya juga ok karena posisi bukitnya lumayan tinggi. Jatayu Rock ini terinspirasi dari cerita Ramayana, saat Sinta diculik Rahwana dan Jatayu berusaha membantu namun kalah dan terjatuh di atas batu tersebut.

Makan Apa di Varkala

Enaknya di Varkala itu berasa di area pantai Kuta di Bali. Di sini banyak cafe-cafe yang memang sudah ngerti kemauan turis khususnya turis asing alias bule-bule. Jadinya kalau sebelum-sebelumnya agak bosan dengan makanan yang hampir semuanya khas India atau terlalu berbumbu India, di sinilah tempat untuk hura-hura makan makanan non-India. Banyak cafe yang punya menu Western seperti burger, big breakfast, omelet, toast dan bahkan ada juga menu nasi goreng (yang bukan pakai nasi briyani serta bumbu India).Darjeeling Cafe VarkalaBeberapa cafe yang sempat kami coba di Varkala dan menurut kami recommended di antaranya:


  • Darjeeling Cafe: cafe ini sangat menarik perhatian bagi semua orang yang jalan menyusuri sisi tebing karena seating di cafe ini semuanya menghadap ke jalanan (di mana belakangnya adalah laut) dan disusun berundak-undak seperti terasering sehingga semua baris kebagian pemandangan. Temboknya didekorasi dengan gantungan dream catcher raksasa dan malam hari mereka tabur bunga di meja-mejanya sehingga terlihat sangat romantis suasananya. Breakfast menu Baratnya ok dan makanan Indianya juga enak.
  • Nomad: atmosfer tempat ini sangat menyenangkan karena mereka punya front area yang open air, cocok untuk minum santai sore-sore sambil menikmati sunset. Kami sempat sarapan juga di sini dan lumayan ok makanannya.
  • Coffee Temple: sepertinya pemiliknya bule yang sudah lama menetap di sana. Tempat ini selalu ramai dari pagi sampai malam. Menunya ada banyak sekali mulai dari yang tradisional India, Western menu sampai ke beberapa Asian menu lainnya. Variasi minumannya juga banyak sekali.
  • InDa Cafe: nempel dengan InDa Hotel, tempat ini tenang karena lokasinya nyempil di dalam gang dan bukan di sisi tebing yang banyak dilalui pengunjung. Interior desainnya bagus dan menunya bervariasi.

Nomad Cafe Varkala

Akomodasi di Varkala

Ada banyak sekali pilihan akomodasi di Varkala mulai dari yang budget hingga resort. Kebanyakan akomodasi tersebut lokasinya di jalanan kecil dan tidak punya pemandangan langsung ke arah laut. Tapi karena areanya tidak terlalu besar, di mana pun lokasi hotelnya asalnya masih di area Varkala Beach masih bisa jalan kaki ke cafe ataupun ke pantainya.

Kami sendiri menginap di sebuah penginapan bernama Le Sansora. Lokasinya di dalam gang yang tidak bisa dimasuki oleh mobil ataupun tuktuk, tapi ga jauh koq ke dalamnya. Malahan enak suasana di sekitarnya karena tenang dan tidak dilewati oleh banyak orang. Bentuknya seperti homestay dengan kamar mandi privat dan ber-AC. Di lantai bawah ada dapur yang bisa dipakai oleh tamu dan di belakang ada kebun & gazebo buat leyeh-leyeh.

Harganya waktu itu Rp275.000 per malam dan kami booking lewat Booking.com (link di sini).Varkala Di KeralaVarkala ini destinasi terakhir di Kerala sebelum masuk ke propinsi yang lain. Dari sini kami akan mulai eksplor propinsi lainnya tapi masih di India bagian selatan. Kira-kira bakal lanjut ke mana kah kami? Ikuti terus seri #PergiDulukeIndia selanjutnya!

Leave a Reply