
Halo…halo! Ga kerasa udah ketemu lagi sama 2020 Rewind. Tahun 2020 berasa cepet banget ga sih? Atau mungkin saking sibuknya sama pandemi jadi ga kerasa tau-tau udah lewat aja satu tahun. Anyway, walaupun udah kebayang ga banyak aktivitas travel selama tahun 2020 ini, tapi masih lumayan seru lah aktivitas tahun 2020 ini karena dengan adanya batasan lockdown atau restriction yang ketat karena kita ‘dipaksa’ untuk kreatif untuk bisa survive. Banyak hal baru yang sebelumnya ga kebayang bakal dilakuin ternyata terjadi taun ini.
Penasaran dengan kegiatan kami dari awal hingga akhir tahun 2020 ini? Yuk disimak detailnya!
Januari
Masih ingat kalau tahun 2019 kami mulai bikin private trip di Australia? Nah awal tahun 2020 kami masih ada private trip di Blue Mountains dan sebetulnya masih ada banyak inquiry untuk Sydney Private Trip di tahun 2020 khususnya buat libur lebaran. Siapa sangka kalau trip di awal tahun 2020 jadi private trip pertama dan terakhir kami di tahun 2020 🙁

Februari
Selama di Bandung seperti biasa kami ngubek-ngubek coffee shop baru karena setiap minggu selalu aja ada coffee shop baru yang buka. Hasilnya bisa dilihat di 18 Coffee Shop Baru di Bandung 2020. Angka menurun drastis dibanding tahun 2019 karena ini daftar yang dikunjungi dalam waktu 2 bulan (Jan-Feb) saja.

Maret
Bulan Maret merupakan momen yang paling krusial dalam tahun 2020 karena di bulan Maret ini ada pengumuman 2 kasus positif Covid-19 di Indonesia dan kami sempat melihat sendiri adanya panic buying di area setempat. Kebetulan kami memang sudah punya tiket untuk kembali ke Sydney di akhir minggu pertama Maret, bukan gara-gara Covid, tapi karena memang sudah beli tiketnya jauh-jauh hari saat masih murah. Rencananya balik ke Sydney karena akhir Maret Susan masih hutang sekitar 2 minggu untuk memenuhi syarat tinggal di Australia selama 2 dari 5 tahun supaya PR (Permanent Residency) tidak hangus.
Balik ke Sydney kami langsung housesitting karena memang sudah dibooking dari jauh-jauh hari tanpa menyadari kalau situasi traveling akan berubah total.
April
Bulan April merupakan bulan paling strict di Australia karena sebagian besar state menjalankan lockdown. Secara umum pokoknya cuma boleh keluar rumah dengan 4 alasan: kerja, belanja kebutuhan sehari-hari, exercise dan alasan medis (misalnya ke dokter, beli obat, dll). Kami menjalani lockdown di Blackheath. Biar ga stress terkurung di rumah, tiap hari kami jalan kaki keliling area dekat rumah sambil menikmati pemandangan musim gugur yang memang cantik banget di Blackheath.
Mei
Masih dalam suasana lockdown, di bulan Mei kami sewa AirBnb selama 2 bulan di Leura. Aktivitas sehari-hari masih seputar bushwalk di sekitar rumah, lari di pinggir Nepean River dan kami juga sempat terima job foto untuk Federation Gardens & Possums Hideaway di Blackheath, sebuah komplek akomodasi yang menarik buat yang mau menginap di Blue Mountains. Di akhir bulan Mei ini ada sedikit pencerahan karena mulai Juni lockdown akan mulai dilonggarkan sehingga kamipun siap-siap planning untuk roadtrip. Woohoo!!
Juni
Setelah 2 bulan terkurung lockdown yang lumayan ketat, begitu ada pelonggaran kami langsung sewa campervan untuk roadtrip. Ga jauh-jauh koq, cuma di sekitaran NSW aja karena memang ga bisa ke mana-mana juga. Kebanyakan state masih tutup bordernya sehingga belum bisa traveling antar state. Tapi secara NSW itu luas banget, pastinya banyak sekali tempat-tempat yang bisa diubek.


Juli
Cari salju paling dekat dari Sydney di mana? Kalau beruntung, kalau ada cold front yang ekstrem, Blue Mountains kadang kebagian salju. Awal Juli sempat ada salju tipis di Shooters Hill (Oberon), jadinya kami bela-belain bangun pagi buat hunting salju sebelum gabung #SabtuCeria bareng Ozindobushwalk, The Rock dan KJRI Sydney (Ibu & Bapak Konjen serta beberapa staffnya) ke Glowworm Tunnel di Lithgow.
Agustus
Sudah beberapa tahun belakangan ini berencana pengen ke Snowy Mountains buat main salju, tapi tiap kali dihitung-hitung jatuhnya bakal habis ribuan dolar kalo memang mau merasakan snow experience di ski resort. Jadinya tahun ini batal lagi dan Adam punya ide buat main salju di area Snowy Mountains tanpa harus bayar biaya resort. Gimana caranya? Kami sewa campervan lagi buat eksplor area Snowy Mountains (biasa lebih dikenal dengan nama Kosciuszko National Park). Dapet sih saljunya & lumayan tebal. Tapi tentunya beda sensasinya dengan nginap di ski resort. Jadi, mungkin dimasukin ke bucket list lagi buat taun depan supaya bisa main-main salju di ski resort beneran…hehe.


Akhir Agustus menjelang akhir winter, kami masih dikasih kesempatan buat merasakan hujan salju dahsyat di Blue Mountains, sampe bikin macet berjam-jam dan saljunya bertahan sampai seminggu ke depan. Kami sengaja driving ke Oberon di mana biasanya saljunya lebih tebal (dibanding Blue Mountains) karena posisinya yang lebih tinggi.
September
Paruh awal bulan September diisi dengan kegiatan camping rame-rame di Wog Wog, eksplor cafe & bakery di city, plus ngurus bikin SIM di Australia. Sebenernya ga ribet dan jelas banget sih prosedurnya, cuma masalahnya Smart SIM Indonesia belum dilaporin ke sini jadinya ga dikenal dan mesti minta surat dari KJRI dulu. Gara-gara covid, slot buat ngambil DKT (Driving Knowledge Test) lumayan penuh di city jadinya mesti melipir ke Chatswood. 

Oktober
Bulan Oktober agak riweuh karena sudah siap-siap buat kerja di sebuah area yang jauh dari kota besar, tapi belum tau tanggal mulainya. Jadinya kami sempat camping lagi untuk yang terakhir kalinya di tahun 2020 bareng Ozindobushwalk sebelum akhirnya pindah dari city. Kami sewa mobil kecil untuk 2 bulan ke depan karena memang perlu transport di lokasi kerja nantinya.

View this post on Instagram
November
Timing itu penting banget! Dan beruntung timing kami pas walaupun waktu itu belum jelas kapan mulai kerja. Kami sampai di Forbes tgl 2 November dan Adam mulai masuk kerja tanggal 4 November sedangkan Susan masuk 2 hari kemudian. Awalnya sempat bingung mau mulai rent cabin dari tanggal berapa karena belum ada panggilan dari manager.
Anyway, sekilas info aja tentang kerjaan grain harvest ini yang menurut kami sangat unik. Grain harvest ini sangat bergantung pada faktor cuaca dan seberapa banyak hasil panen yang ada di sekitar site tempat kami kerja. Jadi kalau misalnya hujan, day off-nya biasanya bisa sehari atau 2 hari setelah hujan karena nunggu tanah kering lagi sebelum bisa dipanen atau nunggu kadar air (moisture) di gandum atau barley itu turun.

Desember
Kami kerja di grain harvest ini sampai tanggal 14 Desember. Pekerjaannya selesai karena memang beberapa storage di site kami sudah penuh, sedangkan storage yang belum penuh sangat lambat terisinya karena sebagian besar petani di daerah sana sudah selesai panennya. Jadi secara keseluruhan kerjaan grain harvest kemarin makan waktu 6 minggu.
Selesai kerja, kami masih menghabiskan waktu sekitar seminggu di Forbes karena memang sudah bayar rent sampai minggu ketiga Desember. Lagipula di Sydney lagi hujan badai selama beberapa minggu. Dari Forbes kami kembali ke Blackheath dan sempat mampir ke Borenore Karst dalam perjalanan pulang.

KUIS KARTU POS (sesuai rikues kalian di IGS)
Ceritain tahun 2020 kamu dengan singkat di kolom komen. 3 (tiga) cerita yang paling menarik bakal dikirimin kartu pos dari Sydney Australia. Kuis ditutup seminggu dari hari ini, yaitu hari Selasa 19 Jan 2021 dan pemenangnya akan diumumkan di IGS. Oh ya, jangan lupa cantumin akun IG kamu ya di jawabannya.
Update tgl 20 Jan 2021
Pemenang kuis kartu pos kali ini: @azzahrainasf29, @fannyaaww, @punyakaila. Nanti bakal dihubungi via IG ya. Thanks buat semua yang udah ikutan!









wah seru banget ngebaca kilas baliknya.
Selamat tahun baru juga Susan dan Adam!
Hallo… Aku suka banget baca dan liat foto2nya di kilas balik 2020, Aku selalu lihat dari instagram terutama dari IGS aku baca semua terutama kalo ada info2. makasih banyaakk
Ceritaku di tahun 2020 yg paling mengesankan bahwa Aku sudah menikah di bulan April 2020, dan menikahnya paaaasss bgt sama corona yg lagi tinggi2nya di Indo, sampai akhirnya kami menunda Resepsi sampai waktu yg ga pasti kapan. dan kelurga suamipun batal datang ke Indo dari Brisbane.
niatpun setelah menikah ingin terbang ke Brisbane tp batal karena Aussie Lockdown, sampai sekarang Aku dan suami hanya dirumah aja, kadang WFH, terhitung dari April hingga sekarang Januari 2021.
dan yg kerennya sebelum menikah Aku sibuk dengan bekerja, ga bisa masak. tapi sekarang karena Stay at home aku sudah bisa masak. hehehe suami juga bantu2 niih.
bisa dibilang di tahun 2020 ga banyak yg dilakuin karena ga bisa explore banyak tempat, karena kami ga mau egois so just stay home. habiskan waktu berdua bersama suami dirumah. karena sebelum nikah kami sibuk dengan pekerjaan masing2 jadi jarang sekali bertemu.
di tahun 2020 ini sulit buat kita semua. tapi di tahun 2020 ini banyak hal special karena lebih banyak kumpul dan komunikasi dengan keluarga. dan Akhirnya aku juga memulai hidupku yg baru dengan status sebagai Istri. dan semoga Corona ini segera pergi. ??
Ig : @heyitskiky
some say that 2020 ends in a blink of an eye, tapi menurutku 2020 has been such a long journey! dari yang terbebani dengan the idea of productivity, sampe akhirnya bisa “cuma” menghabiskan 2020 dengan keluarga & diri sendiri tanpa merasa bersalah. i might not did so much things last year, but ive surely learnt not to buy society’s standards that dont fit me, also to simply cherish the things that we have??
IG: @punyakaila
finally found the courage to create the account to share my traveling shots!?
Kilas balik 2020 adalah menjadi baby sitter buat adek sendiri (6 yo) karena satu-satunya yang berkesempatan work from home. Berasa punya anak dan dipanggil bund di grup whatsapp (short from bunda) ya elah pacar aja ga ada, hahaha
Berasa mau perang kalau dapet kebagian jadwal work from office karena bisa tiba2 lockdown pas ada kasus baru. Tahun 2020 kata “parno” punya konotasi yang baik
Pergi traveling bikin merasa dosa walau perginya pake mobil sendiri dan cuma sekedar ke rumah nenek. Terpaksa menutup fakta untuk pilihan yang lebih bijaksana, karena takut menginspirasi. Because 2020 honestly was not just fine
IG: @TwentyA
Hai kak?It’s me, Ines?.
Tahun 2020 itu tahun yang cukup asik menurutku.Karena meskipun belajar dari rumah, aku jadi punya beberapa kegiatan baru.
Bulan Juni, aku mulai suka nulis.Mulai ikutan lomba cerpen, meskipun belum ada yang aku menangin sampai sekarang?Bahkan di akhir tahun, aku ikutan lomba nulis novel.Meskipun gak menang juga tapi aku banyak belajar sih dari itu?
Selain itu, tahun kemarin bikin aku bisa luangin waktu buat berkebun.Bahkan sampai punya kebun bayam dibelakang rumah?Ada juga tanaman cabai, lidah buaya sama bunga?
Bersamaan dengan boomingnya drama Korea Start Up, aku mulai tertarik belajar coding?Lewat aplikasi, aku udah nyelesein course HTML (bahasa pemrograman untuk web) dan sekarang lagi belajar Python (bahasa pemrograman untuk aplikasi).Bahkan dari belajar coding, aku jadi menemukan profesi impianku?
Aku yang suka alam bebas mulai tertarik juga belajar fotografi.Sempet ikutan pelatihan juga meskipun dari temen? Sekarang, udah bisa mempraktekkan beberapa teknik fotografi?
Makin luang waktunya, aku belajar bahasa asing.Tahun kemarin aku belajar ngenal dan nulis hangeul, bikin kalimat, juga kosakata bahasa Korea sehari-hari ?Sempet belajar bahasa Jerman juga sebenarnya, tapi karena multitasking sama sekolah jadi gak tahu banyak?
Oh, aku juga sempet lettering.Waktu itu studygram kayaknya lagi agak booming?Aku pun latihan nulis quote dan bikin rangkuman pelajaran pake lettering.Selain itu, ikutan lomba studygram juga?
Intinya, banyak hal yang bisa aku lakuin selama di rumah aja tahun kemarin.Bosen? Iya, tapi aku selalu nyari kegiatan buat ngilangin rasa bosan itu.Salah satunya stalking Ig kakak?lihat pemandangan di luar negeri, taman bunga yang cantik-cantik banget, itu bikin aku gak jenuh selama di rumah aja?Tahun 2020 itu… Penuh memori???
Username Instagram: @azzahrainasf29
2020 mungkin tahun yg cukup berat bagi kita semua karena tiba-tiba dari hidup yang normal menjadi newnormal yang kemana-mana harus mematuhi protokol kesehatan.
Akupun rada kecewa jg karena yang tadinya dipertengahan bulan juni mau lihat vivid sydney jd batal karena australia tutup border, padahal udh list2 tempat mana aja yg mau di datengin pastinya liat dri instagram pergidulu ?
Walaupun ruang gerak kita jd terbatas tp aku jg jd banyak belajar. Karena banyak course gratis aku jd bisa belajar skill baru, salah satunya copywriting. Dan akhirnya dibulan november aku solo travel ke labuan bajo.
Pulang dari labuan bajo aku berkomitmen untuk menulis blog lagi, terutama blog travelling. Semoga tulisan ku nanti jg bisa menginspirasi banyak orang seperti kak susan dan kak adam.
Instagram ID: @fannyaaww
Tahun 2020, beradaptasi dengan kebiasaan baru. Yang tadinya kerja di kantor, jadi kerja di rumah. Yang tadinya desak2an naik kereta, skr klo desak2an malah takut. Yang tadinya bisa hang out sesukanya sama temen, skr jadi hang out virtual via Zoom atau Whatsapp Call.
Beruntung mulai pertengahan Maret kantor udah working from home (wfh) sampai sekarang. Yang awalnya mikir “ah paling cuma beberapa minggu” jadi kerja sambil lesehan duduk di mana aja, sampe akhirnya set up meja buat kerja karena sampai bulan Juni masih blm ada tanda-tanda bakal kembali ke kantor.
Wfh bikin jadi punya banyak waktu lebih, yang tadinya ngabisin waktu minimal 3 jam buat perjalanan berangkat dan pulang kantor, sekarang jadi bisa olahraga dulu pagi sebelum kerja (antara yoga atau sepedaan) dan sorenya bisa bawa anjing peliharaan jalan sore.
Lukisan paint by number yang tertunda bertahun-tahun akhirnya selesai juga.
Dari iseng ngelukis masker biar ga bosen sama masker yang kebetulan cuma punya 1 jenis masker kain warna putih, malah jadi menghasilkan uang karena teman-teman pada request minta digambarin juga ?
Setelah hampir 1 tahun wfh, kok kayanya mulai terbiasa dan berharap pandemi segera berakhir, tapi kantor tetap wfh terus.
Apakah mungkin? ??
@santifang
Oh iya, lupa cerita juga kalau selama tahun 2020 kemarin melanjutkan les Mandarin sama guru les dulu wkt jaman masih kuliah.
Setelah berhenti les sekian lama, akhirnya bertemu lagi sama pak Guru lewat seorang teman yang lagi les sama beliau. Lesnya tentu online via Zoom jadi ga usa abis waktu utk perjalanan ke rumah guru les, dan kalau mendadak harus ganti jadwal juga ga ribet.