Pergidulu: 2016 Rewind

PergiDulu Rewind 2016

Hola! Setelah skip ngga bikin Year-end Review di tahun 2015 kemarin, tahun ini kami mau bikin Year-end Review dong….*mumpung inget* 😉 Tahun 2016 ini ada beberapa bagian dengan intense traveling, ada juga yang lumayan santai cuma ke beberapa daerah sekitar tempat kami tinggal alias ga jauh-jauh.

Pergantian tahun kami habiskan di Bangkok, kemudian dari Februari sampai Juli kami sempat mengelilingi dunia selama 5 bulan, dan sisa 6 bulan di paruh kedua tahun 2016 banyak kami habiskan untuk mengisi blog Pergidulu dengan beberapa Panduan Wisata. Berikut ini pengalaman kami dari bulan ke bulan selama tahun 2016.

Januari

Tahun baruan kami rayakan di Bangkok kemudian kami bergerak ke arah selatan Thailand yaitu Prachuap Khiri Khan pakai kereta dari Bangkok. Kotanya lumayan menyenangkan meskipun tidak terlalu besar dan tidak terlalu banyak keramaian. Dari sana lanjut ke Kuala Lumpur jalan darat dengan menggunakan kereta api sampai perbatasan kemudian disambung dengan bis.

Sekembalinya ke Bandung kami sempat menginap dan mengadakan kuis Summerbird Boutique Hotel serta liputan untuk NetTV acara One Day in Bandung edisi Lembang mengunjungi Farmhouse Susu Lembang, Observatorium Bosscha dan Warkop Modjok.Sewa kostum & berfoto di depan Rumah Hobbit Bandung

Februari

Bulan Februari diawali dengan kunjungan kami (pertama kalinya) ke Cirebon atas undangan Metland Hotel Cirebon. Beberapa hari ngubek-ngubek Cirebon sambil cicipin kulinernya. Kalau mau lihat ada apa saja di sana bisa baca Panduan Wisata ke Cirebon yang kami buat berdasarkan pengalaman tersebut. Sempat beberapa kali ke Jakarta untuk taping siaran Diary Dave Cosmopolitan 90.4FM dan siaran langsung Curahan Hati Perempuan di TransTV.

Akhir Februari perjalanan keliling dunia kami dimulai dari Bandung – Kuala Lumpur – Doha – Copenhagen. Beberapa hari ngubek Copenhagen yang katanya mahal tapi masih bisa berhemat 🙂 Dari sana kami terbang ke Iceland untuk road trip keliling Iceland dan masih ai akhir bulan Februari ini pertama kalinya kami menyaksikan tarian northern lights alias Aurora Borealis. Woohoo!!Little Mermaid - Copenhagen

Maret

Masuk bulan Maret kami masih road trip keliling Iceland, mencicipi Myvatn Nature Baths yang mirip Blue Lagoon tapi harganya jauh lebih murah dan tidak terlalu ramai serta masih kebagian lihat 1 aurora lagi. Yay! Iceland is cool dan sepertinya masuk daftar salah satu negara favorit kami!

Dari Iceland kami dapat penerbangan murah ke Polandia, masuk lewat Gdansk kemudian bergeser ke Krakow, Lublin dan Warsaw. Satu hal yang kami ingat banget tentang Polandia: murah!!! Makanannya juga murah, enak dan porsinya besar-besar 😉

Kami hampir 2 minggu di Polandia sebelum mengunjungi The Baltics (Lithuania, Latvia dan Estonia). Ngga terlalu lama di masing-masing negara sih, cuma sempat ke ibu kotanya saja. Lumayan menarik dan lebih murah dibanding negara-negara Eropa Barat. Dari sana masuk lagi ke negara-negara mahal: Finlandia, Swedia dan Norwegia 🙁Tips Hunting Aurora Borealis di Iceland

April

Karena Oslo mahal banget, kami memutuskan sewa mobil selama beberapa hari untuk  melihat kota-kota kecilnya. Ternyata lumayan seru dan malahan dapat aurora lagi yang super dahsyat saat menginap di kabin di tengah hutan yang kami pesan lewat AirBnB. (Kalau belum daftar AirBnB dan mau sign-up lewat PergiDulu bisa dapat diskon Rp400.000 untuk bookingan pertama.).

Norwegia jadi negara terakhir dalam trip Eropa kami dan selanjutnya dengan tiket murah yang cuma sekitar 2.6 juta (sekali jalan, 1 orang) kami pindah benua ke Amerika Serikat, tepatnya ke Los Angeles (karena yang murahnya ke sana ;)).

Kami di  Amerika Serikat cuma 2 minggu, Los Angeles, Las Vegas dan mampir ke beberapa taman nasional termasuk Grand Canyon dengan cara sewa mobil dan road trip. Dari sana kami bergeser lagi ke selatan menuju Meksiko.Horseshoe Bend, US

Mei

Masuk bulan Mei kami sudah hampir sampai di penghujung trip Meksiko dengan mampir ke Tulum, Chichen Itza dan Merida sebelum kembali ke Mexico City untuk memulai trip Amerika Selatan. Karena ga mau ribet dengan urusan visa, kami cuma mengunjungi 4 negara di Amerika Selatan yang tidak perlu visa untuk WNI.

Negara pertama yang kami kunjungi adalah Colombia yang rupanya paling murah dan makanannya paling enak. Kami keliling Colombia selama 2 minggu dan sempat mampir ke beberapa kota: Cartagena, Bogota, Medellin, Guatape, Zipaquira, Salento dan Popayan. Favorit kami: Salento!

Menjelang akhir Mei kami bergeser ke Ecuador dengan jalan darat. Di Ecuador kami cuma menghabiskan sekitar 1 minggu dengan mampir ke Quito dan Banos. Akhir Mei kami naik bis overnight untuk border crossing ke Peru.Titik Ekuator Di Ekuador

Juni

Perjalanan di Peru dimulai dari Lima selama beberapa hari, kemudian melipir ke Paracas dan Huacachina sebelum kembali lagi ke Lima untuk terbang ke Cusco. Agak bolak-balik sih…haha. Kurang planning 😉 Dari Cusco kami langsung ngeteng naik minivan ke Ollantaytambo yang ternyata seru juga meskipun kotanya kecil. Dari Ollantaytambo baru kami naik Peru Rail ke Aguas Calientes (which literally means “air panas”). Besok paginya baru naik bis lagi sampai gerbang Machu Picchu.


Trip ke Machu Picchu ini memang tidak murah tapi worth it banget karena merupakan sisa peradaban manusia yang sangat well reserved. Balik ke Cusco kami beruntung karena sempat lihat parade yang sangat meriah dan berwarna. Dari Cusco lanjut ke Puno untuk mengunjungi Lake Titicaca dan Uros Floating Islands, kemudian geser ke Arequipa dan Colca Canyon sebelum masuk Chile.


Perjalanan di Chile dimulai dari San Pedro de Atacama yang menurut kami sangat menarik dan unik. Banyak sekali native animal yang berkeliaran bebas di gurun tersebut. Dari sana transit semalam di Santiago kemudian terbang ke Punta Arenas untuk menuju ke Puerto Natales.Pergidulu Ke Machu Picchu

Juli

Alasan kami ke Puerto Natales adalah untuk menjalani W Trek di Torres del Paine National Park di area Patagonia. Saat itu musim dingin dan sebagian refugio tutup sehingga barang bawaan jauh lebih berat karena harus bawa makanan untuk 5 hari.

Trekking Patagonia di musim dingin ini cukup berat buat kami tapi jadi salah satu trek yang paling memorable. Banyak sekali cerita menarik seperti buka tenda di dalam toilet hingga akhirnya camping di dalam dapur yang tidak terpakai. Pokoknya recommended banget buat yang suka trekking!

Habis capek trekking sisa waktu di Chile kami habiskan di Santiago dan Valparaiso sebelum terbang ke sisi dunia yang berseberangan jauh, yaitu ke Sydney. Alasan mampir ke Australia adalah merayakan ulang tahun Adam sekaligus mengunjungi keluarga.Torres Del Paine Patagonia

Agustus

Bulan Agustus kami sudah kembali lagi ke kota Bandung tercinta dan berjumpa lagi dengan kucing kuning tercinta yang masih ingat dengan kami meskipun sudah ditinggalkan selama hampir 6 bulan. Pertengahan bulan kami main-main ke Garut sekaligus pertama kalinya camping di atas gunung meskipun pendakian gunungnya masih tergolong sangat pemula.

Buat yang tertarik camping mewah di Gunung Papandayan bisa cek pengalaman kami di sini. Kalau mau ngintip ada apa aja di Garut bisa intip Panduan Wisata ke Garut & Cipanas yang kami buat.

Di bulan Agustus ini juga buku Backpackneymoon, solo travelogue pertama Susan diterbitkan (sebenarnya ini buku ke-5 sih, tapi sebelum-sebelumnya berupa buku panduan wisata & antologi). Yay! Sudah punya bukunya?Bersama Abex & Billy dari Base Camp Adventure

September

Bulan ini kami cukup santai di Bandung, sempat staycation di Sheraton Hotel Bandung dan Ivory by Ayola Hotel. Selain itu kami juga sempat 2 kali main-main ke Lembang karena ternyata sekarang banyak sekali tempat-tempat seru di Lembang. Cek Panduan Wisata ke Lembang untuk inspirasi tempat wisata, kuliner, oleh-oleh dan rekomendasi akomodasi di Lembang. Akhir bulan September kami keluar ke Singapore.Photo Spot Keceh Di The Lodge Maribaya

Oktober

Di Singapore kami keliling-keliling selama hampir 2 minggu untuk mencoba beberapa hotel, hostel sampai capsule hotel yang lagi hits. Selain itu juga kami mampir ke hampir semua tempat wisata favorit di Singapore. Tidak ketinggalan icip-icip beberapa hawker center populer dan coffee shop/cafe. Hasil jalan-jalan tersebut sudah kami tuangkan dalam Panduan Wisata ke Singapore. Semoga bisa jadi inspirasi khususnya buat yang baru pertama kali ke Singapore.Merlion Di Sentosa Island

November

Awal November kami diundang oleh Dinbudpar Sumsel dan diajak jalan-jalan keliling Pagaralam. Ada apa saja di Pagaralam? Baca 11 Tempat Wisata di Pagaralam dan Panduan Liburan ke Pagaralam. Pertengahan November kami diundang staycation di Sandalwood Boutique Hotel di Lembang yang homey dan cozy banget tempatnya, cocok banget buat keluarga yang bawa anak-anak.

Sisa bulan November kami habiskan di Bandung untuk mencoba beberapa coffee shop baru yang banyak bermunculan di kota Bandung. Hasilnya bisa dibaca di 21 Coffee Shop Baru di Bandung yang kami kunjungi tahun 2016.Cughup Mangkok Pagaralam

Desember

Pas ulang tahun Susan sengaja kami ambil tawaran untuk staycation di Intercontinental Hotel Bandung. Lumayan bisa memanjakan diri 🙂 Pertengahan bulan Desember kami berangkat ke Bali. Rencananya untuk merayakan liburan Natal bersama keluarganya Adam. Nanti tahun baruannya sih di Bandung.

Tapi ternyata mendadak dapat tawaran jalan-jalan ke Flores bersama Telkomsel. Akhirnya kami sempat pisah selama beberapa hari, Adam di Bali, Susan ke Flores. Hehe….ga masalah koq jalan masing-masing! Saat tulisan ini ditulis, kami sedang berada di Bali. So…sepertinya we’ll see you again in 2017!Flores Di Bulan Desember

Happy holiday & Selamat Tahun Baru 2017! Wishing for a more colourful & peaceful year 🙂

Join the discussion 15 Comments

  • Ah kak Susan, sungguh aku sungguh aku sungguh kepengeeeeeennn ke semua tempat yang kamu jalani di 2016 ini, lihat aurora, ke Maccu Picchu. Someday ya Kak, I will follow your steps. Semoga tahun 2017 rejekinya dilancarkan untuk keliling dunia lagi ya 🙂

  • Seru ya kalian berdua, semoga tahun depan saya bisa nyusul kaya kalian ya… Rewindnya bikin semangat buat terus menikmati keindahan alam ^_^

  • kutukamus says:

    Wah, lumayan penuh ini kaleidoskopnya 🙂

  • cumilebay says:

    Gw kayak nya blm pernah pake airbnb, lumayan kalo diskon 400 rebu

  • Bama says:

    Wah ini sih lengkap banget petualangannya, dalam negeri sama luar negeri. Ngomong-ngomong soal aurora, jadi inget foto temen pas tahun baruan kemarin. Dia ambil fotonya kayaknya di tengah kota dan semburat hijau auroranya melambai-lambai di langit (bikin mupeng yang liat, hehe). Btw habis baca postingan ini jadi keingetan udah dua tahun gak bikin year-end review nih. 🙂

    Happy New Year dan semoga di 2017 petualangannya semakin seru dan memorable!

  • Sagita lumintang says:

    Teteh Susan dan kang Adam, nuhun pisan, blognya sangat menyenangkan dibaca, semua rekomendasinya pengen dicoba euy. 2017 Semoga tambah sukses ..amiin

  • Gilaaaaa… asyik banget full trip in 2016! November lalu saya ke Rovaniemi di Finlandia, berharap bisa lihat aurora borealis. Pas ke sana ternyata minggu itu lagi berawan terus dan malah turun salju, huhuuu :'(
    Next time harus hunting lagi!
    Happy new year 2017 and happy traveling ya, Mba Susan! xxx

    • Susan Natalia Poskitt says:

      Hai Misha!! Salam kenal. Barusan ngubek2 blog kamu seru juga perjalanan2nya. Ngomong2 soal aurora, kami masih mau ngejar aurora lagi koq kapan2 kalo ada kesempatan. We’ll let you know…siapa tau mau ke utara lagi 😉 Happy new year to you and have a great year ahead! 🙂 xxx

      • Halo Mba Susan! Wah, makasih banyak udah mampir ke blog saya. Saya tunggu cerita-cerita berikutnya ya (especially for Aurora Borealis hunting!). Have a great year ahead, too! xxx

Leave a Reply