
Ketemu lagi di Rewind 2018! Sebagian besar tahun 2018 sebetulnya kami habiskan di Australia karena memang Susan sedang berusaha mengejar syarat perpanjangan PR (Permanent Residency) di Australia yang deadline-nya tahun 2020 nanti. Jadi, mungkin ga terlalu banyak destinasi baru di awal dan pertengahan tahun 2018.
Baru di akhir tahun 2018 kami ngebut ke sana kemari dengan bikin trip 2 bulan ke Eropa Timur, sebagian road trip dengan sewa mobil, sebagian pake transportasi umum. Tulisan ini dibuat saat kami masih ada di Kiev, baru aja taun baruan kemaren. Jadi, ngapain aja sih kami di tahun 2018? Yuk disimak ulang ceritanya, khususnya buat yang baru follow @pergidulu.
Januari
Sedikit throwback, pergantian tahun 2017 ke tahun 2018 kami habiskan menyaksikan pertunjukan kembang api di bawah Sydney Harbour Bridge bersama teman-teman kami yang sebagian besar sedang menjalani WHV di Australia. Kami menggunakan waktu kami housesitting di Oatley dengan jalan-jalan ke Royal National Park dan Newtown.

Februari
Karena ga ada kendaraan, kami paling cuma jalan kaki aja di sekitar Cowra selama 2 minggu. Pertengahan Februari kami turun gunung lagi ke city untuk Chinese New Year di kota. Sempet nyicipin beberapa cafe di Sydney dan juga jalanin sebagian dari Bondi Coastal Walk.
Maret
Bulan Maret kami balik ke Bandung, as usual kami mencoba catch up dengan coffee scene yang kayaknya tiap hari ada aja yang baru buka. Setidaknya sampai sekarang sudah bisa diintip daftarnya di postingan “31 Coffee Shop Baru di Bandung 2018”. Masih bakal terus diupdate lho! Gingerfloof is back meski sempet ditinggal 2.5 bulan. Yay!

April
Awal April kami berkesempatan menikmati udara segar dan adem waktu menginap di tempat keren di daerah Caringin Tilu – Bukit Saung Bambu. Tanggal 12 April 2018 kami berhasil bikin lagi #TemuPergiDulu edisi Bandung yang didukung oleh Yogya Group baik dari segi venue, makanan maupun voucher belanja sebagai hadiah doorprize. Lumayan lah ada sekitar 20 orang yang hadir. Btw, kalo bikin lagi tertarik ga? Mending di kota mana ya?

Mei
Awal Mei kami kembali lagi ke Sydney karena memang sudah ada janji housesitting di Islington (rumah yang pernah kami jaga di bulan Januari). Kali ini kami di sana hampir 3 minggu. Selama di sana kami eksplor coffee shop di area Newcastle, jalan-jalan ke pantai-pantai di Newcastle, dan sempat dikunjugi oleh Nadia & Uci selama beberapa hari.

Hari ke-1: Hobart – Hartz Mountains National Park
Hari ke-2: Hartz Mountains National Park – Mount Field National Park – Gordon Dam
Hari ke-3: Gordon Dam – Lake St Clair National Park
Hari ke-4: Lake St Clair National Park – Cradle Mountain National Park
Hari ke-5: Cradle Mountain National Park (hiking all day)
Hari ke-6: Cradle Mountain National Park – Launceston (ke Cataract Gorge) – parkir di Lilydale
Hari ke-7: Lilydale – Binalong Bay (Bay of Fires)
Hari ke-8: Bay of Fires – Freycinet National Park (Wineglass Bay) – parkir di Friendly Beaches
Hari ke-9: Friendly Beaches – Bruny Island – parkir di Kettering (dekat ferry ke Bruny)
Hari ke-10: Mount Wellington – Port Arthur – menginap dekat Richmond
Hari ke-11: Richmond – Hobart
Juni
Awal Juni masih dalam rangka roadtrip di Tasmania. Balik ke Sydney kami ke Lithgow beberapa hari kemudian dapat housesit lagi di Mount Riverview, bagian bawah Blue Mountains. Kami housesit selama 6-7 minggu, jagain 2 anjing jenis Spaniel dan kami sangat menikmati waktu kami di sana.
Juli
Sebagian besar waktu di bulan Juli masih dihabiskan dengan housesit di Mount Riverview. Menjelang akhir bulan Juli kami pertama kalinya cobain gabung dengan OzIndoBushwalk, sebuah komunitas yang isinya orang-orang Indonesia pecinta bushwalking. Kami diajak ke Drawing Room Rocks dan Bombo di dekat Wollongong. Seru ternyata, kalo mau gabung boleh banget koq, mereka jalan setiap Sabtu pagi dari Sydney city ke tempat yang berbeda-beda setiap minggunya. Coba cari di Facebook dengan nama OzIndoBushwalk dan kontak di sana.
Agustus
Seminggu pertama di bulan Agustus masih housesit di Mount Riverview, kemudian kami stay di city selama beberapa hari sebelum ke Bali untuk liburan bareng keluarganya Adam. Di Bali kami menginap di beberapa area. Yang pertama kami menginap di Scala Bed & Beyond di daerah Kerobokan. Setelah itu kami pindah ke AirBnB di daerah Canggu dan beberapa hari terakhir di Ubud. Di Canggu kami sempat ketemuan Febi & Yvan setelah 5 tahun yang lalu dijamu nginap di rumahnya di Antwerp. Dari trip tersebut kami berhasil membuat postingan 17 Cafe Terbaik di Canggu. Silakan dicatet buat liburan ke Bali berikutnya! 😉
September
Awal September kami lumayan padat dengan adanya acara Blogger Gathering AXA x C Channel di Jakarta dan Travel Fair Yogya Ciwalk di Bandung. Pertengahan bulan September kami kembali ke Sydney karena sudah ada janji housesitting lagi. Beberapa hari pertama kami tinggal di tempat bapak mertua di Blackheath sambil jalanin beberapa trek di Blue Mountains dan sempat mampir ke city untuk apply visa Schengen lewat kedutaan Republik Ceko di Sydney. Dapat multiple entry buat 1 tahun. Yay!
Minggu terakhir September kami mulai housesitting di Mirannie, area yang jauh dari mana-mana tapi ternyata sangat menyenangkan tempatnya. Di sana kami stay selama 6 minggu sambil main-main bersama 2 anjing border collie dan 1 kucing hitam.
Oktober
Seluruh bulan Oktober kami habiskan di Mirannie sambil kadang-kadang main ke daerah sekitarnya seperti Hunter Valley dan Anna Bay. Buat yang ngikutin IG story kami pasti tau tentang “drama ular” dan keseruan tiap hari bareng Milly, Scout dan Coco.
November
Awal November kami mendadak dapat proyek bikin artikel traveling tentang Derawan. Untung banget waktunya pas sebelum kami berangkat ke Eropa. Jadinya kami rusuh balik ke Jakarta untuk besok subuhnya berangkat ke Derawan bersama tim Traveloka selama 4 hari. Di sana kami mau nunjukkin kalau traveling secara independen ke Derawan itu ga susah koq. Secara banyak banget yang ke Derawan dengan ikut tur. Buat yang penasaran pengen ke Derawan secara independen, bisa diintip tulisan kami tentang liburan ke Derawan di sini.

Intinya kami dapat tiket penerbangan multiple city yang lumayan murah untuk perjalanan Sydney – (transit Singapur) – (transit London) – Budapest – (2 bulan kemudian) – Prague – (transit Kuala Lumpur) – (dimanfaatkan dulu buat pulang ke Bandung, tiket pesawat ke Bandung ga include ya) – sebulan kemudian balik ke Sydney lewat Singapur. Semua 5 flight itu pakai full service airline British Airways yang sudah termasuk bagasi dan makanan. Totalnya 1300 AUD per orang dan itu buat mengcover liburan kami selama 3 bulan lebih.
Jangan khawatir, nanti bakal ada postingan lengkap tentang road trip kami. Cuma harap sabar ya, karena banyak banget info yang bakal kami share, jadi butuh waktu lumayan lama buat nulisnya.
Desember
Awal Desember kami masih ada di Sarajevo, kemudian bergeser ke Mostar. Dari sana kami bergeser ke Dubrovnik (Kroasia) biar pas ulangtaunan di King’s Landing 😉 Sempat mampir ke Zadar, sebuah kota kecil di pinggir laut di Kroasia sebelum bergeser ke Plitvice National Park untuk menikmati pemandangan cantik belasan air terjun di satu area.
Belum selesai Kroasianya, tapi kami ke Slovenia dulu karena kalau lihat peta posisinya paling barat dan kami harus balik ke arah timur. Di Slovenia kami menginap 3 malam di Lubljana tapi sempat ke Lake Bled, Kranjska Gora, Vrsic Pass dan beberapa tempat menarik lainnya. Dari Slovenia kami balik ke Kroasia karena katanya Christmas Market di Zagreb memenangkan titel “Best Christmas Market in Europe” selama 3 tahun berturut-turun. Dan memang seru banget sih Christmas Market di Zagreb.
Sebelum balikin mobil di Sofia, kami masih punya sisa waktu 1 malam yang kami habiskan di Veliko Tarnovo, sebuah kota cantik di Bulgaria (sekitar 3 jam dari Sofia). Di Sofia kami mengucapkan selamat tinggal kepada mobil yang sudah menemani kami roadtrip selama 39 hari. Hiks.










